Selasa, 06 Agustus 2013

Khotbah di Atas Bukit Menurut Injil Lukas 6:12-49.

Pada pembahasan 'Khotbah di atas Bukit menurut Injil Matius 5:1-12' yang telah diuraikan, memberikan pengetahuan tentang pengajaran Tuhan Yesus. Dengan Sepuluh Perintah Berbahagia dalam khotbah di atas bukit yang diberitakan Tuhan Yesus itu, Ia memberikan petunjuk bagi orang beriman tentang bagaimana mereka harus memulai (start) hidup yang benar, dan sejauh mana perjalanan iman yang harus mereka lalui sampai batas akhirnya (finish).  'Khotbah di atas Bukit menurut Injil Matius' mempunyai pesan bahwa "Yesus Kristus adalah nabi yang dijanjikan TUHAN yang akan ditimbulkan dari antara bangsa Israel, dimana nabi itu juga  mempunyai kuasa mengadakan mukjizat seperti nabi Musa (Ul.18:15).

Ul.18:15 Seorang nabi dari tengah-tengahmu, dari antara saudara-saudaramu, sama seperti aku, akan dibangkitkan bagimu oleh TUHAN (Yahweh), Allahmu; dialah yang harus kamu dengarkan.

Sebagai lanjutan dari pembahasan  'Khotbah di atas Bukit menurut Injil Matius', dibawah ini akan dibahas 'Khotbah di atas Bukit menurut Injil Lukas' yang berbentuk laporan yang teliti dan seksama kepada seorang pembesar negara, yaitu Teofilus yang mulia (Luk.1:1-4); yang pada waktu dokter Lukas menulis Injilnya belum menjadi pengikut Kristus. Karena Lukas adalah seorang dokter maka laporan yang dibuatnya tentu sesuai dengan (mendekati) kenyataan yang terjadi, walaupun ia tidak menjadi saksi mata secara langsung.


Luk.1:1-4. Teofilus yang mulia, Banyak orang telah berusaha menyusun suatu berita tentang peristiwa-peristiwa yang telah terjadi di antara kita, seperti yang disampaikan kepada kita oleh mereka, yang dari semula adalah saksi mata dan pelayan Firman. Karena itu, setelah aku menyelidiki segala peristiwa itu dengan seksama dari asal mulanya, aku mengambil keputusan untuk membukukannya dengan teratur bagimu, supaya engkau dapat mengetahui, bahwa segala sesuatu yang diajarkan kepadamu sungguh benar. 

Menurut laporan dokter Lukas, setelah Tuhan Yesus Kristus berdoa semalam-malaman di atas bukit, Ia memilih dua belas orang dari murid-murid Nya, lalu turun dan berhenti di tanah yang datar dimana telah berkumpul murid-murid lain yang jumlahnya tidak disebutkan, kemungkinan karena jumlahnya banyak dan bercampur dengan banyak orang lain yang datang dari selatan (yaitu dari seluruh Yudea dan Yerusalem) dan dari utara (yaitu Tirus dan Sidon). Dan setelah Ia menyembuhkan banyak orang sakit dan mengusir setan yang merasuki orang (Luk.6:12-19), Ia mengajar murid-murid Nya dan orang banyak yang hadir disana (Luk.6:20-26).

Luk.6:12-19. Pada waktu itu pergilah Yesus ke bukit untuk berdoa dan semalam-malaman Ia berdoa kepada Allah. Ketika hari siang, Ia memanggil murid-murid-Nya kepada-Nya, lalu memilih dari antara mereka dua belas orang, yang disebut-Nya rasul: Simon yang juga diberi-Nya nama Petrus, dan Andreas saudara Simon, Yakobus dan Yohanes, Filipus dan Bartolomeus, Matius dan Tomas, Yakobus anak Alfeus, dan Simon yang disebut orang Zelot, Yudas anak Yakobus, dan Yudas Iskariot yang kemudian menjadi pengkhianat. Lalu Ia turun dengan mereka dan berhenti pada suatu tempat yang datar: di situ berkumpul sejumlah besar dari murid-murid-Nya dan banyak orang lain yang datang dari seluruh Yudea dan dari Yerusalem dan dari daerah pantai Tirus dan Sidon. Mereka datang untuk mendengarkan Dia dan untuk disembuhkan dari penyakit mereka; juga mereka yang dirasuk oleh roh-roh jahat beroleh kesembuhan. Dan semua orang banyak itu berusaha menjamah Dia, karena ada kuasa yang keluar dari pada-Nya dan semua orang itu disembuhkan-Nya.

Luk.6:20-26. Lalu Yesus memandang murid-murid-Nya dan berkata: 
"Berbahagialah, hai kamu yang miskin, karena kamulah yang empunya Kerajaan Allah.
Berbahagialah, hai kamu yang sekarang ini lapar, karena kamu akan dipuaskan.
Berbahagialah, hai kamu yang sekarang ini menangis, karena kamu akan tertawa. 
Berbahagialah kamu, jika karena Anak Manusia orang membenci kamu, dan jika mereka mengucilkan kamu, dan mencela kamu serta menolak namamu sebagai sesuatu yang jahat. 
Bersukacitalah pada waktu itu dan bergembiralah, sebab sesungguhnya, upahmu besar di sorga; karena secara demikian juga nenek moyang mereka telah memperlakukan para nabi. 
Tetapi celakalah kamu, hai kamu yang kaya, karena dalam kekayaanmu kamu telah memperoleh penghiburanmu. 
Celakalah kamu, yang sekarang ini kenyang, karena kamu akan lapar.
Celakalah kamu, yang sekarang ini tertawa, karena kamu akan berdukacita dan menangis. 
Celakalah kamu, jika semua orang memuji kamu; karena secara demikian juga nenek moyang mereka telah memperlakukan nabi-nabi palsu." 

Pada kesempatan itu Tuhan Yesus Kristus mengumumkan lima kalimat 'Berbahagia' dan empat kalimat 'Celaka' sebagai negasinya. Lima kalimat 'Berbahagia' yang dimaklumatkan Tuhan Yesus adalah tentang keadaan yang akan dialami oleh murid-murid Nya. Dikatakan Nya bahwa memang di dalam dunia ini murid-murid akan mengalami keadaan yang tidak menyenangkan secara duniawi, tetapi hal itu tidak akan sia-sia karena akan diberikan kepadanya hal-hal yang menyenangkannya jiwanya (secara roh). Sebaliknya orang yang hidup dengan mengikuti keinginan dagingnya, menuruti hawa nafsu duniawi, akan menemukan bahwa apa yang dinikmatinya itu tidak memberikan kepadanya kesenangan secara roh, tetapi mengakibatkannya celaka, karena ia mendapatkan banyak masalah dalam hidupnya, baik yang berkenaan dengan jasmani (sakit penyakit, penipuan, pencurian, perampokan, perseteruan, perjinahan, pelacuran,  perceraian, sampai pembunuhan) maupun rohani (jiwanya tidak tenang, stres, frustrasi, putus asa, sampai sakit jiwa).

Dan selanjutnya Tuhan Yesus Kristus mengajarkan bagaimana mereka harus bertingkah laku dalam hidupnya supaya tidak menjadi seorang yang mendapatkan celaka itu. 

1. Murid Tuhan Yesus Kristus harus bermurah hati, yaitu: membalas perbuatan jahat orang lain kepadanya dengan  perbuatan yang baik dengan penuh keikhlasan dan mau melayani dengan sepenuh kemampuannya sampai melebihi yang diminta atau diharapkan orang, bukan berdasarkan balas jasa atau dengan mengharapkan balasan yang sama atas apa yang dilakukannya (Luk.6:27-36). 

Luk.6:27-36. "Tetapi kepada kamu, yang mendengarkan Aku, Aku berkata: Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu; mintalah berkat bagi orang yang mengutuk kamu; berdoalah bagi orang yang mencaci kamu. Barangsiapa menampar pipimu yang satu, berikanlah juga kepadanya pipimu yang lain, dan barangsiapa yang mengambil jubahmu, biarkan juga ia mengambil bajumu. Berilah kepada setiap orang yang meminta kepadamu; dan janganlah meminta kembali kepada orang yang mengambil kepunyaanmu. Dan sebagaimana kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah juga demikian kepada mereka. 
Dan jikalau kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah jasamu? Karena orang-orang berdosapun mengasihi juga orang-orang yang mengasihi mereka. Sebab jikalau kamu berbuat baik kepada orang yang berbuat baik kepada kamu, apakah jasamu? Orang-orang berdosapun berbuat demikian. 
Dan jikalau kamu meminjamkan sesuatu kepada orang, karena kamu berharap akan menerima sesuatu dari padanya, apakah jasamu? Orang-orang berdosapun meminjamkan kepada orang-orang berdosa, supaya mereka menerima kembali sama banyak. 
Tetapi kamu, kasihilah musuhmu dan berbuatlah baik kepada mereka dan pinjamkan dengan tidak mengharapkan balasan, maka upahmu akan besar dan kamu akan menjadi anak-anak Allah Yang Mahatinggi, sebab Ia baik terhadap orang-orang yang tidak tahu berterima kasih dan terhadap orang-orang jahat. Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati."

2. Murid Tuhan Yesus harus bisa menjadi teladan bagi orang lain, bukan hanya mengajar orang lain tetapi dirinya sendiri tidak bisa melakukannya, karena Tuhan akan mengukur dirinya menurut ukuran yang dibuatnya atau yang diajarkannya itu (Luk.6:37-42)

Luk.6:37-42. "Janganlah kamu menghakimi, maka kamupun tidak akan dihakimi. Dan janganlah kamu menghukum, maka kamupun tidak akan dihukum; ampunilah dan kamu akan diampuni. 
Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu." 
Yesus mengatakan pula suatu perumpamaan kepada mereka: "Dapatkah orang buta menuntun orang buta? Bukankah keduanya akan jatuh ke dalam lobang? Seorang murid tidak lebih dari pada gurunya, tetapi barangsiapa yang telah tamat pelajarannya akan sama dengan gurunya. Mengapakah engkau melihat selumbar di dalam mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu sendiri tidak engkau ketahui? 
Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu: Saudara, biarlah aku mengeluarkan selumbar yang ada di dalam matamu, padahal balok yang di dalam matamu tidak engkau lihat? Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu." 


3. Murid Tuhan Yesus harus melakukan dua pelajaran di atas dengan segenap hati, tidak melakukannya karena terpaksa, atau supaya dinilai baik oleh orang, atau untuk mendapat sesuatu yang diinginkannya dari seseorang. Penekanan pelajaran pertama pada 'perbuatan' (Mat.6:46-49) dan pelajaran ke dua menekankan pada 'perkataan' (Luk.6:43-45), kedua pelajaran itu tidak cukup hanya dilakukan dengan menggunakan ukuran manusia, tetapi harus menggunakan ukuran Tuhan, yaitu:  "ukuran yang sesuai dengan suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar".

Luk.6:43-45. "Karena tidak ada pohon yang baik yang menghasilkan buah yang tidak baik, dan juga tidak ada pohon yang tidak baik yang menghasilkan buah yang baik. Sebab setiap pohon dikenal pada buahnya. Karena dari semak duri orang tidak memetik buah ara dan dari duri-duri tidak memetik buah anggur. 
Orang yang baik mengeluarkan barang yang baik dari perbendaharaan hatinya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan barang yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat. Karena yang diucapkan mulutnya, meluap dari hatinya." 

Luk..6:46-49. "Mengapa kamu berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, padahal kamu tidak melakukan apa yang Aku katakan? Setiap orang yang datang kepada-Ku dan mendengarkan perkataan-Ku serta melakukannya--Aku akan menyatakan kepadamu dengan siapa ia dapat disamakan--, ia sama dengan seorang yang mendirikan rumah: Orang itu menggali dalam-dalam dan meletakkan dasarnya di atas batu. Ketika datang air bah dan banjir melanda rumah itu, rumah itu tidak dapat digoyahkan, karena rumah itu kokoh dibangun. Akan tetapi barangsiapa mendengar perkataan-Ku, tetapi tidak melakukannya, ia sama dengan seorang yang mendirikan rumah di atas tanah tanpa dasar. Ketika banjir melandanya, rumah itu segera rubuh dan hebatlah kerusakannya."

Dari pelajaran di atas dapat ditarik satu kesimpulan bahwa setiap murid Tuhan Yesus Kristus harus mendahulukan perbuatan atau melakukan firman Tuhan sebelum ia mengeluarkan perkataan untuk mengajar orang lain. Hal ini adalah sesuai dengan nasihat raja Daud (Mzm.119:105) dan nasihat rasul Petrus (2 Ptr.1:5-7). 

Mzm.119:105. Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.

Dimana dengan kalimat ini raja Daud memberitahukan agar setiap orang yang mengikut Tuhan mau melangkahkan kakinya menurut terang firman Tuhan yang diperolehnya, sehingga ia akan mendapatkan penerangan firman Tuhan selanjutnya. Seorang murid yang mengikut Tuhan dengan cara demikian secara terus menerus otomatis akan mendapat pengetahuan firman Tuhan yang benar dan sempurna seperti yang dikehendaki Nya. Dan pengetahuannya itu dapat berguna untuk mengajar ketika ia dalam pelayanan kepada orang-orang percaya.
 

2 Ptr.1:5-7. Justru karena itu kamu harus dengan sungguh-sungguh berusaha untuk menambahkan kepada imanmu kebajikan, dan kepada kebajikan pengetahuan, dan kepada pengetahuan penguasaan diri, kepada penguasaan diri ketekunan, dan kepada ketekunan kesalehan, dan kepada kesalehan kasih akan saudara-saudara, dan kepada kasih akan saudara-saudara kasih akan semua orang. 


Rasul Petrus pada masa tuanya menulis surat untuk memberi nasihat kepada jemaat agar mereka meningkatkan imannya dengan perbuatan-perbuatan baik mulai dari yang ditujukan pada dirinya sendiri sampai  kepada semua orang, sehingga pengetahuan mereka tentang firman Tuhan bertambah terus sampai sempurna.*

*Keterangan tentang topik ini lihat: Pertumbuhan Iman Kristiani (5)


Sabtu, 03 Agustus 2013

Apakah Tuhan yang membuat orang bisu, buta dan tuli ?

Tetapi TUHAN berfirman kepadanya: "Siapakah yang membuat lidah manusia, siapakah yang membuat orang bisu atau tuli, membuat orang melihat atau buta; bukankah Aku, yakni TUHAN? (Kel.4:11) 

Kalimat dalam Kitab Keluaran di atas memberikan pengertian bahwa Tuhan yang membuat orang menjadi buta, tuli dan bisu; pernyataan itu kontradiksi dengan pernyataan dalam  Kitab Kejadian yang menyatakan  TUHAN Allah menciptakan alam semesta berserta isinya dalam keadaan baik (Kej.1:17-18) dan bahkan manusia dikatakan amat baik (Kej.1:31). Kontradiksi kedua pernyataan kitab itu mungkin akan membingungkan pembaca yang teliti. Bila demikian, sebenarnya manakah yang salah dari kedua pernyataan itu, karena tidak mungkin kedua pernyataan itu benar.

Kej.1:17-18. Allah menaruh semuanya itu di cakrawala untuk menerangi bumi, dan untuk menguasai siang dan malam, dan untuk memisahkan terang dari gelap. Allah melihat bahwa semuanya itu baik.

Kej.1:31. Maka Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu, sungguh amat baik. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari keenam.

Untuk dapat menjawab pertanyaan di atas maka perlu diadakan satu penelitian terhadap teks dalam Kitab Keluaran itu (Kel.4:11) dan di bawah ini dikutipkan ayat yang sama dari Holy Bible versi KJV.

Kel.4:11. Tetapi TUHAN berfirman kepadanya: "Siapakah yang membuat lidah manusia, siapakah yang membuat orang bisu atau tuli, membuat orang melihat atau buta; bukankah Aku, yakni TUHAN?
(Alkitab Terjemahan Baru (TB) tahun 1974, LAI)

Ex.4:11. And the LORD said unto him.Who hath made man's mouth? or who maketh the dumb, or deaf, or seeing, or the blind? Who hath made man's mouth? or who maketh the dumb, or deaf, or seeing, or the blind? have not I the LORD? 
(The Holy Bible, King James Version, 1970,Thomas Nelson, Publishers)

Kel.4:11. Dan TUHAN berfirman kepadanya. Siapakah beroleh membuat mulut manusia? atau siapakah yang dijadikannya bisu, atau tuli, atau melihat, atau buta? bukankah Aku TUHAN?
(terjemahan kata perkata versi King James Version)


Teks Kitab Keluaran versi KJV diatas yang diterjemahkan mempunyai pengertian,  bahwa TUHAN berkata kepada Musa tentang siapa yang dapat membuat mulut manusia, atau  siapa saja dapat dijadikannya bisu, atau tuli, atau melihat, atau buta? dan pada akhir kalimat bertanya dengan gaya bahasa retoris: bukankah Aku TUHAN? jadi sangat berbeda dengan terjemahan Alkitab Terjemahan Baru (TB) yang menterjemahkannya dengan kalimat: bukankah Aku, yakni TUHAN?. Kalimat yang terakhir ini mempunyai andil besar membuat arti teks berubah sama sekali.

Dalam terjemahan LAI kesan yang timbul adalah bahwa TUHAN yang membuat orang menjadi bisu, tuli, melihat, atau buta. Sedangkan terjemahan menurut KJV memberi kesan bahwa TUHAN bisa saja menjadikan orang menjadi bisu, tuli, melihat, atau buta; karena Ia adalah TUHAN.

