Rabu, 02 Januari 2013

Sepuluh Perintah Berbahagia (7) / Khotbah di Atas Bukit

Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah.

Orang yang membawa damai adalah orang yang keberadaannya membawa kesejukan, kegembiraan, kesenangan, ketenangan, kesukaan, kebebasan, kelegaan, dan segala perasaan yang nyaman bagi orang-orang di dekatnya. Ia akan dapat memberikan jalan bagi orang yang berada dalam kebuntuan. Ia akan dapat mendamaikan orang yang sedang bermusuhan. Ia akan dapat menolong orang yang dalam kesulitan. Dan ia akan dapat menunjukan jalan Tuhan kepada orang yang hidup tersesat di dalam lembah kekelaman (hidup dalam dosa).

Orang yang membawa damai, menunjuk pada seorang yang dapat dipercaya oleh orang banyak. Ia adalah orang yang mempunyai hati melayani sesamanya manusia, mau memikirkan kepentingan orang lain, senang menolong, rela berkorban dan mau merugi bagi orang lain; oleh karena itu kehadirannya diantara orang-orang banyak dirindukan; dan ia mampu membawa kesejukan, kegembiraan, kesenangan, ketenangan, kesukaan, kebebasan, kelegaan, dan kenyamanan bagi orang-orang itu. 

Mat.23:11-12 Barangsiapa terbesar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu. Dan barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.
 

Orang banyak merespon demikian karena ia dapat memberi mereka solusi/ harapan terhadap banyak hal yang sedang mengalami kebuntuan. Yang sebelumnya mereka merasa sudah tidak melihat lagi jalan keluar dari masalah mereka; baik masalah yang berhubungan dengan lingkungan, masyarakat maupun kehidupan pribadi mereka sendiri. Ketika bertemu dengannya  mereka seperti mendapatkan terang terhadap masalah mereka, yang sebelumnya sudah dirasa gelap dan tidak ada harapan lagi.
 
Ia dapat mendamaikan orang-orang yang sedang bermusuhan, baik permusuhan antar kelompok atau permusuhan antar pribadi. Karena pihak-pihak yang bermusuhan itu menganggap dirinya yang benar dan tidak ada yang mau mengalah; mereka masing-masing berusaha untuk saling mengalahkan,  menjatuhkan, membunuh, atau menghancurkan yang lain; tetapi dengan kehadirannya kedua belah pihak bisa diajak untuk melakukan musyawarah guna mendapatkan jalan untuk menyelesaikan perseteruan itu tanpa harus ada yang merasa dikalahkan, dirugikan, ditindas, atau dipermalukan; mereka dapat bersatu pikiran mencari kata sepakat untuk menciptakan perdamaian, dan masing-masing pihak mendapatkan keadilan yang memuaskan mereka.

Ia dapat menolong mereka dari kesulitan yang sedang membelit hidup mereka, baik kesulitan ekonomi maupun kesulitan yang bersifat emosional. Dalam kesulitan ekonomi ia dapat memberikan bantuan secara finansial dari miliknya pribadi, dan secara non finansial ia bisa memberikan nasihat, petunjuk, motivasi ataupun pekerjaan; dimana semua yang diberikan itu dapat memberikan mereka peluang untuk keluar dari kesulitannya.

Dan ia juga dapat menunjukan jalan terang bagi mereka yang hidup dalam kegelapan dosa. Yaitu mereka yang hidup di dalam perjinahan; atau yang hidup dalam belenggu ketergantungan akan minuman keras dan narkotika (mirasantika); atau yang hidup dalam keadaan jiwa yang tertekan/ stress dan frustasi karena adanya kekecewaan yang mendalam; atau mereka yang mengalami gangguan jiwa/ gila yang disebabkan oleh sebab-sebab yang bersifat psikologis atau karena diganggu oleh roh-roh jahat.

Mereka yang dapat melakukan semua diatas itu disebut anak-anak Allah, karena mereka melakukan apa yang dikehendaki dan diajarkan Tuhan Yesus kepadanya, melalui firman yang diberikanNya kepada mereka melalui berbagai cara; baik melalui pembukaan firman, nubuat, mimpi, penglihatan atau firman yang didengarnya langsung. 
Anak-anak Allah menunjuk pada orang beriman yang telah mempunyai karakter yang menyerupai  karakter Allah yang menjadi bapaknya. Logika yang demikian adalah sangat umum ditemukan di dalam kehidupan manusia; dimana seorang anak manusia harus mempunyai ciri-ciri secara fisik (fisiologis) dan psikis (psikologis) yang menyerupai bapaknya atau ibunya atau kombinasi dari keduanya, demikian pula dengan anak hewan atau anakan tumbuhan juga harus mempunyai ciri-ciri yang sama dengan ciri-ciri yang dipunyai oleh indukannya. Bila tidak demikian maka ia tidak dapat dikatakan sebagai anak dari bapak-ibunya atau anakan dari indukannya.
Jadi seseorang yang dapat dikatakan sebagai anak-anak Allah adalah juga mereka yang mempunyai ciri-ciri atau karakter yang sama dengan ciri-ciri atau karakter yang dimiliki Allah. Karena Allah tidak dapat di lihat manusia maka ciri-ciri dan karakterNya dikenal dari apa yang telah Ia kerjakan didalam sejarah umat manusia, yaitu yang Ia nyatakan dalam diri Tuhan Yesus Kristus; melalui pekerjaan-pekerjaan yang dilakukanNya di dunia dan firmanNya kepada murid-muridNya dan umat manusia. Dan mereka yang menjadi anak-anak Allah akan dibangkitkan dan mempunyai hidup yang kekal di dalam sorga (Mat. 5:16; Luk.20:36).

Mat.5:13-16 "Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang. Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi. Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu. Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga."

Luk.20:34-38  Jawab Yesus kepada mereka: "Orang-orang dunia ini kawin dan dikawinkan, tetapi mereka yang dianggap layak untuk mendapat bagian dalam dunia yang lain itu dan dalam kebangkitan dari antara orang mati, tidak kawin dan tidak dikawinkan. Sebab mereka tidak dapat mati lagi; mereka sama seperti malaikat-malaikat dan mereka adalah anak-anak Allah, karena mereka telah dibangkitkan. Tentang bangkitnya orang-orang mati, Musa telah memberitahukannya dalam nas tentang semak duri, di mana Tuhan disebut Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub. Ia bukan Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup, sebab di hadapan Dia semua orang hidup."

Tidak ada komentar: