Google+ Badge

Mintalah, Carilah, Ketoklah

on Selasa, 19 April 2016


"Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan. Adakah seorang dari padamu yang memberi batu kepada anaknya, jika ia meminta roti, atau memberi ular, jika ia meminta ikan? Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya." (Mat.7:7-11).

Perkataan Yesus Kristus di atas sering disalah-pahami gereja dengan pemahaman bahwa Tuhan akan mengabulkan semua permintaan yang didoakan orang beriman. Dalam hal ini yang diminta dalam doa orang beriman adalah yang berkenaan dengan barang atau hal-hal yang bersifat duniawi. Mereka berdoa meminta harta dunia; pekerjaan, kelancaran usaha, uang, rumah, mobil, jabatan, istri, atau anak. Segala hal yang diinginkan mereka mereka minta kepada Tuhan, karena mereka menganggap bahwa Tuhan Yesus Kristus adalah jawaban atas segala kebutuhan mereka. Dengan demikian maka mereka telah "gagal paham" mengenai perkataan Tuhan Yesus Kristus di atas. Dikatakan "gagal paham" karena pada kenyataannya tidak semua permintaan yang didoakan orang beriman itu dikabulkan Tuhan. Dan andaikata kemudian mereka mendapatkan apa yang diminta dalam doanya, belum tentu itu adalah jawaban Tuhan atas doanya. Kejadian seperti itu yang disinggung Yakobus dalam suratnya yang ditujukan kepada jemaat orang Kristen Yahudi dengan perkataan: "kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu" (Yak.4:1-10).

Yak.4:1-10. Dari manakah datangnya sengketa dan pertengkaran di antara kamu? Bukankah datangnya dari hawa nafsumu yang saling berjuang di dalam tubuhmu? Kamu mengingini sesuatu, tetapi kamu tidak memperolehnya, lalu kamu membunuh; kamu iri hati, tetapi kamu tidak mencapai tujuanmu, lalu kamu bertengkar dan kamu berkelahi. Kamu tidak memperoleh apa-apa, karena kamu tidak berdoa. Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu. Hai kamu, orang-orang yang tidak setia! Tidakkah kamu tahu, bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah? Jadi barangsiapa hendak menjadi sahabat dunia ini, ia menjadikan dirinya musuh Allah. Janganlah kamu menyangka, bahwa Kitab Suci tanpa alasan berkata: "Roh yang ditempatkan Allah di dalam diri kita, diingini-Nya dengan cemburu!" Tetapi kasih karunia, yang dianugerahkan-Nya kepada kita, lebih besar dari pada itu. Karena itu Ia katakan: "Allah menentang orang yang congkak , tetapi mengasihani orang yang rendah hati.Karena itu tunduklah kepada Allah, dan lawanlah Iblis, maka ia akan lari dari padamu! Mendekatlah kepada Allah, dan Ia akan mendekat kepadamu. Tahirkanlah tanganmu, hai kamu orang-orang berdosa! dan sucikanlah hatimu, hai kamu yang mendua hati! Sadarilah kemalanganmu, berdukacita dan merataplah; hendaklah tertawamu kamu ganti dengan ratap dan sukacitamu dengan dukacita. Rendahkanlah dirimu di hadapan Tuhan, dan Ia akan meninggikan kamu.