Untuk mendapat kepastian tentang apa yang dimaksud sebenarnya dengan teks itu perlu diteliti makna kata 'maketh' dalam KJV. Dalam The New Strong Exhaustive Concordance of Bible kata 'maketh' dalam bahasa Ibrani adalah 'siym' (7760) yang hanya digunakan pada lima ayat dalam PL, selain keluaran 4:11, empat ayat yang lain adalah:.

Ayb.41:22. (Job.41-31) Lubuk dibuatnya berbual-bual seperti periuk, laut dijadikannya tempat memasak campuran rempah-rempah.
(He maketh the deep to boil like a pot; he maketh the sea like a pot of ointment = terjemahan kata perkata: Ia menjadikan samudra mendidih seperti periuk; ia menjadikan laut seperti pot obat salep).

Mzm.40:3. (Ps.40-4) Ia memberikan nyanyian baru dalam mulutku untuk memuji Allah kita. Banyak orang akan melihatnya dan menjadi takut, lalu percaya kepada TUHAN.
(Blessed is that man that maketh the LORD his trust, and respecteth not the proud, nor such as turn aside to lies = terjemahan kata perkata; Yang menyenangkan adalah bila manusia menjadikan TUHAN kepercayaannya, dan dihormati tidak bangga, dan tidak menyimpang kepada kebohongan).

Mzm.107:41. tetapi orang miskin dibentengi-Nya terhadap penindasan, dan dibuat-Nya kaum-kaum mereka seperti kawanan domba banyaknya. 
(Yet setteth he the poor on high from affliction, and maketh him families like a flock = terjemahan kata perkata: Tapi ia yang miskin dibentengi  dari penindasan, dan dijadikan keluarganya seperti kumpulan domba).

Mzm.147:14. Ia memberikan kesejahteraan kepada daerahmu dan mengenyangkan engkau dengan gandum yang terbaik.
(He maketh peace in thy border and filleth thee with the finest of the wheat  = terjemahan kata perkata: Ia  menjadikan damai pada perbatasan daerahmu dan mengenyangkanmu dengan gandum yang terbaik).

Dari empat teks di atas jelas terlihat pemakaian kata bahasa Inggris: 'Maketh' atau kata bahasa Ibrani: 'siym' mempunyai arti pengandaian, bahwa Tuhan bisa saja menjadikan samudra mendidih; Tuhan bisa menjadikan TUHAN kepercayaan manusia; Tuhan bisa menjadikan keluarga seperti kumpulan domba; dan Tuhan bisa menjadikan damai pada daerah perbatasan. Semua yang diandaikan itu sebenarnya belum terjadi, biarpun Tuhan benar-benar bisa melakukan semua itu.

Sampai disini maka dapatlah diambil kesimpulan untuk menjawab pertanyaan tentang pernyataan manakah yang dapat dibenarkan diantara dua pernyataan itu (Kitab Kejadian dan Kitab Keluaran). Dari hasil penelitian yang telah dilakukan ternyata telah terjadi penterjemahan yang tidak tepat pada Keluaran 4:11 Alkitab Terjemahan Baru, yang mengakibatkan pembaca mempunyai pengertian yang  tidak sesuai dengan arti yang seharusnya dari teks aslinya. Terjemahan yang lebih sesuai seharusnya adalah:

Kel.4:11. Dan TUHAN berfirman kepadanya. "Siapakah dapat membuat mulut manusia? atau siapakah yang bisa menjadikan bisu, atau tuli, atau melihat, atau buta? bukankah Aku TUHAN?" 

Dengan penterjemahan ini maka pembaca Alkitab tidak lagi berpikir bahwa "TUHAN yang menjadikan orang bisu, buta dan tuli." Melainkan mengerti bahwa "TUHAN bisa saja menjadikan bisu, atau tuli, atau melihat, atau buta, karena Dia adalah TUHAN." Dengan demikian kontradiksi dalam Alkitab, yang disebabkan oleh penterjemahan yang kurang sesuai dengan teks aslinya, dapat dicegah.





Rabu, 31 Juli 2013

Penuh Roh


Pengertian 'Penuh Roh' atau 'Penuh dengan Roh Kudus' atau 'Dipenuhi dengan Roh Kudus' masih kabur di dalam pengajaran gereja, sehingga perlu adanya satu pengertian yang tegas apa yang dimaksudkannya. Ada gereja yang mengajarkan bahwa orang percaya yang 'penuh Roh' adalah mereka yang sudah mendapat karunia berbahasa Roh; dan ada gereja yang mengajarkan: ketika orang mengaku percaya bahwa Yesus adalah Tuhan dan Juruselamatnya kemudian mengalami hidup baru maka ia sudah penuh 'Roh Kudus'; tapi ada juga gereja yang tidak mengajarkan tentang hal kepenuhan Roh Kudus, karena menganggapnya sudah tidak sesuai lagi dengan jaman modern. Dengan adanya berbagai padangan gereja tentang hal 'kepenuhan Roh Kudus', maka ada pertanyaan yang harus dijawab orang beriman: "Apakah gereja perlu mengajarkan tentang hal 'kepenuhan Roh Kudus'?" dan bila jawabannya "perlu diajarkan" maka alasannya harus jelas dan dapat diterima jemaat. Tetapi bila jawabannya adalah "tidak perlu diajarkan" maka perlu pula ada penjelasan.

Adalah tidak mungkin gereja dapat menjawab pertanyaan diatas bila mereka belum tahu jelas tentang apa yang dimaksudkan dengan 'penuh Roh Kudus"; untuk mengetahuinya maka perlu diteliti lagi penjelasan Alkitab tentang hal ini. Dibawah ini dibuat daftar ringkasan mengenai hal 'penuh Roh Kudus'.
Dalam kitab Perjanjian Baru mengenai hal 'penuh Roh Kudus'  terpusat di dalam kitab 'Kisah Para Rasul' dan beberapa terdapat dalam Injil Lukas. Kesimpulannya adalah bahwa satu orang dokter Lukas saja yang telah memberikan perhatian mengenai hal ini, karena 'kitab Kisah Para Rasul' merupakan buku kedua dari 'Injil Lukas' dan dapat disebut juga 'Injil Lukas jilid dua'.

.Yohanes Pembaptis sejak dari dalam rahimnya penuh dengan Roh Kudus, sehingga ketika mendengar salam dari Maria melonjak kegirangan, dan Elizabet penuh dengan Roh Kudus kemudian bernubuat (Luk.1:11-16;  Luk.1:39-45);
.Yesus yang penuh Roh Kudus menjalani puasa di padang gurun (Luk.4:1-13);
.Orang-orang percaya yang berkumpul di loteng Yerusalem dipenuhi Roh Kudus lalu berbahasa Roh dan bernubuat  (Kis.2:1-4);
.Ketika Petrus penuh dengan Roh Kudus, ia bersaksi kepada orang banyak yang hadir (Kis.4:7-9);
.Ketika murid-murid sedang berkumpul dan berdoa, mereka dipenuhi Roh Kudus, lalu mereka memberitakan firman Allah dengan berani (Kis.4:31);
.Stefanus dipilih untuk pelayanan meja karena dinilai penuh Roh Kudus (Kis.6:1-5);
.Stefanus dengan penuh Roh melihat kemuliaan Allah (Kis.7:54-60);
.Petrus dan Yohanes menumpangkan tangan pada orang-orang Samaria, lalu menerima Roh Kudus (Kis.8:14-17);
.Ketika Petrus sedang berkhotbah Roh Kudus turun atas orang banyak, lalu mereka berbahasa roh (Kis.10:44-48);
.Murid-murid di Antiokia penuh Roh Kudus dan bersuka-cita (Kis.13:42-52);
.Paulus menumpangkan tangan pada murid-murid yang berjumlah dua belas orang, dan mereka berbahasa roh dan bernubuat (Kis.19:1-7).

Dari daftar di atas dapat disimpulkan bahwa dokter Lukas menulis pesan kepada pembaca Injilnya yaitu Theofilus (karena Injil Lukas ditulis untuknya), bahwa pengikut Kristus yang bersaksi dan melakukan perbuatan ajaib (berbahasa Roh, bernubuat, melihat kemuliaan Allah (karunia membedakan roh) = karunia Roh; dan   bersuka-cita = buah Roh) adalah karena Roh Kudus yang telah bekerja di dalam diri orang-orang sederhana itu. Dan Roh Kudus itu adalah Roh Allah sendiri yang telah dijanjikan oleh Yesus Kristus, yang telah diketahui oleh orang banyak dan telah divonis dengan hukuman salib di bukit Golgota sampai mati.

