Rabu, 24 April 2013

Renungan (18): Tentang Buah Roh (bagian 1)

Penafsiran sebagian gereja atau sebagian hamba Tuhan terhadap istilah yang diungkapkan rasul Paulus kepada jemaat di Galatia tentang 'buah Roh' atau yang lebih suka mereka sebut 'buah-buah Roh', sering ditafsirkan sebagai jiwa-jiwa orang yang bertobat yang dimenangkan oleh seorang Kristen. Sehingga kemudian timbul kesan oleh orang-orang dalam masyarakat (baca: orang yang beragama lain), bahwa gereja melakukan praktek 'kritenisasi'. Dari adanya pengertian inilah kemudian seorang beriman yang mengabarkan Injil dianggap mengkristenkan orang. Yang lebih gawat lagi adalah apabila orang yang dikhabari Injil adalah orang yang sudah memeluk agama lain, maka akan menimbulkan rasa tidak senang dan antipati dari orang-orang yang beragama lain itu, yang kemudian bereaksi dengan usaha-usahanya untuk menentang dan menghambat pekhabaran Injil Tuhan.

Padahal pekhabaran Injil sendiri menurut makna yang sebenarnya adalah pemberitahuan tentang khabar baik, yaitu tentang khabar keselamatan yang telah dimenangkan Yesus Kristus dikayu salib atas maut. Hal ini sangat jelas dari makna kata 'Injil' atau yang dalam bahasa aslinya (bhs Yun 'euangelion') itu mempunyai pengertian yang berkaitan dengan budaya orang Romawi pada masa kejayaan mereka; dimana berita kemenangan panglima mereka di medan perang akan disampaikan kepada orang-orang yang ada di dalam kota Roma oleh seorang pewarta, kurir, atau utusan yang harus berlari cepat atau dengan menunggang kuda masuk kota mendahului arak-arakan pasukan Legiun Romawi, sehingga orang-orang yang ada disana bisa melakukan persiapan untuk menyambut kedatangan pahlawan itu dengan penghormatan yang meriah. 
Sambutan meriah yang demikian pernah pula dilakukan orang-orang Yahudi dan orang-orang banyak di Yerusalem ketika Yesus Kristus dan rombonganNya memasuki kota dengan menunggang anak keledai yang masih muda.

Yoh.12:12-19. Keesokan harinya ketika orang banyak yang datang merayakan pesta mendengar, bahwa Yesus sedang di tengah jalan menuju Yerusalem, mereka mengambil daun-daun palem, dan pergi menyongsong Dia sambil berseru-seru: "Hosana! Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan, Raja Israel!" Yesus menemukan seekor keledai muda lalu Ia naik ke atasnya, seperti ada tertulis: "Jangan takut, hai puteri Sion, lihatlah, Rajamu datang, duduk di atas seekor anak keledai." Mula-mula murid-murid Yesus tidak mengerti akan hal itu, tetapi sesudah Yesus dimuliakan, teringatlah mereka, bahwa nas itu mengenai Dia, dan bahwa mereka telah melakukannya juga untuk Dia. Orang banyak yang bersama-sama dengan Dia ketika Ia memanggil Lazarus keluar dari kubur dan membangkitkannya dari antara orang mati, memberi kesaksian tentang Dia. Sebab itu orang banyak itu pergi menyongsong Dia, karena mereka mendengar, bahwa Ia yang membuat mujizat itu. Maka kata orang-orang Farisi seorang kepada yang lain: "Kamu lihat sendiri, bahwa kamu sama sekali tidak berhasil, lihatlah, seluruh dunia datang mengikuti Dia."

Menurut makna 'euangelion' yang demikianlah seharusnya pengertian pekhabaran Injil diberitakan kepada semua orang dan semua bangsa-bangsa, agar orang-orang sedunia yang mendapat khabar Injil Keselamatan mau bersiap diri bagi kedatangan Yesus Kristus yang ke dua kelak; dan tidak dengan pengertian 'pengkristenan' seperti di atas.
Adalah bijaksana kalau kemudian gereja atau hamba Tuhan yang mempunyai penafsiran seperti di atas itu, mau meninjau ulang penafsiran mereka mengenai ungkapan  'buah Roh' ini, sehingga pengertian yang diperoleh jemaat dan orang-orang yang beragama lain lebih sesuai dengan firman Yesus Kristus; dibanding penafsiran yang dibuat untuk kepentingan 'politik gereja' dalam usahanya menambah jumlah anggota jemaatnya. Untuk itulah kemudian renungan ini ditulis, sebagai suatu masukan kecil bagi terlaksananya kehidupan beragama yang lebih sesuai dengan ajaran 'kasih' yang dijunjung tinggi oleh semua ajaran agama-agama illahi yang ada, sehingga dapat terbina perdamaian dan kerukunan antar umat beragama di dunia dengan semangat toleransi dan saling hormat-menghormati.
Yesus Kristus dalam Injil beberapa kali berkata-kata berkaitan dengan 'buah Roh' yang diungkapkan oleh rasul Paulus, dimana Ia  mengumpamakannya sebagai karakter manusia yang baik, yang benar dan yang sesuai dengan karakter yang dikehendaki Allah; yaitu karakter yang sesuai dengan pertobatan orang yang beriman kepadaNya, dan dapat menjadi petunjuk atau cara untuk membedakan antara hamba Tuhan yang benar dan hamba Tuhan yang tidak benar, seperti yang tertulis di dalam Injil Matius; Injil Lukas; Injil Yohanes dan surat-surat kiriman rasul Paulus kepada jemaat-jemaat di Roma, Korintus, Filipi, Kolose, Galatia dan kepada jemaat Yahudi; dan juga surat edaran yang ditulis Yakobus saudara Yesus Kristus kepada jemaat Kristen mula-mula.

Mat.3:7-12. Tetapi waktu ia melihat banyak orang Farisi dan orang Saduki datang untuk dibaptis, berkatalah ia kepada mereka: "Hai kamu keturunan ular beludak. Siapakah yang mengatakan kepada kamu, bahwa kamu dapat melarikan diri dari murka yang akan datang? Jadi hasilkanlah buah yang sesuai dengan pertobatan. Dan janganlah mengira, bahwa kamu dapat berkata dalam hatimu: Abraham adalah bapa kami! Karena aku berkata kepadamu: Allah dapat menjadikan anak-anak bagi Abraham dari batu-batu ini! Kapak sudah tersedia pada akar pohon dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api.  Aku membaptis kamu dengan air sebagai tanda pertobatan, tetapi Ia yang datang kemudian dari padaku lebih berkuasa dari padaku dan aku tidak layak melepaskan kasut-Nya. Ia akan membaptiskan kamu dengan Roh Kudus dan dengan api. Alat penampi sudah ditangan-Nya. Ia akan membersihkan tempat pengirikan-Nya dan mengumpulkan gandum-Nya ke dalam lumbung, tetapi debu jerami itu akan dibakar-Nya dalam api yang tidak terpadamkan."

Mat.7:15-20. "Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas. Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. Dapatkah orang memetik buah anggur dari semak duri atau buah ara dari rumput duri? Demikianlah setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, sedang pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik. Tidak mungkin pohon yang baik itu menghasilkan buah yang tidak baik, ataupun pohon yang tidak baik itu menghasilkan buah yang baik. Dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api. Jadi dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka.

Mat.12:33 Jikalau suatu pohon kamu katakan baik, maka baik pula buahnya; jikalau suatu pohon kamu katakan tidak baik, maka tidak baik pula buahnya. Sebab dari buahnya pohon itu dikenal.

Luk.13:6-9. Lalu Yesus mengatakan perumpamaan ini: "Seorang mempunyai pohon ara yang tumbuh di kebun anggurnya, dan ia datang untuk mencari buah pada pohon itu, tetapi ia tidak menemukannya. Lalu ia berkata kepada pengurus kebun anggur itu: Sudah tiga tahun aku datang mencari buah pada pohon ara ini dan aku tidak menemukannya. Tebanglah pohon ini! Untuk apa ia hidup di tanah ini dengan percuma! Jawab orang itu: Tuan, biarkanlah dia tumbuh tahun ini lagi, aku akan mencangkul tanah sekelilingnya dan memberi pupuk kepadanya, mungkin tahun depan ia berbuah; jika tidak, tebanglah dia!"

Yoh.4:31-36 Sementara itu murid-murid-Nya mengajak Dia, katanya: "Rabi, makanlah." Akan tetapi Ia berkata kepada mereka: "Pada-Ku ada makanan yang tidak kamu kenal." Maka murid-murid itu berkata seorang kepada yang lain: "Adakah orang yang telah membawa sesuatu kepada-Nya untuk dimakan?" Kata Yesus kepada mereka: "Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya. Bukankah kamu mengatakan: Empat bulan lagi tibalah musim menuai? Tetapi Aku berkata kepadamu: Lihatlah sekelilingmu dan pandanglah ladang-ladang yang sudah menguning dan matang untuk dituai. Sekarang juga penuai telah menerima upahnya dan ia mengumpulkan buah untuk hidup yang kekal, sehingga penabur dan penuai sama-sama bersukacita. 

Yoh.15:14-17. Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu. Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu, apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku. Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu. Inilah perintah-Ku kepadamu: Kasihilah seorang akan yang lain."
 
Rm.1:13 Saudara-saudara, aku mau, supaya kamu mengetahui, bahwa aku telah sering berniat untuk datang kepadamu--tetapi hingga kini selalu aku terhalang--agar di tengah-tengahmu aku menemukan buah, seperti juga di tengah-tengah bangsa bukan Yahudi yang lain.

2 Kor. 9:10-11 Ia yang menyediakan benih bagi penabur, dan roti untuk dimakan, Ia juga yang akan menyediakan benih bagi kamu dan melipatgandakannya dan menumbuhkan buah-buah kebenaranmu; kamu akan diperkaya dalam segala macam kemurahan hati, yang membangkitkan syukur kepada Allah oleh karena kami.

Flp.1:9-11. Dan inilah doaku, semoga kasihmu makin melimpah dalam pengetahuan yang benar dan dalam segala macam pengertian, sehingga kamu dapat memilih apa yang baik, supaya kamu suci dan tak bercacat menjelang hari Kristus, penuh dengan buah kebenaran yang dikerjakan oleh Yesus Kristus untuk memuliakan dan memuji Allah. 

Kol.1:9-11. Sebab itu sejak waktu kami mendengarnya, kami tiada berhenti-henti berdoa untuk kamu. Kami meminta, supaya kamu menerima segala hikmat dan pengertian yang benar, untuk mengetahui kehendak Tuhan dengan sempurna, sehingga hidupmu layak di hadapan-Nya serta berkenan kepada-Nya dalam segala hal, dan kamu memberi buah dalam segala pekerjaan yang baik dan bertumbuh dalam pengetahuan yang benar tentang Allah, dan dikuatkan dengan segala kekuatan oleh kuasa kemuliaan-Nya untuk menanggung segala sesuatu dengan tekun dan sabar, dan mengucap syukur dengan sukacita kepada Bapa, yang melayakkan kamu untuk mendapat bagian dalam apa yang ditentukan untuk orang-orang kudus di dalam kerajaan terang.

Ibr.12:11 Memang tiap-tiap ganjaran pada waktu ia diberikan tidak mendatangkan sukacita, tetapi dukacita. Tetapi kemudian ia menghasilkan buah kebenaran yang memberikan damai kepada mereka yang dilatih olehnya.

Yak.3:17-18 Tetapi hikmat yang dari atas adalah pertama-tama murni, selanjutnya pendamai, peramah, penurut, penuh belas kasihan dan buah-buah yang baik, tidak memihak dan tidak munafik. Dan buah yang terdiri dari kebenaran ditaburkan dalam damai untuk mereka yang mengadakan damai.


Gal.5:22-26 Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan,  kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu. Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya. Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh, dan janganlah kita gila hormat, janganlah kita saling menantang dan saling mendengki. 

'Buah Roh' menurut rasul Paulus adalah sama dan sepadan dengan 'Harta yang terpendam di ladang' dan 'Mutiara yang indah' dalam perumpamaan Tuhan Yesus (Mat.13:44-46), dimana 'harta yang terpendam' itu berupa peti harta karun yang berisi bermacam-macam emas-permata yang sangat berharga, yang menggambarkan berbagai keadaan (kasih, sukacita, damai-sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, dan penguasaan diri) yang ditemukan dalam diri orang yang percaya kepada Yesus Kristus. Hal ini juga sesuai dengan surat rasul Paulus kepada jemaat di Roma, yang menyatakan bahwa Kerajaan Allah adalah soal kebenaran, sukacita dan damai sejahtera (Rm.14:17). Dalam makna yang sama pada perumpamaan 'Mutiara yang indah', keadaan itu digambarkan sebagai bidang-bidang bersudut pada permukaan mutiara itu yang memancarkan cahaya berwarna-warni, yang menggambarkan karakter kasih (agape) yang disebutkan dalam surat rasul Paulus kepada jemaat di Korintus (1 Kor.13:4-7). 

Mat.13:44-46. "Hal Kerajaan Sorga itu seumpama harta yang terpendam di ladang, yang ditemukan orang, lalu dipendamkannya lagi. Oleh sebab sukacitanya pergilah ia menjual seluruh miliknya lalu membeli ladang itu. Demikian pula hal Kerajaan Sorga itu seumpama seorang pedagang yang mencari mutiara yang indah. Setelah ditemukannya mutiara yang sangat berharga, iapun pergi menjual seluruh miliknya lalu membeli mutiara itu."

Rm.14:17 Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus.

1Kor.13:4-7. Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran. Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.  

Dalam perkataan yang lain Yesus Kristus juga menyebut 'Buah Roh' sebagai 'Kebenaran Kerajaan Allah' seperti yang tertulis dalam Injil Matius (Mat.6:33). Dari semua perumpamaan dan perkataan Yesus Kristus dan surat rasul Paulus, dapat diambil suatu kesimpulan bahwa untuk mendapati 'Kerajaan Allah dan Kebenarannya' (yaitu: kasih, sukacita, damai-sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, dan penguasaan diri); seorang beriman harus menyerahkan hidupnya atau datang kepadaNya, seperti ajakan yang diserukan Tuhan Yesus dalam Injil (Mat.11:28-30).

Mat.6:25-34. "Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian? Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu? Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya? Dan mengapa kamu kuatir akan pakaian? Perhatikanlah bunga bakung di ladang, yang tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal, namun Aku berkata kepadamu: Salomo dalam segala kemegahannyapun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu. Jadi jika demikian Allah mendandani rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api, tidakkah Ia akan terlebih lagi mendandani kamu, hai orang yang kurang percaya? Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai? Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu. Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari."

Mat.11:25-30. Pada waktu itu berkatalah Yesus: "Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu. Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak seorangpun mengenal Anak selain Bapa, dan tidak seorangpun mengenal Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakannya. Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan." 

Seorang yang mempunyai Kasih maka : Ia harus orang yang sabar, murah hati, tidak cemburu, tidak megahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran. Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu (1Kor.13:4-7).

Seorang yang mempunyai sukacita, adalah orang yang menjalani hidup dengan hati yang gembira, bergairah, peramah dan murah senyum, dimana ia menjalani hidupnya tanpa merasa mempunyai beban yang sangat berat.

Seorang yang mempunyai damai sejahtera , adalah orang yang selalu bersyukur atas apa yang diperolehnya sebagai berkat dari Tuhan, tidak ambisius, tidak serakah, dan jiwanya selalu dalam keadaan tenang .

Seorang yang mempunyai kesabaran adalah orang yang selalu dapat menunggu segala sesuatu, dapat mengerti kelemahan orang lain dan mempunyai persediaan maaf yang tidak terbatas.

Seorang yang mempunyai kemurahan adalah orang yang selalu mau memberi kepada orang lain, baik waktu, harta benda, maupun hidupnya sekalipun.

Seorang yang mempunyai kebaikan adalah orang yang selalu melakukan segala sesuatu demi kepentingan orang lain.

Seorang yang mempunyai kesetiaan adalah orang yang tidak mudah berubah pikiran dan melakukan segala sesuatu sesuai dengan apa yang dipikirkan dan yang telah diucapkannya.

Seorang yang mempunyai kelemahlembutan adalah orang yang memperlakukan orang lain dengan penuh kasih dan perhatian.

Seorang yang mempunyai penguasaan diri adalah orang yang dapat menahan diri untuk tidak melakukan perbuatan yang dapat merugikan diri sendiri dan orang lain, serta tidak melakukan segala sesuatu yang dibenci Tuhan. 

1Kor.13:4-7. Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran. Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.

