Google+ Badge

DOSA MENGHUJAT ROH KUDUS

on Minggu, 31 Agustus 2014


Istilah "Menghujat Roh Kudus" adalah istilah yang sangat familiar dalam jemaat Kristen, walaupun dimengerti dengan pengertian yang beragam. Pada umumnya pengajar dalam gereja menafsirkannya menurut Injil Markus (Mrk.3:29-30); namun penafsiran itu masih menimbulkan pertanyaan dari orang-orang beriman yang kritis, karena mereka tidak mendapatkan jawaban yang yang memuaskan dan baku. Oleh karena itu untuk mendapatkannya maka konteks cerita yang melatar-belakangi perkataan Tuhan Yesus itu harus menjadi dasar dalam menafsirkannya, sehingga arti yang dimaksudkanNya dapat dimengerti dengan tepat dan sesuai dengan ajaran Tuhan. 

Mrk.3:29-30. Tetapi apabila seorang menghujat Roh Kudus, ia tidak mendapat ampun selama-lamanya, melainkan bersalah karena berbuat dosa kekal." Ia berkata demikian karena mereka katakan bahwa Ia kerasukan roh jahat. 

Cerita yang melatar-belakangi perkataan Tuhan Yesus Kristus itu adalah ketika Ia sedang berada dalam kerumunan orang banyak dan baru saja menyembuhkan orang yang dirasuk setan. Ia mengetahui ada seorang Farisi berkata kepada seseorang yang berada di dekatnya, yang karena takjub oleh perbuatanNya telah mengucapkan: "Ia adalah anak Daud." Orang Farisi itu mengatakan bahwa "Yesus Kristus menyembuhkan orang yang kerasukan setan itu dengan menggunakan kuasa penghulu setan, Beelzebul" (Mat.12:22-37). 


Mat.12:22-37. Kemudian dibawalah kepada Yesus seorang yang kerasukan setan. Orang itu buta dan bisu, lalu Yesus menyembuhkannya, sehingga si bisu itu berkata-kata dan melihat. Maka takjublah sekalian orang banyak itu, katanya: "Ia ini agaknya Anak Daud." Tetapi ketika orang Farisi mendengarnya, mereka berkata: "Dengan Beelzebul, penghulu setan, Ia mengusir setan." Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka lalu berkata kepada mereka: "Setiap kerajaan yang terpecah-pecah pasti binasa dan setiap kota atau rumah tangga yang terpecah-pecah tidak dapat bertahan. Demikianlah juga kalau Iblis mengusir Iblis, iapun terbagi-bagi dan melawan dirinya sendiri; bagaimanakah kerajaannya dapat bertahan? Jadi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, dengan kuasa siapakah pengikut-pengikutmu mengusirnya? Sebab itu merekalah yang akan menjadi hakimmu. Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Roh Allah, maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu. Atau bagaimanakah orang dapat memasuki rumah seorang yang kuat dan merampas harta bendanya apabila tidak diikatnya dahulu orang kuat itu? Sesudah diikatnya barulah dapat ia merampok rumah itu. Siapa tidak bersama Aku, ia melawan Aku dan siapa tidak mengumpulkan bersama Aku, ia mencerai-beraikan. Sebab itu Aku berkata kepadamu: Segala dosa dan hujat manusia akan diampuni, tetapi hujat terhadap Roh Kudus tidak akan diampuni. Apabila seorang mengucapkan sesuatu menentang Anak Manusia, ia akan diampuni, tetapi jika ia menentang Roh Kudus, ia tidak akan diampuni, di dunia ini tidak, dan di dunia yang akan datangpun tidak. Jikalau suatu pohon kamu katakan baik, maka baik pula buahnya; jikalau suatu pohon kamu katakan tidak baik, maka tidak baik pula buahnya. Sebab dari buahnya pohon itu dikenal. Hai kamu keturunan ular beludak, bagaimanakah kamu dapat mengucapkan hal-hal yang baik, sedangkan kamu sendiri jahat? Karena yang diucapkan mulut meluap dari hati. Orang yang baik mengeluarkan hal-hal yang baik dari perbendaharaannya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan hal-hal yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap kata sia-sia yang diucapkan orang harus dipertanggungjawabkannya pada hari penghakiman. Karena menurut ucapanmu engkau akan dibenarkan, dan menurut ucapanmu pula engkau akan dihukum."