Setelah mengerti pesan dokter Lukas demikian maka sudah dapat ditarik kesimpulan untuk digunakan sebagai dasar pengajaran oleh gereja pada masa sekarang. Kesimpulannya adalah bahwa seorang beriman dikatakan 'penuh Roh Kudus' apabila dalam dirinya terlihat suatu fenomena atau suatu perbuatan yang dapat dilihat dan yang dapat dinilai oleh orang lain. Fenomena itu dapat berupa karakter yang mencerminkan buah Roh (Gal.5:22-23) dan adanya karunia-karunia Roh yang dipraktekkan orang percaya (1Kor.12:8-10).

Gal.5:22-23. Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.*

1 Kor.12:8-10. Sebab kepada yang seorang Roh memberikan karunia untuk berkata-kata dengan hikmat, dan kepada yang lain Roh yang sama memberikan karunia berkata-kata dengan pengetahuan. Kepada yang seorang Roh yang sama memberikan iman, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk menyembuhkan. Kepada yang seorang Roh memberikan kuasa untuk mengadakan mujizat, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk bernubuat, dan kepada yang lain lagi Ia memberikan karunia untuk membedakan bermacam-macam roh. Kepada yang seorang Ia memberikan karunia untuk berkata-kata dengan bahasa roh, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk menafsirkan bahasa roh itu.*

@ fenomena dalam PB
@ fenomena dalam PL
@ fenomena dalam PB dan PL
* Penjelasannya diuraikan dalam tulisan berjudul: 'Buah Roh' dan 'Bermacam-macam Karunia Roh Kudus'. 

Untuk mengetahui apakah kesimpulan dokter Lukas sudah sesuai atau belum dengan ajaran Tuhan maka perlu diadakan penyelidikan kitab-kitab Perjanjian Lama; ternyata disana ditemukan pula orang-orang yang 'dipenuhi Roh Kudus', yang dalam Perjanjian Lama dikatakan dengan istilah 'dipenuhi Roh Allah', yaitu: 

.Yusuf penuh dengan Roh Allah sehingga mempunyai hikmat (Kej.41:33-40); 
.Bezaleel bin Uri bin Hur, dari suku Yehuda, dipenuhi dengan Roh Allah sehingga mempunyai hikmat (Kel.31:1-5);  
.Saul kepenuhan Roh Allah, lalu bernubuat (1 Sam.10:10-11);
.Roh Allah hinggap pada tiga kelompok orang-orang suruhan Saul secara berturut-turut, sehingga merekapun kepenuhan seperti nabi (1 Sam.19:19-24);
.Elisa memberikan dua bagian Roh dari Elia, dan mereka melakukan banyak perbuatan mujizat  (2.Raj.2:1-18);
.Daniel dikatakan oleh raja Nebukadnezar sebagai orang yang penuh roh dewa yang kudus, karena mempunyai hikmat yang tidak dimiliki manusia (Dan. 4:4-37).

Dari laporan penulis-penulis kitab Perjanjian Lama mengenai hal 'penuh Roh' memberikan gambaran yang sama dengan pesan dokter Lukas dalam Injilnya (tentang fenomena yang terlihat yaitu: hikmat, nubuat dan mukjizat = karunia Roh); jadi seseorang yang mempraktekkan berbahasa Roh, bernubuat, hikmat dan mukjizat serta bersaksi tentang Tuhan Yesus disebut sebagai seorang yang 'penuh Roh'. Dengan demikian maka kesimpulan yang telah dibuat di atas sudah sesuai dengan Alkitab dan sesuai juga dengan janji Tuhan Yesus Kristus ketika Ia hendak terangkat ke sorga, bahwa ketika Roh Kudus turun ke atas orang percaya maka mereka akan menerima kuasa (Kis.1:6-9) dan akan melakukan perbuatan-perbuatan ajaib yang telah dilakukanNya (Yoh.14:12-14), dan juga bersaksi tentang Dia (Mrk.16:15-18).

Kis.1:6-9. Maka bertanyalah mereka yang berkumpul di situ: "Tuhan, maukah Engkau pada masa ini memulihkan kerajaan bagi Israel?" Jawab-Nya: "Engkau tidak perlu mengetahui masa dan waktu, yang ditetapkan Bapa sendiri menurut kuasa-Nya. Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi." Sesudah Ia mengatakan demikian, terangkatlah Ia disaksikan oleh mereka, dan awan menutup-Nya dari pandangan mereka.


Yoh.14:12. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu. Sebab Aku pergi kepada Bapa; dan apa juga yang kamu minta dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak. Jika kamu meminta sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya."

Mrk.16:15-18. Lalu Ia berkata kepada mereka: "Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum. Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh." 


Lampiran:

Daftar ayat-ayat Alkitab tentang 'penuh Roh'


Luk.1:11-16. Maka tampaklah kepada Zakharia seorang malaikat Tuhan berdiri di sebelah kanan mezbah pembakaran ukupan. Melihat hal itu ia terkejut dan menjadi takut. Tetapi malaikat itu berkata kepadanya: "Jangan takut, hai Zakharia, sebab doamu telah dikabulkan dan Elisabet, isterimu, akan melahirkan seorang anak laki-laki bagimu dan haruslah engkau menamai dia Yohanes.  Engkau akan bersukacita dan bergembira, bahkan banyak orang akan bersukacita atas kelahirannya itu.  Sebab ia akan besar di hadapan Tuhan dan ia tidak akan minum anggur atau minuman keras dan ia akan penuh dengan Roh Kudus mulai dari rahim ibunya;  ia akan membuat banyak orang Israel berbalik kepada Tuhan, Allah mereka, 

Luk.1:39-45. Beberapa waktu kemudian berangkatlah Maria dan langsung berjalan ke pegunungan menuju sebuah kota di Yehuda. Di situ ia masuk ke rumah Zakharia dan memberi salam kepada Elisabet. Dan ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya dan Elisabetpun penuh dengan Roh Kudus, lalu berseru dengan suara nyaring: "Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu. Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku? Sebab sesungguhnya, ketika salammu sampai kepada telingaku, anak yang di dalam rahimku melonjak kegirangan. Dan berbahagialah ia, yang telah percaya, sebab apa yang dikatakan kepadanya dari Tuhan, akan terlaksana."

Luk.4:1-13. Yesus, yang penuh dengan Roh Kudus, kembali dari sungai Yordan, lalu dibawa oleh Roh Kudus ke padang gurun. Di situ Ia tinggal empat puluh hari lamanya dan dicobai Iblis. Selama di situ Ia tidak makan apa-apa dan sesudah waktu itu Ia lapar. Lalu berkatalah Iblis kepada-Nya: "Jika Engkau Anak Allah, suruhlah batu ini menjadi roti." Jawab Yesus kepadanya: "Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja." Kemudian ia membawa Yesus ke suatu tempat yang tinggi dan dalam sekejap mata ia memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia. Kata Iblis kepada-Nya: "Segala kuasa itu serta kemuliaannya akan kuberikan kepada-Mu, sebab semuanya itu telah diserahkan kepadaku dan aku memberikannya kepada siapa saja yang kukehendaki. Jadi jikalau Engkau menyembah aku, seluruhnya itu akan menjadi milik-Mu." Tetapi Yesus berkata kepadanya: "Ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!" Kemudian ia membawa Yesus ke Yerusalem dan menempatkan Dia di bubungan Bait Allah, lalu berkata kepada-Nya: "Jika Engkau Anak Allah, jatuhkanlah diri-Mu dari sini ke bawah,  sebab ada tertulis: Mengenai Engkau, Ia akan memerintahkan malaikat-malaikat-Nya untuk melindungi Engkau, dan mereka akan menatang Engkau di atas tangannya, supaya kaki-Mu jangan terantuk kepada batu." Yesus menjawabnya, kata-Nya: "Ada firman: Jangan engkau mencobai Tuhan, Allahmu!" Sesudah Iblis mengakhiri semua pencobaan itu, ia mundur dari pada-Nya dan menunggu waktu yang baik.  

Kis.2:1-4. Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di satu tempat. Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk; dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing. Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.

Kis.4:7-9. Lalu Petrus dan Yohanes dihadapkan kepada sidang itu dan mulai diperiksa dengan pertanyaan ini: "Dengan kuasa manakah atau dalam nama siapakah kamu bertindak demikian itu?" Maka jawab Petrus, penuh dengan Roh Kudus: "Hai pemimpin-pemimpin umat dan tua-tua, jika kami sekarang harus diperiksa karena suatu kebajikan kepada seorang sakit dan harus menerangkan dengan kuasa manakah orang itu disembuhkan,

Kis.4:31. Dan ketika mereka sedang berdoa, goyanglah tempat mereka berkumpul itu dan mereka semua penuh dengan Roh Kudus, lalu mereka memberitakan firman Allah dengan berani.