Rabu, 17 April 2013

Tafsir Cerita Yesus (4)

Yesus Dimuliakan di atas Bukit

Mat.17:1-13. Enam hari kemudian Yesus membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes saudaranya, dan bersama-sama dengan mereka Ia naik ke sebuah gunung yang tinggi. Di situ mereka sendiri saja. Lalu Yesus berubah rupa di depan mata mereka; wajah-Nya bercahaya seperti matahari dan pakaian-Nya menjadi putih bersinar seperti terang. Maka nampak kepada mereka Musa dan Elia sedang berbicara dengan Dia. Kata Petrus kepada Yesus: "Tuhan, betapa bahagianya kami berada di tempat ini. Jika Engkau mau, biarlah kudirikan di sini tiga kemah, satu untuk Engkau, satu untuk Musa dan satu untuk Elia." Dan tiba-tiba sedang ia berkata-kata turunlah awan yang terang menaungi mereka dan dari dalam awan itu terdengar suara yang berkata: "Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan, dengarkanlah Dia." Mendengar itu tersungkurlah murid-murid-Nya dan mereka sangat ketakutan. Lalu Yesus datang kepada mereka dan menyentuh mereka sambil berkata: "Berdirilah, jangan takut!" Dan ketika mereka mengangkat kepala, mereka tidak melihat seorangpun kecuali Yesus seorang diri. Pada waktu mereka turun dari gunung itu, Yesus berpesan kepada mereka: "Jangan kamu ceriterakan penglihatan itu kepada seorangpun sebelum Anak Manusia dibangkitkan dari antara orang mati." Lalu murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya: "Kalau demikian mengapa ahli-ahli Taurat berkata bahwa Elia harus datang dahulu?" Jawab Yesus: "Memang Elia akan datang dan memulihkan segala sesuatu dan Aku berkata kepadamu: Elia sudah datang, tetapi orang tidak mengenal dia, dan memperlakukannya menurut kehendak mereka. Demikian juga Anak Manusia akan menderita oleh mereka." Pada waktu itu mengertilah murid-murid Yesus bahwa Ia berbicara tentang Yohanes Pembaptis. 

Cerita ini menceritakan pengalaman tiga orang murid Yesus, yang mendapat penglihatan tentang dua orang nabi besar yang datang menemui Yesus di bukit Zaitun. Dalam hal ini mereka melihat bukan dengan mata indrawi mereka, melainkan melihat dengan mata rohani mereka, karena Allah membukakan hati mereka sehingga mampu melihat penampakan Yesus, Musa dan Elia dalam tubuh kemuliaan. Disamping itu juga dibukakan telinga mereka sehingga dapat mendengar suara Allah dari awan-awan. Awan yang mereka lihat itu juga bukan awan biasa, melainkan awan kemuliaan Allah. Awan yang juga terlihat di gunung Sinai ketika Musa menerima perintah Allah (Kel.19-19-25); awan yang berupa tiang awan yang memimpin bangsa Israel keluar dari mesir (.Kel.13:17-22); dan awan yang membawa Yesus naik ke sorga di bukit Zaitun (Kis.1:6-11).

Kel.19:16-25. Dan terjadilah pada hari ketiga, pada waktu terbit fajar, ada guruh dan kilat dan awan padat di atas gunung dan bunyi sangkakala yang sangat keras, sehingga gemetarlah seluruh bangsa yang ada di perkemahan.  Lalu Musa membawa bangsa itu keluar dari perkemahan untuk menjumpai Allah dan berdirilah mereka pada kaki gunung. Gunung Sinai ditutupi seluruhnya dengan asap, karena TUHAN turun ke atasnya dalam api; asapnya membubung seperti asap dari dapur, dan seluruh gunung itu gemetar sangat. Bunyi sangkakala kian lama kian keras. Berbicaralah Musa, lalu Allah menjawabnya dalam guruh. Lalu turunlah TUHAN ke atas gunung Sinai, ke atas puncak gunung itu, maka TUHAN memanggil Musa ke puncak gunung itu, dan naiklah Musa ke atas. Kemudian TUHAN berfirman kepada Musa: "Turunlah, peringatkanlah kepada bangsa itu, supaya mereka jangan menembus mendapatkan TUHAN hendak melihat-lihat; sebab tentulah banyak dari mereka akan binasa. Juga para imam yang datang mendekat kepada TUHAN haruslah menguduskan dirinya, supaya TUHAN jangan melanda mereka." Lalu berkatalah Musa kepada TUHAN: "Tidak akan mungkin bangsa itu mendaki gunung Sinai ini, sebab Engkau sendiri telah memperingatkan kepada kami, demikian: Pasanglah batas sekeliling gunung itu dan nyatakanlah itu kudus." Lalu TUHAN berfirman kepadanya: "Pergilah, turunlah, kemudian naiklah pula, engkau beserta Harun; tetapi para imam dan rakyat tidak boleh menembus untuk mendaki menghadap TUHAN, supaya mereka jangan dilanda-Nya."  Lalu turunlah Musa mendapatkan bangsa itu dan menyatakan hal itu kepada mereka.

Kel.13:17-22. Setelah Firaun membiarkan bangsa itu pergi, Allah tidak menuntun mereka melalui jalan ke negeri orang Filistin, walaupun jalan ini yang paling dekat; sebab firman Allah: "Jangan-jangan bangsa itu menyesal, apabila mereka menghadapi peperangan, sehingga mereka kembali ke Mesir." Tetapi Allah menuntun bangsa itu berputar melalui jalan di padang gurun menuju ke Laut Teberau. Dengan siap sedia berperang berjalanlah orang Israel dari tanah Mesir. Musa membawa tulang-tulang Yusuf, sebab tadinya Yusuf telah menyuruh anak-anak Israel bersumpah dengan sungguh-sungguh: "Allah tentu akan mengindahkan kamu, maka kamu harus membawa tulang-tulangku dari sini." Demikianlah mereka berangkat dari Sukot dan berkemah di Etam, di tepi padang gurun. TUHAN berjalan di depan mereka, pada siang hari dalam tiang awan untuk menuntun mereka di jalan, dan pada waktu malam dalam tiang api untuk menerangi mereka, sehingga mereka dapat berjalan siang dan malam. Dengan tidak beralih tiang awan itu tetap ada pada siang hari dan tiang api pada waktu malam di depan bangsa itu.

Kis.1:6-11. Maka bertanyalah mereka yang berkumpul di situ: "Tuhan, maukah Engkau pada masa ini memulihkan kerajaan bagi Israel?" Jawab-Nya: "Engkau tidak perlu mengetahui masa dan waktu, yang ditetapkan Bapa sendiri menurut kuasa-Nya. Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi." Sesudah Ia mengatakan demikian, terangkatlah Ia disaksikan oleh mereka, dan awan menutup-Nya dari pandangan mereka. Ketika mereka sedang menatap ke langit waktu Ia naik itu, tiba-tiba berdirilah dua orang yang berpakaian putih dekat mereka, dan berkata kepada mereka: "Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga."
Musa dan Elia datang kepada Yesus dan mereka nampak dalam tubuh kemuliaan, karena Musa dan Elia adalah dua orang hamba Tuhan yang mencapai sempurna dan diangkat ke sorga. Seperti yang kita ketahui dalam Alkitab, orang-orang Israel tidak pernah berhasil menemukan Musa maupun  jenasahnya di gunung dimana mereka berpisah (Ul.34:5-8). Dan Elia telah diangkat ke sorga di depan Elisa, muridnya (2 Raj.2:9-12).

Ul.34:5-8. Lalu matilah Musa, hamba TUHAN itu, di sana di tanah Moab, sesuai dengan firman TUHAN. Dan dikuburkan-Nyalah dia di suatu lembah di tanah Moab, di tentangan Bet-Peor, dan tidak ada orang yang tahu kuburnya sampai hari ini. Musa berumur seratus dua puluh tahun, ketika ia mati; matanya belum kabur dan kekuatannya belum hilang. Orang Israel menangisi Musa di dataran Moab tiga puluh hari lamanya. Maka berakhirlah hari-hari tangis perkabungan karena Musa itu.


2 Raj.2:9-12. Dan sesudah mereka sampai di seberang, berkatalah Elia kepada Elisa: "Mintalah apa yang hendak kulakukan kepadamu, sebelum aku terangkat dari padamu." Jawab Elisa: "Biarlah kiranya aku mendapat dua bagian dari rohmu." Berkatalah Elia: "Yang kauminta itu adalah sukar. Tetapi jika engkau dapat melihat aku terangkat dari padamu, akan terjadilah kepadamu seperti yang demikian, dan jika tidak, tidak akan terjadi." Sedang mereka berjalan terus sambil berkata-kata, tiba-tiba datanglah kereta berapi dengan kuda berapi memisahkan keduanya, lalu naiklah Elia ke sorga dalam angin badai. Ketika Elisa melihat itu, maka berteriaklah ia: "Bapaku, bapaku! Kereta Israel dan orang-orangnya yang berkuda!" Kemudian tidak dilihatnya lagi, lalu direnggutkannya pakaiannya dan dikoyakkannya menjadi dua koyakan. 
Penampakan Yesus, Musa, dan Elia dalam tubuh kemuliaan; awan kemuliaan Allah; dan suara yang didengar oleh tiga orang murid itu ( tentunya tidak akan dilihat dan dengar oleh orang lain, andaikata pada waktu itu hadir di sana ). Seperti halnya pengalaman murid-murid yang bertemu dengan Yesus setelah Ia bangkit dari kubur dan mengenakan tubuh kemuliaan. Ia dapat dilihat oleh semua murid yang dikehendakiNya, bahkan dapat diraba, dapat dipegang, dapat makan; dapat masuk ke dalam rumah yang tertutup tanpa melalui pintu, tapi dengan menembus dinding rumah; bahkan dapat pergi kemana saja yang dikehendakinya dalam sekejab saja (Luk.24:36-49).

Luk.24:36-49. Dan sementara mereka bercakap-cakap tentang hal-hal itu, Yesus tiba-tiba berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata kepada mereka: "Damai sejahtera bagi kamu!" Mereka terkejut dan takut dan menyangka bahwa mereka melihat hantu. Akan tetapi Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu terkejut dan apa sebabnya timbul keragu-raguan di dalam hati kamu? Lihatlah tangan-Ku dan kaki-Ku: Aku sendirilah ini; rabalah Aku dan lihatlah, karena hantu tidak ada daging dan tulangnya, seperti yang kamu lihat ada pada-Ku." Sambil berkata demikian, Ia memperlihatkan tangan dan kaki-Nya kepada mereka. Dan ketika mereka belum percaya karena girangnya dan masih heran, berkatalah Ia kepada mereka: "Adakah padamu makanan di sini?" Lalu mereka memberikan kepada-Nya sepotong ikan goreng. Ia mengambilnya dan memakannya di depan mata mereka. Ia berkata kepada mereka: "Inilah perkataan-Ku, yang telah Kukatakan kepadamu ketika Aku masih bersama-sama dengan kamu, yakni bahwa harus digenapi semua yang ada tertulis tentang Aku dalam kitab Taurat Musa dan kitab nabi-nabi dan kitab Mazmur." Lalu Ia membuka pikiran mereka, sehingga mereka mengerti Kitab Suci. Kata-Nya kepada mereka: "Ada tertulis demikian: Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga, dan lagi: dalam nama-Nya berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa harus disampaikan kepada segala bangsa, mulai dari Yerusalem. Kamu adalah saksi dari semuanya ini. Dan Aku akan mengirim kepadamu apa yang dijanjikan Bapa-Ku. Tetapi kamu harus tinggal di dalam kota ini sampai kamu diperlengkapi dengan kekuasaan dari tempat tinggi." 

Dikatakan oleh Yesus bahwa Elia yang dipercayai oleh para ahli Taurat akan datang, adalah Yohanes Pembaptis orangnya. Ia yang memulihkan segalanya untuk mempersiapkan jalan bagi kedatangan Yesus pada pelayananNya yang pertama. Pada kedatangan Yesus yang ke dua nanti akan diutus pula dua orang untuk mempersiapkan jalan bagiNya, mereka adalah dua orang yang seperti Musa dan Elia. Dalam penglihatan rasul Yohanes di pulau Patmos, Musa dan Elia disebut sebagai 'dua orang saksi Allah' (Why.11:3-13). Sebagaimana halnya Yohanes Pembaptis yang disebut sebagai Elia oleh Yesus, maka Musa dan Elia yang akan datang nanti juga bukan Musa dan Elia yang sebenarnya. Mereka  menggambarkan 'dua saksi Allah' yang akan datang itu. Mereka adalah dua orang yang akan memberikan kesaksian kepada dunia tentang Allah yang hidup (tentang Tuhan Yesus yang pernah hidup, mati, bangkit, naik ke sorga dan akan datang lagi ke Bumi untuk yang ke dua kalinya) dengan perbuatan-perbuatan ajaib seperti yang telah dilakukan dalam pelayanan Tuhan Yesus dua ribu tahun yang lalu. Dan menuntut orang yang melihat, mendengar, dan mengalami perbuatan ajaib yang  dilakukannya diantara mereka, untuk percaya pada pemberitaan Injil dan bertobat dari segala dosa-dosa mereka. 
'Dua saksi Allah' itu datang untuk memulihkan segalanya yang diperlukan untuk persiapan kedatangan Yesus kembali, karena pada masa-masa setelah para rasul, terjadi pergeseran firman yang diajarkan Tuhan Yesus (yang justru dilakukan oleh  para hamba Tuhan, karena mereka dipengaruhi akal, pikiran, logika, ilmu pengetahuan dan kepentingan-kepentingan, yang sebenarnya jauh dari pikiran yang rohani). Dengan kehadiran 'dua saksi Allah' ini maka segala penyelewengan ajaran gereja dikoreksi dan ajaran Tuhan Yesus ditegakkan, dan akan banyak orang percaya yang imannya akan bertumbuh mencapai sempurna, sehingga Yesus Kristus berkenan datang ke Bumi. (Luk.18:1-8)

Luk.18:1-8. Yesus mengatakan suatu perumpamaan kepada mereka untuk menegaskan, bahwa mereka harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu. Kata-Nya: "Dalam sebuah kota ada seorang hakim yang tidak takut akan Allah dan tidak menghormati seorangpun. Dan di kota itu ada seorang janda yang selalu datang kepada hakim itu dan berkata: Belalah hakku terhadap lawanku. Beberapa waktu lamanya hakim itu menolak. Tetapi kemudian ia berkata dalam hatinya: Walaupun aku tidak takut akan Allah dan tidak menghormati seorangpun, namun karena janda ini menyusahkan aku, baiklah aku membenarkan dia, supaya jangan terus saja ia datang dan akhirnya menyerang aku."  Kata Tuhan: "Camkanlah apa yang dikatakan hakim yang lalim itu! Tidakkah Allah akan membenarkan orang-orang pilihan-Nya yang siang malam berseru kepada-Nya? Dan adakah Ia mengulur-ulur waktu sebelum menolong mereka? Aku berkata kepadamu: Ia akan segera membenarkan mereka. Akan tetapi, jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?"

Why.11:3-13. Dan Aku akan memberi tugas kepada dua saksi-Ku, supaya mereka bernubuat sambil berkabung, seribu dua ratus enam puluh hari lamanya. Mereka adalah kedua pohon zaitun dan kedua kaki dian yang berdiri di hadapan Tuhan semesta alam. Dan jikalau ada orang yang hendak menyakiti mereka, keluarlah api dari mulut mereka menghanguskan semua musuh mereka. Dan jikalau ada orang yang hendak menyakiti mereka, maka orang itu harus mati secara itu. Mereka mempunyai kuasa menutup langit, supaya jangan turun hujan selama mereka bernubuat; dan mereka mempunyai kuasa atas segala air untuk mengubahnya menjadi darah, dan untuk memukul bumi dengan segala jenis malapetaka, setiap kali mereka menghendakinya. Dan apabila mereka telah menyelesaikan kesaksian mereka, maka binatang yang muncul dari jurang maut, akan memerangi mereka dan mengalahkan serta membunuh mereka. Dan mayat mereka akan terletak di atas jalan raya kota besar, yang secara rohani disebut Sodom dan Mesir, di mana juga Tuhan mereka disalibkan. Dan orang-orang dari segala bangsa dan suku dan bahasa dan kaum, melihat mayat mereka tiga setengah hari lamanya dan orang-orang itu tidak memperbolehkan mayat mereka dikuburkan. Dan mereka yang diam di atas bumi bergembira dan bersukacita atas mereka itu dan berpesta dan saling mengirim hadiah, karena kedua nabi itu telah merupakan siksaan bagi semua orang yang diam di atas bumi. Tiga setengah hari kemudian masuklah roh kehidupan dari Allah ke dalam mereka, sehingga mereka bangkit dan semua orang yang melihat mereka menjadi sangat takut. Dan orang-orang itu mendengar suatu suara yang nyaring dari sorga berkata kepada mereka: "Naiklah ke mari!" Lalu naiklah mereka ke langit, diselubungi awan, disaksikan oleh musuh-musuh mereka. Pada saat itu terjadilah gempa bumi yang dahsyat dan sepersepuluh bagian dari kota itu rubuh, dan tujuh ribu orang mati oleh gempa bumi itu dan orang-orang lain sangat ketakutan, lalu memuliakan Allah yang di sorga.
Dengan perbuatan ajaibnya 'dua saksi Allah' meluruskan ajaran gereja yang menyatakan bahwa karunia-karunia Roh tidak berlaku lagi, karena ilmu pengetahuan dan tekhnologi sudah maju dan telah menggantikannya; menunjukkan kesesatan gereja yang mengajarkan hal-hal yang bersifat duniawi; menolak pendapat bahwa perbuatan ajaib yang dilakukan Yesus adalah cerita mitos belaka; dan mematahkan pendapat bahwa Yesus adalah tokoh rekayasa yang hanya ada didalam dongeng belaka. Disamping itu 'dua saksi Allah' juga akan membukakan segala firman yang diajarkan Tuhan Yesus Kristus, yang dahulu disampaikanNya dengan perumpamaan-perumpamaan (sehingga banyak hal mengenai Kerajaan Allah seperti diselubungi dengan tirai dan menjadi rahasia bagi orang banyak). 