Beelzebul adalah ilah orang Filistin yang disembah di kota Ekron dalam Perjanjian Lama (2Raj.1:2). BEELZEBUL berasal dari bahasa Aram yang dihubungkan dengan bahasa Ibrani - BA'AL ZEVUV yaitu kata - BA'AL yang berarti - BAAL atau tuan (Mat.10:25) dan kata - ZEVUV, lalat. BEELZEBUL, secara harfiah berarti "majikan dari lalat". Ada banyak nama yang agak searti di dalam Alkitab: Pendakwa, Musuh, Beelzebul, penghulu setan, Belial (Binatang), Iblis, Naga, Lawan, Pembunuh manusia, Si Jahat, Jahat, Pembohong, Dunia, Pangeran dunia ini, Penggoda, Ular, Pencoba.
SarapanPagi Biblika; Bible Study / Christian Library

2 Raj.1:2. Pada suatu hari jatuhlah Ahazia dari kisi-kisi kamar atasnya yang ada di Samaria, lalu menjadi sakit. Kemudian dikirimnyalah utusan-utusan dengan pesan: "Pergilah, mintalah petunjuk kepada Baal-Zebub, allah di Ekron, apakah aku akan sembuh dari penyakit ini." 

Matius.10:25. Cukuplah bagi seorang murid jika ia menjadi sama seperti gurunya dan bagi seorang hamba jika ia menjadi sama seperti tuannya. Jika tuan rumah disebut Beelzebul, apalagi seisi rumahnya.

Tuhan Yesus Kristus tidak mendengar perkataan orang Farisi itu, karena pada saat itu ia sedang berada dalam kerumunan orang banyak dan perkataan itu tentunya dikatakan dengan berbisik-bisik. Hal itu dengan sangat jelas tertulis dalam Injil Matius bahwa "Yesus mengetahui pikiran mereka," bukan "mendengar perkataan mereka." Hal ini memberi petunjuk bahwa dalam cerita di atas, Tuhan Yesus Kristus telah mendemonstrasikan karunia membedakan roh, setelah Ia mendemostrasikan karunia kesembuhan dan karunia membuat mukjizat ketika menyembuhkan orang kerasukan setan, yang menyebabkannya menjadi buta dan tuli.

Adalah sangat naif apabila seorang beriman menafsirkan istilah "Menghujat Roh Kudus" hanya berarti "Mengucapkan kata-kata yang menentang Roh Kudus." Dengan jelas Tuhan Yesus menguraikannya dengan panjang-lebar pada ayat-ayat selanjutnya bahwa orang yang mengucapkan kata-kata menghujat itu tidak sekedar hanya mengucapkan saja karena ketidak-tahuannya, melainkan karena ia memang mempunyai hati yang jahat dan tidak pernah berbuat kebenaran. Dalam hal ini Tuhan Yesus Kristus mengajarkan agar setiap orang beriman untuk menjaga ucapan perkataannya, karena perkataan orang yang benar akan digenapi Allah dan menjadi kenyataan. Tetapi perkataan orang jahat akan mengucapkan kata-kata yang sia-sia yang harus dipertanggung-jawabkannya pada hari penghakiman.

Perikop yang cukup panjang di atas merupakan argumen yang dilontarkan Tuhan dengan sengit, sebagai tanggapan atas dakwaan seorang Farisi. Ia menyelingi argumen itu dengan perumpamaan-perumpamaan sebagai penjelasannya; yang intinya terdiri dari dua pokok pikiran, yaitu:
1. Siapa tidak bersama Aku, ia melawan Aku dan siapa tidak mengumpulkan bersama Aku, ia mencerai-beraikan.
2. Segala dosa dan hujat manusia akan diampuni, tetapi hujat terhadap Roh Kudus tidak akan diampuni.