Dalam suratnya itu Yakobus mengatakan bahwa barangsiapa hendak menjadi sahabat dunia, ia menjadikan dirinya musuh Allah. Perkataan itu mengandung pesan bahwa seorang beriman harus hidup menurut Roh*, bukan hidup menurut daging, agar setiap permintaan yang didoakannya dikabulkan Tuhan. Hal itu yang sebenarnya dimaksudkan dalam perkataan Tuhan Yesus dalam perikop Injil Matius di atas. Karena permintaan yang dikabulkan Tuhan adalah permintaan yang didoakan oleh orang beriman yang mempunyai hubungan yang dekat dengan Allah, yang mempunyai hubungan sebagaimana hubungan bapa dan anak. Dan seorang beriman dapat disebut sebagai anak Allah apabila ia adalah orang yang membawa damai,** yaitu yang keberadaannya membawa kesejukan, kegembiraan, kesenangan, ketenangan, kesukaan, kebebasan, kelegaan, dan segala perasaan nyaman bagi orang-orang yang ada didekatnya. Hal tersebut terjadi karena ia memberikan jalan bagi orang yang edang berada dalam kebuntuan, dan mampu mendamaikan orang yang sedang bermusuhan. Ia dengan ringan tangan menolong orang yang sedang dalam kesulitan. Ia juga dapat menunjukkan jalan Tuhan bagi orang yang hidup tersesat dalam lembah kekelaman, yaitu orang yang hidup dalam dosa. Dengan demikian maka orang yang dapat membawa damai tentunya hanya orang yang sudah tidak berpikiran secara duniawi lagi, yang masih hidup dengan keinginan-keinginan daging; melainkan orang yang mempunyai pikiran rohani, dengan hidup menurut Roh (Rm.8:3-6).

Baca: * Hidup Menurut Roh; **Khotbah di Bukit .


Rm.8:3-6. Sebab apa yang tidak mungkin dilakukan hukum Taurat karena tak berdaya oleh daging, telah dilakukan oleh Allah. Dengan jalan mengutus Anak-Nya sendiri dalam daging, yang serupa dengan daging yang dikuasai dosa karena dosa, Ia telah menjatuhkan hukuman atas dosa di dalam daging, supaya tuntutan hukum Taurat digenapi di dalam kita, yang tidak hidup menurut daging, tetapi menurut Roh. Sebab mereka yang hidup menurut daging, memikirkan hal-hal yang dari daging; mereka yang hidup menurut Roh, memikirkan hal-hal yang dari Roh. Karena keinginan daging adalah maut, tetapi keinginan Roh adalah hidup dan damai sejahtera.  

Orang beriman dapat memahami maksud perkataan Tuhan Yesus Kristus di atas dengan benar apabila dapat menemukan kata kunci yang terdapat didalamnya lebih dahulu. Dalam perintah di atas pada dasarnya terdapat tiga kata kunci yang berguna untuk dapat membuka pada pemahaman terhadap perkataanNya, yaitu: "Mintalah", "Carilah", dan "Ketoklah". Tiga kata kerja yang diperintahkan Tuhan untuk dikerjakan tersebut mempunyai makna yang harus diketahui dan dimengerti terlebih dahulu, sehingga orang beriman akan "berhasil paham" dengan benar akan perkataan Tuhan Yesus Kristus di atas.

"Mintalah"

Yang dimaksud dengan kata "Mintalah," seharusnya dapat dipahami dari perkataan Tuhan Yesus Kristus kepada murid-murid seperti yang tertulis dalam Injil Yohanes: "Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar  dari pada itu. Sebab Aku pergi kepada Bapa; dan apa juga yang kamu minta dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak. Jika kamu meminta sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya" (Yoh.14:1-14). 

Yoh.14:1-14. "Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku. Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada. Dan ke mana Aku pergi, kamu tahu jalan ke situ." Kata Tomas kepada-Nya: "Tuhan, kami tidak tahu ke mana Engkau pergi; jadi bagaimana kami tahu jalan ke situ?" Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku. Sekarang ini kamu mengenal Dia dan kamu telah melihat Dia." Kata Filipus kepada-Nya: "Tuhan, tunjukkanlah Bapa itu kepada kami, itu sudah cukup bagi kami." Kata Yesus kepadanya: "Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa; bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami. Tidak percayakah engkau, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku? Apa yang Aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang diam di dalam Aku, Dialah yang melakukan pekerjaan-Nya. Percayalah kepada-Ku, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku; atau setidak-tidaknya, percayalah karena pekerjaan-pekerjaan itu sendiri. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu. Sebab Aku pergi kepada Bapa; dan apa juga yang kamu minta dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak. Jika kamu meminta sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya." 