Kis.6:1-5. Pada masa itu, ketika jumlah murid makin bertambah, timbullah sungut-sungut di antara orang-orang Yahudi yang berbahasa Yunani terhadap orang-orang Ibrani, karena pembagian kepada janda-janda mereka diabaikan dalam pelayanan sehari-hari. Berhubung dengan itu kedua belas rasul itu memanggil semua murid berkumpul dan berkata: "Kami tidak merasa puas, karena kami melalaikan Firman Allah untuk melayani meja. Karena itu, saudara-saudara, pilihlah tujuh orang dari antaramu, yang terkenal baik, dan yang penuh Roh dan hikmat, supaya kami mengangkat mereka untuk tugas itu, dan supaya kami sendiri dapat memusatkan pikiran dalam doa dan pelayanan Firman."
Usul itu diterima baik oleh seluruh jemaat, lalu mereka memilih Stefanus, seorang yang penuh iman dan Roh Kudus, dan Filipus, Prokhorus, Nikanor, Timon, Parmenas dan Nikolaus, seorang penganut agama Yahudi dari Antiokhia.

Kis.7:54-60. Ketika anggota-anggota Mahkamah Agama itu mendengar semuanya itu, sangat tertusuk hati mereka. Maka mereka menyambutnya dengan gertakan gigi. Tetapi Stefanus, yang penuh dengan Roh Kudus, menatap ke langit, lalu melihat kemuliaan Allah dan Yesus berdiri di sebelah kanan Allah. Lalu katanya: "Sungguh, aku melihat langit terbuka dan Anak Manusia berdiri di sebelah kanan Allah." Maka berteriak-teriaklah mereka dan sambil menutup telinga serentak menyerbu dia. Mereka menyeret dia ke luar kota, lalu melemparinya. Dan saksi-saksi meletakkan jubah mereka di depan kaki seorang muda yang bernama Saulus.  Sedang mereka melemparinya Stefanus berdoa, katanya: "Ya Tuhan Yesus, terimalah rohku." Sambil berlutut ia berseru dengan suara nyaring: "Tuhan, janganlah tanggungkan dosa ini kepada mereka!" Dan dengan perkataan itu meninggallah ia.

Kis.8:14-17. Ketika rasul-rasul di Yerusalem mendengar, bahwa tanah Samaria telah menerima firman Allah, mereka mengutus Petrus dan Yohanes ke situ. Setibanya di situ kedua rasul itu berdoa, supaya orang-orang Samaria itu beroleh Roh Kudus. Sebab Roh Kudus belum turun di atas seorangpun di antara mereka, karena mereka hanya dibaptis dalam nama Tuhan Yesus. Kemudian keduanya menumpangkan tangan di atas mereka, lalu mereka menerima Roh Kudus.

Kis.10:44-48. Ketika Petrus sedang berkata demikian, turunlah Roh Kudus ke atas semua orang yang mendengarkan pemberitaan itu. Dan semua orang percaya dari golongan bersunat yang menyertai Petrus, tercengang-cengang, karena melihat, bahwa karunia Roh Kudus dicurahkan ke atas bangsa-bangsa lain juga, sebab mereka mendengar orang-orang itu berkata-kata dalam bahasa roh dan memuliakan Allah. Lalu kata Petrus: "Bolehkah orang mencegah untuk membaptis orang-orang ini dengan air, sedangkan mereka telah menerima Roh Kudus sama seperti kita?" Lalu ia menyuruh mereka dibaptis dalam nama Yesus Kristus. Kemudian mereka meminta Petrus, supaya ia tinggal beberapa hari lagi bersama-sama dengan mereka.

Kis.13:42-52. Ketika Paulus dan Barnabas keluar, mereka diminta untuk berbicara tentang pokok itu pula pada hari Sabat berikutnya. Setelah selesai ibadah, banyak orang Yahudi dan penganut-penganut agama Yahudi yang takut akan Allah, mengikuti Paulus dan Barnabas; kedua rasul itu mengajar mereka dan menasihati supaya mereka tetap hidup di dalam kasih karunia Allah. Pada hari Sabat berikutnya datanglah hampir seluruh kota itu berkumpul untuk mendengar firman Allah. Akan tetapi, ketika orang Yahudi melihat orang banyak itu, penuhlah mereka dengan iri hati dan sambil menghujat, mereka membantah apa yang dikatakan oleh Paulus. Tetapi dengan berani Paulus dan Barnabas berkata: "Memang kepada kamulah firman Allah harus diberitakan lebih dahulu, tetapi kamu menolaknya dan menganggap dirimu tidak layak untuk beroleh hidup yang kekal. Karena itu kami berpaling kepada bangsa-bangsa lain. Sebab inilah yang diperintahkan kepada kami: Aku telah menentukan engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, supaya engkau membawa keselamatan sampai ke ujung bumi." Mendengar itu bergembiralah semua orang yang tidak mengenal Allah dan mereka memuliakan firman Tuhan; dan semua orang yang ditentukan Allah untuk hidup yang kekal, menjadi percaya. Lalu firman Tuhan disiarkan di seluruh daerah itu. Orang-orang Yahudi menghasut perempuan-perempuan terkemuka yang takut akan Allah, dan pembesar-pembesar di kota itu, dan mereka menimbulkan penganiayaan atas Paulus dan Barnabas dan mengusir mereka dari daerah itu. Akan tetapi Paulus dan Barnabas mengebaskan debu kaki mereka sebagai peringatan bagi orang-orang itu, lalu pergi ke Ikonium. Dan murid-murid di Antiokhia penuh dengan sukacita dan dengan Roh Kudus.

Kis.19:1-7. Ketika Apolos masih di Korintus, Paulus sudah menjelajah daerah-daerah pedalaman dan tiba di Efesus. Di situ didapatinya beberapa orang murid. Katanya kepada mereka: "Sudahkah kamu menerima Roh Kudus, ketika kamu menjadi percaya?" Akan tetapi mereka menjawab dia: "Belum, bahkan kami belum pernah mendengar, bahwa ada Roh Kudus." Lalu kata Paulus kepada mereka: "Kalau begitu dengan baptisan manakah kamu telah dibaptis?" Jawab mereka: "Dengan baptisan Yohanes." Kata Paulus: "Baptisan Yohanes adalah pembaptisan orang yang telah bertobat, dan ia berkata kepada orang banyak, bahwa mereka harus percaya kepada Dia yang datang kemudian dari padanya, yaitu Yesus." Ketika mereka mendengar hal itu, mereka memberi diri mereka dibaptis dalam nama Tuhan Yesus.  Dan ketika Paulus menumpangkan tangan di atas mereka, turunlah Roh Kudus ke atas mereka, dan mulailah mereka berkata-kata dalam bahasa roh dan bernubuat. Jumlah mereka adalah kira-kira dua belas orang. 

Kej.41:33-40. Oleh sebab itu, baiklah tuanku Firaun mencari seorang yang berakal budi dan bijaksana, dan mengangkatnya menjadi kuasa atas tanah Mesir. Baiklah juga tuanku Firaun berbuat begini, yakni menempatkan penilik-penilik atas negeri ini dan dalam ketujuh tahun kelimpahan itu memungut seperlima dari hasil tanah Mesir. Mereka harus mengumpulkan segala bahan makanan dalam tahun-tahun baik yang akan datang ini dan, di bawah kuasa tuanku Firaun, menimbun gandum di kota-kota sebagai bahan makanan, serta menyimpannya. Demikianlah segala bahan makanan itu menjadi persediaan untuk negeri ini dalam ketujuh tahun kelaparan yang akan terjadi di tanah Mesir, supaya negeri ini jangan binasa karena kelaparan itu." Usul itu dipandang baik oleh Firaun dan oleh semua pegawainya.
Lalu berkatalah Firaun kepada para pegawainya: "Mungkinkah kita mendapat orang seperti ini, seorang yang penuh dengan Roh Allah?" Kata Firaun kepada Yusuf: "Oleh karena Allah telah memberitahukan semuanya ini kepadamu, tidaklah ada orang yang demikian berakal budi dan bijaksana seperti engkau.
Engkaulah menjadi kuasa atas istanaku, dan kepada perintahmu seluruh rakyatku akan taat; hanya takhta inilah kelebihanku dari padamu." 

Kel.31:1-5. Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Lihat, telah Kutunjuk Bezaleel bin Uri bin Hur, dari suku Yehuda, dan telah Kupenuhi dia dengan Roh Allah, dengan keahlian dan pengertian dan pengetahuan, dalam segala macam pekerjaan, untuk membuat berbagai rancangan supaya dikerjakan dari emas, perak dan tembaga; untuk mengasah batu permata supaya ditatah; untuk mengukir kayu dan untuk bekerja dalam segala macam pekerjaan. 