Mrk.4:10-12 Ketika Ia sendirian, pengikut-pengikut-Nya dan kedua belas murid itu menanyakan Dia tentang perumpamaan itu. Jawab-Nya: "Kepadamu telah diberikan rahasia Kerajaan Allah, tetapi kepada orang-orang luar segala sesuatu disampaikan dalam perumpamaan, supaya: Sekalipun melihat, mereka tidak menanggap, sekalipun mendengar, mereka tidak mengerti, supaya mereka jangan berbalik dan mendapat ampun."

Mrk.4:33-34 Dalam banyak perumpamaan yang semacam itu Ia memberitakan firman kepada mereka sesuai dengan pengertian mereka, dan tanpa perumpamaan Ia tidak berkata-kata kepada mereka, tetapi kepada murid-murid-Nya Ia menguraikan segala sesuatu secara tersendiri.






Selasa, 09 April 2013

Tafsir Cerita Yesus (3)

Yesus Melihat Natanael

Yoh.1:43-51. Pada keesokan harinya Yesus memutuskan untuk berangkat ke Galilea. Ia bertemu dengan Filipus, dan berkata kepadanya: "Ikutlah Aku!" Filipus itu berasal dari Betsaida, kota Andreas dan Petrus. Filipus bertemu dengan Natanael dan berkata kepadanya: "Kami telah menemukan Dia, yang disebut oleh Musa dalam kitab Taurat dan oleh para nabi, yaitu Yesus, anak Yusuf dari Nazaret." Kata Natanael kepadanya: "Mungkinkah sesuatu yang baik datang dari Nazaret?" Kata Filipus kepadanya: "Mari dan lihatlah!" Yesus melihat Natanael datang kepada-Nya, lalu berkata tentang dia: "Lihat, inilah seorang Israel sejati, tidak ada kepalsuan di dalamnya!" Kata Natanael kepada-Nya: "Bagaimana Engkau mengenal aku?" Jawab Yesus kepadanya: "Sebelum Filipus memanggil engkau, Aku telah melihat engkau di bawah pohon ara." Kata Natanael kepada-Nya: "Rabi, Engkau Anak Allah, Engkau Raja orang Israel!" Yesus menjawab, kata-Nya: "Karena Aku berkata kepadamu: Aku melihat engkau di bawah pohon ara, maka engkau percaya? Engkau akan melihat hal-hal yang lebih besar dari pada itu." Lalu kata Yesus kepadanya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya engkau akan melihat langit terbuka dan malaikat-malaikat Allah turun naik kepada Anak Manusia."

Cerita  Injil Yohanes di atas mengungkapkan tiga hal yang dikatakan Yesus kepada Natanael, yaitu :
1. Yesus dapat melihat karakter Natanael.
2. Yesus dapat melihat keberadaan Natanael sebelum bertemu denganNya.
3. Yesus dapat melihat yang akan dialami Natanael pada masa yang akan datang.

Dari ketiga hal itu dapat dimengerti bahwa Yesus menggunakan 'kuasa membedakan roh' sehingga pada hal yang pertama, Ia bisa mengenal pribadi Natanael dan tidak ada sesuatu tentang dirinya yang dapat dirahasiakan lagi dariNya, Ia mengenalnya melebihi Natanael mengenal dirinya sendiri; dan setelah Ia naik ke sorga, 'kuasa membedakan roh' dikaruniakan kepada orang yang percaya kepadaNya. Cara kerja karunia ini adalah juga seperti karunia-karunia Roh yang lain; Ia akan bekerja hanya bilamana orang percaya menghendaki untuk mengetahui segala sesuatu tentang orang yang ditemuinya. Karena dengan menggunakan 'kuasa membedakan roh', Yesus dapat membaca pikiran orang lain, mengerti segala sesuatu tentang orang yang bersangkutan, mengetahui sampai hal-hal yang paling kecil dan tersembunyi sekalipun. 
Kejadian yang dialami Natanael ini juga dialami oleh  seorang perempuan Samaria, yang ditemui Yesus di sumur Yakub.

Yoh.4:4-30. Ia harus melintasi daerah Samaria. Maka sampailah Ia ke sebuah kota di Samaria, yang bernama Sikhar dekat tanah yang diberikan Yakub dahulu kepada anaknya, Yusuf. Di situ terdapat sumur Yakub. Yesus sangat letih oleh perjalanan, karena itu Ia duduk di pinggir sumur itu. Hari kira-kira pukul dua belas. Maka datanglah seorang perempuan Samaria hendak menimba air. Kata Yesus kepadanya: "Berilah Aku minum." Sebab murid-murid-Nya telah pergi ke kota membeli makanan. Maka kata perempuan Samaria itu kepada-Nya: "Masakan Engkau, seorang Yahudi, minta minum kepadaku, seorang Samaria?" (Sebab orang Yahudi tidak bergaul dengan orang Samaria.) Jawab Yesus kepadanya: "Jikalau engkau tahu tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu: Berilah Aku minum! niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup." Kata perempuan itu kepada-Nya: "Tuhan, Engkau tidak punya timba dan sumur ini amat dalam; dari manakah Engkau memperoleh air hidup itu? Adakah Engkau lebih besar dari pada bapa kami Yakub, yang memberikan sumur ini kepada kami dan yang telah minum sendiri dari dalamnya, ia serta anak-anaknya dan ternaknya?" Jawab Yesus kepadanya: "Barangsiapa minum air ini, ia akan haus lagi, tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal." Kata perempuan itu kepada-Nya: "Tuhan, berikanlah aku air itu, supaya aku tidak haus dan tidak usah datang lagi ke sini untuk menimba air." Kata Yesus kepadanya: "Pergilah, panggillah suamimu dan datang ke sini." Kata perempuan itu: "Aku tidak mempunyai suami." Kata Yesus kepadanya: "Tepat katamu, bahwa engkau tidak mempunyai suami, sebab engkau sudah mempunyai lima suami dan yang ada sekarang padamu, bukanlah suamimu. Dalam hal ini engkau berkata benar." Kata perempuan itu kepada-Nya: "Tuhan, nyata sekarang padaku, bahwa Engkau seorang nabi. Nenek moyang kami menyembah di atas gunung ini, tetapi kamu katakan, bahwa Yerusalemlah tempat orang menyembah." Kata Yesus kepadanya: "Percayalah kepada-Ku, hai perempuan, saatnya akan tiba, bahwa kamu akan menyembah Bapa bukan di gunung ini dan bukan juga di Yerusalem. Kamu menyembah apa yang tidak kamu kenal, kami menyembah apa yang kami kenal, sebab keselamatan datang dari bangsa Yahudi. Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian. Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran." Jawab perempuan itu kepada-Nya: "Aku tahu, bahwa Mesias akan datang, yang disebut juga Kristus; apabila Ia datang, Ia akan memberitakan segala sesuatu kepada kami." Kata Yesus kepadanya: "Akulah Dia, yang sedang berkata-kata dengan engkau." 
Pada waktu itu datanglah murid-murid-Nya dan mereka heran, bahwa Ia sedang bercakap-cakap dengan seorang perempuan. Tetapi tidak seorangpun yang berkata: "Apa yang Engkau kehendaki? Atau: Apa yang Engkau percakapkan dengan dia?" Maka perempuan itu meninggalkan tempayannya di situ lalu pergi ke kota dan berkata kepada orang-orang yang di situ: "Mari, lihat! Di sana ada seorang yang mengatakan kepadaku segala sesuatu yang telah kuperbuat. Mungkinkah Dia Kristus itu?" Maka merekapun pergi ke luar kota lalu datang kepada Yesus. 

Dalam hal yang ke dua Yesus dapat melihat keberadaan Natanael yang sedang berteduh dibawah pohon ara, padahal pada waktu itu Ia tidak berada disana. Dan Natanael merasa takjub ketika Yesus mengungkapkan hal itu kepadanya, karena Yesus baru pernah bertemu dengannya dan  kemungkinan ia pada waktu itu sedang sendiri saja, tidak ada orang lain yang bersamanya, sehingga tidak mungkin ada orang yang menceritakan keberadaannya itu kepada Yesus. Oleh karena itu ia segera percaya bahwa Yesus adalah mesias, nabi yang dijanjikan oleh Musa, seperti yang dikatakan oleh sahabatnya, Filipus. Karena dengan karunia membedakan roh, orang percaya dapat melihat kejadian yang jauh dari tempat ia berada dan yang terjadi dimasa lampau. Dan kejadian ini juga dialami perempuan Samaria itu, dimana ia kemudian juga menjadi takjub dan percaya kepada Yesus, bahwa Ia adalah mesias yang akan datang, yang disebut Kristus. Dari perempuan Samaria inilah pertama kali Yesus mendapat gelar 'Kristus', dan Yesus pertama kali mengakuinya secara terbuka. Beberapa tahun setelah Yesus mati dan naik ke sorga para pengikutNya oleh orang-orang di Antiokhia disebut 'Kristen'.

Kis.11:19-26. Sementara itu banyak saudara-saudara telah tersebar karena penganiayaan yang timbul sesudah Stefanus dihukum mati. Mereka tersebar sampai ke Fenisia, Siprus dan Antiokhia; namun mereka memberitakan Injil kepada orang Yahudi saja. Akan tetapi di antara mereka ada beberapa orang Siprus dan orang Kirene yang tiba di Antiokhia dan berkata-kata juga kepada orang-orang Yunani dan memberitakan Injil, bahwa Yesus adalah Tuhan. Dan tangan Tuhan menyertai mereka dan sejumlah besar orang menjadi percaya dan berbalik kepada Tuhan. Maka sampailah kabar tentang mereka itu kepada jemaat di Yerusalem, lalu jemaat itu mengutus Barnabas ke Antiokhia.  Setelah Barnabas datang dan melihat kasih karunia Allah, bersukacitalah ia. Ia menasihati mereka, supaya mereka semua tetap setia kepada Tuhan, karena Barnabas adalah orang baik, penuh dengan Roh Kudus dan iman. Sejumlah orang dibawa kepada Tuhan. Lalu pergilah Barnabas ke Tarsus untuk mencari Saulus; dan setelah bertemu dengan dia, ia membawanya ke Antiokhia. Mereka tinggal bersama-sama dengan jemaat itu satu tahun lamanya, sambil mengajar banyak orang. Di Antiokhialah murid-murid itu untuk pertama kalinya disebut Kristen.

Dalam hal yang ke tiga, Yesus mengungkapkan pengalaman yang akan terjadi dalam hidup Natanael jauh ke masa yang akan datang, dimana ia akan melihat orang-orang kudus Allah keluar masuk dari alam roh ke dunia untuk mengajar orang-orang percaya yang masih hidup di bumi pada masa Kerajaan Seribu Tahun Damai. Dengan ungkapan ini Yesus menyatakan secara tidak langsung bahwa Natanael akan mati sebagai pengikut setiaNya dan mendapat tempat terhormat di dalam Kerajaan Sorga. Dari cerita-cerita tradisi, Natanael menjadi misionari ke Asia dan bersaksi kepada orang-orang banyak di suatu wilayah yang sekarang dikenal sebagai Turki dan hidupnya diakhiri sebagai martir setelah berkhotbah di Armenia  sambil dicambuk sampai mati. Yesus mengungkapkan perkara itu, karena dengan 'kuasa membedakan roh', Ia dapat melihat kejadian yang akan terjadi pada masa yang akan datang. Hal yang sama juga dinyatakan Yesus kepada Simon Petrus, bahwa ia akan menyangkalNya sebanyak tiga kali sebelum ayam jago berkokok menyambut datangnya pagi.

Mat.26:69-75. Sementara itu Petrus duduk di luar di halaman. Maka datanglah seorang hamba perempuan kepadanya, katanya: "Engkau juga selalu bersama-sama dengan Yesus, orang Galilea itu." Tetapi ia menyangkalnya di depan semua orang, katanya: "Aku tidak tahu, apa yang engkau maksud." Ketika ia pergi ke pintu gerbang, seorang hamba lain melihat dia dan berkata kepada orang-orang yang ada di situ: "Orang ini bersama-sama dengan Yesus, orang Nazaret itu." Dan ia menyangkalnya pula dengan bersumpah: "Aku tidak kenal orang itu." Tidak lama kemudian orang-orang yang ada di situ datang kepada Petrus dan berkata: "Pasti engkau juga salah seorang dari mereka, itu nyata dari bahasamu." Maka mulailah Petrus mengutuk dan bersumpah: "Aku tidak kenal orang itu." Dan pada saat itu berkokoklah ayam. Maka teringatlah Petrus akan apa yang dikatakan Yesus kepadanya: "Sebelum ayam berkokok, engkau telah menyangkal Aku tiga kali." Lalu ia pergi ke luar dan menangis dengan sedihnya.

Yoh.13:36-38. Simon Petrus berkata kepada Yesus: "Tuhan, ke manakah Engkau pergi?" Jawab Yesus: "Ke tempat Aku pergi, engkau tidak dapat mengikuti Aku sekarang, tetapi kelak engkau akan mengikuti Aku." Kata Petrus kepada-Nya: "Tuhan, mengapa aku tidak dapat mengikuti Engkau sekarang? Aku akan memberikan nyawaku bagi-Mu!" Jawab Yesus: "Nyawamu akan kauberikan bagi-Ku? Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Sebelum ayam berkokok, engkau telah menyangkal Aku tiga kali.".........................................................Yoh.18:13-27. Lalu mereka membawa-Nya mula-mula kepada Hanas, karena Hanas adalah mertua Kayafas, yang pada tahun itu menjadi Imam Besar; dan Kayafaslah yang telah menasihatkan orang-orang Yahudi: "Adalah lebih berguna jika satu orang mati untuk seluruh bangsa." Simon Petrus dan seorang murid lain mengikuti Yesus. Murid itu mengenal Imam Besar dan ia masuk bersama-sama dengan Yesus ke halaman istana Imam Besar,  tetapi Petrus tinggal di luar dekat pintu. Maka murid lain tadi, yang mengenal Imam Besar, kembali ke luar, bercakap-cakap dengan perempuan penjaga pintu lalu membawa Petrus masuk. Maka kata hamba perempuan penjaga pintu kepada Petrus: "Bukankah engkau juga murid orang itu?" Jawab Petrus: "Bukan!" Sementara itu hamba-hamba dan penjaga-penjaga Bait Allah telah memasang api arang, sebab hawa dingin waktu itu, dan mereka berdiri berdiang di situ. Juga Petrus berdiri berdiang bersama-sama dengan mereka. Maka mulailah Imam Besar menanyai Yesus tentang murid-murid-Nya dan tentang ajaran-Nya.  Jawab Yesus kepadanya: "Aku berbicara terus terang kepada dunia: Aku selalu mengajar di rumah-rumah ibadat dan di Bait Allah, tempat semua orang Yahudi berkumpul; Aku tidak pernah berbicara sembunyi-sembunyi. Mengapakah engkau menanyai Aku? Tanyailah mereka, yang telah mendengar apa yang Kukatakan kepada mereka; sungguh, mereka tahu apa yang telah Kukatakan." Ketika Ia mengatakan hal itu, seorang penjaga yang berdiri di situ, menampar muka-Nya sambil berkata: "Begitukah jawab-Mu kepada Imam Besar?" Jawab Yesus kepadanya: "Jikalau kata-Ku itu salah, tunjukkanlah salahnya, tetapi jikalau kata-Ku itu benar, mengapakah engkau menampar Aku?" Maka Hanas mengirim Dia terbelenggu kepada Kayafas, Imam Besar itu. Simon Petrus masih berdiri berdiang. KataKata orang-orang di situ kepadanya: "Bukankah engkau juga seorang murid-Nya?"  Ia menyangkalnya, katanya: "Bukan." seorang hamba Imam Besar, seorang keluarga dari hamba yang telinganya dipotong Petrus: "Bukankah engkau kulihat di taman itu bersama-sama dengan Dia?" Maka Petrus menyangkalnya pula dan ketika itu berkokoklah ayam.