1. Siapa tidak bersama Aku, ia melawan Aku dan siapa tidak mengumpulkan bersama Aku, ia mencerai-beraikan.

Dalam kalimat ini Tuhan Yesus Kristus mengatakan bahwa setiap orang yang tidak percaya atas semua perkataan dan mujizat yang diperbuatNya adalah melawanNya atau antikristus (1Yoh.2:18-29; 2Yoh.1:7-9), dan orang yang percaya kepada Nya berarti juga harus mau melakukan perintahnya untuk bersaksi tentang Kerajaan dan keselamatan yang dibawaNya bagi umat manusia. Sedangkan yang tidak mau melakukannya, ia sama dengan orang yang menyangkalNya dan dikelompokan sebagai orang yang melawanNya juga.

1Yoh.2:18-29. Anak-anakku, waktu ini adalah waktu yang terakhir, dan seperti yang telah kamu dengar, seorang antikristus akan datang, sekarang telah bangkit banyak antikristus. Itulah tandanya, bahwa waktu ini benar-benar adalah waktu yang terakhir. Memang mereka berasal dari antara kita, tetapi mereka tidak sungguh-sungguh termasuk pada kita; sebab jika mereka sungguh-sungguh termasuk pada kita, niscaya mereka tetap bersama-sama dengan kita. Tetapi hal itu terjadi, supaya menjadi nyata, bahwa tidak semua mereka sungguh-sungguh termasuk pada kita.
Tetapi kamu telah beroleh pengurapan dari Yang Kudus, dan dengan demikian kamu semua mengetahuinya. Aku menulis kepadamu, bukan karena kamu tidak mengetahui kebenaran, tetapi justru karena kamu mengetahuinya dan karena kamu juga mengetahui, bahwa tidak ada dusta yang berasal dari kebenaran. Siapakah pendusta itu? Bukankah dia yang menyangkal bahwa Yesus adalah Kristus? Dia itu adalah antikristus, yaitu dia yang menyangkal baik Bapa maupun Anak. Sebab barangsiapa menyangkal Anak, ia juga tidak memiliki Bapa. Barangsiapa mengaku Anak, ia juga memiliki Bapa. Dan kamu, apa yang telah kamu dengar dari mulanya, itu harus tetap tinggal di dalam kamu. Jika apa yang telah kamu dengar dari mulanya itu tetap tinggal di dalam kamu, maka kamu akan tetap tinggal di dalam Anak dan di dalam Bapa. Dan inilah janji yang telah dijanjikan-Nya sendiri kepada kita, yaitu hidup yang kekal. Semua itu kutulis kepadamu, yaitu mengenai orang-orang yang berusaha menyesatkan kamu. Sebab di dalam diri kamu tetap ada pengurapan yang telah kamu terima dari pada-Nya. Karena itu tidak perlu kamu diajar oleh orang lain. Tetapi sebagaimana pengurapan-Nya mengajar kamu tentang segala sesuatu--dan pengajaran-Nya itu benar, tidak dusta--dan sebagaimana Ia dahulu telah mengajar kamu, demikianlah hendaknya kamu tetap tinggal di dalam Dia. Maka sekarang, anak-anakku, tinggallah di dalam Kristus, supaya apabila Ia menyatakan diri-Nya, kita beroleh keberanian percaya dan tidak usah malu terhadap Dia pada hari kedatangan-Nya. Jikalau kamu tahu, bahwa Ia adalah benar, kamu harus tahu juga, bahwa setiap orang, yang berbuat kebenaran, lahir dari pada-Nya.

2Yoh.1:7-9. Sebab banyak penyesat telah muncul dan pergi ke seluruh dunia, yang tidak mengaku, bahwa Yesus Kristus telah datang sebagai manusia. Itu adalah si penyesat dan antikristus. Waspadalah, supaya kamu jangan kehilangan apa yang telah kami kerjakan itu, tetapi supaya kamu mendapat upahmu sepenuhnya. Setiap orang yang tidak tinggal di dalam ajaran Kristus, tetapi yang melangkah keluar dari situ, tidak memiliki Allah. Barangsiapa tinggal di dalam ajaran itu, ia memiliki Bapa maupun Anak.

Menurut rasul Yohanes, orang yang melawan Tuhan Yesus Kristus atau antikristus adalah mereka yang berusaha mencerai-beraikan orang beriman; mereka dapat dibedakan menjadi tiga kelompok, yaitu:

1) Orang yang berasal dari jemaat Tuhan Yesus Kristus, tetapi tidak sungguh-sungguh beriman kepadaNya.

Mereka adalah benih lalang yang dimaksudkan Tuhan Yesus Kristus dalam perumpamaanNya tentang "Orang yang menaburkan benih baik di ladang" (Mat.13:24-30). Mereka adalah orang yang berlaku tidak ubahnya seperti orang yang benar-benar beriman kepada Yesus; rajin berdoa, rajin membaca Alkitab, rajin beribadah, rajin dalam kegiatan-kegiatan gereja, bahkan diantara mereka ada yang menjadi majelis gereja dan pendeta; tetapi mereka sebenarnya tidak pernah bertobat dan masih hidup dengan caranya yang lama, yang duniawi. Dan orang yang disebut terakhir (majelis gereja atau pendeta) oleh Tuhan Yesus Kristus diumpamakan sebagai pohon ara yang tumbuh di kebun anggur (Luk.13:6-9).

Mat.13:24-30. Yesus membentangkan suatu perumpamaan lain lagi kepada mereka, kata-Nya: "Hal Kerajaan Sorga itu seumpama orang yang menaburkan benih yang baik di ladangnya. Tetapi pada waktu semua orang tidur, datanglah musuhnya menaburkan benih lalang di antara gandum itu, lalu pergi. Ketika gandum itu tumbuh dan mulai berbulir, nampak jugalah lalang itu. Maka datanglah hamba-hamba tuan ladang itu kepadanya dan berkata: Tuan, bukankah benih baik, yang tuan taburkan di ladang tuan? Dari manakah lalang itu? Jawab tuan itu: Seorang musuh yang melakukannya. Lalu berkatalah hamba-hamba itu kepadanya: Jadi maukah tuan supaya kami pergi mencabut lalang itu? Tetapi ia berkata: Jangan, sebab mungkin gandum itu ikut tercabut pada waktu kamu mencabut lalang itu. Biarkanlah keduanya tumbuh bersama sampai waktu menuai. Pada waktu itu aku akan berkata kepada para penuai: Kumpulkanlah dahulu lalang itu dan ikatlah berberkas-berkas untuk dibakar; kemudian kumpulkanlah gandum itu ke dalam lumbungku."

Luk.13:6-9. Lalu Yesus mengatakan perumpamaan ini: "Seorang mempunyai pohon ara yang tumbuh di kebun anggurnya, dan ia datang untuk mencari buah pada pohon itu, tetapi ia tidak menemukannya. Lalu ia berkata kepada pengurus kebun anggur itu: Sudah tiga tahun aku datang mencari buah pada pohon ara ini dan aku tidak menemukannya. Tebanglah pohon ini! Untuk apa ia hidup di tanah ini dengan percuma! Jawab orang itu: Tuan, biarkanlah dia tumbuh tahun ini lagi, aku akan mencangkul tanah sekelilingnya dan memberi pupuk kepadanya, mungkin tahun depan ia berbuah; jika tidak, tebanglah dia!" 

2) Orang yang menyangkal baik Bapa maupun Anak, dan yang tidak tinggal di dalam ajaran itu, ia tidak memiliki Bapa maupun Anak. 

Mereka adalah orang yang menyangkal Allah yang memperkenalkan diriNya sebagai Allah Trinitas. Allah yang datang dalam nama Yesus. Mereka tidak hidup menurut ajaran dan perintah Tuhan Yesus Kristus yang berkata-kata tidak dari diriNya sendiri melainkan yang didengarNya dari Allah Bapa (Yoh.8:25-26).

Yoh.8:25-26. Maka kata mereka kepada-Nya: "Siapakah Engkau?" Jawab Yesus kepada mereka: "Apakah gunanya lagi Aku berbicara dengan kamu? Banyak yang harus Kukatakan dan Kuhakimi tentang kamu; akan tetapi Dia, yang mengutus Aku, adalah benar, dan apa yang Kudengar dari pada-Nya, itu yang Kukatakan kepada dunia."