Injil Yohanes dengan jelas memberikan keterangan mengenai kata "Mintalah" dalam Injil Matius di atas, dimana Injil Yohanes menerangkan tiga hal berkenaan dengan perintah itu, yaitu bahwa:
1. Perintah itu diberikan kepada dua belas rasul, yaitu murid lingkaran dalam* yang dipilih sendiri oleh Tuhan Yesus Kristus. Karena pemuridan yang dilakukan Tuhan Yesus Kristus tidak terhenti setelah Tuhan Yesus Kristus terangkat ke sorga, melainkan masih berlangsung terus sampai pada masa sekarang, dan baru akan disudahiNya saat kedatangan Tuhan Yesus Kristus yang ke dua kali.
2. Murid Tuhan Yesus Kristus (yang dimaksud di atas di nomor 1) diperintahkanNya melakukan pekerjaaan-pekerjaan seperti yang diperbuat dalam pelayananNya di Bumi, dengan membuat mujizat, menyembuhkan orang sakit, mengusir setan, dan mengajar firman Tuhan.**
3. Murid Tuhan Yesus Kristus diperintahkan mengerjakan semua pekerjaan itu dengan tujuan agar Allah Bapa dipermuliakan dalam namaNya, yaitu nama yang telah diberikanNya kepada AnakNya yang Tunggal, yaitu dalam nama: Yesus,

Baca: *Pemuridan Oleh Tuhan Yesus; **Bermacam-macam karunia Roh Kudus; 



"Carilah"

Kata "Carilah" seharusnya dipahami dengan  perkataan Yesus Kristus kepada murid-muridNya yang tertulis dalam Injil Matius: "Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari." (Mat.6:25-34).

Mat.6:25-34. "Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian? Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu? Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya? Dan mengapa kamu kuatir akan pakaian? Perhatikanlah bunga bakung di ladang, yang tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal, namun Aku berkata kepadamu: Salomo dalam segala kemegahannyapun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu. Jadi jika demikian Allah mendandani  rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api, tidakkah Ia akan terlebih lagi mendandani kamu, hai orang yang kurang percaya? Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai? Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu. Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari."

Injil Matius dengan jelas menerangkan yang harus dicari oleh murid-muridNya adalah: Kerajaan Allah dan kebenarannya. Dengan demikian maka murid Tuhan harus berusaha mendapatkan dan memiliki Kerajaan Allah itu. Dan untuk mendapatkannya Tuhan Yesus Kristus mengajarkan kepada muridNya agar mereka melakukan seperti yang diperbuat oleh orang yang menemukan harta terpendam dan mutiara berharga dalam perumpamaanNya.**

Baca: *Carilah Kerajaan Allah dan kebenarannya; ** Kerajaan Allah (bagian 3).

Dalam hal ini Injil Lukas  mencatat pengajaran Tuhan Yesus Kristus yang dikatakanNya secara terbuka yang merupakan nasihat supaya mereka mengumpulkan harta di sorga: "Tetapi carilah Kerajaan-Nya, maka semuanya itu akan ditambahkan juga kepadamu. Janganlah takut, hai kamu kawanan kecil! Karena Bapamu telah berkenan memberikan kamu Kerajaan itu. Juallah segala milikmu dan berikanlah sedekah! Buatlah bagimu pundi-pundi yang tidak dapat menjadi tua, suatu harta di sorga yang tidak akan habis, yang tidak dapat didekati pencuri dan yang tidak dirusakkan ngengatKarena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada." (Luk.12:22-34)