Senin, 08 April 2013

BAIT ALLAH ( 3 )

PENEMUAN TABUT PERJANJIAN ISRAEL
Terjemahan bebas dari: www.anchorstone.com

Ron Wyatt seorang arkeolog dari Amerika mengisahkan pengalamannya ke sahabatnya. Banyak kita mendengar buku-buku baru dan cerita tentang lokasi Tabut Perjanjian, sebagian didasarkan pada teori dan beberapa berdasarkan klaim yang sebenarnya dari penampakan. Ron Wyatt juga mengklaim bahwa ia menemukan Tabut ini pada tahun 1982 – tapi bagaimana Anda tahu siapa yang percaya? Sampai Anda dapat melihat bukti yang kuat, Anda tidak dapat mengetahui dengan pasti siapa yang menceritakan kebenaran.

CERITA DIMULAI
Pada tahun 1978, Ron dan anak-anaknya, Danny dan Ronny, membuat dua perjalanan ke Israel. Suatu hari, ia memutuskan untuk pergi jalan-jalan di daerah di sekitar hotel di dekat Gerbang Damaskus di Yerusalem. Berjalan sepanjang tambang batu kuno, dikenal beberapa sebagai “Lereng/tebing Kalvari,” dia memulai bercakap-cakap dengan otoritas lokal tentang barang antik Romawi. Pada satu titik, mereka berhenti berjalan, dan tangan kiri Ron menunjuk ke sebuah situs yang digunakan sebagai tempat pembuangan sampah dan ia menyatakan, “Itu Goa Yeremia dan Tabut Perjanjian ada di sana.” Meskipun kata-kata ini datang dari mulutnya sendiri dan tangannya sendiri telah menunjuk, ia tidak sadar telah melakukan atau mengatakan hal-hal ini. Bahkan, itu adalah pertama kalinya ia pernah berpikir tentang menggali Tabut Perjanjian. Pria yang bersama dia, juga bereaksi aneh. Dia berkata, “Itu bagus kami ingin anda menggali, dan kami akan memberikan anda izin, memberi Anda tempat tinggal dan bahkan memberi anda makanan!”.

Tapi Ron tidak tahu bagaimana harus berpikir – ia tahu itu adalah pengalaman “supranatural”, tapi apakah itu dari Allah, atau apakah itu dari “orang lain”? Pada saat ini, Ron telah membuat penemuan besar di Turki (Yaitu Bahtera Nuh), dan telah menemukan banyak bagian-bagian kereta di Laut Merah (tempat israel menyebrangi laut). Tapi tidak pernah dia mengalami seperti ini. Rasanya seperti terjadinya petir pada langit biru di hari yang sangat cerah. Dia harus menolak tawaran pria itu, setidaknya sampai dia bisa tahu apakah ada alasan untuk percaya bahwa Tabut berada di lokasi itu. Jadi, ia dan anak-anak pulang ke rumah seperti yang direncanakan. Tapi begitu di rumah, Ron mulai beberapa penelitian yang serius dan belajar.

MENGAPA TABUT PERJANJIAN BERADA DI LOKASI ITU?
Dalam pencarian di Alkitab, Ron menemukan tempat terakhir Tabut itu disebutkan dalam Alkitab:
2 Tawarikh 35:1 Kemudian Yosia merayakan Paskah pertama bagi TUHAN di Yerusalem. Domba Paskah disembelih pada tanggal empat belas bulan yang pertama.
2 Tawarikh 35:2 Ia menetapkan tugas para imam, dan mendorong mereka menunaikan tugas jabatannya dalam rumah TUHAN.
2 Tawarikh 35:3 Berkatalah ia kepada orang-orang Lewi yang adalah pengajar seluruh Israel dan orang-orang kudus TUHAN: “Tempatkanlah tabut kudus itu di dalam rumah yang telah didirikan Salomo bin Daud, raja Israel. Tidak usah lagi kamu mengusungnya. Sekarang layanilah TUHAN, Allahmu, dan Israel, umat-Nya!
2 Tawarikh 35:19 Paskah itu dirayakan pada tahun kedelapan belas pemerintahan Yosia.
Ini adalah sekitar tahun 621 SM, hanya 35 tahun sebelum kehancuran Yerusalem dan Bait Allah oleh Nebukadnezar, ketika Yehuda pergi ke tahap kedua dari pembuangan Babel mereka.

Apa ini memberitahu Ron? Ia mengatakan kepadanya bahwa Tabut menghilang dari catatan Ilahi antara tahun 621 SM sampai 586 SM. Karena Bait Allah itu benar-benar hancur, tidak ada keraguan bahwa Tabut itu TIDAK ada setelah waktu itu. Selama Ron terus belajar, ia melihat sesuatu, ia menemukan yang aneh-dalam 2 Raja-raja 24:13, 2 Raja-raja 25:13-18, dan Yeremia 52:17-23, catatan yang sangat rinci diberikan dari item yang dibawa ke Babel dari “rumah raja “dan” rumah Tuhan “- itu bahkan menyebutkan benda-benda kecil seperti” sendok “, dll.
Tapi Tabut ini tidak disebutkan. Baik itu disebutkan dalam daftar hal-hal yang dibawa kembali dari Babel dalam Ezra 1:07-01:11. Karena kita diberitahu dalam Yeremia 27:21,22 bahwa segala sesuatu dibawa ke Babel dari “rumah Tuhan” akan dikembalikan, dan karena Tabut tidak termasuk barang-barang yg kembali, ini membuktikan bahwa Tabut tidak pernah dibawa ke sana. Sisak dan Sanherib juga mengambil item dari “rumah Tuhan” – yang tidak termasuk Tabut.

Jadi apa yang terjadi? Dalam 2 Raja-raja 25:1, bercerita tentang pengepungan Yerusalem oleh Babel, kita diberitahu bahwa mereka (tentara Babel) membangun “benteng berbentuk lingkaran” – yang berarti mereka membangun sebuah “tembok pengepungan”. Ayat ini lebih lanjut mengatakan bahwa pengepungan berlangsung lebih dari setahun sebelum kota ini diserbu. Dan dengan ayat ini Ron menemukan bukti yang menunjukkan kepadanya bahwa Tabut bisa di lokasi yg telah ia tunjuk. Tentu saja, itu bukan bukti positif – untuk Ron hanya berarti bahwa itu adalah kemungkinan. Apa akibat “tembok pengepungan” itu terhadap tempat Tabut Perjanjian?.

TEMBOK PENGEPUNGAN

Tembok pengepungan dibangun untuk menyerang tentara di luar tembok kota yg diserang, pada jarak di luar jangkauan senjata yang digunakan oleh kota itu – senjata-senjata apa yg ada selama waktu itu?
2 Tawarikh 26:14 Uzia memperlengkapi seluruh tentara itu dengan perisai, tombak, ketopong, baju zirah, busur dan batu umban.
2 Tawarikh 26:15 Ia membuat juga di Yerusalem alat-alat perang, ciptaan seorang ahli, yang dapat menembakkan anak panah dan batu besar, untuk ditempatkan di atas menara-menara dan penjuru-penjuru. Nama raja itu termasyhur sampai ke negeri-negeri yang jauh, karena ia ditolong dengan ajaib sehingga menjadi kuat.

Uzia, yang dibicarakan dalam ayat ini, adalah raja lebih dari 100 tahun SEBELUM kehancuran Yerusalem, dan kami di sini belajar bahwa mereka telah membuat “mesin” di “menara” dan “benteng” yang menembakkan “panah” dan “batu besar”. Mesin ketapel mampu mencapai lebih dari 1.000 kaki (304,8 meter), dan karena itu Ron beralasan bahwa tembok pengepungan akan diposisikan diluar dari berbagai perangkat besar ini, dan karena itu, jauh dari tembok kota dari situs yang telah ditunjuk. Dia menyimpulkan bahwa:
  1. Tabut harus telah disembunyikan antara tahun 18 Yosia, (ketika kita diberitahu dia itu dibawa ke kuil Salomo), dan 35 tahun kemudian, ketika kuil dihancurkan.
  2. Tabut itu TIDAK dibawa ke Babel, berdasarkan informasi dari Kitab Suci yang mengatakan apa yang pergi ke Babel & apa yang dikembalikan.
  3. Tabut kemungkinan besar hanya disembunyikan sebelum penghancuran Bait Allah, ketika Yerusalem dikelilingi oleh tembok pengepungan Babel dan.
  4. Tabut itu tersembunyi di suatu tempat dalam batas-batas tembok kota Yerusalem dan tembok pengepungan Babel.
Seluruh kota DAN bait suci dihancurkan tahun 586 SM oleh Babel, sehingga Tabut ini hanya bisa selamat dari kehancuran atau penjarahan dengan TIDAK berada didalam kota.
Sekali lagi, situs yg ia tunjuk adalah, dia percaya, di luar tembok kota kuno dan di dalam tembok pengepungan. Itu adalah anggapan berdasarkan studi, tapi masih perkiraan saja. Namun, itu cukup untuk dasar keputusan untuk melanjutkan penggalian.

Bukit Golgota saat ini

KITAB APOKRIP

Sebelum kita melanjutkan, ada dua referensi dalam sumber-sumber non-Alkitab yang menarik. Dalam kitab yang kebenarannya diragukan 2 Makabe, kita membaca:
02:02 Catatan menunjukkan bahwa Yeremia yang … 4, … diminta oleh pesan ilahi, nabi memerintahkan bahwa Kemah Pertemuan dan Tabut harus pergi bersamanya. Lalu ia pergi ke puncak gunung tempat Musa melihat tanah yang dijanjikan Allah. 5 Ketika ia sampai di gunung, Yeremia menemukan sebuah gua-tinggal, ia membawa tenda, Tabut, dan mezbah dupa ke dalamnya, kemudian menyegel pintu masuk. 6 Beberapa sahabatnya datang untuk menandai jalan keluar, tetapi tidak dapat menemukannya. 7 Ketika Yeremia mengetahui tentang ini ia menegur mereka. `Tempat itu akan tetap tidak diketahui ‘, katanya,’ sampai Tuhan akhirnya mengumpulkan umat-Nya bersama-sama dan menunjukkan belas kasihan kepada mereka. 8 Kemudian Tuhan akan membawa hal-hal ini dengan cahaya lagi, dan kemuliaan Tuhan akan muncul dengan awan, seperti yang terlihat baik pada zaman Musa, dan ketika Salomo berdoa agar Bait Allah layak ditahbiskan. Penulis, dalam surat ini untuk “saudara Yahudi di Mesir, orang Yahudi yang berada di Yerusalem, dan orang-orang di negara Yudea”, menjelaskan di mana dia mendapat informasi ini:
“Fakta-fakta yang sama yang ditetapkan dalam catatan resmi dan dalam catatan Nehemia sama seperti Nehemia mengumpulkan sejarah raja-raja, tulisan-tulisan para nabi, karya-karya Daud, dan surat-surat kerajaan tentang persembahan kudus, untuk menemukan perpustakaannya, sehingga Yudas juga telah mengumpulkan semua buku yang telah tersebar sebagai akibat konflik baru-baru ini. Hal ini ada di tangan kita,. dan jika Anda membutuhkan salah satu dari mereka, kirimlah utusan untuk mereka. “

Juga patut diperhatikan: kutipan di 2 Makabe, di atas, bisa saja salah diterjemahkan selama bertahun-tahun dan awalnya telah menyatakan bahwa Tabut tersembunyi TIDAK di gunung tempat Musa ketika ia memandang tanah perjanjian (Gunung Nebo, Ulangan 32:49), tetapi sebaliknya bisa berarti bahwa Tabut tersembunyi di gunung yang Musa LIHAT ketika ia memandang tanah yang dijanjikan. Dari Nebo ia akan bisa melihat Yerusalem karena ketinggian nya.
Dalam buku Pseudepigrapha disebut “Paralipomena Yeremia” (berarti “kata-kata sisa Yeremia”) juga tertulis bahwa Yeremia, dalam ketaatan kepada perintah Allah, menyembunyikan benda-benda suci dari Bait Allah tepat sebelum kehancuran Yerusalem. Sekarang, jika buku-buku ini tidak dipercaya sebagai benar-benar akurat – bagaimanapun juga, mereka menunjukkan tradisi yang kuat tentang hal yang telah disembunyikan Yeremia, atau disembunyikan oleh orang lain, yaitu Tabut dan benda lain dari Bait Allah. Apakah ada kebenaran di kedua buku ini? Mungkin. Sejak Yeremia adalah nabi di Yerusalem pada zaman Yosia (ketika Tabut itu dibawa kembali ke dalam Bait Allah) dan dia terus hidup sampai dengan saat kehancuran Yerusalem, adalah logis untuk percaya bahwa mungkin Tuhan mengarahkan dia untuk menyembunyikan Tabut dan barang-barang suci lainnya. Selain itu, Yeremia menulis:

Yeremia 3:16
Apabila pada masa itu kamu bertambah banyak dan beranak cucu di negeri ini, demikianlah firman TUHAN, maka orang tidak lagi akan berbicara tentang tabut perjanjian TUHAN. Itu tidak lagi akan timbul dalam hati dan tidak lagi akan diingat orang; orang tidak lagi akan mencarinya atau membuatnya kembali.
Implikasinya di sini adalah bahwa pada saat dia menulis ini (pada masa pemerintahan Yosia, ay 6), mereka masih memiliki Tabut di tangan mereka. Seluruh bagian ini, yang dimulai dengan ayat 6, adalah sebuah permohonan untuk kembali dari kemurtadan mereka, meskipun pembuangan mereka sudah dinubuatkan oleh Yesaya. Oleh karena itu, mungkin  ayat ini di atas tentang Tabut Perjanjian menjadi prediksi bahwa mereka tidak lagi akan memiliki ketika mereka kembali dari pembuangan? Hanya dua ayat kemudian, ia menulis:

Yeremia 3:18
Pada masa itu kaum Yehuda akan pergi kepada kaum Israel, dan mereka akan datang bersama-sama dari negeri utara ke negeri yang telah Kubagikan kepada nenek moyangmu menjadi milik pusaka.
“Tanah utara” itu Babel di mana mereka akan segera menghabiskan 70 tahun masa pembuangan. Kalau pemahaman ini benar, ini menunjukkan bahwa Yeremia telah memiliki pengetahuan bahwa mereka tidak lagi memiliki Tabut ketika mereka kembali dari Babel. Bahkan, dalam Yehezkiel, ketika ia memberikan petunjuk bagi bait suci, ia tidak memberikan instruksi tentang Tabut Perjanjian.
Sejak Yerusalem dikelilingi oleh tembok pengepungan Babel selama waktu itu Tabut sepertinya telah menghilang, Ron percaya mungkin seseorang telah memindahkan ke lokasi dalam dinding pengepungan dengan tidak terdeteksi. Kutipan yg kita baca di atas setuju dengan “waktu”, tetapi kami tidak tahu pasti – dan lagi, buku-buku tersebut tidak terinspirasi oleh Roh jadi kami tidak bisa bergantung padanya.


Yerusalem terletak di dua bukit, secara tradisional disebut sebagai “bukit Moriah” dan “bukit Sion “. Moriah disebelah kanan, sedangkan Sion disebelah kiri (meskipun Alkitab mengacu ke seluruh kota sebagai” Sion “). Di sebelah paling kanan dapat dilihat awal bukit Zaitun. “Moriah” hanya disebut dua kali dalam Alkitab – pertama sebagai tempat Abraham diperintahkan untuk membawa Ishak dan mempersembahkannya sebagai korban, dan kedua sebagai tempat di mana Bait Allah dibangun:

Kejadian 22:2
Firman-Nya: “Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu.”