Banyak orang yang mengaku sebagai pengikut Yesus (orang Kristen), tetapi mereka menyangkal Allah Trinitas yang diperkenalkan Yesus. Mereka lebih percaya pada ajaran manusia yang menurut mereka lebih masuk akal, lebih logis, dan lebih nalar. Mereka lebih percaya pada ajaran yang mengajarkan bahwa Yesus adalah nabi, bukan Tuhan; bahwa Yesus tidak mati dan bangkit, melainkan yang disiksa dan mati adalah orang lain yang disamarkan oleh Allah; bahwa Allah yang benar bukan Allah Trinitas, melainkan Allah Ekanitas (Allah yang Tunggal); dan pernyataan-pernyataan lain yang intinya adalah menyangkal Allah yang benar, yang memperkenalkan diriNya dengan nama 'Yesus' (Yesaya = Yehosua = Yosua = Yesua = Yesus = YHWH (Yehovah) adalah penyelamat).

Adalah hal yang tidak masuk nalar apabila seorang manusia yang diciptakan Allah kemudian membatasi keberadaan Allah sendiri. Bagaimana mungkin Allah yang tidak terbatas dibatasi oleh nalar manusia yang terbatas; dan Allah yang maha kuasa diatur oleh keinginan manusia. Bila demikian Allah yang disembah manusia, maka sesungguhnya ia adalah 'Allah' ciptaan manusia, Allah palsu, bukan Allah yang sebenarnya; bukan Allah yang hidup; yang menciptakan alam semesta, langit, bumi beserta isinya; dan bukan Allah yang sama dengan Allah disembah Abraham, Ishak, dan Yakub.

Pada dasarnya orang yang termasuk kelompok ini adalah orang yang tidak percaya kepada Yesus, dan karenanya Roh Kudus tidak tinggal dalam dirinya. Ia tidak mengenal Allah yang datang ke dunia dalam nama 'Yesus,' yang datang untuk menyelamatkan umat manusia.

3) Orang-orang yang berusaha menyesatkan kamu.

Mereka adalah para pengajar, para guru, para pemimpin, dan para pendeta yang mengajarkan ajaran lain yang tidak berasal dari Tuhan, tetapi berasal dari pikirannya sendiri. Mereka membaca Alkitab dan menafsirkannya menurut pikirannya sendiri, yang katanya adalah atas ilham Roh Kudus. Mereka menafsirkan Alkitab dan menerangkannya dengan dukungan ayat-ayat dalam Alkitab, tetapi yang diajarkan bukan mengenai hal yang rohani, melainkan mengenai hal yang duniawi.

Mereka mengajarkan bagaimana supaya dapat menjadi orang yang sukses jasmani (dan tentunya juga sukses rohani); makmur dengan berkelimpahan harta duniawi dan hidup dengan damai sejahtera di bumi (dan tentu juga di sorga); dan hal-hal lain yang menjadi keinginan dan impian manusia duniawi (dan tidak lupa tentunya juga dengan menambahkan keselamatan di sorga).

Dengan berbagai ajaran yang menarik hati itu, banyak orang datang dan mereka berhasil mengumpulkan ribuan jiwa untuk menjadi pengikut Kristus, bukan untuk menyelamatkan jiwanya melainkan untuk menyesatkannya; karena ia tidak mengajarkan bagaimana supaya imannya bertumbuh menjadi dewasa dan menghasilkan buah Roh, seperti yang diajarkan Tuhan Yesus Kristus.

Ribuan orang berbondong-bondong beribadah ke gereja, tetapi yang mereka cari sesungguhnya adalah Mamon. Mereka berbondong-bondong mempersembahkan persepuluhan kepada Tuhan sepeti yang diajarkan kepadanya, tetapi yang diharapkannya adalah tingkap-tingkap langit yang dibukakan bagi mereka. Mereka diajar untuk memberi kepada gereja (atau pendeta?) agar Tuhan memberi mereka juga berlipat kali ganda dari jumlah yang mereka berikan. Mereka yang 'diberkati' Tuhan (dalam arti mendapatkan kekayaan duniawi) setelah ia memberikan persembahan persepuluhan, dinilai imannya sudah dewasa dan didorong untuk bersaksi kepada jemaat di atas mimbar gereja; dan yang mendapatkan untung adalah pendetanya, karena kesaksian itu akan mendorong semakin banyak anggota jemaat yang memberikan persembahan kepada gereja (atau pendeta?).