Luk.12:22-34. Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Sebab hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian. Perhatikanlah burung-burung gagak yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mempunyai gudang atau lumbung, namun demikian diberi makan oleh Allah. Betapa jauhnya kamu melebihi burung-burung itu! Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta pada jalan hidupnya? Jadi, jikalau kamu tidak sanggup membuat barang yang paling kecil, mengapa kamu kuatir akan hal-hal lain? Perhatikanlah bunga bakung, yang tidak memintal dan tidak menenun, namun Aku berkata kepadamu: Salomo dalam segala kemegahannyapun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu. Jadi, jika rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api demikian didandani Allah, terlebih lagi kamu, hai orang yang kurang percaya! Jadi, janganlah kamu mempersoalkan apa yang akan kamu makan atau apa yang akan kamu minum dan janganlah cemas hatimu. Semua itu dicari bangsa-bangsa di dunia yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu tahu, bahwa kamu memang memerlukan semuanya itu. Tetapi carilah Kerajaan-Nya, maka semuanya itu akan ditambahkan juga kepadamu. Janganlah takut, hai kamu kawanan kecil! Karena Bapamu telah berkenan memberikan kamu Kerajaan itu. Juallah segala milikmu dan berikanlah sedekah! Buatlah bagimu pundi-pundi yang tidak dapat menjadi tua, suatu harta di sorga yang tidak akan habis, yang tidak dapat didekati pencuri dan yang tidak dirusakkan ngengat. Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada."

Dari pengajaran di atas dapat disimpulkan tentang pengajaran Tuhan Yesus Kristus yang dengan jelas menekankan pengajaranNya pada hal-hal yang rohani, yaitu pada tindakan 'kasih' (agape), yang dalam Injil Matius disebut sebagai "mengumpulkan harta di sorga," sedangkan  melakukan hal duniawi disebutNya sebagai "mengumpulkan harta di Bumi." Dalam hal ini Tuhan Yesus Kristus menghendaki supaya orang beriman akan memilih yang rohani, sehingga dengan demikian orang yang menjadi murid Tuhan seharusnya adalah orang yang hidup sebagai hamba Allah, bukan hamba Mamon**(Mat.6:19-24).

Baca: **Mata sebagai Pelita Tubuh.

Mat.6:19-24. "Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya. Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya. Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada. Mata adalah pelita tubuh. Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu; jika matamu jahat, gelaplah seluruh tubuhmu. Jadi jika terang yang ada padamu gelap, betapa gelapnya kegelapan itu. Tak seorangpun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon."

"Ketoklah"

Kata "Ketoklah" dapat dipahami dengan perkataan yang diucapkan Tuhan Yesus Kristus perihal   pintu yang sesak dan pintu yang lebar seperti yang terdapat dalam Injil Matius (Mat.7:12-14)

Mat.7:12-14. "Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi. Masuklah melalui pintu yang sesak itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang yang masuk melaluinya; karena sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatinya ."

Tuhan menganjurkan muridNya memilih pintu yang sesak, yaitu dengan mau berbuat 'kasih' (agape)* kepada semua orang, atau menjadi pelayan bagi sesamanya. Pengajaran ini adalah inti dari seluruh hukum Taurat dan Kitab Para Nabi, seperti yang Tuhan Yesus katakan: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi" (Mat.22:34-40).

Baca:*Iman-Pengharapan-Kasih; Buah Roh (bagian 2).

Mat.22:34-40. Ketika orang-orang Farisi mendengar, bahwa Yesus telah membuat orang-orang Saduki itu bungkam, berkumpullah mereka dan seorang dari mereka, seorang ahli Taurat, bertanya untuk mencobai Dia: "Guru, hukum manakah yang terutama dalam hukum Taurat?" Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi."


Kesimpulan:
Pemahaman mengenai tiga perintah Tuhan Yesus Kristus di atas ("Mintalah", "Carilah", dan "Ketoklah") seharusnya mengenai pengajaran rohani yang harus dilakukan oleh murid Tuhan, supaya yang diminta dalam doanya dapat dikabulkan Tuhan. Permintaan yang yang dimaksud adalah hal yang berkaitan dengan: membuat mukjizat, menyembuhkan orang sakit, mengusir setan yang merasuki manusia, dan mengenai rahasia firman Tuhan. Orang beriman dapat menyatakan Kerajaan Allah dengan kesaksian hidupnya, yaitu dengan berbuat mengasihi sesamanya seperti yang dilakukan Tuhan yang telah mengasihi umatNya terlebih dahulu. Dengan demikian maka menjadi jelas bahwa pengajaran yang datang dari hikmat Allah adalah pengajaran tentang hal yang rohani, bukan dari hikmat manusia yang mengajarkan hal-hal yang bersifat duniawi.