2 Tawarikh 3:1
Salomo mulai mendirikan rumah TUHAN di Yerusalem di gunung Moria, di mana TUHAN menampakkan diri kepada Daud, ayahnya, di tempat yang ditetapkan Daud, yakni di tempat pengirikan Ornan orang Yebus itu.
Situs tempat Ron menggali merupakan bagian dari perpanjangan sebelah utara Gunung Moriah. Di sisi timur, selatan dan barat Yerusalem adalah lembah yang sangat dalam yang melindungi kota dari penyerbu asing. Tapi di sisi utara, mereka rentan. Oleh karena itu, “parit kering” atau parit yang digali dari “Gunung Moriah” di sebelah utara untuk mencegah musuh bisa mencapai dan menembus dinding sepanjang punggung bukit ini. Kemudian, diwaktu yang tidak diketahui, bagian utara dari “Moriah”, sekarang dipisahkan dari kota, digunakan sebagai tambang batu. Dimulai pada ujung selatan bagian itu kini dipisahkan dari “Moriah”, di sisi barat, batu itu dipotong dari gunung, menurunkan tingkat tanah dari parit yang membentang di luar dari dinding utara.


Situs yg Ron tunjuk adalah sepanjang permukaan galian (tebing) dari “Gunung Moriah.”. Sisi tebing ini disebut oleh beberapa orang sebagai “tebing Kalvari” karena mengandung “wajah-tengkorak” dimana banyak orang percaya adalah “Golgota” atau “Kalvari” di mana Kristus disalibkan. Tempat ini juga berisi situs tradisional disebut “Gua Yeremia”, “Taman Makam” (di mana banyak orang percaya bahwa Kristus telah dikuburkan) dan St Etienne yang berisi sebuah kompleks besar makam Yahudi. Tebing itu ratusan meter panjangnya. Dan menurut keyakinan Ron tempat ini adalah area umum penyaliban, dan “Taman Makan”, ia juga percaya, bahwa memang Yusuf dari Arimatea yang pernah memegang tubuh Kristus. Tapi hal-hal ini tidak berhubungan dengan proyek ini. Dia sekarang mencari Tabut Perjanjian.

Sketsa Bait Allah

PENGGALIAN DIMULAI.

Waktu itu Januari, 1979 ketika Ron dan anak-anaknya kembali. Salju turun di tanah. Dia sekarang harus memutuskan bagaimana dan di mana untuk memulai. Situs yg telah ia tunjuk telah digunakan sebagai tempat pembuangan sampah dan tampaknya sedikit saja harapan di mata manusia. Ini terletak di sepanjang tebing dimana tanah bertemu permukaan-tebing. Dia telah menyelidiki daerah yang berdekatan dengan tebing curam dan menyadari bahwa tanah telah dinaikkan ke tingkat yang lebih tinggi hari ini, yang berarti bahwa lantai batu itu berada beberapa feet di bawah permukaan tanah sekarang.

Di masa lalu, Yerusalem telah dihancurkan berkali kali. Dan metode membangun kembali kota-kota kuno adalah hanya membangun di atas reruntuhan. Saat ini, puing-puing dihapus sebelum membangun kembali, tapi tidak begitu waktu itu. Inilah sebabnya mengapa para arkeolog bisa menemukan bukti-bukti banyak kota yang telah ada di situs yang sama – mereka hanya menggali melalui tingkat masing-masing berturut-turut ke tingkat berikutnya sampai mereka mencapai batuan dasar – yang menunjukkan bahwa mereka telah mencapai kota pertama yang didirikan pada situs tertentu.
Situs yg Ron gali memiliki permukaan tanah beberapa feet lebih tinggi dari lantai tambang di selatan sebelum tembok kota. Jadi, ia dan anak-anak bisa berbuat apa-apa, tetapi mulai untuk menggali lurus ke bawah.
Lokasi asli yg ia tunjuk pada tahun 1978 terdapat sebuah batu yang sangat besar yg nyaris terbuka di atas permukaan, dan Ron memutuskan untuk mulai menggali beberapa meter ke kanan. Itu menjadi pekerjaan porsi raksasa – ketiga, Ron, Danny dan Ronny, akhirnya menyingkirkan berton-ton batu dan puing-puing, harus menyaring semua itu untuk setiap artefak. Ini merupakan persyaratan dari Departemen Kepurbakalaan yang akan selalu mereka patuhi.

PENEMUAN PERTAMA MEREKA

Jadi, mereka menggali lurus ke bawah sepanjang tebing, membentuk dinding curam dengan tanah yg mereka singkirkan. Hampir segera, Ron melihat seperti sebuah rak dari potongan relung wajah tebing. Menggali kebawah lebih lanjut, ia menemukan ada tiga dari potongan relung muka tebing dengan yang lebih kecil di sisi kanan.


Ia yakin bahwa relung ini dibuat pada permukaan-tebing untuk tempat “tanda” atau pemberitahuan. Dan karena lokasi di sekitar dari “wajah-tengkorak”, dan karena ada tiga relung, ia percaya bahwa itu adalah tempat di mana pemberitahuan yang menyatakan tindak pidana korban penyaliban dalam tiga bahasa ditempatkan.

PENYALIBAN JAMAN ROMAWI

Dia telah mempelajari informasi yang tersedia di penyaliban Romawi dan telah menemukan bahwa mereka menggunakan bentuk hukuman sebagai alat pencegah kejahatan. Kutipan terkenal Quintillian menjelaskan:
“Setiap kali kita menyalibkan penjahat, jalan raya yang sangat ramai dipilih, sehingga banyak orang akan melihatnya dan dapat tergerak oleh rasa takut, karena semua hukuman tidak berkenaan untuk balas dendam tetapi untuk contoh.”
Penyaliban Romawi terdiri dari tiga unsur dasar, semuanya dg sempurna dijelaskan di kisah penyaliban Kristus – pertama didera, kemudian memikul kayu salib sambil dikutuk ke tempat penyaliban, dan akhirnya terhukum dipaku atau diikat pada kayu salib dan kemudian kayu salib ditegakkan pada tempatnya.
Tapi faktor yang lain juga terlibat. Untuk membuat jera, maka TINDAK PIDANA dari terhukum harus dipasang dan terlihat jelas oleh orang yang lewat. Untuk tujuan ini, mereka menggunakan titilus, yang adalah papan ditutupi dengan gipsum, ditulisi dengan huruf-huruf hitam. Hal ini biasanya dilakukan di depan korban dalam perjalanan ke penyaliban, dan kemudian dipasang di atas salib dan terlihat jelas. Gambaran umum tentang penyaliban Kristus adalah satu tanda yang ditulis oleh Pilatus dipakukan di kayu salib-Nya di atas kepala-Nya.

Hal ini mungkin telah cukup, namun dalam rangka untuk orang yang lewat dapat membaca tanda-tanda ini, yang ditulis dalam tiga bahasa yang berbeda, tanda itu harus cukup besar, jauh lebih besar daripada pemberitahuan yg ditulis tangan pada kertas. Baru-baru ini kami belajar banyak tentang jarak penglihatan dari tanda-tanda di museum baru kami. Kami memasang tanda-tanda yang tampak sangat besar kepada kita (huruf enam dan delapan inci), tetapi ketika kita menempatkan mereka di gedung kami dan berjalan di seberang jalan, atau bahkan ke ujung tempat parkir, kami menemukan bahwa mereka sangat sulit untuk dibaca. Sebuah tanda yang ditulis oleh Pilatus pada selembar kertas, dipakukan di kayu salib, akan hampir mustahil untuk dibaca bahkan oleh mereka yang berdiri di depan salib. Tambahkan ke fakta bahwa di Yerusalem, tiga bahasa yang berbeda umum dipakai (Ibrani, Yunani dan Latin) dg itu menjadi jelas bahwa tanda-tanda di atas kepala Kristus jauh lebih besar daripada yg telah sering kami percaya.


Ketika ia pertama kali menemukan relung, ia menempatkan papan di dalamnya untuk tujuan demonstrasi. Menggali lebih dalam, dan menunjukkan bahwa tidak ada ceruk lebih lanjut di bawah ini, dia membuat papan pengumuman dicat dengan tiga bahasa yang mereka atur dan difoto. Dia percaya relung yang jauh lebih kecil adalah untuk elang Romawi yang pernah ada. Tetapi sekali lagi, ini bukan tujuan dari penggalian ini sehingga mereka terus menggali.

Goa Yeremia

KEMBALI KE SITUS AWAL

Ron merasa dibenarkan pada awal penggalian beberapa meter dari situs aslinya, karena berada di daerah umum yang sama. Dan dengan penemuan relung, ia puas bahwa belum sepenuhnya upayanya sia-sia – tapi ia masih memiliki tujuan lain untuk penggalian ini. Ketika mereka mulai menggali di sekitar batu besar memanjang yang keluar dari situs aslinya, ia menemukan bahwa ada cukup ruang di balik itu (antara batu besar dan permukaan tebing) dan mulai menggali mereka. Ketika mereka mulai menggali ke bawah, mereka segera tiba di item lain yang menarik. Diukir pada permukaan-tebing ada sebuah lubang yang memanjang melalui bagian menonjol batuan memungkinkan tali atau objek serupa yang akan dimasukkan melaluinya. Perhatian besar jelas ditujukan lobang ini yg menunjukkan bahwa ia memiliki fungsi penting, tetapi mereka akan belajar hal itu nanti.


Mereka mencapai batuan dasar 38 meter di bawah permukaan tanah sekarang. Dengan hati-hati menghapus puing-puing, mereka menemukan diri mereka dalam lubang berdiameter sekitar 15 kaki dengan bentuk lingkaran dari batu yg mempunyai anak tangga melingkar turun kebawah.
Pada beberapa waktu yg lampau lubang itu telah dimodifikasi dan diplester, digunakan kembali sebagai sebuah waduk. Salah satu dari penjelasan ini akan menjelaskan kehadiran “lubang tali” terpahat di tebing– itu untuk tali yang menarik ember atau kendi yang diturunkan ke dalam lubang untuk mengambil biji-bijian atau air. Ron memahat plester dan menemukan sejumlah besar gerabah di antara kotoran dan puing-puing yg digunakan sebagai isi untuk membentuk sumur tersebut.

Ketika ia memberikan potongan-potongan keramik ke dinas Antiquities dan mereka memeriksanya, mereka memberitahu Ron bahwa beberapa dari mereka dari jaman orang Yebus (sebelum Daud merebut kota itu). Spesimen tanggal terbaru tersebut berasal dari periode Romawi, yang mengatakan kepada kita bahwa tempat penyimpanan gandum diplester selama zaman Romawi.
Menyenangkan memang penemuan-penemuan itu, tetapi hal itu bukan apa yg Ron cari. Ron berpikir batu ini terlalu simetris untuk menjadi batu yg dibentuk alam, sehingga ia memutuskan untuk mengambil dan memeriksanya lebih dekat. Ketika ia mengangkatnya, dia menemukan bahwa itu menutupi lubang persegi dipahat ke dalam batuan dasar.

LUBANG TEMPAT MENDIRIKAN SALIB

Seperti yang diharapkan, ada banyak kotoran dan puing-puing di mana-mana. Ketika dia memeriksa lubang ini dan membersihkan kotoran di sekitarnya, ia menemukan bahwa lubang itu memiliki retakan besar memanjang keluar dari situ. Ketika mereka menyingkirkan lebih banyak kotoran dan puing-puing, ia menemukan rak seperti mimbar dari batu yang memanjang keluar sekitar 8 meter dari permukaan tebing, dan lubang persegi itu dipahat dalam “rak” ini.

Tidak ada lubang yg lain lagi di rak seperti mimbar, sehingga ia mulai menggali ke dalam tanah di depan dan sejajar dengan “platform”. Saat itu sekitar empat kaki sebelum ia sampai ke tingkat yang lebih rendah dari batuan dasar, dan di sini dia menemukan tiga lubang persegi dipahat di batu di depan “platform” ini. Pengukuran menunjukkan bahwa ketinggian “platform” dengan lubang persegi dan retakan terletak lima meter tepat di bawah tiga relung dalam permukaan tebing, yg sekarang di atas permukaan tanah. Kesimpulan sebelumnya bahwa relung adalah untuk tanda-tanda yang menyatakan kejahatan korban penyaliban dalam tiga bahasa Yerusalem sekarang didukung oleh fakta bahwa ia telah menemukan lebih banyak lubang persegi, semuanya sekitar 12-13 inci persegi, dipahat dalam batuan yg dia sangat yakin salib pernah didirikan. Yang satu ditinggikan di atas sisanya (pada platform seperti rak dari batuan dasar), ia percaya, itu tempat Kristus!


Struktur bangunan yang masih utuh menunjukkan bahwa bangunan menutupi seluruh situs. Ia menyimpulkan, berdasarkan bukti yang mereka temukan, bahwa gereja Kristen telah dibangun di atas tempat penyaliban Kristus – dinding batu memanjang sepanjang tebing-tepat di belakang lubang salib yang berada di “seperti-platform” pada rak batuan dasar. Tampaknya bahwa ini adalah tempat di mana pelaku kriminal besar disalibkan, berada beberapa kaki lebih tinggi di atas orang-orang yg disalibkan di sekelilingnya. Batu altar didirikan di dinding batu, hampir tepat di atas lubang salib yg ditinggikan.

RETAKAN PADA LUBANG SALIB

Retakan memanjang dari lubang salib pada “platform” yg lebih tinggi tampak oleh Ron telah disebabkan oleh gempa bumi – itu tidak menunjukkan bukti telah dibentuk dg pahat.


Ketika ia menyingkirkan puing-puing dari lubang salib, akhirnya dia mencapai bagian dasar dan mengukur itu panjangnya 23,5 inci ke dalam batuan dasar padat, sedangkan retakan kelihatannya jauh lebih dalam lagi. Tapi saat ini, dia tidak mencoba untuk membersihkan itu ia juga tidak mengukurnya. Ini akan terjadi lebih dari setahun kemudian sebelum dia akan belajar bahwa retakan panjangnya sekitar dua puluh feet ke dalam batuan dasar.

MENENTUKAN MASA/WAKTU BANGUNAN ITU

Dia menemukan koin selama penggalian yang membantu untuk mempersempit perkiraan tanggal bangunan itu. Dia menemukan koin Romawi dengan Kaisar Tiberius yang berkuasa pada tahun 14-37 Masehi, yang merupakan koin bertanggal paling tua yang mereka temukan. Koin terbaru berasal dari sekitar tahun 135 masehi. Hal ini konsisten dengan sejarah Yerusalem dan menempatkan tanggal bangunan antara waktu penyaliban dan tahun 135 Masehi. Tapi informasi lebih lanjut menunjukkan bahwa bangunan itu kemungkinan besar dibangun setelah tahun 70 Masehi. Sebelum tahun 70 Masehi, (ketika kota dan Bait Allah benar-benar dihancurkan oleh jenderal Roma, Titus), Yerusalem masih di bawah kekuasaan Romawi dan hukum penyaliban akan tetap digunakan. Yosefus menceritakan bagaimana Titus, selama pengepungan Yerusalem, memiliki sebanyak 500 orang per hari yg disalibkan (Perang Yahudi, Buku V, Bab XI, ayat. 1).

HAMPIR 2 TAHUN LAMANYA PENGGALIAN

Pada saat ini, Ron dan anak-anak telah bekerja selama hampir dua tahun. Mereka telah mulai pada Januari 1979 dan sekarang akhir 1980. Tentu saja, mereka tidak bekerja terus menerus Ron adalah seorang ahli anestesi dengan kewajiban bertugas di rumah sakit. Karena sifat pekerjaannya, ia mampu mengatur waktu untuk datang beberapa kali setahun, tetapi mereka hanya bisa tinggal selama beberapa minggu pada suatu waktu. Dan Ron mulai cemas. Mereka telah membuat beberapa penemuan luar biasa, dan memberikan rincian kepada pemerintah tentang penemuan mereka bersama dengan artefak yang mereka temukan. Beberapa item boleh mereka miliki karena mereka dianggap tidak ada nilai yang signifikan.

Tapi mereka sudah menjelajahi seluruh bawah tanah dari permukaan-tebing, mencari pintu masuk ke sebuah gua atau terowongan. Jika Tabut berada di lokasi itu, tentu akan tersembunyi di sebuah gua, dia beralasan. Akhirnya, mereka terus mencari, Ron berkomentar kepada anak-anak bahwa ia “terkesan” mereka harus menerobos batu tebing. Ronny mengatakan ia berpikir itu adalah ide yang baik, tapi Ron menolak. Batuan itu sangat keras dan dia tahu pekerjaan akan sulit. Akhirnya, saat Danny mengatakan kepada ayahnya bahwa dia juga percaya yang mereka harus lakukan adalah menerobos tebing, Ron melunak dan setuju. Itulah satu-satunya pilihan yang ada.
Dengan palu dan pahat, mereka mulai pekerjaan mereka. Itu tidak lama setelah mereka menerobos batu ke ruang terbuka. Dengan memperbesar lubang, mereka melihat di belakangnya sebuah gua dengan sekitar 15 kaki tingginya dan lebar yang kira-kira sama. Merangkak melaluinya, mereka akhirnya berada di dalam gunung yang sebenarnya disebut “Moriah”.
Meja Roti Sajian

DIDALAM SISTEM GUA

Selama hampir dua tahun, mereka telah ada di terowongan bawah tanah, menemukan artefak dan mengungkap struktur menarik hampir setiap hari. Tapi sekarang, mereka berada dalam gua tandus yg mana mereka akan segera belajar bahwa itu merupakan bagian yang sangat kecil dari gua alam dan terowongan sarang lebah yang sangat luas dalam gunung.