1 Sam.10:10-11. Ketika mereka sampai di Gibea dari sana, maka bertemulah ia dengan serombongan nabi; Roh Allah berkuasa atasnya dan Saul turut kepenuhan seperti nabi di tengah-tengah mereka. Dan semua orang yang mengenalnya dari dahulu melihat dengan heran, bahwa ia bernubuat bersama-sama dengan nabi-nabi itu; lalu berkatalah orang banyak yang satu kepada yang lain: "Apakah gerangan yang terjadi dengan anak Kish itu? Apa Saul juga termasuk golongan nabi?

1 Sam.19:19-24. Ketika diberitahukan kepada Saul, demikian: "Ketahuilah, Daud ada di Nayot, dekat Rama,"  maka Saul mengirim orang-orang suruhan untuk mengambil Daud. Tetapi orang-orang ini melihat sekumpulan nabi kepenuhan, dengan dikepalai oleh Samuel. Dan Roh Allah hinggap pada orang-orang suruhan Saul, sehingga merekapun kepenuhan seperti nabi. Lalu hal itu diberitahukan kepada Saul; ia mengirim orang-orang suruhan yang lain, tetapi orang-orang itupun juga kepenuhan seperti nabi. Saul mengirim sekali lagi orang-orang suruhan, rombongan yang ketiga, dan orang-orang inipun juga kepenuhan. Lalu ia sendiri pergi ke Rama. Sesampainya ke dekat perigi besar yang di Sekhu, bertanyalah ia, katanya: "Di mana Samuel dan Daud?" Jawab orang: "Ada di Nayot, dekat Rama." Lalu pergilah ia ke sana, ke Nayot, dekat Rama dan pada diapun hinggaplah Roh Allah, dan selama ia melanjutkan perjalanannya ia kepenuhan seperti nabi, hingga ia sampai ke Nayot dekat Rama. Iapun menanggalkan pakaiannya, dan iapun juga kepenuhan di depan Samuel. Ia rebah terhantar dengan telanjang sehari-harian dan semalam-malaman itu. Itulah sebabnya orang berkata: "Apakah juga Saul termasuk golongan nabi?"

Bil.27:18-20. Lalu TUHAN berfirman kepada Musa: "Ambillah Yosua bin Nun, seorang yang penuh roh, letakkanlah tanganmu atasnya, suruhlah ia berdiri di depan imam Eleazar dan di depan segenap umat, lalu berikanlah kepadanya perintahmu di depan mata mereka itu  dan berilah dia sebagian dari kewibawaanmu, supaya segenap umat Israel mendengarkan dia.

2.Raj.2:1-18. Menjelang saatnya TUHAN hendak menaikkan Elia ke sorga dalam angin badai, Elia dan Elisa sedang berjalan dari Gilgal. Berkatalah Elia kepada Elisa: "Baiklah tinggal di sini, sebab TUHAN menyuruh aku ke Betel." Tetapi Elisa menjawab: "Demi TUHAN yang hidup dan demi hidupmu sendiri, sesungguhnya aku tidak akan meninggalkan engkau." Lalu pergilah mereka ke Betel. Pada waktu itu keluarlah rombongan nabi yang ada di Betel mendapatkan Elisa, lalu berkatalah mereka kepadanya: "Sudahkah engkau tahu, bahwa pada hari ini tuanmu akan diambil dari padamu oleh TUHAN terangkat ke sorga?" Jawabnya: "Aku juga tahu, diamlah!" Berkatalah Elia kepadanya: "Hai Elisa, baiklah tinggal di sini, sebab TUHAN menyuruh aku ke Yerikho." Tetapi jawabnya: "Demi TUHAN yang hidup dan demi hidupmu sendiri, sesungguhnya aku tidak akan meninggalkan engkau." Lalu sampailah mereka di Yerikho. Pada waktu itu mendekatlah rombongan nabi yang ada di Yerikho kepada Elisa serta berkata kepadanya: "Sudahkah engkau tahu, bahwa pada hari ini tuanmu akan diambil dari padamu oleh TUHAN terangkat ke sorga?" Jawabnya: "Aku juga tahu, diamlah!" Berkatalah Elia kepadanya: "Baiklah tinggal di sini, sebab TUHAN menyuruh aku ke sungai Yordan." Jawabnya: "Demi TUHAN yang hidup dan demi hidupmu sendiri, sesungguhnya aku tidak akan meninggalkan engkau." Lalu berjalanlah keduanya. Lima puluh orang dari rombongan nabi itu ikut berjalan, tetapi mereka berdiri memandang dari jauh, ketika keduanya berdiri di tepi sungai Yordan.  Lalu Elia mengambil jubahnya, digulungnya, dipukulkannya ke atas air itu, maka terbagilah air itu ke sebelah sini dan ke sebelah sana, sehingga menyeberanglah keduanya dengan berjalan di tanah yang kering.
Dan sesudah mereka sampai di seberang, berkatalah Elia kepada Elisa: "Mintalah apa yang hendak kulakukan kepadamu, sebelum aku terangkat dari padamu." Jawab Elisa: "Biarlah kiranya aku mendapat dua bagian dari rohmu." Berkatalah Elia: "Yang kauminta itu adalah sukar. Tetapi jika engkau dapat melihat aku terangkat dari padamu, akan terjadilah kepadamu seperti yang demikian, dan jika tidak, tidak akan terjadi." Sedang mereka berjalan terus sambil berkata-kata, tiba-tiba datanglah kereta berapi dengan kuda berapi memisahkan keduanya, lalu naiklah Elia ke sorga dalam angin badai. Ketika Elisa melihat itu, maka berteriaklah ia: "Bapaku, bapaku! Kereta Israel dan orang-orangnya yang berkuda!" Kemudian tidak dilihatnya lagi, lalu direnggutkannya pakaiannya dan dikoyakkannya menjadi dua koyakan.
Sesudah itu dipungutnya jubah Elia yang telah terjatuh, lalu ia berjalan hendak pulang dan berdiri di tepi sungai Yordan. Ia mengambil jubah Elia yang telah terjatuh itu, dipukulkannya ke atas air itu sambil berseru: "Di manakah TUHAN, Allah Elia?" Ia memukul air itu, lalu terbagi ke sebelah sini dan ke sebelah sana, maka menyeberanglah Elisa. Ketika rombongan nabi yang dari Yerikho itu melihat dia dari jauh, mereka berkata: "Roh Elia telah hinggap pada Elisa." Mereka datang menemui dia, lalu sujudlah mereka kepadanya sampai ke tanah. Mereka berkata: "Coba lihat! Di antara hamba-hambamu ini ada lima puluh orang laki-laki, orang-orang tangkas. Biarlah mereka itu pergi mencari tuanmu, jangan-jangan ia diangkat oleh Roh TUHAN dan dilemparkan-Nya ke atas salah satu gunung atau ke dalam salah satu lembah." Elisa menjawab: "Janganlah suruh pergi!" Tetapi ketika mereka mendesak-desak dia sampai memalukan, maka berkatalah ia: "Suruhlah pergi!" Mereka menyuruh lima puluh orang. Orang-orang ini mencari tiga hari lamanya, tetapi tidak bertemu dengan Elia. Ketika mereka kembali kepada Elisa yang masih tinggal di kota Yerikho, berkatalah ia kepada mereka: "Bukankah telah kukatakan kepadamu: Jangan pergi?" 