Pendeta yang bersangkutan tidak pernah berpikir bahwa dirinya sedang bertindak sebagai 'penyesat', karena ia rajin berdoa, rajin membaca Alkitab, dan rajin melayani jemaatnya. Tetapi pada kenyataannya ribuan orang yang dibawanya kepada Tuhan tidak mengalami pembaharuan budi-pekertinya, mereka masih tetap orang duniawi, mereka masih orang lama yang sama dengan ketika ia belum ber'tobat,' yang hidup hanya melayani nafsu dagingnya. Hal demikian yang dikatakan Tuhan Yesus Kristus sebagai "orang buta yang menuntun orang buta" (Mat.15: 10-20). Karena pendeta itu hanya mengajarkan hal-hal yang kelihatannya rohani tetapi yang sebenarnya masih hal-hal yang duniawi juga; pengajarannya tidak sampai merasuk ke dalam hati, yang dapat mengubah budi-pekertinya menjadi seperti yang dikehendaki Allah. Pengajaran yang merasuk sampai ke dalam hati akan mengubah cara berpikir manusia; mengubahnya dari seorang yang berpikiran duniawi menjadi orang yang berpikiran rohani. Orang yang berpikiran duniawi hanya menghasilkan segala pikiran jahat, yaitu: pembunuhan, perzinahan, percabulan, pencurian, sumpah palsu, dan hujat. Sedangkan orang yang berpikiran rohani menghasilkan buah Roh dalam hidupnya (Gal.5:22-23).

Mat.15:10-20. Lalu Yesus memanggil orang banyak dan berkata kepada mereka: "Dengar dan camkanlah: bukan yang masuk ke dalam mulut yang menajiskan orang, melainkan yang keluar dari mulut, itulah yang menajiskan orang." Maka datanglah murid-murid-Nya dan bertanya kepada-Nya: "Engkau tahu bahwa perkataan-Mu itu telah menjadi batu sandungan bagi orang-orang Farisi?" Jawab Yesus: "Setiap tanaman yang tidak ditanam oleh Bapa-Ku yang di sorga akan dicabut dengan akar-akarnya. Biarkanlah mereka itu. Mereka orang buta yang menuntun orang buta. Jika orang buta menuntun orang buta, pasti keduanya jatuh ke dalam lobang." Lalu Petrus berkata kepada-Nya: "Jelaskanlah perumpamaan itu kepada kami." Jawab Yesus: "Kamupun masih belum dapat memahaminya? Tidak tahukah kamu bahwa segala sesuatu yang masuk ke dalam mulut turun ke dalam perut lalu dibuang di jamban? Tetapi apa yang keluar dari mulut berasal dari hati dan itulah yang menajiskan orang. Karena dari hati timbul segala pikiran jahat, pembunuhan, perzinahan, percabulan, pencurian, sumpah palsu dan hujat. Itulah yang menajiskan orang. Tetapi makan dengan tangan yang tidak dibasuh tidak menajiskan orang."

Gal.5:22-23. Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.
Pendeta seperti ini yang dimaksudkan Tuhan Yesus sebagai orang yang akan berseru kepadaNya pada hari terakhir (Mat.7:21-23). Ia tidak menyangka sama sekali bahwa segala yang dilakukannya atas nama Tuhan Yesus Kristus mendapat ganjaran di neraka jahanam, padahal ia berpikir akan mendapat tempat terhormat lengkap dengan mahkota kemuliaan dalam Kerajaan Sorga, seperti yang diajarkannya kepada orang banyak yang telah berhasil "dibawanya kepada Tuhan Yesus Kristus." Ia akan kaget dan shock ketika Tuhan Yesus berkata padanya: "Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!"

Mat.7:21-23. Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!" 

2. Segala dosa dan hujat manusia akan diampuni, tetapi hujat terhadap Roh Kudus tidak akan diampuni.

Dari hasil pembahasan pokok pikiran Tuhan Yesus yang pertama dapat diketahui bahwa yang dimaksud dengan "menghujat Roh Kudus" adalah perbuatan yang melawan Tuhan Yesus Kristus (antikristus). Mereka adalah orang-orang yang menjadi bagian dari gereja Tuhan, tetapi melakukan perbuatan yang melawan perintah dan firmanNya; mereka adalah:

1) Orang yang berasal dari jemaat Tuhan Yesus Kristus, tetapi tidak sungguh-sungguh beriman kepadaNya. 

Mereka adalah jemaat Tuhan yang mengaku percaya bahwa Yesus adalah Tuhan dan Juruselamatnya; rajin berdoa, rajin membaca Alkitab, rajin beribadah, rajin mengikuti kegiatan gereja, bahkan diantara mereka ada yang telah menjadi majelis gereja, atau pendeta. Mereka sebenarnya tidak pernah bertobat dengan sungguh-sungguh, dan masih hidup dengan cara yang lama, hidup dengan pikiran duniawi. Oleh karena itu walaupun seumur hidupnya berada dalam gereja, imannya tidak bertumbuh dan menghasilkan buah Roh; Karena pada dasarnya ia tidak pernah bertobat dan Roh Kudus tidak pernah tinggal diam dalam dirinya. Mereka adalah yang dimaksudkan Tuhan Yesus sebagai benih lalang diantara benih gandum (Mat.13:24-30).

2) Orang yang mengaku sebagai pengikut Yesus (orang Kristen), tetapi mereka menyangkal Allah Trinitas.

Mereka adalah anggota jemaat dari gereja lain yang menyangkal Allah Trinitas. Mereka lebih suka memilih Allahnya sendiri. Mereka memilah-milah ajaran Tuhan Yesus dan hanya menggunakan sebagian saja yang sesuai dengan keinginannya. Walaupun mereka mengaku sebagai pengikut Kristus, tetapi pada dasarnya mereka sama dengan kelompok pertama, mereka adalah lalang di ladang yang lain. 

3) Para pengajar, para guru, para pemimpin, dan para pendeta yang mengajarkan ajaran lain, hasil pikirannya sendiri, bukan dari Tuhan. 

Mereka adalah orang-orang yang tidak secara sadar menjadi penyesat bagi banyak orang, dengan ajarannya yang kelihatannya benar tetapi bertentangan dengan ajaran Tuhan Yesus. Karena mereka mengajarkan hal duniawi yang berlawanan dengan ajaran Tuhan, yang mengajarkan hal rohani. Mereka adalah orang-orang yang pada hari terakhir akan berseru-seru kepada Tuhan, yang diceritakan Tuhan Yesus Kristus kepada murid-muridNya (Mat.7:21-23).

Terdapat satu kesamaan dari orang-orang yang "menghujat Roh Kudus" itu, yaitu walaupun mereka mengaku menjadi pengikut Yesus Kristus atau mengaku orang Kristen tetapi yang dilakukannya adalah melawan Kristus (antikris). Jadi yang dimaksudkan Tuhan yesus sebagai "dosa menghujat Roh Kudus yang tidak terampunkan" adalah dosa karena melawan ajaran Tuhan Yesus Kristus yang dilakukan oleh orang-orang yang secara jasmani termasuk dalam gereja. Mereka tidak mengerti telah melawan Tuhan Yesus Kristus dan melakukan dosa yang tidak terampuni, karena mereka justru berpikir melakukan yang terbaik bagi Tuhan Yesus. Tetapi bilamana mereka sebelum mati kemudian bertobat dan mengikuti ajaran Tuhan Yesus dengan benar, maka padanya masih ada pengampunan dan tidak lagi dihitung sebagai penghujat Roh Kudus. Dalam hal "Dosa menghujat Roh Kudus" adalah dikekanan kepada orang-orang yang berada di dalam gereja, bukan kepada orang yang di luar gereja; karena Tuhan Yesus tidak memperhitungkan orang yang tidak percaya, dan bagi mereka Tuhan telah mempersiapkan hukuman kekal dalam neraka 
(Yoh.3:1-36).

Yoh.3:1-36.  Adalah seorang Farisi yang bernama Nikodemus, seorang pemimpin agama Yahudi. Ia datang pada waktu malam kepada Yesus dan berkata: "Rabi, kami tahu, bahwa Engkau datang sebagai guru yang diutus Allah; sebab tidak ada seorangpun yang dapat mengadakan tanda-tanda yang Engkau adakan itu, jika Allah tidak menyertainya.Yesus menjawab, kata-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembaliia tidak dapat melihat Kerajaan Allah." Kata Nikodemus kepada-Nya: "Bagaimanakah mungkin seorang dilahirkan, kalau ia sudah tua? Dapatkah ia masuk kembali ke dalam rahim ibunya dan dilahirkan lagi?" Jawab Yesus: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah. Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging, dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh. Janganlah engkau heran, karena Aku berkata kepadamu: Kamu harus dilahirkan kembali. Angin bertiup ke mana ia mau, dan engkau mendengar bunyinya, tetapi engkau tidak tahu dari mana ia datang atau ke mana ia pergi. Demikianlah halnya dengan tiap-tiap orang yang lahir dari Roh." Nikodemus menjawab, katanya: "Bagaimanakah mungkin hal itu terjadi?Jawab Yesus: "Engkau adalah pengajar Israel, dan engkau tidak mengerti hal-hal itu? Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kami berkata-kata tentang apa yang kami ketahui dan kami bersaksi tentang apa yang kami lihat, tetapi kamu tidak menerima kesaksian kami. Kamu tidak percaya, waktu Aku berkata-kata dengan kamu tentang hal-hal duniawi, bagaimana kamu akan percaya, kalau Aku berkata-kata dengan kamu tentang hal-hal sorgawi? Tidak ada seorangpun yang telah naik ke sorga, selain dari pada Dia yang telah turun dari sorga, yaitu Anak Manusia. Dan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal. Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia. Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah. Dan inilah hukuman itu: Terang telah datang ke dalam dunia, tetapi manusia lebih menyukai kegelapan dari pada terang, sebab perbuatan-perbuatan mereka jahat. Sebab barangsiapa berbuat jahat, membenci terang dan tidak datang kepada terang itu, supaya perbuatan-perbuatannya yang jahat itu tidak nampak; tetapi barangsiapa melakukan yang benar, ia datang kepada terang, supaya menjadi nyata, bahwa perbuatan-perbuatannya dilakukan dalam Allah."
Sesudah itu Yesus pergi dengan murid-murid-Nya ke tanah Yudea dan Ia diam di sana bersama-sama mereka dan membaptis. Akan tetapi Yohanespun membaptis juga di Ainon, dekat Salim, sebab di situ banyak air, dan orang-orang datang ke situ untuk dibaptis, sebab pada waktu itu Yohanes belum dimasukkan ke dalam penjara. Maka timbullah perselisihan di antara murid-murid Yohanes dengan seorang Yahudi tentang penyucian. Lalu mereka datang kepada Yohanes dan berkata kepadanya: "Rabi, orang yang bersama dengan engkau di seberang sungai Yordan dan yang tentang Dia engkau telah memberi kesaksian, Dia membaptis juga dan semua orang pergi kepada-Nya." Jawab Yohanes: "Tidak ada seorangpun yang dapat mengambil sesuatu bagi dirinya, kalau tidak dikaruniakan kepadanya dari sorga. Kamu sendiri dapat memberi kesaksian, bahwa aku telah berkata: Aku bukan Mesias, tetapi aku diutus untuk mendahului-Nya. Yang empunya mempelai perempuan, ialah mempelai laki-laki; tetapi sahabat mempelai laki-laki, yang berdiri dekat dia dan yang mendengarkannya, sangat bersukacita mendengar suara mempelai laki-laki itu. Itulah sukacitaku, dan sekarang sukacitaku itu penuh. Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil. Siapa yang datang dari atas adalah di atas semuanya; siapa yang berasal dari bumi, termasuk pada bumi dan berkata-kata dalam bahasa bumi. Siapa yang datang dari sorga adalah di atas semuanya. Ia memberi kesaksian tentang apa yang dilihat-Nya dan yang didengar-Nya, tetapi tak seorangpun yang menerima kesaksian-Nya itu. Siapa yang menerima kesaksian-Nya itu, ia mengaku, bahwa Allah adalah benar. Sebab siapa yang diutus Allah, Dialah yang menyampaikan firman Allah, karena Allah mengaruniakan Roh-Nya dengan tidak terbatasBapa mengasihi Anak dan telah menyerahkan segala sesuatu kepada-Nya. Barangsiapa percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal, tetapi barangsiapa tidak taat kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup, melainkan murka Allah tetap ada di atasnya."