Selama hampir satu tahun, mereka mengeksplorasi daerah ini, tidak menemukan bukti adanya kehadiran manusia. Terowongan alam ini tidak semuanya terhubung satu sama lain, dan mereka menghabiskan berjam-jam memahat melalui dinding gua, mencari terowongan yang berdekatan yang akhirnya mereka temukan. Tapi mereka tidak menemukan apa pun yang lain.


Tahun 1981 berakhir, Ron dan anak laki-lakinya mengambil liburan musim dingin mereka untuk datang ke Yerusalem dan bekerja. Meskipun dingin di sana di musim dingin, dalam sistem gua suhu selalu sangat nyaman dan konstan, baik pada musim panas maupun musim dingin. Tapi pekerjaan itu mulai menimbulkan korban pada mereka bertiga. Mereka semua mulai demam dan sedikit menggigil. Mereka telah menghirup debu selama bertahun-tahun di terowongan yang terbatas mungkin menyebabkan gejala seperti pneumonia pada mereka. Akhirnya, pada malam Natal, Ron harus mengirim Ronny kembali ke AS karena dia sakit. Danny harus mengikuti pada malam Tahun Baru. Ron, juga sakit tetapi ini adalah perjalanan yang sangat khusus.

JANJI

Seperti saya jelaskan sebelumnya, Ron tidak pernah mendengar Allah berbicara dengan suara – ia hanya berdoa tentang apa yang harus ia lakukan maka kadang-kadang menerima “kesan”. Sekarang, ia telah menggali untuk waktu yang lama, dia mulai bertanya-tanya apakah ia membuang-buang waktu dan salah menafsirkan apa yang ia lakukan. Dia, seperti biasa, berdoa dan meminta untuk mengetahui apa yang harus dilakukan sebelum ia menjadwalkan perjalanan Desember 1981 ini. Kali ini, meskipun ia masih tidak mendengar ada suara yang terdengar, dalam pikirannya datang janji bahwa ia akan menemukan Tabut Perjanjian pada perjalanan itu. Dan ia percaya dengan segenap hatinya bahwa itu adalah janji dari Tuhan. Tetapi keadaan bisa tampak buruk – Danny dan Ronny berdua sangat sakit, dan Ron mungkin sama sakitnya tapi jauh lebih gigih (atau keras kepala) – dia tetap bekerja. Karena sendirian tanpa anak-anak, ia membutuhkan bantuan.

Ketika menggali selama bertahun-tahun, ia telah mempekerjakan penduduk setempat untuk membantu, sebagian besar pada pekerjaan diatas tanah, seperti pengangkutan dari puing-puing. Setiap kali mereka membuka penggalian mereka dan bekerja, mereka harus benar-benar mengembalikan tanah di atas sebelum mereka meninggalkan, ini adalah syarat supaya mereka diizinkan untuk melanjutkan. Dan mereka memindahkan berton-ton tanah dan puing-puing selama bertahun-tahun yang membutuhkan bantuan lokal dalam pengangkutan itu dari atas tanah.

Dia bertemu seorang pemuda setempat yang telah didapati sangat jujur ​​dan dapat dipercaya, dan dia mulai menggunakan dia dalam penggalian yang sebenarnya ketika Ronny dan Danny tidak ada. Bagi anda yang telah membaca catatan kita tentang “Gua Makhpela” penggalian telah diperkenalkan kepada pria Arab muda, yang kami sebut “Yakobus” untuk melindungi dia dan identitas keluarganya. Keluarganya memiliki tanah yang berisi gua makam di Hebron yg kita yakini sebagai Gua Makhpela sejati. Selain mendapatkan kepercayaan Ron, “Yakobus” bertubuh kecil dan ramping – sempurna untuk menyusup melalui terowongan sempit penggalian. Dan “Yakobus” itulah yang Ron sewa untuk membantu dia saat Danny dan Ronny absen.

MENJELAJAHI SETIAP SUDUT DAN CELAH

Ron dan anak-anak sudah menjelajahi sebagian besar terowongan selama tahun lalu, tapi selalu ada yg belum. Ron mempunyai rencana perjalanan ini adalah untuk tidak meninggalkan kemungkinan yang belum diselidiki. Dia dan “Yakobus” merangkak melalui sistem terowongan besar, sekarang jauh lebih besar dan luas karena bagian yg telah mereka buka dan dinding yg telah mereka pahat sampai tembus. Ron akan memutuskan kemana harus pergi berikutnya kemudian ia dan Yakobus akan mengikuti terowongan itu. Jika dan ketika mereka menemukan lubang kecil, Ron akan memperbesar cukup untuk “Yakobus” bisa merangkak melaluinya, dan dia dengan hati-hati akan memeriksa dan melaporkan segala yg ia lihat kepada Ron.

Mereka mengikuti salah satu jalan sangat sulit yang membawa mereka melalui “cerobong asap” yang memanjang lurus ke atas dan sebuah terowongan sempit yang begitu kecil sehingga Ron harus menghembuskan napas untuk dapat melaluinya. Dia harus berhenti untuk mengambil napas dan ketika menghirup napas terowongan itu begitu sempit sehingga dia tidak bisa mengisi paru-paru sepenuhnya. Ketika mereka berhasil melewatinya, Ron melihat pembukaan yang sangat kecil di dinding terowongan yg mereka masuki sekarang.

Langsung di depan itu ada stalaktit sekitar 16 inci panjangnya yang hampir tampak “menjaga” lubang kecil. Dia mengetuk stalaktit sampai lepas (dan akhirnya membawanya pulang di mana kita masih memiliki sampai hari ini). Mengintip melalui lubang kecil, ia tidak bisa melihat apa-apa. Jadi, dia memperbesar sampai cukup untuk mengintip masuk. Semua yg bisa ia lihat dengan bantuan senter bersinar melalui lubang, adalah ruangan yg benar-benar penuh batuan (semua lebih besar dari ukuran “tinju”) dengan sekitar 18 inci jarak dari antara bebatuan dan langit-langit. Ini tidak terlihat menjanjikan sama sekali, tapi ia tidak meninggalkan apapun yang belum dijelajahi. Jadi dia memperbesar cukup untuk “Yakobus” dapat merangkak melaluinya.

APA DISANA ? APA DISANA ?

Hampir segera setelah “Yakobus” merangkak melalui lubang kecil, ia panik dan tergopoh-gopoh keluar, gemetar dan berteriak “Apa di sana? Apa di sana? Aku tidak mau kembali ke sana!” Ron melihat di matanya ketakutan, yang sangat dan tak terucapkan, Yakobus mengatakan ia belum melihat apa-apa! Tapi apa pun yg ia alami itu nyata, karena dia meninggalkan tidak hanya ruangan itu saja, tapi seluruh sistem gua, dan tidak pernah kembali.

Reaksi Yakobus inilah yang memicu kegembiraan dalam keraguan Ron – ia tidak akan pernah melihat ruang itu lagi jika tidak karena ketakutan Yakobus. Sekarang sendirian dalam sistem gua yang luas, dia mengambil palu dan pahat dan memperbesar lubang, merangkak melaluinya. Dengan hanya sekitar 18 inci ruang kosong, ia harus berbaring di perutnya dan tidak bisa membawa apa-apa kecuali senter di tangannya untuk penerangan. Berharap setelah apa yang terjadi pada Yakobus, dia melihat arlojinya – pukul 14.00, Rabu, 6 Januari, 1982.

Senter bersinar turun melalui tumpukan banyak batu-batu besar, matanya sekilas melihat sesuatu yang berkilauan. Dia mulai perlahan menyingkirkan batu satu demi satu dan menemukan beberapa kayu kering membusuk tepat di bawah batu, dan kemudian juga beberapa sisa-sisa kulit kering hewan yang membusuk dan berubah menjadi serbuk ketika ia pindahkan. Kulit hewan itu menutupi meja berlapis emas dengan cetakan timbul di sisinya yang terdiri dari pola berselang-seling antara lonceng dan buah delima. Hanya beberapa saat kemudian ia menyadari bahwa setidaknya ini adalah benda suci dari Bait Allah pertama! Tapi ia dalam ruang yang terbatas, ia tidak bisa mengungkap seluruh meja. Ia kemudian menyimpulkan, setelah pemeriksaan lebih dekat, bahwa ini adalah Meja roti sajian.

PENEMUAN RETAKAN DI LANGIT-LANGIT YG DISEBABKAN GEMPA

Dengan adrenalin mengalir melalui pembuluh darahnya dan pengharapan yang besar, ia memandang sekeliling untuk melihat apa lagi yang bisa dilihat, yang mana tidak banyak. Dia menyorotkan senternya ke sekitar area terbuka dan kemudian ke langit-langit. Di sana, ia melihat sesuatu yang tertangkap matanya – itu adalah celah di langit-langit dengan substansi hitam dalam retakan.

Merangkak perlahan dan menyakitkan di atas batu ke bagian belakang ruangan, ia melihat kotak batu memanjang melalui bebatuan. Kotak ini memiliki penutup atas dari batu datar yang pecah menjadi dua dan bagian yang lebih kecil itu bergeser ke samping, menciptakan pembukaan ke dalam kotak batu. Tapi tutup atas itu terlalu dekat langit-langit sehingga sulit baginya untuk melihat ke dalam. Namun ia tahu bahwa retakan di langit-langit tepat berada di atas bagian tutup batu yg retak, dan substansi hitam jatuh dari celah ke dalam kotak dan sebagian telah memercik ke tutupnya.

Pada saat ini Ron ingat,  bahwa dia pingsan. Ketika ia menyadari bahwa retakan di langit-langit adalah akhir dari celah yg ia temukan pada lubang tempat salib ditegakkan beberapa feet di atasnya, dan substansi hitam adalah darah yang jatuh melalui celah ke dalam kotak batu, dia tahu Tabut itu ada dalam kotak batu. Tetapi kenyataan yg luar biasa adalah bahwa Darah Kristus benar-benar jatuh ke Tutup Pendamaian. Ketika ia sadar, pukul 14:45. Sekitar 45 menit telah berlalu sejak ia memasuki ruangan, namun dalam waktu yang singkat, dia menjadi saksi pertama untuk pemenuhan harfiah dari semua pengorbanan yang dibuat oleh umat Allah sejak Adam dan Hawa, dan kemudian secara khusus diatur oleh Allah sendiri, dalam hukum sistem korban (dalam kitab Imamat).

Sekarang ia tahu mengapa ia dan anak-anak harus melakukan penggalian tiga tahun terakhir yg mana ia kadang-kadang merasa tak berguna. Jika mereka tidak menemukan pertama, relung yg dibentuk, dan kemudian retakan gempa di lubang tempat salib didirikan, ia tidak akan mengenali apa yang telah terjadi di sini. Dan janji yg telah Ron terima SUDAH digenapi – ia menemukan Tabut Perjanjian pada penggalian kali ini.

Kondisi ruangan, benar-benar penuh dengan batu menyisakan ruang kosong sebesar 18 inci dari langit-langit, membuat mustahil bagi Ron untuk melakukan hal lain. Dia tidak bisa melihat akan ada cara yang memungkinkan bisa membawa apa pun kecuali pintu masuk yg sebenarnya ke ruang ini ditemukan. Dia memanjat keluar melalui lubang kecil, kembali melalui serangkaian terowongan berliku-liku dan lorong disegel dengan batu. Untuk orang yang mencari melalui terowongan, akan muncul kesan bahwa lorong itu berakhir dengan mendadak. Namun, batu itu bisa dg mudah disingkirkan oleh Ron saat ia kembali.

Ron tidak melaporkan pengalamannya kepada siapa pun pada waktu itu. Dia perlu waktu untuk berpikir dan akan lama sebelum pikirannya berhenti berputar dengan segala yang telah ia alami. Dia berharap menemukan Tabut dan membawa keluar, tapi yang kini tampak tidak mungkin. Dia membuat beberapa perjalanan lagi ke dalam kamar, dan akhirnya melaporkan ke pihak berwenang seperti apa yang dia temukan. Mungkin tidak bisa percaya apa yang telah Ron temukan, atau mungkin akan timbul masalah baru bila hal ini diketahui umum, atasannya menyuruhnya untuk tidak memberitahu siapa pun tentang penemuannya. Namun, sudah terlambat untuk itu karena Ron telah mengatakan kepada beberapa orang dan ia menceritakan fakta ini kepada mereka. Menyadari bahwa “sudah terlanjur”, mereka kemudian memerintahkannya untuk tidak mengungkapkan rincian LEBIH detil daripada yang sudah terungkap.

Saatnya tiba ketika Ron memberikan sesuatu kepada pihak berwenang dari penggalian yang mana meyakinkan mereka bahwa ia SUDAH menemukan BEBERAPA item dari Bait yg pertama. Kemudian rencana dirancang oleh pemerintah untuk “menguji” pengumuman, mereka ingin hati-hati menentukan reaksi publik bahwa Tabut Perjanjian SUDAH ditemukan. Para pejabat yg berurusan dg Ron  adalah pejabat pemerintah yg penting, terkait dengan kesejahteraan rakyat, dan mereka menyadari bahwa pengumuman itu kemungkinan besar akan memicu bentrokan berdarah antara mereka yang ingin segera menghancurkan mesjid di gunung itu untuk membangun kembali Bait Allah, dan Arab. Upaya mereka untuk menguji reaksi publik atas pembangunan kembali Bait yg baru mengakibatkan banyak pertumpahan darah, dan banyak kematian.

MEMERIKSA TABUT DIDALAM KOTAK BATU

Ron kembali ke ruang pada beberapa kesempatan – suatu waktu dia mengambil “Bor Trinkle” yang digunakan oleh ahli bedah ortopedi dan kolonoskop yg digunakan untuk melihat ke dalam tubuh manusia. Dia ingin memastikan Tabut itu dalam kotak batu. Dia mencoba mengebor sebuah lubang kecil dengan “Bor Trinkle” tetapi tidak akan menembus batu. Jadi ia mengambil pahat batu berujung bintang dan palu nya untuk menyelesaikan pekerjaan. Dia akan memalu ujungnya sedikit, kemudian memutarnya sedikit, memalu kemudian memutar, berulang-ulang sampai ia memiliki sekitar 5/8 inchi lubang ke kotak batu.

Kolonoskop ini adalah perangkat optik dengan sumber cahaya yang kuat yang memungkinkan dokter untuk mengintip ke dalam tubuh manusia, dan Ron telah meminjam sebuah dari salah satu dokter di rumah sakit tempat ia bekerja. Memasukkan kolonoskop melalui lubang kecil, ia mengarahkan ke bawah, memutar lensa sampai ia melihat apa yang ia kenal sebagai bagian bawah dari mahkota-cetakan di sekeliling Tutup Pendamaian dan kemudian ia melihat sisi datar emas. Karena kolonoskop tidak memungkinkan melihat area yang luas, dan karena ia memiliki sedikit cara untuk memandu alat itu selain sedikit putaran, ia tidak bisa melihat banyak. Tapi dia melihat cukup untuk TAHU itu adalah Tabut Perjanjian.
Bor Trinkle
Kolonoskop

MENGUKUR KEDALAMAN RETAKAN GEMPA

Pada satu misi, ia menyuruh salah satu pembantunya duduk dilubang tempat salib yg retak oleh gempa sementara dia memasukkan meteran logam melalui celah di langit-langit ruangan. Ini memanjang sampai lubang salib dan ketika pembantunya menyambar untuk menunjukkan bahwa meteran itu sudah menembus keluar, Ron mencatat bahwa retakan memanjang sampai dua puluh feet pada batuan padat.




PENGALAMAN SUPRANATURAL

Ketika Ron pertama kali memasuki ruangan itu berisi sejumlah item termasuk beberapa perabot dari Bait Allah pertama yang ditutupi dengan kulit binatang, kayu dan kemudian batu ditumpuk di atas mereka menyisakan sekitar 18 inci ruang kosong dari langit-langit. Untuk alasan ini satu-satunya cara dia bisa bergerak di dalam ruangan itu adalah merangkak di punggung atau perutnya. Di ujung ruangan ada kotak batu dengan tutup yang rusak yang puncaknya hanya beberapa inci dari langit-langit. Hal ini mencegah dia dari melihat Tabut pada kunjungan pertamanya ke kamar tapi membantu dia melihat celah di langit-langit dan zat coklat (darah) yang mengarah langsung di atas kotak batu.

Dia mengasumsikan dan kemudian menegaskan bahwa kotak batu ini berisi Tabut Tuhan. Pada kunjungan selanjutnya ke ruang ia mencoba dengan berbagai jenis kamera dan video untuk mendapatkan gambaran yang jelas tentang Tabut. Tapi setiap kali gambarnya kosong atau kabur sangat tidak jelas. Ini menimbulkan frustrasi besar dan rasa malu bagi Ron, karena tidak dapat menghasilkan satu gambar yang jelas dari penemuan yang luar biasa. Pada kunjungan keempat ke ruang Ron membawa kamera video 8mm dan tripod, bertekad untuk mendapatkan gambar yang jelas dari Tabut.

Saat ia masuk melalui jalan yang sama yg selalu dia gunakan untuk mengakses ruangan, ia segera menyadari bahwa ada sesuatu yang sangat berbeda. Batuan yang selalu ada menghambat jalannya tidak lagi di tempat. Bahkan ia bisa masuk kamar dan turun sampai ke lantai. Pada saat itu ada cahaya datang di dalam ruang, sumbernya ia tidak dapat sepenuhnya menjelaskan. Ron kemudian melihat bahwa ruang telah sepenuhnya dibersihkan dari semua batu dan puing-puing, sebuah tugas yg Ron sudah tahu perlu dilakukan tetapi yang akan membutuhkan waktu lama untuk menyelesaikannya. Tapi sekarang pekerjaan itu sudah selesai! Ruang benar-benar bersih tanpa tanda-tanda apapun dari puing-puing dan Tabut Perjanjian itu sudah keluar dari kotak batu.

Seperti yang dapat Anda bayangkan Ron terkejut dengan apa yang dilihatnya. Tabut itu telah diletakkan di dinding timur ruang tepat di bawah celah di langit-langit di mana darah Kristus mengalir ke Tutup Pendamaian. Perabotan Bait yg lain ditempatkan di tempatnya yang layak terhadap Tabut. Sisa item lainnya ditempatkan ke satu sisi.

Meskipun ia tidak dapat menjelaskan bagaimana, dinding tepat di belakang Tabut itu menampilkan kristal dan bercahaya dengan pola warna pelangi. Tampak oleh Ron bahwa dinding kristal ini adalah sumber cahaya yang menerangi ruangan. Ketika ia sedang mengamat-amati tiba-tiba ia menyadari bahwa ia tidak sendirian di ruangan. Ron menyatakan bahwa dia bisa “merasakan” dengan tubuhnya bahwa ia di hadapan para malaikat.

Ia melihat bahwa ada empat pria muda didalam ruang bersamanya. Mereka tidak tampak seperti malaikat, tetapi tampak sebagai pria muda berpakaian normal “pakaian jalanan”. Tapi Ron tahu bahwa mereka adalah malaikat. Dia berdiri di sana membeku selama beberapa saat tidak mampu bergerak atau bahkan berbicara. Dia ingin bertanya apa yang mereka lakukan di sana, tapi ia tidak mampu melakukannya.

Kemudian salah satu malaikat melangkah maju (ini adalah satu-satunya dari empat malaikat yang akan berbicara kepadanya) dan Ron diberitahu bahwa mereka adalah orang-orang yang tugasnya adalah untuk menjaga Tabut Perjanjian. Mereka telah melakukan tugas ini sejak pertama kali Musa menempatkan loh batu di dalamnya. Dia mengatakan kepadanya bahwa Allah ingin seluruh dunia melihat hal ini pada suatu titik tertentu dalam waktu. Dia kemudian memerintahkan Ron untuk mendirikan tripodnya dan kamera video di tempat tertentu dan menyalakannya.

Setelah Ron melakukan ini empat malaikat pergi ke Tabut, mengangkat Tutup Pendamaian dan menempatkan di samping Tabut. Malaikat yang telah berbicara kepadanya memanggilnya ke depan dan menyuruhnya untuk mengambil loh batu. Ron membungkuk dan memungut loh batu sepuluh perintah Allah. Dia kemudian mundur beberapa langkah dan para malaikat meletakkan Tutup Pendamaian kembali ke Tabut. Setelah beberapa saat yg canggung malaikat mengulurkan tangan dan mengambil loh batu dari Ron, berjalan ke sebuah relung di dinding ruang yang tampak seperti rak dan menempatkan loh batu di atasnya. Rak ini dekat dengan pintu masuk asli yang digunakan oleh mereka yang menyembunyikan Tabut pada lebih dari 2500 tahun yang lalu.

Ini bukan Loh Batu yg asli

Dia kemudian berjalan kembali ke Ron dan menceritakan dua hal. Yang pertama adalah bahwa jika Ron tetap setia, ia akan memiliki bagian dalam membawa keluar loh dari batu sehingga mereka mungkin akan dipajang. Yang kedua adalah bahwa Tabut itu tidak untuk diungkapkan ke dunia atau loh batu tidak dipajang sampai tak lama setelah sebuah hukum telah disahkan yang akan berusaha untuk memaksakan tanda binatang(666) pada orang.

Setelah pertemuan Ron mengumpulkan peralatan kamera dan meninggalkan ruangan melalui pintu masuk asli. Dengan mengikuti terowongan ini ia mampu menemukan jalan keluar dari sistem gua dan kembali ke jalan. Dia segera bergegas ke kamar hotelnya di mana ia memutar kembali rekaman acara tersebut. Dia harus melihat apakah Tabut, para malaikat dan loh batu muncul jelas di video. Didalam keheranannya semuanya muncul dengan jelas. Dia sangat bersemangat. Tapi tiba-tiba kegembiraan berubah menjadi ketakutan. Dia menyadari apa yang telah ada di tangannya, namun malaikat itu mengatakan kepadanya bahwa hal-hal ini tidak boleh diungkapkan sampai hukum tanda binatang (666) disahkan. Apa yang harus dilakukan dengan rekaman ini? Tak diragukan lagi video yang paling penting yang pernah dibuat. Dimana ia akan menyimpannya? Bagaimana ia menjaganya supaya tetap aman?.

Setelah tidak ada jawaban yang jelas untuk masalah ini, akhirnya ia memutuskan bahwa cara terbaik adalah kembali ke kamar dan bertanya pada malaikat apa yang harus dia lakukan. Dia kembali ke dalam kamar dan empat malaikat berada di sana. Malaikat yang berbicara kepadanya tadi melangkah maju dan bertanya apa yang dia inginkan. Ron mengatakan kepadanya bahwa ia tidak memiliki tempat yang aman untuk menyimpan rekaman. Lalu malaikat itu mengulurkan tangan dan mengambil kaset itu dari tangan Ron. Dia berjalan ke tempat loh batu yg masih ada di relung di dinding ruang dan menempatkan rekaman video di atas mereka. Menurut Ron disanalah semuanya tetap sampai hari ini.

Ini adalah lanjutan dari apa yg malaikat itu katakan kepadanya, Ron mengatakan bahwa melalui pengalaman ini ia mengerti lebih dari kalau dia diberitahu melalui kata-kata. Dia sangat terkesan bahwa video, yg ia rekam dalam ruang akan dipublikasi ke seluruh dunia dan bahwa loh batu yang tangan Allah sendiri telah menulis Hukum-Nya akan dipajang, tapi Tabut Perjanjian akan tetap berada dalam ruang itu.

Berdasarkan informasi ini, ditambah kesepakatan dengan pemerintah Israel, bahwa ia akan merahasiakan informasi tertentu tentang Tabut dan lokasinya.
Ron juga menyatakan bahwa sejauh yang dia tahu tidak ada orang lain ada di ruang kecuali dirinya sendiri. Namun, karena dia tidak selalu ada disana, adalah mungkin bahwa orang lain bisa masuk kamar dan melihat Tabut JIKA malaikat-malaikat penjaga itu mengizinkannya. Jika tidak, oleh karena sistem terowongan di daerah itu, tak seorang pun akan mampu menemukan jalan kesana.

ISI RUANGAN ITU

Selama beberapa kunjungan ke ruangan, ia mencoba untuk benar-benar mengeksplorasi isinya. Ia mengukur kamar dan menemukan 22 feet panjangnya, 12 feet lebarnya, sedangkan 2 sisi lainnya mengikuti garis wajah tebing, membentuk ruang yang dipersempit di salah satu sudut. Benda-benda yang dilihatnya di ruang itu yg ia merasa yakin dalam mengidentifikasi adalah: Tabut Perjanjian dalam kotak Batu, Meja roti sajian; Altar Dupa Emas yang ada di depan tabir, Pedupaan Emas, Kaki dian emas yg bercabang tujuh dg lampu minyak emas di setiap ujungnya, sebuah pedang yang sangat besar (pedang goliath), sebuah Efod, sebuah mitra dengan delima gading di ujungnya, anak timbangan syikal kuningan, banyak lampu minyak, dan sebuah cincin kuningan yang tampaknya untuk menggantung tirai atau sesuatu yang serupa.

Ada lebih banyak benda-benda, tetapi semua ini Ron positif dapat mengidentifikasi. Semua benda-benda itu ditutupi oleh kulit binatang kering membusuk berwarna gelap, lalu kayu kayu busuk kering di atas kulit, dan akhirnya batu-batu besar bertumpuk atas segala sesuatu.
Loh Batu masih dalam Tabut, di bawah Tutup Pendamaian. Di belakang Tabut adalah bilik kecil terbuka yang masih berisi “Kitab Hukum” dan diduga ditulis oleh Musa sendiri. Sepengetahuan Ron Kitab Kejadian tidak ada hanya Keluaran, Bilangan, Imamat, Ulangan. Hal yang Ron kagumi bahwa gulungan kitab yang ditulis pada kulit binatang, berada dalam kondisi sempurna (tidak lapuk) sampai hari ini.

LAMPU MINYAK DI RUANGAN ITU

Di dalam ruangan itu, didekat pintu masuk asli yang sekarang disegel, ia menemukan total tujuh lampu minyak yang Ron percaya telah ditinggalkan oleh mereka yang membawa barang-barang ke dalam kamar. Jelaga pada lampu dan batu yg atasnya lampu-lampu itu diletakkan jelas menunjukkan arah angin yang mengikuti mereka ke dalam terowongan. Salah satu lampu banyak hiasannya dan menampilkan karakteristik Asyur, yang konsisten mempengaruhi budaya Yudea pada waktu sesaat sebelum pembuangan ke Babel. Gambar lampu minyak ini tidak diambil dengan kamera karena desain lampu tidak jelas gambarnya ketika  difoto.
Gambar ini dibuat dengan menempatkan lampu di atas mesin fotokopi untuk mengungkapkan sedikit dari desainnya, yang kita temukan dengan sangat menarik.
Di pusatnya menggambarkan kambing atau domba jantan berdiri di atas kaki belakangnya, makan dari pohon anggur. Adegan ini sangat mirip dengan patung yang ditemukan di kuburan di kota Ur Sumeria, terlihat di atas kanan. Gambar ini mungkin mewakili domba yang tersangkut di belukar pada saat yang tepat ketika Abraham akan mengorbankan anaknya, Ishak, yang bertindak sebagai kurban pengganti, menyelamatkan hidup Ishak – sebuah “bayangan” dari Mesias yang akan datang. Konsep ini lebih terlihat dalam “pohon kehidupan” Het, seperti yang telah ditafsirkan, yang dapat dilihat dalam dekorasi di sebelah kanan dari kota Gordium yang bertanggal pada abad 6 SM, perkiraan waktu yang sama dengan lampu yg Ron temukan. Ini merupakan pemikiran menarik untuk mempertimbangkan kemungkinan hubungan antara desain lampu dan kisah “domba jantan di belukar” yang telah menjadi korban pengganti-karena lampu yang ditinggal dalam ruang DALAM Gunung Moriah dimana Abraham membawa Ishak untuk mempersembahkan dia sebagai korban, dan ditempat yg sama di Gunung Moriah adalah tempat Mesias meninggal, korban “pengganti” untuk manusia yang jatuh. Tapi ini hanya dugaan yang menarik dari saya.

GUA ZEDEKIA

Pada musim dingin tahun 1854, Dr Barclay, seorang dokter dan misionaris, pergi berjalan-jalan di Yerusalem. Dia berjalan ke situs dari Gua Yeremia tradisional yang berada di sepanjang lereng Kalvari. Saat ia berjalan melewati Gerbang Damaskus, tiba-tiba anjingnya, berlari di depannya, lenyap. Saat ia mencari anjingnya yang tidak menanggapi seperti yang biasanya, ketika ia meniup peluit miliknya, ia mendengar gonggongan tertahan dari arah tembok kota. Ketika dia mendekati dinding, ia melihat sebuah lubang yang dalam dan ketika dia mengintip ke dalam, ia mendengar anjingnya menggonggong. Dan ini adalah kisah bagaimana “Gua Zedekia itu” ditemukan (atau ditemukan kembali).

JATUH KORBAN

Suatu waktu di pertengahan tahun 1990 Ron Wyatt mengunjungi Yerusalem. Seperti kebiasaannya ia pergi ke kantor Otoritas Kepurbakalaan Israel (IAA) untuk membiarkan mereka tahu bahwa dia tiba di kota dan “melihat apakah mereka membutuhkan bantuan”. Pada kesempatan ini ia mengatakan, “Ya, kami menghadapi situasi yang membutuhkan bantuan anda”. Dia diberitahu untuk menemui mereka di Gua Zedekia malam itu setelah gelap.

Ketika Ron tiba ada sejumlah kendaraan dinas diparkir di luar. Ketika ia pergi ia dikawal ke dalam gua ke tempat pintu masuk ke dalam sistem terowongan yg mengarah ke ruang Tabut Perjanjian berada. Dia diberitahu bahwa enam orang telah dikirim ke dalam terowongan untuk memindahkan Tabut dan isi dari ruang ke bagian yang berbeda dari sistem gua sehingga tidak lagi berada di “wilayah Palestina”. Tak lama setelah orang-orang, yang mengenakan pakaian imam, memasuki terowongan ada teriakan keras terdengar dari terowongan. Jeritan itu begitu mengerikan yg membuat orang-orang lain takut untuk memasuki terowongan. Mereka bertanya pada Ron apakah ia mau masuk dan melihat apa yang terjadi. Ron setuju.

Ketika dia memasuki terowongan ia melihat bahwa orang-orang itu hanya masuk ke dalam terowongan sekitar 70 feet. Mereka semua tergeletak di lantai dan mati dengan mata terbuka lebar. Ron tahu ini adalah gejala klasik dari stroke atau pendarahan otak besar. Ron keluar dan mengatakan ke pihak berwenang apa yang telah dia temukan. Dia kemudian membawa keranjang penyelamatan dengan tali yang terikat ke dalam terowongan dan satu demi satu dia menyeret keluar tubuh laki-laki. Ron diminta untuk tidak menyebutkan insiden itu kepada siapa pun.
Ron menceritakan kisah ini pada setidaknya dua kesempatan. Salah satu kali ia menyelesaikan ceritanya dengan mengatakan, “Bill, hal yang paling mengejutkan saya tentang seluruh hal adalah bahwa mereka (6 orang) mampu menemukan pintu masuk ke dalam sistem terowongan yg tepat”.

Ron yakin bahwa Allah telah membiarkan orang-orang untuk menemukan pintu masuk ke dalam terowongan dalam rangka untuk memberikan pelajaran. Intinya adalah, itu bukan ide yang baik untuk masuk ke dalam terowongan ini atau mengganggu isi ruang Tabut kecuali anda mengikuti kehendak Tuhan. Jika tidak, Anda bisa berakhir dalam kondisi yang sama seperti yg dialami enam orang ini.
Ketika Ron Wyatt melakukan pertemuan mengejutkan dengan 4 malaikat di ruang Tabut dia diberitahu oleh salah satu malaikat bahwa Allah menginginkan hal-hal ini (isi ruang Tabut) diungkapkan kepada dunia tak lama setelah hukum antikris (666) disahkan. Ron menyatakan berulang kali bahwa ia menganggap terbitnya undang-undang ini sebagai tanda bahwa sekaranglah waktunya untuk masuk ke dalam ruangan untuk membawa keluar artikel yang ditentukan oleh malaikat. Seperti yang anda sadari, bahwa hal ini belum terjadi.


TEST DARAH KRISTUS

Tidak ada yang lebih terkejut ketika Ron pertama kali mempublikasikan pemberitahuan tentang hasil tes darah pada spesimen yg ia ambil dari Tutup Pendamaian daripada saya. Seperti telah saya katakan, ada banyak hal yg dia bahkan tidak memberitahu saya, dan ini adalah salah satu dari contoh-contoh.

Selama pembicaraan di depan publik pada subjek dari sampel darah yang Ron sering sebutkan bahwa ketika darah sedang diuji ditemukan menjadi “hidup”. Lain kali ia berkata itu sedikit berbeda, ia menyatakan bila dilihat di bawah mikroskop darah Kristus adalah “hidup”. Selama bertahun-tahun banyak orang ingin memahami apa yang dimaksud oleh Ron ini. Namun saya memiliki beberapa contoh di mana Ron menghubungkan konsep darah yang hidup dengan kehadiran sel darah putih yang hidup dalam sampel dan akhirnya dengan hasil tes kromosom yang dilakukan. Hal ini juga konsisten dengan percakapan pribadi kita pada subjek itu.

Ketika saya mulai berbicara kepada publik tentang penemuan Ron Wyatt, salah satu subjek selalu membuat saya merasa terintimidasi. Ini adalah subyek dari darah Kristus dan tes kromosom yang Ron telah bicarakan. Bahkan jika saya tidak menyebutkan sendiri, orang-orang dari antara penonton selalu akan bertanya tentang hal itu dan mengharapkan jawaban. Karena saya kurang informasi tentang kromosom dan jenis tes darah maka saya membahas subjek ini dengan Dr Eugene Dunkley yang ahli dalam genetika. Berikut adalah bagian dari apa yang saya pelajari.

Dalam rangka untuk melakukan perhitungan jumlah kromosom (karyotype) tes pada darah manusia, anda harus mampu mengisolasi dan mengembang-biakkan hidup sel darah putih. Hal ini karena sel-sel darah putih adalah satu-satunya sel dalam darah yang membawa materi genetik. Sel-sel ini juga harus hidup karena mereka harus berkembang-biak sehingga mereka dewasa dan membelah. Pada tahap tertentu dari pembelahan sel, kromosom dalam sel menjadi terlihat di bawah mikroskop. Bila tahap ini tercapai pewarna atau bahan kimia diberikan untuk menghentikan siklus pertumbuhan. Kemudian kromosom dihitung dengan melihat melalui mikroskop.

Seperti yang saya katakan sebelumnya, darah harus berisi sel-sel darah putih hidup. Dalam kasus terbaik, sel darah dapat hidup di luar tubuh sekitar dua minggu. Sebuah sampel yang lebih tua dari ini tidak akan berisi sel-sel hidup sehingga tidak akan ada cara untuk melakukan tes menghitung kromosom. Ini adalah alasan Ron begitu khusus menunjukkan bahwa darah Kristus masih hidup. Meskipun sampel darah kering berusia lebih dari 2000 tahun, ketika direhidrasi dan diperiksa di bawah mikroskop, itu berisi sel-sel hidup …. termasuk sel-sel darah putih.

Kenyataan bahwa darah Kristus hidup setelah 2 milenium itu adalah keajaiban. Namun sejalan dengan Alkitab yang berbicara tentang Kristus dalam Mazmur 16:10 “sebab Engkau tidak menyerahkan aku ke dunia orang mati, dan tidak membiarkan Orang Kudus-Mu melihat kebinasaan.” Karena Alkitab mengatakan kepada kita dalam Imamat 17:11 bahwa, “Karena nyawa makhluk ada di dalam darahnya dan Aku telah memberikan darah itu kepadamu di atas mezbah untuk mengadakan pendamaian bagi nyawamu, karena darah mengadakan pendamaian dengan perantaraan nyawa.”, Kita melihat bahwa darah Kristus yang benar akan diharapkan untuk menjadi seperti sekarang ini hidup seperti pada 2000 tahun lalu.

Dalam keadaan normal semua manusia memiliki 46 kromosom …. 23 dari ibu mereka dan 23 dari ayah mereka. Ada 22 pasang autosom yang menentukan hal-hal seperti tinggi badan, warna rambut dan mata kita, dll pasangan ke 23 adalah pasangan penentu seks. Mereka terdiri dari kromosom “X” atau “Y”. Sang ibu hanya memiliki kromosom “X”. Sang ayah memiliki baik kromosom “X” maupun “Y”.
Jika pasangan penentu-seks yang cocok “XX”, maka anak perempuan. Jika “X-Y”, maka anak laki-laki. Jadi kita lihat bahwa kromosom tunggal yang diberikan oleh ayah dalam pasangan kromosom ini menentukan jenis kelamin anak. Ketika sampel darah yang diambil Ron Wyatt dari celah di langit-langit batu di atas Tutup Pendamaian diuji, itu berisi 24 kromosom …. 23 dari ibu dan satu kromosom “Y” dari Bapa (dalam kuasa Roh Kudus), total 24 kromosom.

Seperti Dr Dunkley Eugene menyatakan dalam artikelnya tentang genetika darah Kristus, 24 kromosom adalah apa yang diharapkan jika seseorang dilahirkan dari seorang perawan. Ada 23 kromosom dari ibu dan satu kromosom “Y” dari ayah. Tapi ayah yang bukan seorang ayah manusia karena 22 kromosom lainnya dari pihak ayah yang hilang. Oleh karena itu keberadaan kromosom “Y” adalah setidaknya misteri, jika tidak suatu keajaiban.
Dalam 12 tahun sejak saya pertama kali mendengar karya dari Ron Wyatt, saya harus mendengarkan kritik yg mengatakan beberapa hal yang cukup luar biasa dalam upaya untuk menghalangi orang untuk percaya penemuan itu. Tapi ada satu klaim luar biasa yang secara khusus berlaku untuk diskusi ini.

Ron Wyatt menemukan Tabut Perjanjian pada tahun 1982. Selama 17 tahun berikutnya, sampai kematiannya pada tahun 1999, Ron menghabiskan banyak waktu di gua-gua di daerah lereng curam Kalvari. Kritikus telah benar-benar mengklaim bahwa jika Ron pernah membawa keluar “Tabut Perjanjian” atau Loh batu yg diakui sebagai Sepuluh Perintah Allah, kemungkinan adalah bahwa ia memproduksi mereka dalam gua itu selama 17 tahun.
Luar biasa, ya? Tapi kau tahu sesuatu, banyak orang akan memilih untuk percaya itu. Dan bahkan jika mereka tidak ingin percaya itu, akan meningkatkan unsur keraguan dalam pikiran mereka yang bisa mengurangi kesaksian bahwa Allah ingin memberi ketika Ia membawa hal-hal ini keluar. Yang benar adalah, karena tidak ada yang tahu persis seperti apa tampaknya Tabut Perjanjian sebenarnya, ada kemungkinan bahwa seseorang bisa membuat tabut palsu dan mengakui hal ini sebagai yang asli.
Aku tidak tahu di mana mereka akan mendapatkan emas yg banyak tetapi hal itu masih mungkin terjadi ….. terutama jika iblis membantu anda. Dan juga mungkin untuk membuat satu set Sepuluh Perintah palsu untuk alasan yang sama. Jadi, ketika hal-hal ini terungkap, bagaimana penemuan ini dikonfirmasi?

Kita telah melihat baru-baru ini, dalam beberapa penemuan arkeologi (kuburan Yakobus), bahwa artefak kuno dapat dipalsukan dan bahwa orang akan bersikap skeptis jika bukti keaslian tidak kuat. Jadi bagaimana penemuan Tabut dan Loh batu dikonfirmasi? Jawabannya OLEH DARAH!
Orang pintar bisa membuat tabut palsu dan menipu orang. Mereka dapat membuat satu set loh batu perintah palsu dan menyatakan sebagai yg asli. Tetapi bahkan dengan kecanggihan teknologi saat ini tidak dapat membuat darah manusia palsu. Darah ditemukan di Tutup Pendamaian dari Tabut Perjanjian, diuji secara forensik, akan menyediakan keaslian yg diperlukan untuk meyakinkan bahkan kritikus yg paling skeptispun TAPI berhati jujur.

Saya menyampaikan bahwa ketika Allah memberi penemuan Tabut kepada Ron Wyatt, pada saat yang sama Dia menyediakan kunci untuk otentikasi mengatasi segala keraguan. Hal ini penting karena ini akan menjadi bagian dari pembelaan terakhir Allah kepada dunia yang sekarat …. bahwa dengan darah-Nya Dia telah menebus dosa-dosa kita dan bahwa Darah penebusan ditempatkan di atas Tutup Pendamaian sebagai kesaksian yang hidup dan kekal akan apa yang telah Dia lakukan di Kalvari.

SUDAH SELESAI, HALELUYAH, AMIN.



Berikut ini Pendapat lain dari Klaim Raja Ethiopia, keturunan ke 270an dari Raja Salomo dan Ratu dari negeri Syeba, meski oleh para ahli diragukan kebenarannya.
Tabut perjanjian begitu erat hubungannya dengan pembangunan kembali bait suci bangsa Israel yang ke-3, masalahnya apakah tabut suci itu masih ada ??, jika tidak ada tentunya tidak mungkin ada pembangunann bait suci ke-3 Bangsa Israel pemuja YHWH. Ok berarti kita sepakat dulu kalau tabut perjanjian itu masih ada sampai hari ini. Masalahnya adalah ADA DIMANA ??

Tabut perjanjian sekarang SUDAH berada di negara Israel, pada tahun 1991 secara mengejutkan pemerintah Israel mencairkan dana sekitar 100 juta US$ untuk mengangkut sekitar 10.000 orang Yahudi Ethiopia atau biasa disebut black jews. Kenapa saya sebut-sebut Yahudi Ethiopia, ada apa dengan Ethiopia. Apakah tabut perjanjian YHWH ada disana ? bagaimana bisa ? bukankah pada Bait suci salomo sudah dihancurkan dan bangsa Israel di buang ke Babel. Dan banyak penelitian kalau sudah tidak ada lagi yang bisa ditemukan dari reruntuhan bait suci tersebut.
Nah ini dia kepingan puzzle yang perlu kita lihat dan selaraskan.
-Keturunan Ham
-Ratu Syeba
-Raja Salomo
-Raja Menelik I

Ham, adalah keturunan Nuh. Sem adalah si sulung, kemudian Yafet dan kemudian Ham sebagai si bungsu. Sem adalah Bapak dari mayoritas orang-orang kulit kuning (asia). Yafet kulit putih(eropa) dan Ham kulit hitam (afrika). Negara Afrika adalah negara budak pada masa imperialisme dan kolonialisme. Bisa jadi ini karena kutuk Nuh kepada Ham, karena Ham melihat Nuh telanjang dan mulutnya langsung”ember”.(baca kejadian 9)

Syeba, adalah suatu negri. Dikatakan dalam kitab I Raja-Raja kalau Salomo didatangi oleh Ratu negri Syeba. Bangsa Syeba ini adalah keturunan langsung dari Raema yang merupakan keturunan dari Ham (baca kejadian 10). Salomo memiliki 700 istri dan 300 gundik, pernahkah anda tahu nama salah satu istrinya?? tidak. Hanya Ratu Syeba yang pernah secara jelas dinyatakan sebagai istri dari seorang Raja Salomo.

Menelik I, siapakah Menelik ? Menelik adalah Pangeran negri Syeba pengganti dari Ratu Syeba. Menelik adalah buah hati Ratu Syeba dan Raja Salomo. Pengikut dan keutrunan dari Menelik inilah yang disebut sebagai orang Etiopia Yahudi. Orang Yahudi hitam keling pemuja YHWH. Menelik tumbuh besar dengan didikan ala Salomo, sebelum Salomo jatuh dalam penyembahan berhala. Karena Ratu Syeba meninggal, maka Menelik menjadi pewaris tahta dari Ratu Syeba.

Berdasarkan kitab sejarah resmi dari negara Etiopia yang lebih dikenal dengan nama “Glory of Kings” (Kebra-Nagast) disitu tercantum apa yg telah terjadi dengan tabut perjanjian tersebut. Ketika Ratu dari Syeba meninggal dunia Pangeran Menelik I pada saat itu sudah berusia 19 th. Ia berhasrat meninggalkan Yerusalem untuk kembali kenegara Ibunya untuk diangkat menjadi raja disana.
Sebelum ia berangkat, Raja Salomo telah memerintahkan para tukangnya untuk membuatkan duplikat dari Tabut Suci yang akan dihadiahkan kepada Pangeran Menelik I, sebab ia adalah putera dari istri kesayangannya – Ratu dari Syeba. Maklumlah Pangeran Menelik I telah dididik oleh Raja Salomo untuk percaya dan taat kepada Tuhan Allah.

Holy Tabernacle

Pada saat pesta perpisahan Pangeran Menelik I membunuh para imam penjaga Tabut Suci dengan minuman anggur yang sudah dicampur dengan racun. Dan ia membawa Tabut Suci yang asli ke Aksum (Etiopia) beserta para imam yang benar-benar taat kepada Tuhan Allah, karena ia melihat para istri dari Raja Salomo semuanya sudah tidak percaya kepada Tuhan Allah lagi, mereka semuanya sudah menjadi murtad dan berdosa terhadap Tuhan Allah, oleh sebab itulah Tabut Suci nya dicuri dan dibawa oleh dia kenegaranya. Sedangkan copy dari Tabut Suci yang seyogianya untuk dia, ditinggal olehnya di dalam bait suci. Para imam di dalam bait suci tidak bisa membedakan antara yang asli dan dan copy-annya. Pangeran Menelik I berangkat membawa Tabut Suci tersebut dengan catatan akan dikembalikan kembali ke Yerusalem pada saat bangsa Yahudi sudah tidak murtad lagi terhadap Tuhan Allah, ternyata sampai dengan 3000 tahun kemudian hal ini belum terjadi. Para Imam Israel dan Pangeran Menelik I menamakan dirinya sebagai “Betha Israel” dan sekarang mereka lebih dikenal sebagai suku Falasha. Keturunan dari Pangeran Menelik I memerintah negara Etiophia sehingga wafatnya Kaiser Heila Selassie di th 1975.

Mungkin anda tidak percaya bahwa sudah dari dahulu banyak sekali penganut agama Yahudi di negara Etiopia, bahkan ini tercantum di Alkitab Perjanjian Baru (Kis 8: 27) Pada waktu itu ada seorang pegawai istana Etiopia yang sedang dalam perjalanan pulang ke negerinya. Orang itu seorang pegawai tinggi yang bertanggung jawab atas semua kekayaan Kandake, ratu negeri Etiopia. Orang itu telah pergi ke Yerusalem untuk berbakti kepada Allah dan sekarang sedang kembali dengan keretanya. Sementara duduk di dalam kendaraannya itu ia membaca Buku Nabi Yesaya.
Bangsa Israel sebenarnya sudah mengetahui hal ini bahkan pernah di muat di majalah B’nai B’rith Messenger, bahkan Anda bisa membaca di Encyclopedia Britannica satu artikel: It (Aksum-Aduwa) contains the ancient church where according to tradition, the Tabot, or Ark of the Convenant brought from Jerusalem by the son of Salomon and the Queen of Sheba, was deposited and is still supposed to rest.

Bahkan sudah tercantum di dalam Alkitab bahwa pada suatu saat Tabut Allah akan dibawa kembali dari negara Etiopia ke Yerusalem (Yesaya 18,1,7)
Sebelum diangkut ke Yerusalem tahun, ternyata tabut suci tersebut ada di Aksum – kota bagian utara dari Etiopia. Tabut tersebut sudah disimpan disana sejak sekitar 3.000 th yang lampau, sejak kerajaan Salomo. Disimpan di dalam satu tempat rahasia, di dalam gua dibawah tanah dari gereja “Zion of Mary”. Gua tersebut dijaga dengan ketat oleh para imam dari keturunan raja Israel.

Gereja St Mary Zion-AXUM

Tabut tersebut di simpan di dalam ruangan yang di kelilingi oleh tujuh tembok. Hanya ruangan dari tembok pertama sampai dengan ke empat bisa digunakan untuk berdoa oleh para imam disana. Dan untuk ruangan ke lima maupun ke enam hanya boleh dimasuki oleh para tetua imam saja. Sedangkan yg boleh masuk keruangan paling dalam atau ruangan ketujuh dimana tabut tersebut disimpan, hanya seorang imam pilihan saja, yakni yang menjadi penjaga dari tabut suci tersebut.
Imam penjaga tabut, tidak diperkenankan keluar dari gua tersebut, bahkan ia hanya diperbolehkan keluar sampai dengan keruangan ke enam saja, untuk mengambil makanan/minuman yg dibawakan oleh imam tetua lainnya. Ia harus tinggal diruangan tersebut selama hidupnya, bahkan ia harus puasa dan berdoa selama 225 hari dalam setahun. Apabila ia mati maka ia akan digantikan oleh imam pilihan lainnya.