Dan. 4:4-37. Aku, Nebukadnezar, diam dalam rumahku dengan tenang dan hidup dengan senang dalam istanaku; lalu aku mendapat mimpi yang mengejutkan aku, dan khayalanku di tempat tidurku serta penglihatan-penglihatan yang kulihat menggelisahkan aku. Maka aku mengeluarkan titah, bahwa semua orang bijaksana di Babel harus dibawa menghadap aku, supaya mereka memberitahukan kepadaku makna mimpi itu. Kemudian orang-orang berilmu, ahli jampi, para Kasdim dan ahli nujum datang menghadap dan aku menceritakan kepada mereka mimpi itu, tetapi mereka tidak dapat memberitahukan maknanya kepadaku.
Pada akhirnya Daniel datang menghadap aku, yakni Daniel yang dinamai Beltsazar menurut nama dewaku, dan yang penuh dengan roh para dewa yang kudus. Lalu kuceritakan kepadanya mimpi itu: Hai Beltsazar, kepala orang-orang berilmu! Aku tahu, bahwa engkau penuh dengan roh para dewa yang kudus, dan bahwa tidak ada rahasia yang sukar bagimu! Sebab itu inilah riwayat penglihatan mimpi yang kudapat, maka ceritakanlah kepadaku maknanya. Adapun penglihatan yang kudapat di tempat tidurku itu, demikian: di tengah-tengah bumi ada sebatang pohon yang sangat tinggi; pohon itu bertambah besar dan kuat, tingginya sampai ke langit, dan dapat dilihat sampai ke ujung seluruh bumi. Daun-daunnya indah, buahnya berlimpah-limpah, padanya ada makanan bagi semua yang hidup; di bawahnya binatang-binatang di padang mencari tempat bernaung dan di dahan-dahannya bersarang burung-burung di udara, dan segala makhluk mendapat makanan dari padanya. Kemudian dalam penglihatan yang kudapat di tempat tidurku itu tampak seorang penjaga, seorang kudus, turun dari langit; ia berseru dengan nyaring, demikian katanya: Tebanglah pohon itu dan potonglah dahan-dahannya, gugurkanlah daun-daunnya dan hamburkanlah buah-buahnya! Biarlah binatang-binatang lari dari bawahnya dan burung-burung dari dahan-dahannya! Tetapi biarkanlah tunggulnya tinggal di dalam tanah, terikat dengan rantai dari besi dan tembaga, di rumput muda di padang; biarlah ia dibasahi dengan embun dari langit dan bersama-sama dengan binatang-binatang mendapat bagiannya dari rumput di bumi! Biarlah hati manusianya berubah dan diberikan kepadanya hati binatang. Demikianlah berlaku atasnya sampai tujuh masa berlalu. Titah ini adalah menurut putusan para penjaga dan hal ini menurut perkataan orang-orang kudus, supaya orang-orang yang hidup tahu, bahwa Yang Mahatinggi berkuasa atas kerajaan manusia dan memberikannya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, bahkan orang yang paling kecil sekalipun dapat diangkat-Nya untuk kedudukan itu. Itulah mimpi yang telah kudapat, aku, raja Nebukadnezar; sekarang engkau, Beltsazar, katakanlah kepadaku maknanya, sebab semua orang bijaksana dari kerajaanku tidak dapat memberitahukan maknanya kepadaku; tetapi engkaulah yang sanggup, karena engkau penuh dengan roh para dewa yang kudus!" 

Lalu berdirilah Daniel yang namanya Beltsazar, tercengang beberapa saat, pikiran-pikirannya menggelisahkan dia. Berkatalah raja: "Beltsazar, janganlah mimpi dan maknanya itu menggelisahkan engkau!" Beltsazar menjawab: "Tuanku, biarlah mimpi itu tertimpa atas musuh tuanku dan maknanya atas seteru tuanku!
Pohon yang tuanku lihat itu, yang bertambah besar dan kuat, yang tingginya sampai ke langit dan yang terlihat sampai ke seluruh bumi, yang daun-daunnya indah dan buahnya berlimpah-limpah dan padanya ada makanan bagi semua yang hidup, yang di bawahnya ada binatang-binatang di padang dan di dahan-dahannya bersarang burung-burung di udara--tuankulah itu, ya raja, tuanku yang telah bertambah besar dan kuat, yang kebesarannya bertambah sampai ke langit, dan yang kekuasaannya sampai ke ujung bumi! Tentang yang tuanku raja lihat, yakni seorang penjaga, seorang kudus, yang turun dari langit, sambil berkata: Tebanglah pohon ini dan binasakanlah dia, tetapi biarkanlah tunggulnya ada di dalam tanah, terikat dengan rantai dari besi dan tembaga, di rumput muda di padang, dan biarlah ia dibasahi dengan embun dari langit dan mendapat bagiannya bersama-sama dengan binatang-binatang di padang, hingga sudah berlaku yang demikian atasnya sampai tujuh masa berlalu--inilah maknanya, ya raja, dan inilah putusan Yang Mahatinggi mengenai tuanku raja: tuanku akan dihalau dari antara manusia dan tempat tinggal tuanku akan ada di antara binatang-binatang di padang; kepada tuanku akan diberikan makanan rumput, seperti kepada lembu, dan tuanku akan dibasahi dengan embun dari langit; dan demikianlah akan berlaku atas tuanku sampai tujuh masa berlalu, hingga tuanku mengakui, bahwa Yang Mahatinggi berkuasa atas kerajaan manusia dan memberikannya kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Yang dikatakan tentang membiarkan tunggul pohon itu, berarti: kerajaan tuanku akan kembali tuanku pegang segera sesudah tuanku mengakui, bahwa Sorgalah yang mempunyai kekuasaan. Jadi, ya raja, biarlah nasihatku berkenan pada hati tuanku: lepaskanlah diri tuanku dari pada dosa dengan melakukan keadilan, dan dari pada kesalahan dengan menunjukkan belas kasihan terhadap orang yang tertindas; dengan demikian kebahagiaan tuanku akan dilanjutkan!" 

Semuanya itu terjadi atas raja Nebukadnezar; sebab setelah lewat dua belas bulan, ketika ia sedang berjalan-jalan di atas istana raja di Babel, berkatalah raja: "Bukankah itu Babel yang besar itu, yang dengan kekuatan kuasaku dan untuk kemuliaan kebesaranku telah kubangun menjadi kota kerajaan?" Raja belum habis bicara, ketika suatu suara terdengar dari langit: "Kepadamu dinyatakan, ya raja Nebukadnezar, bahwa kerajaan telah beralih dari padamu; engkau akan dihalau dari antara manusia dan tempat tinggalmu akan ada di antara binatang-binatang di padang; kepadamu akan diberikan makanan rumput seperti kepada lembu; dan demikianlah akan berlaku atasmu sampai tujuh masa berlalu, hingga engkau mengakui, bahwa Yang Mahatinggi berkuasa atas kerajaan manusia dan memberikannya kepada siapa yang dikehendaki-Nya!" Pada saat itu juga terlaksanalah perkataan itu atas Nebukadnezar, dan ia dihalau dari antara manusia dan makan rumput seperti lembu, dan tubuhnya basah oleh embun dari langit, sampai rambutnya menjadi panjang seperti bulu burung rajawali dan kukunya seperti kuku burung.

Tetapi setelah lewat waktu yang ditentukan, aku, Nebukadnezar, menengadah ke langit, dan akal budiku kembali lagi kepadaku. Lalu aku memuji Yang Mahatinggi dan membesarkan dan memuliakan Yang Hidup kekal itu, karena kekuasaan-Nya ialah kekuasaan yang kekal dan kerajaan-Nya turun-temurun. Semua penduduk bumi dianggap remeh; Ia berbuat menurut kehendak-Nya terhadap bala tentara langit dan penduduk bumi; dan tidak ada seorangpun yang dapat menolak tangan-Nya dengan berkata kepada-Nya: "Apa yang Kaubuat?" Pada waktu akal budiku kembali kepadaku, kembalilah juga kepadaku kebesaran dan kemuliaanku untuk kemasyhuran kerajaanku. Para menteriku dan para pembesarku menjemput aku lagi; aku dikembalikan kepada kerajaanku, bahkan kemuliaan yang lebih besar dari dahulu diberikan kepadaku. Jadi sekarang aku, Nebukadnezar, memuji, meninggikan dan memuliakan Raja Sorga, yang segala perbuatan-Nya adalah benar dan jalan-jalan-Nya adalah adil, dan yang sanggup merendahkan mereka yang berlaku congkak.

Dan.5:10-12. Karena perkataan raja dan para pembesarnya itu masuklah permaisuri ke dalam ruang perjamuan; berkatalah ia: "Ya raja, kekallah hidup tuanku! Janganlah pikiran-pikiran tuanku menggelisahkan tuanku dan janganlah menjadi pucat; sebab dalam kerajaan tuanku ada seorang yang penuh dengan roh para dewa yang kudus! Dalam zaman ayah tuanku ada terdapat pada orang itu kecerahan, akal budi dan hikmat yang seperti hikmat para dewa. Ia telah diangkat oleh raja Nebukadnezar, ayah tuanku menjadi kepala orang-orang berilmu, para ahli jampi, para Kasdim dan para ahli nujum, karena pada orang itu terdapat roh yang luar biasa dan pengetahuan dan akal budi, sehingga dapat menerangkan mimpi, menyingkapkan hal-hal yang tersembunyi dan menguraikan kekusutan, yakni pada Daniel yang dinamai Beltsazar oleh raja. Baiklah sekarang Daniel dipanggil dan ia akan memberitahukan maknanya!" 

Selasa, 30 Juli 2013

Menyembah Allah dalam roh dan kebenaran

Sudah menjadi naluri manusia untuk mempercayai bahwa diluar dirinya ada suatu kekuatan yang lebih besar dan lebih berkuasa dari pada dirinya. Manusia kemudian menyembahnya dengan memberi korban hasil buah-buahan, binatang-ternak, bahkan manusia ( Kej.4:3-4; Kej.22:9-10)*  agar kehidupan mereka  diberkati. Mulanya manusia tidak mengenalnya namun lama-kelamaan  memberinya nama sesuai dengan dialek bahasa mereka sendiri ( Kel.3:13-15).* Tidak terkecuali dengan kelompok-kelompok nomaden di Timur Tengah, yang kemudian kita mengenal salah satunya sebagai cikal bakal bangsa Israel (Yahudi). Mereka memberi nama kepada yang disembahnya dan kemudian membuat tempat ibadah di Yerusalem sebagai pusat pemujaan mereka.

Kej.4:3-4. Setelah beberapa waktu lamanya, maka Kain mempersembahkan sebagian dari hasil tanah itu kepada TUHAN sebagai korban persembahan; Habel juga mempersembahkan korban persembahan dari anak sulung kambing dombanya, yakni lemak-lemaknya; maka TUHAN mengindahkan Habel dan korban persembahannya itu,

Kej.22:9-10. Sampailah mereka ke tempat yang dikatakan Allah kepadanya. Lalu Abraham mendirikan mezbah di situ, disusunnyalah kayu, diikatnya Ishak, anaknya itu, dan diletakkannya di mezbah itu, di atas kayu api. Sesudah itu Abraham mengulurkan tangannya, lalu mengambil pisau untuk menyembelih anaknya.

Kel.3:13-15. Lalu Musa berkata kepada Allah: "Tetapi apabila aku mendapatkan orang Israel dan berkata kepada mereka: Allah nenek moyangmu telah mengutus aku kepadamu, dan mereka bertanya kepadaku: bagaimana tentang nama-Nya? --apakah yang harus kujawab kepada mereka?" Firman Allah kepada Musa: "AKU ADALAH AKU." Lagi firman-Nya: "Beginilah kaukatakan kepada orang Israel itu: AKULAH AKU telah mengutus aku kepadamu." Selanjutnya berfirmanlah Allah kepada Musa: "Beginilah kaukatakan kepada orang Israel: TUHAN, Allah nenek moyangmu, Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub, telah mengutus aku kepadamu: itulah nama-Ku untuk selama-lamanya dan itulah sebutan-Ku turun-temurun.

*cerita: Kain-Habel; Abraham-Ishak; dan Yahweh-Musa untuk mewakili manusia dimasa prabudaya/ budaya manusia primitif.

Dalam perjalanan sejarah bangsa Israel kemudian terpecah menjadi dua, yaitu yang tinggal di Samaria (kerajaan Israel Utara) dan yang tinggal di Yudea (kerajaan Yehuda), dan masing-masing mempunyai tempat penyembahan sendiri-sendiri. Orang Samaria di gunung Gerizim sedang orang Yahudi tetap di Yerusalem. Dalam konteks inilah kemudian Yesus Kristus memberikan pengajaran kepada perempuan Samaria yang ditemuiNya disumur-tua yang dipercaya sebagai sumur peninggalan Yakub, nenek moyang bangsa Israel.

Kata Yesus kepadanya: "Percayalah kepada-Ku, hai perempuan, saatnya akan tiba, bahwa kamu akan menyembah Bapa bukan di gunung ini dan bukan juga di Yerusalem. Kamu menyembah apa yang tidak kamu kenal, kami menyembah apa yang kami kenal, sebab keselamatan datang dari bangsa Yahudi. Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian. Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran." (Yoh.4:21-24)

Dari perkataan Tuhan Yesus diatas kita temukan dua petunjuk bahwa:
1. Manusia tidak harus menyembah Tuhan Allah disuatu tempat tertentu.
2. Manusia harus menyembah Tuhan Allah dalam roh dan kebenaran.

1. Manusia tidak harus menyembah Tuhan Allah disuatu tempat tertentu saja. 

Dimasa sekarang berziarah ke tempat-tempat yang dianggap suci masih dilakukan orang-orang modern, baik yang beragama Kristen maupun yang beragama lain. Alasan orang melakukannya adalah karena dengan berziarah ketempat-tempat yang dianggap suci itu, mereka merasa lebih dekat dengan Tuhannya. Dan mereka mempunyai keyakinan bahwa dengan melakukannya akan mendapat pengampunan atas dosa-dosa mereka, akan mendapat berkat duniawi dan rohani, bahkan ada yang menjadikannya untuk mendapatkan satu status yang lebih tinggi dari pada orang yang tidak pernah berziarah. Menentang anggapan seperti itu Yesus Kristus mengajarkan bahwa manusia tidak perlu lagi datang ke tempat-tempat tertentu yang dianggap sebagai tempat yang suci untuk melakukan ritual tertentu, karena pada setiap orang yang beriman kepada Tuhan Yesus Kristus, Roh Kudus tinggal dalam dirinya (Yoh.14:15-17). Dan mereka mendapatkan karunia untuk mengetahui tentang apa yang dikehendaki Tuhan ( Mat.13:11-13). Orang beriman akan mengetahui bahwa yang diinginkan Tuhan bukan penyembahan seperti itu, tetapi penyembahan yang bersifat spiritual, bukan hanya penyembahan ritual.

Yoh.14:15-17. "Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku. Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya, yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu. 

Mat.13:11-13. Jawab Yesus: "Kepadamu diberi karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Sorga, tetapi kepada mereka tidak. Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan; tetapi siapa yang tidak mempunyai, apapun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya. Itulah sebabnya Aku berkata-kata dalam perumpamaan kepada mereka; karena sekalipun melihat, mereka tidak melihat dan sekalipun mendengar, mereka tidak mendengar dan tidak mengerti. 

2. Manusia harus menyembah Tuhan Allah dalam roh dan kebenaran.

Kalimat  'menyembah dalam roh dan kebenaran'  tidak boleh  ditafsirkan seperti yang selama ini diajarkan dalam gereja Pentakosta, dimana menyembah dalam roh diartikan sama dengan menyembah dengan menggunakan bahasa roh; dan menyembah dalam kebenaran diartikan melakukan perbuatan-perbuatan baik dan benar. Yang sebenarnya dimaksudkan Tuhan Yesus dengan  'menyembah dalam roh dan kebenaran' adalah menyembah Tuhan Allah mulai dari dalam hati yang tulus, suci dan tidak munafik, yang dilakukan dalam tindakan dan perbuatan yang benar (baca: melakukan perbuatan kasih) sepanjang hidupnya sampai dipanggil Tuhan ke sorga. 

Jadi kalimat itu harus dimengerti dalam satu kesatuan, tidak boleh dipotong-potong, karena kalimat yang dikatakan Tuhan Yesus hanya mempunyai satu makna saja, seperti yang telah diungkapkan diatas. Kasus ini sama dengan jawaban Tuhan Yesus kepada ahli Taurat yang mencobaiNya dengan pertanyaan tentang hukum yang terutama dalam hukum Taurat (Mat.2:34-40). Dalam jawaban Tuhan Yesus terdiri dari dua kalimat, tetapi yang dimaksudkan adalah satu, karena yang terutama dalam hukum Taurat tentunya hanya satu saja yang utama.

Mat.2:34-40. Ketika orang-orang Farisi mendengar, bahwa Yesus telah membuat orang-orang Saduki itu bungkam, berkumpullah mereka dan seorang dari mereka, seorang ahli Taurat, bertanya untuk mencobai Dia: "Guru, hukum manakah yang terutama dalam hukum Taurat?" Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi." 

Perkataan Tuhan Yesus dalam menjawab pertanyaan ahli Taurat mempunyai pengertian bahwa orang yang mengasihi Tuhan, ia harus melakukan kasih kepada sesamanya; dengan mengasihi sesamanya ia telah melakukan perintah hukum Taurat dan sekaligus ia melakukan perintah Tuhan (Yoh.14:15-21). Karena perintah Tuhan adalah supaya manusia saling mengasihi sesamanya (Yoh.13:31-35). Jadi jawaban Tuhan Yesus itu mempunyai satu pengertian saja, bahwa seorang yang mengasihi Tuhan harus melakukan perintahNya, yaitu mengasihi sesamanya manusia.

Yoh.14:15-21. "Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku. Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya, yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu.
Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu. Aku datang kembali kepadamu. Tinggal sesaat lagi dan dunia tidak akan melihat Aku lagi, tetapi kamu melihat Aku, sebab Aku hidup dan kamupun akan hidup. Pada waktu itulah kamu akan tahu, bahwa Aku di dalam Bapa-Ku dan kamu di dalam Aku dan Aku di da lam kamu. Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku dan Akupun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya."

Yoh.13:31-35. Sesudah Yudas pergi, berkatalah Yesus: "Sekarang Anak Manusia dipermuliakan dan Allah dipermuliakan di dalam Dia.Jikalau Allah dipermuliakan di dalam Dia, Allah akan mempermuliakan Dia juga di dalam diri-Nya, dan akan mempermuliakan Dia dengan segera. Hai anak-anak-Ku, hanya seketika saja lagi Aku ada bersama kamu. Kamu akan mencari Aku, dan seperti yang telah Kukatakan kepada orang-orang Yahudi: Ke tempat Aku pergi, tidak mungkin kamu datang, demikian pula Aku mengatakannya sekarang juga kepada kamu. Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi. Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi."