Rabu, 18 November 2015

Kebenaran Allah : Keselamatan (2)

1. Keselamatan

"Keselamatan" yang dijanjikan Tuhan Yesus Kristus adalah keselamatan jiwa (Mat.10:16-33), yang diberikan kepada orang percaya seperti yang dikatakanNya dalam perumpamaan tentang "Perjamuan Kawin" (Mat.22:1-14). Perumpamaan yang bercerita tentang undangan "keselamatan" yang diberikan kepada bangsa Israel, tetapi mereka tidak menghargai undanganNya dan mengabaikannya karena berbagai alasan, oleh karena itu kemudian disuruhNya undangan kepada semua orang dari semua bangsa, ras, suku, dan bahasa di seluruh dunia. Pada akhir cerita Yesus Kristus menutup dengan satu kalimat: "Sebab banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih," yang menjadi kalimat kunci, yang penting untuk dipahami karena akan berguna untuk membuka makna rahasia dari perumpamaan itu.

Mat.10:16-33 "Lihat, Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala, sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati. Tetapi waspadalah terhadap semua orang; karena ada yang akan menyerahkan kamu kepada majelis agama dan mereka akan menyesah kamu di rumah ibadatnya. Dan karena Aku, kamu akan digiring ke muka penguasa-penguasa dan raja-raja sebagai suatu kesaksian bagi mereka dan bagi orang-orang yang tidak mengenal Allah. Apabila mereka menyerahkan kamu, janganlah kamu kuatir akan bagaimana dan akan apa yang harus kamu katakan, karena semuanya itu akan dikaruniakan kepadamu pada saat itu juga. Karena bukan kamu yang berkata-kata, melainkan Roh Bapamu; Dia yang akan berkata-kata di dalam kamu. Orang akan menyerahkan saudaranya untuk dibunuh, demikian juga seorang ayah akan anaknya. Dan anak-anak akan memberontak terhadap orang tuanya dan akan membunuh mereka. Dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku; tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat.  Apabila mereka menganiaya kamu dalam kota yang satu, larilah ke kota yang lain; karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sebelum kamu selesai mengunjungi kota-kota Israel, Anak Manusia sudah datang. Seorang murid tidak lebih dari pada gurunya, atau seorang hamba dari pada tuannya. Cukuplah bagi seorang murid jika ia menjadi sama seperti gurunya dan bagi seorang hamba jika ia menjadi sama seperti tuannya. Jika tuan rumah disebut Beelzebul, apalagi seisi rumahnya. Jadi janganlah kamu takut terhadap mereka, karena tidak ada sesuatupun yang tertutup yang tidak akan dibuka dan tidak ada sesuatupun yang tersembunyi yang tidak akan diketahui. Apa yang Kukatakan kepadamu dalam gelap, katakanlah itu dalam terang; dan apa yang dibisikkan ke telingamu, beritakanlah itu dari atas atap rumah. Dan janganlah kamu takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh, tetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa; takutlah terutama kepada Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka. Bukankah burung pipit dijual dua ekor seduit? Namun seekorpun dari padanya tidak akan jatuh ke bumi di luar kehendak Bapamu. Dan kamu, rambut kepalamupun terhitung semuanya. Sebab itu janganlah kamu takut, karena kamu lebih berharga dari pada banyak burung pipit. Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Aku juga akan mengakuinya di depan Bapa-Ku yang di sorga. Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, Aku juga akan menyangkalnya di depan Bapa-Ku yang di sorga."

Mat.22:1-14. Lalu Yesus berbicara pula dalam perumpamaan kepada mereka: "Hal Kerajaan Sorga seumpama seorang raja, yang mengadakan perjamuan kawin untuk anaknya. Ia menyuruh hamba-hambanya memanggil orang-orang yang telah diundang ke perjamuan kawin itu, tetapi orang-orang itu tidak mau datang. Ia menyuruh pula hamba-hamba lain, pesannya: Katakanlah kepada orang-orang yang diundang itu: Sesungguhnya hidangan, telah kusediakan, lembu-lembu jantan dan ternak piaraanku telah disembelih; semuanya telah tersedia, datanglah ke perjamuan kawin ini. Tetapi orang-orang yang diundang itu tidak mengindahkannya; ada yang pergi ke ladangnya, ada yang pergi mengurus usahanya, dan yang lain menangkap hamba-hambanya itu, menyiksanya dan membunuhnya. Maka murkalah raja itu, lalu menyuruh pasukannya ke sana untuk membinasakan pembunuh-pembunuh itu dan membakar kota mereka. Sesudah itu ia berkata kepada hamba-hambanya: Perjamuan kawin telah tersedia, tetapi orang-orang yang diundang tadi tidak layak untuk itu. Sebab itu pergilah ke persimpangan-persimpangan jalan dan undanglah setiap orang yang kamu jumpai di sana ke perjamuan kawin itu. Maka pergilah hamba-hamba itu dan mereka mengumpulkan semua orang yang dijumpainya di jalan-jalan, orang-orang jahat dan orang-orang baik, sehingga penuhlah ruangan perjamuan kawin itu dengan tamu. Ketika raja itu masuk untuk bertemu dengan tamu-tamu itu, ia melihat seorang yang tidak berpakaian pestaIa berkata kepadanya: Hai saudara, bagaimana engkau masuk kemari dengan tidak mengenakan pakaian pesta? Tetapi orang itu diam saja. Lalu kata raja itu kepada hamba-hambanya: Ikatlah kaki dan tangannya dan campakkanlah orang itu ke dalam kegelapan yang paling gelap, di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi. Sebab banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih."

Dalam kalimat itu terdapat dua kata inti "yang dipanggil " dan "yang dipilih." Yang dimaksud dengan "yang dipanggil" adalah semua umat manusia dari berbagai ras, suku, bangsa, dan bahasa tanpa terkecuali. Mereka semua dipanggil untuk percaya dan menerima undangan keselamatan yang diberikan Tuhan Yesus Kristus. Sedangkan kata "yang dipilih" dalam pengajaran gereja ditafsirkan dengan makna yang bermacam-macam, yang masing-masing menggunakan ayat-ayat Alkitab untuk mendukung dan memperkuat pendapatnya itu, sehingga pembaca Injil menjadi tidak jelas tentang siapakah yang dimaksud dengan "yang dipilih" ini.

Kalimat "Sebab banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih" adalah kalimat yang sederhana dan mudah dipahami, tetapi menjadi sulit karena pembacanya sudah mempunyai pendapat sendiri sesuai pengajaran doktrin gerejanya. Oleh karena itu supaya dapat mengerti kalimat ini, maka orang percaya melupakan pengajaran doktrin gerejanya itu. Hal ini penting dilakukan untuk memahami kalimat ini dengan benar, karena kalimat kunci ini yang akan mengantar orang beriman kepada pemahaman mengenai seluruh isi  perumpamaan tentang Perjamuan Kawin itu dengan benar.

Sesuai kaidah bahasa Indonesia, maka kalimat "Sebab banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih" berarti (sedikit) "yang dipilih" adalah bagian dari (banyak) "yang dipanggil." Dengan pemahaman itu maka seharusnya "yang dipilih" adalah termasuk ke dalam bagian dari "yang dipanggil." Dengan demikian maka mereka semuanya adalah "yang dipanggil" dan sedikit dari antara "yang dipanggil" itu adalah "yang dipilih."
Dengan logika matematika mengenai teori himpunan maka "yang dipanggil" dimisalkan sebagai himpunan bilangan asli, yaitu semua bilangan positip yang dimulai dari bilangan satu (1,2,3,4,5,6,7,....dst) maka "yang dipilih" adalah himpunan bilangan prima, yaitu bilangan yang lebih dari 1 dan yang faktor pembaginya hanya 1 dan bilangan itu sendiri (2,3,5,7,11,13....dst).

Lingkaran dalam adalah "yang dipanggil dan yang dipilih"
Lingkaran tengah adalah "yang dipanggil dan percaya"    
Lingkaran luar adalah "yang dipanggil tapi tidak percaya"


Dengan pemahaman sesuai keterangan di atas, maka kalimat penutup itu berkaitan dengan "keselamatan" adalah berbicara mengenai dua hal yaitu: "yang dipanggil" yaitu 'dipanggil' untuk percaya, dan "yang dipilih" yaitu 'dipilih' untuk percaya. Keduanya sama-sama diundang Tuhan Yesus Kristus untuk percaya. Tidak benar bila "yang dipanggil" adalah 'dipanggil' untuk percaya, tetapi "yang dipilih" adalah 'dipilih' untuk diselamatkan; karena tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia.
Jadi yang dimaksudkan dengan "yang dipilih" adalah mereka yang telah ditentukan Tuhan Allah untuk percaya dari semula, sejak sebelum dunia dijadikan (Ef.1:3-14). Sehingga bagi orang "yang dipilih" bagaimanapun keadaannya, suatu saat akan menemukan jalannya sendiri dan menjadi percaya kepada Tuhan Yesus Kristus. Walaupun ia berada ditempat terpencil, terkucil, dan terisolir, yang membuat dirinya secara akal-sehat tidak mungkin mempunyai harapan mendengar Injil; Tuhan akan membukakan jalan dan membuatnya mengetahui tentang Injil dan menjadi percaya. Sedangkan bagi orang-orang "yang dipanggil" tetapi tidak termasuk pada orang "yang dipilih" kepada mereka diberikan kebebasan untuk menentukan sendiri pilihannya, mau percaya atau tidak percaya. Dan bagi mereka yang tidak pernah mendengar Injil selama hidupnya, maka pada masa Kerajaan Seribu Tahun Damai, dimana Tuhan Yesus Kristus yang duduk di atas tahta sebagai raja, akan mengutus orang-orang kudus Nya ke dalam dunia roh untuk mengabarkan Injil kepada mereka.

Kedua kelompok orang-orang yang percaya itu, baik yang dipilih maupun yang tidak dipilih, mempunyai kewajiban untuk mengerjakan panggilan keselamatannya itu,.Bagi orang percaya yang enggan mengerjakannya, maka mereka diibaratkan dengan orang yang datang ke pesta perjamuan kawin tetapi tidak mengenakan pakaian pesta yang indah; Oleh karena itu Tuhan Yesus Kristus akan menilainya tidak layak berada dalam pesta dan akan ditolakNya serta dicampakkan ke dalam neraka, yaitu kegelapan yang paling gelap.  


Ef.1:3-14. Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus yang dalam Kristus telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam sorga. Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya. Dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya, sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya, supaya terpujilah kasih karunia-Nya yang mulia, yang dikaruniakan-Nya kepada kita di dalam Dia, yang dikasihi-Nya. Sebab di dalam Dia dan oleh darah-Nya kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa, menurut kekayaan kasih karunia-Nya, yang dilimpahkan-Nya kepada kita dalam segala hikmat dan pengertian. Sebab Ia telah menyatakan rahasia kehendak-Nya kepada kita, sesuai dengan rencana kerelaan-Nya, yaitu rencana kerelaan yang dari semula telah ditetapkan-Nya di dalam Kristus sebagai persiapan kegenapan waktu untuk mempersatukan di dalam Kristus sebagai Kepala segala sesuatu, baik yang di sorga maupun yang di bumi. Aku katakan "di dalam Kristus", karena di dalam Dialah kami mendapat bagian yang dijanjikan--kami yang dari semula ditentukan untuk menerima bagian itu sesuai dengan maksud Allah, yang di dalam segala sesuatu bekerja menurut keputusan kehendak-Nya-- supaya kami, yang sebelumnya telah menaruh harapan pada Kristus, boleh menjadi puji-pujian bagi kemuliaan-Nya. Di dalam Dia kamu juga--karena kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu--di dalam Dia kamu juga, ketika kamu percaya, dimeteraikan dengan Roh Kudus, yang dijanjikan-Nya itu. Dan Roh Kudus itu adalah jaminan bagian kita sampai kita memperoleh seluruhnya, yaitu penebusan yang menjadikan kita milik Allah, untuk memuji kemuliaan-Nya. 

Perjamuan kawin adalah gambaran bertemunya Tuhan Yesus Kristus dengan mempelai pengantinNya, yaitu orang-orang percaya, baik yang dipilih maupun orang yang tidak dipilih, yang ditebus diantara manusia sebagai korban sulung, yaitu mereka yang dengan iman menyerahkan hidupnya seutuhnya bagi Kristus (Why.14:1-20). Mereka adalah orang-orang yang martir dan orang-orang yang hidup selibat karena Tuhan. Sedangkan orang-orang yang datang ke perjamuan pesta kawin adalah orang-orang percaya yang lain, yang bukan mempelai pengantin Kristus, tetapi mereka adalah orang-orang yang mengerjakan imannya sampai akhir hidupnya. Dan seluruh orang percaya yang (dilayakkan Tuhan)  hadir dalam perjamuan pesta itu adalah gereja Tuhan atau tubuh Kristus.

Why.14:1-20. Dan aku melihat: sesungguhnya, Anak Domba berdiri di bukit Sion dan bersama-sama dengan Dia seratus empat puluh empat ribu orang dan di dahi mereka tertulis nama-Nya dan nama Bapa-Nya. Dan aku mendengar suatu suara dari langit bagaikan desau air bah dan bagaikan deru guruh yang dahsyat. Dan suara yang kudengar itu seperti bunyi pemain-pemain kecapi yang memetik kecapinya. Mereka menyanyikan suatu nyanyian baru di hadapan takhta dan di depan keempat makhluk dan tua-tua itu, dan tidak seorangpun yang dapat mempelajari nyanyian itu selain dari pada seratus empat puluh empat ribu orang yang telah ditebus dari bumi itu. Mereka adalah orang-orang yang tidak mencemarkan dirinya dengan perempuan-perempuan, karena mereka murni sama seperti perawan. Mereka adalah orang-orang yang mengikuti Anak Domba itu ke mana saja Ia pergi. Mereka ditebus dari antara manusia sebagai korban-korban sulung bagi Allah dan bagi Anak Domba itu. Dan di dalam mulut mereka tidak terdapat dusta; mereka tidak bercela. 
Dan aku melihat seorang malaikat lain terbang di tengah-tengah langit dan padanya ada Injil yang kekal untuk diberitakannya kepada mereka yang diam di atas bumi dan kepada semua bangsa dan suku dan bahasa dan kaum, dan ia berseru dengan suara nyaring: "Takutlah akan Allah dan muliakanlah Dia, karena telah tiba saat penghakiman-Nya, dan sembahlah Dia yang telah menjadikan langit dan bumi dan laut dan semua mata air.Dan seorang malaikat lain, malaikat kedua, menyusul dia dan berkata: "Sudah rubuh, sudah rubuh Babel, kota besar itu, yang telah memabukkan segala bangsa dengan anggur hawa nafsu cabulnya.Dan seorang malaikat lain, malaikat ketiga, menyusul mereka, dan berkata dengan suara nyaring: "Jikalau seorang menyembah binatang dan patungnya itu, dan menerima tanda pada dahinya atau pada tangannya, maka ia akan minum dari anggur murka Allah, yang disediakan tanpa campuran dalam cawan murka-Nya; dan ia akan disiksa dengan api dan belerang di depan mata malaikat-malaikat kudus dan di depan mata Anak Domba. Maka asap api yang menyiksa mereka itu naik ke atas sampai selama-lamanya, dan siang malam mereka tidak henti-hentinya disiksa, yaitu mereka yang menyembah binatang serta patungnya itu, dan barangsiapa yang telah menerima tanda namanya.Yang penting di sini ialah ketekunan orang-orang kudus, yang menuruti perintah Allah dan iman kepada Yesus. Dan aku mendengar suara dari sorga berkata: Tuliskan: "Berbahagialah orang-orang mati yang mati dalam Tuhan, sejak sekarang ini." "Sungguh," kata Roh,"supaya mereka boleh beristirahat dari jerih lelah mereka, karena segala perbuatan mereka menyertai mereka."
Dan aku melihat: sesungguhnya, ada suatu awan putih, dan di atas awan itu duduk seorang seperti Anak Manusia dengan sebuah mahkota emas di atas kepala-Nya dan sebilah sabit tajam di tangan-Nya. Maka keluarlah seorang malaikat lain dari Bait Suci; dan ia berseru dengan suara nyaring kepada Dia yang duduk di atas awan itu: "Ayunkanlah sabit-Mu itu dan tuailah, karena sudah tiba saatnya untuk menuai; sebab tuaian di bumi sudah masak.Dan Ia, yang duduk di atas awan itu, mengayunkan sabit-Nya ke atas bumi, dan bumipun dituailah. Dan seorang malaikat lain keluar dari Bait Suci yang di sorga; juga padanya ada sebilah sabit tajam. Dan seorang malaikat lain datang dari mezbah; ia berkuasa atas api dan ia berseru dengan suara nyaring kepada malaikat yang memegang sabit tajam itu, katanya: "Ayunkanlah sabitmu yang tajam itu dan potonglah buah-buah pohon anggur di bumi, karena buahnya sudah masak.Lalu malaikat itu mengayunkan sabitnya ke atas bumi, dan memotong buah pohon anggur di bumi dan melemparkannya ke dalam kilangan besar, yaitu murka Allah. Dan buah-buah anggur itu dikilang di luar kota dan dari kilangan itu mengalir darah, tingginya sampai ke kekang kuda dan jauhnya dua ratus mil.

Mempelai Kristus adalah orang-orang yang menyerahkan hidupnya seutuhnya kepada Tuhan Yesus Kristus, yaitu: orang-orang percaya yang hidup selibat bagi Kristus (Mat.19:1-12), mereka adalah tuaian yang sudah masak, mereka adalah orang-orang yang tidak mencemarkan dirinya dengan perempuan-perempuan. Dan orang-orang percaya yang martir karena Kristus, mereka adalah buah anggur yang sudah masak, mereka ditebus dari antara manusia di Bumi sebagai korban sulung bagi Allah dan bagi Anak Domba.
Mereka semua berjumlah seratus empatpuluh empat ribu (untuk menggambarkan jumlah yang sangat banyak sampai tidak terhitung) adalah orang-orang yang mengikuti Anak Domba itu kemana saja, mereka tidak bercela, karena di dalam mulutnya tidak terdapat dusta.

Mat.19:1-12. Setelah Yesus selesai dengan pengajaran-Nya itu, berangkatlah Ia dari Galilea dan tiba di daerah Yudea yang di seberang sungai Yordan. Orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia dan Iapun menyembuhkan mereka di sana. Maka datanglah orang-orang Farisi kepada-Nya untuk mencobai Dia. Mereka bertanya: "Apakah diperbolehkan orang menceraikan isterinya dengan alasan apa saja?" Jawab Yesus: "Tidakkah kamu baca, bahwa Ia yang menciptakan manusia sejak semula menjadikan mereka laki-laki dan perempuan? Dan firman-Nya: Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging. Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia." Kata mereka kepada-Nya: "Jika demikian, apakah sebabnya Musa memerintahkan untuk memberikan surat cerai jika orang menceraikan isterinya?" Kata Yesus kepada mereka: "Karena ketegaran hatimu Musa mengizinkan kamu menceraikan isterimu, tetapi sejak semula tidaklah demikian. Tetapi Aku berkata kepadamu: Barangsiapa menceraikan isterinya, kecuali karena zinah, lalu kawin dengan perempuan lain, ia berbuat zinah. Murid-murid itu berkata kepada-Nya: "Jika demikian halnya hubungan antara suami dan isteri, lebih baik jangan kawin." Akan tetapi Ia berkata kepada mereka: "Tidak semua orang dapat mengerti perkataan itu, hanya mereka yang dikaruniai saja. Ada orang yang tidak dapat kawin karena ia memang lahir demikian dari rahim ibunya, dan ada orang yang dijadikan demikian oleh orang lain, dan ada orang yang membuat dirinya demikian karena kemauannya sendiri oleh karena Kerajaan Sorga. Siapa yang dapat mengerti hendaklah ia mengerti."

"Keselamatan" orang percaya dianugerahkan Tuhan kepada orang yang mengerjakan imannya sampai pada saat terakhir hidupnya (Mat.10:16-33). Jadi walaupun orang sudah "percaya" sejak muda belia, bahkan mendapat pengurapan Roh Kudus dengan karunia-karunia bernubuat dan melakukan berbagai perbuatan mujizat, bila ia mengakhiri hidupnya dengan dosa, maka dapat dipastikan ia tidak akan selamat, karena Tuhan Yesus menilai orang percaya sampai pada akhir hidupnya, bukan saat ia memulainya (Mat.7:22-23).

Mat. 7:22-23. Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: "Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!"

BERSAMBUNG.

Sabtu, 14 November 2015

Kebenaran Allah : Perumpamaan-perumpamaan (1)

Dalam gereja Protestan terdapat beberapa aliran yang terbentuk karena pengaruh doktrin para reformator renaisans, sehingga sekarang gereja Protestan dibedakan menjadi gereja Lutheran, gereja Calvinis, gereja Arminian, gereja Methodis, dan gereja Pentakosta. Bila dinilai secara positif maka gereja Protestan adalah gereja yang giat mencari kebenaran Allah dan mewarisi semangat raja Daud sang pemazmur (Mzm.1:1-6). Namun pada kenyataannya gereja Protestan telah gagal, oleh karena perpecahan itu. Benih perpecahan itu sebenarnya sudah ada sejak zaman rasul Paulus, seperti kesan dan pesan yang disampaikannya dalam surat yang dikirim kepada jemaat Roma. Jemaat Roma, dikatakannya,  memang sungguh-sungguh giat untuk Allah, tetapi tanpa pengertian yang benar. Sebab mereka tidak mengenal kebenaran Allah dan berusaha mendirikan kebenaran mereka sendiri, sehingga mereka tidak takluk kepada kebenaran Allah (Rm.10:1-3).

Mzm.1:1-6. Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasikyang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHANdan yang merenungkan Taurat itu siang dan malamIa seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil. Bukan demikian orang fasik: mereka seperti sekam yang ditiupkan angin. Sebab itu orang fasik tidak akan tahan dalam penghakiman, begitu pula orang berdosa dalam perkumpulan orang benar; sebab TUHAN mengenal jalan orang benar, tetapi jalan orang fasik menuju kebinasaan.

Rm.10:1-3. Saudara-saudara, keinginan hatiku dan doaku kepada Tuhan ialah, supaya mereka diselamatkan. Sebab aku dapat memberi kesaksian tentang mereka, bahwa mereka sungguh-sungguh giat untuk Allah, tetapi tanpa pengertian yang benar. Sebab, oleh karena mereka tidak mengenal kebenaran Allah dan oleh karena mereka berusaha untuk mendirikan kebenaran mereka sendiri, maka mereka tidak takluk kepada kebenaran Allah.

Adalah bukan kebetulan bila perpecahan yang terjadi pada jemaat Roma di awal kekristenan sangat mirip dengan perpecahan gereja Protestan yang terjadi di masa sekarang, menjelang kedatangan Tuhan Yesus yang ke dua. Perpecahan itu disebabkan karena filsafat Yunani-Romawi telah menguasai paradigma atau cara pandang orang-orang beriman, sehingga mereka mengandalkan akal dan kekuatan mereka sendiri dari pada meminta pertolongan Roh Allah. Keadaan seperti ini yang menjadi penyokong utama kegagalan gereja Protestan mengenal kebenaran Allah. Hal ini pulalah yang menjadi bukti bila mereka masih manusia duniawi, karena berpikir dan bertingkah-laku sama seperti jemaat Korintus (1Kor.3:1-4). Dimana walaupun mereka mengaku orang percaya, pada kenyataannya mereka tidak mau menerima pengajaran dari karunia-karunia illahi, yang diberikan kepada orang beriman yang rohani. karena hal itu dianggapnya sebagai suatu kebodohan (1 Korintus 2:12-16). Mungkinkah mereka lupa? atau mungkinkah mereka tidak percaya kepada perkataan Tuhan Yesus Kristus, bahwa Roh Kudus yang diutusNya akan mengajarkan tentang segala sesuatu dan yang akan mengingatkan pada perkataanNya, supaya orang percaya mengerti kebenaran Allah (Luk.24:36-48; Kis.1:1-11; Yoh.14:15-31). 


1 Korintus 3:1-4. Dan aku, saudara-saudara, pada waktu itu tidak dapat berbicara dengan kamu seperti dengan manusia rohani, tetapi hanya dengan manusia duniawi, yang belum dewasa dalam Kristus. Susulah yang kuberikan kepadamu, bukanlah makanan keras, sebab kamu belum dapat menerimanya. Dan sekarangpun kamu belum dapat menerimanya. Karena kamu masih manusia duniawi. Sebab, jika di antara kamu ada iri hati dan perselisihan bukankah hal itu menunjukkan, bahwa kamu manusia duniawi dan bahwa kamu hidup secara manusiawi? Karena jika yang seorang berkata: Aku dari golongan Paulus, dan yang lain berkata: Aku dari golongan Apolos, bukankah hal itu menunjukkan, bahwa kamu manusia duniawi yang bukan rohani? 

1 Korintus 2:12-16. Kita tidak menerima roh dunia, tetapi roh yang berasal dari Allah, supaya kita tahu, apa yang dikaruniakan Allah kepada kita. Dan karena kami menafsirkan hal-hal rohani kepada mereka yang mempunyai Roh, kami berkata-kata tentang karunia-karunia Allah dengan perkataan yang bukan diajarkan kepada kami oleh hikmat manusia, tetapi oleh Roh. Tetapi manusia duniawi tidak menerima apa yang berasal dari Roh Allah, karena hal itu baginya adalah suatu kebodohan; dan ia tidak dapat memahaminya, sebab hal itu hanya dapat dinilai secara rohani. Tetapi manusia rohani menilai segala sesuatu, tetapi ia sendiri tidak dinilai oleh orang lain. Sebab: Siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan, sehingga ia dapat menasihati Dia? Tetapi kami memiliki pikiran Kristus.

Luk.24:36-48. Dan sementara mereka bercakap-cakap tentang hal-hal itu, Yesus tiba-tiba berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata kepada mereka: "Damai sejahtera bagi kamu!" Mereka terkejut dan takut dan menyangka bahwa mereka melihat hantu. Akan tetapi Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu terkejut dan apa sebabnya timbul keragu-raguan di dalam hati kamu? Lihatlah tangan-Ku dan kaki-Ku: Aku sendirilah ini; rabalah Aku dan lihatlah, karena hantu tidak ada daging dan tulangnya, seperti yang kamu lihat ada pada-Ku." Sambil berkata demikian, Ia memperlihatkan tangan dan kaki-Nya kepada mereka. Dan ketika mereka belum percaya karena girangnya dan masih heran, berkatalah Ia kepada mereka: "Adakah padamu makanan di sini?" Lalu mereka memberikan kepada-Nya sepotong ikan goreng. Ia mengambilnya dan memakannya di depan mata mereka. Ia berkata kepada mereka: "Inilah perkataan-Ku, yang telah Kukatakan kepadamu ketika Aku masih bersama-sama dengan kamu yakni bahwa harus digenapi semua yang ada tertulis tentang Aku dalam kitab Taurat Musa dan kitab nabi-nabi dan kitab Mazmur." Lalu Ia membuka pikiran mereka, sehingga mereka mengerti Kitab Suci. Kata-Nya kepada mereka: "Ada tertulis demikian: Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga, dan lagi: dalam nama-Nya berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa harus disampaikan kepada segala bangsa, mulai dari Yerusalem. Kamu adalah saksi dari semuanya ini. Dan Aku akan mengirim kepadamu apa yang dijanjikan Bapa-Ku. Tetapi kamu harus tinggal di dalam kota ini sampai kamu diperlengkapi dengan kekuasaan dari tempat tinggi."

Kis.1:1-11. Hai Teofilus, dalam bukuku yang pertama aku menulis tentang segala sesuatu yang dikerjakan dan diajarkan  Yesus, sampai pada hari Ia terangkat. Sebelum itu Ia telah memberi perintah-Nya oleh Roh Kudus kepada rasul-rasul yang dipilih-Nya. Kepada mereka Ia menunjukkan diri-Nya setelah penderitaan-Nya selesai, dan dengan banyak tanda Ia membuktikan, bahwa Ia hidup. Sebab selama empat puluh hari Ia berulang-ulang menampakkan diri dan berbicara kepada mereka tentang Kerajaan Allah. Pada suatu hari ketika Ia makan bersama-sama dengan mereka, Ia melarang mereka meninggalkan Yerusalem, dan menyuruh mereka tinggal di situ menantikan janji Bapayang -- demikian kata-Nya -- "telah kamu dengar dari pada-Ku. Sebab Yohanes membaptis dengan air, tetapi tidak lama lagi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus."
Maka bertanyalah mereka yang berkumpul di situ: "Tuhan, maukah Engkau pada masa ini memulihkan kerajaan bagi Israel?" Jawab-Nya: "Engkau tidak perlu mengetahui masa dan waktu, yang ditetapkan Bapa sendiri menurut kuasa-Nya. Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi." Sesudah Ia mengatakan demikian, terangkatlah Ia disaksikan oleh mereka, dan awan menutup-Nya dari pandangan mereka. Ketika mereka sedang menatap ke langit waktu Ia naik itu, tiba-tiba berdirilah dua orang yang berpakaian putih dekat mereka, dan berkata kepada mereka: "Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga."



Yoh.14:15-31. "Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku. Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya, yaitu Roh KebenaranDunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu. Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu. Aku datang kembali kepadamuTinggal sesaat lagi dan dunia tidak akan melihat Aku lagi, tetapi kamu melihat Aku, sebab Aku hidup dan kamupun akan hidup. Pada waktu itulah kamu akan tahu, bahwa Aku di dalam Bapa-Ku dan kamu di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku dan Akupun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya." Yudas, yang bukan Iskariot, berkata kepada-Nya: "Tuhan, apakah sebabnya maka Engkau hendak menyatakan diri-Mu kepada kami, dan bukan kepada dunia?Jawab Yesus: "Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku dan Bapa-Ku akan mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia. Barangsiapa tidak mengasihi Aku, ia tidak menuruti firman-Ku; dan firman yang kamu dengar itu bukanlah dari pada-Ku, melainkan dari Bapa yang mengutus Aku. Semuanya itu Kukatakan kepadamu, selagi Aku berada bersama-sama dengan kamu; tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu. Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu. Kamu telah mendengar, bahwa Aku telah berkata kepadamu: Aku pergi, tetapi Aku datang kembali kepadamu. Sekiranya kamu mengasihi Aku, kamu tentu akan bersukacita karena Aku pergi kepada Bapa-Ku, sebab Bapa lebih besar dari pada Aku. Dan sekarang juga Aku mengatakannya kepadamu sebelum hal itu terjadi, supaya kamu percaya, apabila hal itu terjadi. Tidak banyak lagi Aku berkata-kata dengan kamu, sebab penguasa dunia ini datang dan ia tidak berkuasa sedikitpun atas diri-Ku. Tetapi supaya dunia tahu, bahwa Aku mengasihi Bapa dan bahwa Aku melakukan segala sesuatu seperti yang diperintahkan Bapa kepada-Ku, bangunlah, marilah kita pergi dari sini."

Pengajaran dari karunia-karunia illahi yang diberikan kepada orang beriman adalah pengajaran yang langsung diberikan oleh Tuhan Yesus Kristus melalui pengurapan Roh Kudus (1Yohanes 2:18-27) mengenai hal-hal yang belum dikatakanNya dan hal-hal yang akan datang (Yohanes 16:8-13).

1 Yohanes 2:18-27. Anak-anakku, waktu ini adalah waktu yang terakhir, dan seperti yang telah kamu dengar, seorang antikristus akan datang, sekarang telah bangkit banyak antikristusItulah tandanya, bahwa waktu ini benar-benar adalah waktu yang terakhir. Memang mereka berasal dari antara kitatetapi mereka tidak sungguh-sungguh termasuk pada kita; sebab jika mereka sungguh-sungguh termasuk pada kita, niscaya mereka tetap bersama-sama dengan kita. Tetapi hal itu terjadi, supaya menjadi nyata, bahwa tidak semua mereka sungguh-sungguh termasuk pada kita. Tetapi kamu telah beroleh pengurapan dari Yang Kudus, dan dengan demikian kamu semua mengetahuinya. Aku menulis kepadamu, bukan karena kamu tidak mengetahui kebenaran, tetapi justru karena kamu mengetahuinya dan karena kamu juga mengetahui, bahwa tidak ada dusta yang berasal dari kebenaran. Siapakah pendusta itu? Bukankah dia yang menyangkal bahwa Yesus adalah Kristus? Dia itu adalah antikristus, yaitu dia yang menyangkal baik Bapa maupun Anak. Sebab barangsiapa menyangkal Anak, ia juga tidak memiliki Bapa. Barangsiapa mengaku Anak, ia juga memiliki Bapa. Dan kamu, apa yang telah kamu dengar dari mulanyaitu harus tetap tinggal di dalam kamu. Jika apa yang telah kamu dengar dari mulanya itu tetap tinggal di dalam kamu, maka kamu akan tetap tinggal di dalam Anak dan di dalam Bapa. Dan inilah janji yang telah dijanjikan-Nya sendiri kepada kita, yaitu hidup yang kekal. Semua itu kutulis kepadamu, yaitu mengenai orang-orang yang berusaha menyesatkan kamu. Sebab di dalam diri kamu tetap ada pengurapan yang telah kamu terima dari pada-Nya. Karena itu tidak perlu kamu diajar oleh orang lain. Tetapi sebagaimana pengurapan-Nya mengajar kamu tentang segala sesuatu --dan pengajaran-Nya itu benar, tidak dusta--dan sebagaimana Ia dahulu telah mengajar kamu, demikianlah hendaknya kamu tetap tinggal di dalam Dia.


Yohanes 16:8-13. Dan kalau Ia datang, Ia akan menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman; akan dosa, karena mereka tetap tidak percaya kepada-Ku; akan kebenaran, karena Aku pergi kepada Bapa dan kamu tidak melihat Aku lagi; akan penghakiman, karena penguasa dunia ini telah dihukum. Masih banyak hal yang harus Kukatakan kepadamu, tetapi sekarang kamu belum dapat menanggungnya. Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang. 


Karena segala hal yang dahulu masih dirahasiakan Yesus Kristus dengan perumpamaan-perumpamaan, akan dinyatakanNya melalui karunia-karunia Roh  kepada orang beriman dengan pengurapan Roh Kudus. Dan Ia menghendaki semua rahasia perumpamaan-perumpamaan itu dinyatakan secara terbuka dengan memberitakannya atau mengajarkannya kepada setiap orang percaya dari segala bangsa, suku, ras, dan bahasa; dari Yerusalem, Samaria sampai  ke ujung Bumi (Mat.10:5-33; Mat.28:16-20; Kis.1:6-11).

Mat.10:5-33. Kedua belas murid itu diutus oleh Yesus dan Ia berpesan kepada mereka: "Janganlah kamu menyimpang ke jalan bangsa lain atau masuk ke dalam kota orang Samaria,  melainkan pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel. Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Sorga  sudah dekat. Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang kusta; usirlah setan-setan. Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma. Janganlah kamu membawa emas atau perak atau tembaga dalam ikat pinggangmu. Janganlah kamu membawa bekal dalam perjalanan, janganlah kamu membawa baju dua helai, kasut atau tongkat, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya. Apabila kamu masuk kota atau desa, carilah di situ seorang yang layak dan tinggallah padanya sampai kamu berangkat. Apabila kamu masuk rumah orang, berilah salam kepada mereka. Jika mereka layak menerimanya, salammu itu turun ke atasnya, jika tidak, salammu itu kembali kepadamu. Dan apabila seorang tidak menerima kamu dan tidak mendengar perkataanmu, keluarlah dan tinggalkanlah rumah atau kota itu dan kebaskanlah debunya dari kakimu. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya pada hari penghakiman  tanah Sodom dan Gomora akan lebih ringan tanggungannya dari pada kota itu."

"Lihat, Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala, sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati. Tetapi waspadalah terhadap semua orang; karena ada yang akan menyerahkan kamu kepada majelis agama dan mereka akan menyesah kamu di rumah ibadatnya. Dan karena Aku, kamu akan digiring ke muka penguasa-penguasa dan raja-raja sebagai suatu kesaksian bagi mereka dan bagi orang-orang yang tidak mengenal Allah. Apabila mereka menyerahkan kamu, janganlah kamu kuatir akan bagaimana dan akan apa yang harus kamu katakan, karena semuanya itu akan dikaruniakan kepadamu pada saat itu juga. Karena bukan kamu yang berkata-kata, melainkan Roh Bapamu; Dia yang akan berkata-kata di dalam kamu. Orang akan menyerahkan saudaranya untuk dibunuh, demikian juga seorang ayah akan anaknya. Dan anak-anak akan memberontak terhadap orang tuanya dan akan membunuh mereka. Dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku; tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat. Apabila mereka menganiaya kamu dalam kota yang satu, larilah ke kota yang lain; karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sebelum kamu selesai mengunjungi kota-kota Israel, Anak Manusia sudah datang. Seorang murid tidak lebih dari pada gurunya, atau seorang hamba dari pada tuannya. Cukuplah bagi seorang murid jika ia menjadi sama seperti gurunya dan bagi seorang hamba jika ia menjadi sama seperti tuannya. Jika tuan rumah disebut Beelzebul, apalagi seisi rumahnya. Jadi janganlah kamu takut terhadap mereka, karena tidak ada sesuatupun yang tertutup yang tidak akan dibuka dan tidak ada sesuatupun yang tersembunyi yang tidak akan diketahui. Apa yang Kukatakan kepadamu dalam gelap, katakanlah itu dalam terang; dan apa yang dibisikkan ke telingamu, beritakanlah itu dari atas atap rumah. Dan janganlah kamu takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh, tetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa; takutlah terutama kepada Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam nerakaBukankah burung pipit dijual dua ekor seduit? Namun seekorpun dari padanya tidak akan jatuh ke bumi di luar kehendak Bapamu. Dan kamu, rambut kepalamupun terhitung semuanya. Sebab itu janganlah kamu takut, karena kamu lebih berharga dari pada banyak burung pipit. Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusiaAku juga akan mengakuinya di depan Bapa-Ku yang di sorga. Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, Aku juga akan menyangkalnya di depan Bapa-Ku yang di sorga."

"Jangan kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi; Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang. Sebab Aku datang untuk memisahkan orang dari ayahnya, anak perempuan dari ibunya, menantu perempuan dari ibu mertuanya, dan musuh orang ialah orang-orang seisi rumahnya. Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku; dan barangsiapa mengasihi anaknya laki-laki atau perempuan lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku. Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku. Barangsiapa mempertahankan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya. Barangsiapa menyambut kamu, ia menyambut Aku, dan barangsiapa menyambut Aku, ia menyambut Dia yang mengutus Aku. Barangsiapa menyambut seorang nabi sebagai nabi, ia akan menerima upah nabi, dan barangsiapa menyambut seorang benar sebagai orang benar, ia akan menerima upah orang benar. Dan barangsiapa memberi air sejuk secangkir sajapun kepada salah seorang yang kecil ini, karena ia murid-Ku, Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ia tidak akan kehilangan upahnya dari padanya."

Mat.28:16-20. Dan kesebelas murid itu berangkat ke Galilea, ke bukit yang telah ditunjukkan Yesus kepada mereka. Ketika melihat Dia mereka menyembah-Nya, tetapi beberapa orang ragu-ragu. Yesus mendekati mereka dan berkata:"Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu  senantiasa sampai kepada akhir zaman."

Kis.1:6-11. Maka bertanyalah mereka yang berkumpul di situ: "Tuhan, maukah Engkau pada masa ini memulihkan kerajaan bagi Israel?" Jawab-Nya: "Engkau tidak perlu mengetahui masa dan waktu, yang ditetapkan Bapa sendiri menurut kuasa-Nya. Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi." Sesudah Ia mengatakan demikian, terangkatlah Ia disaksikan oleh mereka, dan awan menutup-Nya dari pandangan mereka. Ketika mereka sedang menatap ke langit waktu Ia naik itu, tiba-tiba berdirilah dua orang yang berpakaian putih dekat mereka, dan berkata kepada mereka: "Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga."

Banyak hal yang belum dikatakan Yesus Kristus yang telah disinggung di atas adalah hal-hal mengenai "Keselamatan" dan seputar "Kedatangan Tuhan Yesus Kristus kembali." Kedua hal itu sebenarnya telah dikatakan Yesus Kristus, tetapi tidak dinyatakanNya secara terbuka, menggunakan perumpamaan-perumpamaan. Hal itu dilakukanNya dengan sengaja, karena Ia menghendaki hal itu tetap menjadi rahasia seperti yang telah dinubuatkan nabi Yesaya: "Itulah sebabnya Aku berkata-kata dalam perumpamaan kepada mereka; karena sekalipun melihat, mereka tidak melihat dan sekalipun mendengar, mereka tidak mendengar dan tidak mengerti. Maka pada mereka genaplah nubuat Yesaya, yang berbunyi: Kamu akan mendengar dan mendengar, namun tidak mengerti, kamu akan melihat dan melihat, namun tidak menanggap" (Mat.13:1-23). Dan Ia menghendaki semua rahasia itu akan dinyatakan oleh Roh Kudus yang dicurahkan atas orang-orang percaya. Roh Kudus yang akan mengajarkan segala sesuatu dan mengingatkan mereka akan perkataanNya, yaitu perkataanNya yang dinyatakan dalam perumpamaan-perumpamaan itu (Yoh.14:15-31)

Mat.13:1-23. Pada hari itu keluarlah Yesus dari rumah itu dan duduk di tepi danau. Maka datanglah orang banyak berbondong-bondong lalu mengerumuni Dia, sehingga Ia naik ke perahu dan duduk di situ, sedangkan orang banyak semuanya berdiri di pantai. Dan Ia mengucapkan banyak hal dalam perumpamaan kepada mereka. Kata-Nya:"Adalah seorang penabur keluar untuk menabur. Pada waktu ia menabur, sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan, lalu datanglah burung dan memakannya sampai habis. Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu, yang tidak banyak tanahnya, lalu benih itupun segera tumbuh, karena tanahnya tipis. Tetapi sesudah matahari terbit, layulah ia dan menjadi kering karena tidak berakar. Sebagian lagi jatuh di tengah semak duri, lalu makin besarlah semak itu dan menghimpitnya sampai mati. Dan sebagian jatuh di tanah yang baik lalu berbuah: ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat. Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!" Maka datanglah murid-murid-Nya dan bertanya kepada-Nya: "Mengapa Engkau berkata-kata kepada mereka dalam perumpamaan?" Jawab Yesus: "Kepadamu diberi karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Sorga, tetapi kepada mereka tidak. Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan; tetapi siapa yang tidak mempunyai, apapun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya. Itulah sebabnya Aku berkata-kata dalam perumpamaan kepada mereka; karena sekalipun melihat, mereka tidak melihat dan sekalipun mendengar, mereka tidak mendengar dan tidak mengerti. Maka pada mereka genaplah nubuat Yesaya, yang berbunyi: Kamu akan mendengar dan mendengar, namun tidak mengerti, kamu akan melihat dan melihat, namun tidak menanggap. Sebab hati bangsa ini telah menebal, dan telinganya berat mendengar, dan matanya melekat tertutup; supaya jangan mereka melihat dengan matanya dan mendengar dengan telinganya dan mengerti dengan hatinya, lalu berbalik sehingga Aku menyembuhkan mereka. Tetapi berbahagialah matamu karena melihat dan telingamu karena mendengar. Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya banyak nabi dan orang benar ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya. Karena itu, dengarlah arti perumpamaan penabur itu. Kepada setiap orang yang mendengar firman tentang Kerajaan Sorga, tetapi tidak mengertinya, datanglah si jahat dan merampas yang ditaburkan dalam hati orang itu; itulah benih yang ditaburkan di pinggir jalan. Benih yang ditaburkan di tanah yang berbatu-batu ialah orang yang mendengar firman itu dan segera menerimanya dengan gembira. Tetapi ia tidak berakar dan tahan sebentar saja. Apabila datang penindasan atau penganiayaan karena firman itu, orang itupun segera murtad. Yang ditaburkan di tengah semak duri ialah orang yang mendengar firman itu, lalu kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah. Yang ditaburkan di tanah yang baik ialah orang yang mendengar firman itu dan mengerti, dan karena itu ia berbuah, ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat. "


BERSAMBUNG

Senin, 19 Oktober 2015

Kerajaan Allah dan Kebenarannya

"Carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu," adalah satu perkataan Tuhan Yesus Kristus yang sering dikutip jemaat gereja untuk mengingatkan sesamanya yang sedang mempunyai masalah dalam hidupnya. Karena jemaat mempunyai pemahaman bahwa orang beriman yang mempunyai masalah akan mendapat pertolongan Tuhan dan akan dilepaskan dari masalahnya bila rajin bergereja dan aktif mengikuti kegiatan gerejani; mulai dari Ibadah Kebaktian Gereja; Pendalaman Alkitab (PA); Pekhabaran Injil (PI); Doa Pagi; Kebaktian Doa dan Penyembahan; Pelayanan Sekolah Minggu; Pembacaan Alkitab dan Doa pribadi setiap hari; mengikuti Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR); dan kegiatan-kegiatan gereja yang lain.
Orang beriman percaya, bahwa Tuhan akan memberkati hidup mereka bila mereka melakukan semua itu, sehingga semuanya akan dimudahkan, baik dalam usaha atau dalam pekerjaannya; dalam berdagang atau dalam berkarier di tempatnya bekerja.

Pemahaman tersebut di atas adalah pemahaman yang sangat naif, dan tidak sesuai dengan Injil Tuhan. Kesalahan ini diakibatkan karena pusat perhatian mereka hanya pada satu ayat itu saja, dan mengabaikan sembilan ayat lainnya, yang merupakan satu kesatuan perikop dalam Injil Matius pasal 6:25-34 itu. Ayat di atas akan dapat dipahami dengan benar bila memperhatikan sembilan ayat yang lain, terutama ayat pertama yang merupakan pembukaan dari perikop ini: "Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai."

Pesan Tuhan Yesus Kristus dalam perikop ini, pada intinya adalah supaya orang percaya menjalani hidupnya dengan penuh sukacita dan damai sejahtera; tidak kuatir akan makanan, pakaian, dan masa depan mereka; menjalani hidup dengan sepenuh iman kepadaNya, dan menyerahkan seluruh hidupnya kepada Tuhan, karena percaya bahwa Tuhan akan mencukupkan makanan, pakaian, dan akan memelihara masa depannya.

Pelajaran Tuhan Yesus Kristus itu sulit dimengerti oleh orang yang masih berpikiran duniawi, karena hatinya tidak penuh sukacita dan damai sejahtera, hatinya selalu dihantui perasaan kuatir. Hidup mereka hanya untuk mengejar keinginan-keinginan duniawi supaya mendapat pengakuan manusia (orang lain), baik dalam lingkungan keluarga maupun dalam lingkungan kerjanya. Topik mengenai hal seperti inilah yang ditulis rasul Paulus dalam suratnya kepada jemaat di Korintus. Dikatakannya, seorang yang berpikiran duniawi hanya akan memusatkan perhatiannya pada perkara-perkara duniawi; tetapi orang yang berpikiran rohani akan memusatkan perhatiannya pada perkara-perkara Tuhan, yaitu bagaimana agar Tuhan berkenan kepadanya (1Kor.7:32-34).

1Kor.7:32-34. Aku ingin, supaya kamu hidup tanpa kekuatiran. Orang yang tidak beristeri memusatkan perhatiannya pada perkara Tuhan, bagaimana Tuhan berkenan kepadanya. Orang yang beristeri memusatkan perhatiannya pada perkara duniawi, bagaimana ia dapat menyenangkan isterinya, dan dengan demikian perhatiannya terbagi-bagi. Perempuan yang tidak bersuami dan anak-anak gadis memusatkan perhatian mereka pada perkara Tuhan, supaya tubuh dan jiwa mereka kudus. Tetapi perempuan yang bersuami memusatkan perhatiannya pada perkara duniawi, bagaimana ia dapat menyenangkan suaminya.

Perkataan rasul Paulus itu mempunyai pesan bahwa "Seorang beriman hanya akan dapat berserah kepada Tuhan, dan hidup tanpa kekuatiran, apabila ia tidak menikah (tidak beristri atau tidak bersuami)," kesimpulan itu muncul oleh karena rasul Paulus membandingkan dua orang yang mempunyai status berbeda, yaitu orang yang menikah dengan orang yang tidak menikah. Kesimpulan itu  menjadi jembatan bagi pembaca Injil kepada pemahaman akan perkataan Tuhan Yesus Kristus di atas;
Dengan demikian  maka perkataan Tuhan Yesus Kristus di atas dapat diartikan "Hanya orang yang tidak menikah saja yang dapat hidup tanpa kekuatiran." Dalam hal ini yang dimaksud dengan "orang yang tidak menikah" adalah orang yang tidak kawin karena Kerajaan Allah, bukan karena cacat dari lahir atau karena dibuat tidak dapat kawin oleh orang lain (Mat.19:10-12).

Mat.19:10-12. Murid-murid itu berkata kepada-Nya: "Jika demikian halnya hubungan antara suami dan isteri, lebih baik jangan kawin." Akan tetapi Ia berkata kepada mereka: "Tidak semua orang dapat mengerti perkataan itu, hanya mereka yang dikaruniai saja. Ada orang yang tidak dapat kawin karena ia memang lahir demikian dari rahim ibunya, dan ada orang yang dijadikan demikian oleh orang lain, dan ada orang yang membuat dirinya demikian karena kemauannya sendiri oleh karena Kerajaan Sorga. Siapa yang dapat mengerti hendaklah ia mengerti."

Dengan memahami sembilan ayat yang pertama (Mat.6:25-32) maka kalimat selanjutnya akan dapat dimengerti dengan benar. Kalimat "Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu" terdiri dari dua pokok pikiran yang merupakan sebab-akibat (causa-prima), dimana kalimat "carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya" menjadi sebab bagi kalimat yang mengikutinya. Kalimat ini dapat dimengerti dengan terang perkataan Tuhan Yesus Kristus yang merupakan salah satu dari sepuluh hukum baru yang diperintahkanNya dalam khotbah di bukit, yaitu: "Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan" (Mat.5:6) yang menunjuk kepada orang yang senantiasa berusaha hidup sesuai dengan firman  Tuhan (Mat. 4:4); karena Tuhan adalah sumber kebenaran (Yoh. 14:6) maka bagi yang mencari akan mendapatkannya (Mat.7:7) dan ia yang mendapat akan dimampukan hidup di jalan Tuhan (Mzm. 119:105).

Mat. 4:4  Tetapi Yesus menjawab: "Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah."

Mat. 14:6   Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.


Mat.7:7-11. "Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan. Adakah seorang dari padamu yang memberi batu kepada anaknya, jika ia meminta roti,  atau memberi ular, jika ia meminta ikan? Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya."

Mzm. 119:105  Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.

Kalimat yang mengikuti, yaitu: "semuanya itu akan ditambahkan kepadamu" adalah akibat yang timbul karena penyebab dari padanya terpenuhi, yaitu apabila seorang beriman hidup sesuai dengan firman Tuhan, tidak kuatir akan hidupnya, dan hatinya selalu penuh sukacita dan damai sejahtera.
Orang beriman yang masih berpikiran duniawi hanya memikirkan dan mengharapkan kekayaan harta-benda duniawi;  uang, kekuasaan dan kehormatan selama hidupnya. Tetapi Tuhan Yesus Kristus kepada orang beriman yang berpikiran rohani memberikan lebih dari pada itu, karena Ia akan mengganti semua yang telah ditinggalkannya karena mengikut Dia, seratus kali lipat banyaknya. Dan semuanya itu diterimanya pada masa sekarang, semasa ia masih hidup di dunia; dan hidup kekal di sorga kelak (Mat.19:27-30; Mrk.10:28-31).

Mat.19:27-30. Lalu Petrus menjawab dan berkata kepada Yesus: "Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Engkau; jadi apakah yang akan kami peroleh?" Kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pada waktu penciptaan kembali, apabila Anak Manusia bersemayam di takhta kemuliaan-Nya, kamu, yang telah mengikut Aku, akan duduk juga di atas dua belas takhta untuk menghakimi kedua belas suku Israel. Dan setiap orang yang karena nama-Ku meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, bapa atau ibunya, anak-anak atau ladangnya, akan menerima kembali seratus kali lipat dan akan memperoleh hidup yang kekal. Tetapi banyak orang yang terdahulu akan menjadi yang terakhir, dan yang terakhir akan menjadi yang terdahulu."

Mrk.10:28-31. Berkatalah Petrus kepada Yesus: "Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Engkau!Jawab Yesus: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang karena Aku dan karena Injil meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, ibunya atau bapanya, anak-anaknya atau ladangnya, orang itu sekarang pada masa ini juga akan menerima kembali seratus kali lipat: rumah, saudara laki-laki, saudara perempuan, ibu, anak dan ladang, sekalipun disertai berbagai penganiayaan, dan pada zaman yang akan datang ia akan menerima hidup yang kekal. Tetapi banyak orang yang terdahulu akan menjadi yang terakhir dan yang terakhir akan menjadi yang terdahulu."

Dengan pemahaman diatas maka perkataan Tuhan Yesus Kristus "Carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu," tidak dapat diberlakukan untuk semua orang, melainkan hanya akan berlaku bagi orang beriman yang mempunyai pikiran yang rohani. Dan semuanya itu berlaku pada masa sekarang, selama ia hidup di dunia. Ia akan mendapat ganti semua yang ditinggalkannya seratus kali lipat; Ia akan menerima beratus-ratus rumah ganti rumah yang ditinggalkannya; ia akan menerima beratus-ratus saudara laki-laki, saudara perempuan, ibu, anak dan ladang ganti saudara laki-laki, saudara perempuan, ibu, anak dan ladang yang ditinggalkannya. Dan yang lebih berharga daripada segalanya itu Allah akan memberinya hidup kekal di sorga.

Rabu, 08 Juli 2015

Dua Macam Dasar

Mat.7:24-27. "Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu. Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, sehingga rubuhlah rumah itu dan hebatlah kerusakannya."

Perikop di atas merupakan alinea penutup dari khotbah di bukit dalam Injil Matius yang meliputi tiga pasal penuh (pasal 5-7) yang dikatakan kepada dua belas murid dan orang banyak. Pada umumnya pembaca Injil berpikir tentang dua macam dasar yang digunakan untuk membangun rumah dalam perumpamaan yang dikatakan Yesus Kristus. Hal itu mungkin terpengaruh oleh judul pada perikop ini. Tetapi bagi pembaca yang cermat akan menemukan dua kata kunci yang merupakan inti seluruh khotbah di bukit, yaitu kata "melakukan" dan kata "bijaksana." 

Yang dimaksud dengan kata yang pertama adalah "melakukan perkataanNya"  yang meliputi tujuh pokok pikiran*, yang dimulai dengan sepuluh ucapan berbahagia, kemudian disambung dengan perumpamaan garam dunia dan terang dunia; dan selanjutnya menerangkan tentang hukum Taurat; tentang hal yang kudus dan berharga; tentang pengabulan doa; tentang jalan yang benar; dan yang terakhir tentang pengajaran yang sesat. 

*Ketujuh pokok pikiran Yesus Kristus itu telah diuraikan dalam artikel yang masing-masing dengan judul yang berkaitan.

1. Sepuluh ucapan berbahagia adalah merupakan petunjuk tentang semua yang harus dilakukan dan apa yang akan dialami pengikutNya, sehingga imannya dapat bertumbuh sehat, menghasilkan buah Roh, dan dapat menjadi sempurna, yaitu: datang kepada Allah dengan rendah hati; mau berempathi kepada orang lain; tulus kepada orang lain; berusaha hidup sesuai firman Tuhan; memberi dengan ikhlas; mengikut Tuhan secara total; senantiasa membawa kedamaian; siap-sedia menderita; siap-sedia dimusuhi karena menjadi pengikut Kristus; dan siap-sedia menjadi martir demi imannya.

2. Menjadi garam dunia berarti orang beriman dalam proses belajar-mengajar firman Tuhan harus benar, dalam arti mengerti Firman Tuhan sebagai pemahaman yang diperoleh melalui praktek dalam hidupnya (kognisi), bukan hanya sebagai pelajaran teoretis belaka (teori tanpa praktek). Sedangkan menjadi terang dunia berarti orang beriman yang telah mengerti Firman Tuhan dengan benar harus memberitakannya secara terbuka dan cuma-cuma.

3. Hukum Taurat  yang dikatakan Yesus Kristus adalah tentang "kesucian" yang meliputi lima kriteria, yaitu suci dalam hati, suci dalam pikiran, suci dalam perkataan, suci dalam perbuatan, dan suci dalam kasih. Dan suci dalam perbuatan dibedakan menjadi enam hal, yaitu: dalam hal memberi sedekah; dalam hal berdoa; dalam hal berpuasa; dalam hal mengumpulkan harta; dalam hal kekuatiran; dan dalam hal menghakimi. 

4. Tentang yang kudus dan berharga yang dimaksudkannya adalah bahwa pembukaaan Firman Tuhan yang benar tidak dapat diterima oleh orang-orang yang masih hidup dalam dosa, yang diibaratkan seperti anjing yang kembali ke muntahannya, dan babi yang selalu ingin berkubang dalam lumpur. Perumpamaan yang dikatakan Yesus Kristus ini menjadi peringatan kepada pengikutNya supaya tidak terlalu memaksakan diri (mungkin karena terlalu bersemangat) dalam memberitakan firman Tuhan kepada orang-orang, walaupun firman Tuhan harus diberitakan secara terbuka dan cuma-cuma. Karena yang dapat menerima pengajaran tentang pembukaan firman Tuhan hanya orang-orang yang mempunyai mata dan telinga, seperti orang yang menemukan harta terpendam atau orang yang menemukan mutiara yang sangat berharga dalam perumpamaan yang dikatakan Yesus Kristus (Mat.13:44-46).


Mat.13:44-46. "Hal Kerajaan Sorga itu seumpama harta yang terpendam di ladang, yang ditemukan orang, lalu dipendamkannya lagi. Oleh sebab sukacitanya pergilah ia menjual seluruh miliknya lalu membeli ladang itu. Demikian pula hal Kerajaan Sorga itu seumpama seorang pedagang yang mencari mutiara yang indah. Setelah ditemukannya mutiara yang sangat berharga, iapun pergi menjual seluruh miliknya lalu membeli mutiara itu."


5. Tentang pengabulan doa yang dimaksudkan adalah pengabulan doa yang meminta semua yang rohani untuk pertumbuhan imannya, bukan meminta barang-barang duniawi untuk memuaskan keinginan dagingnya. Karena yang baik menurut Allah sangat jauh berbeda dengan yang baik menurut pikiran manusia. Yang baik menurut Allah adalah yang berguna bagi manusia untuk hidup kekal, yaitu Roh Kudus (Luk.11:9-13)


Luk.11:9-13 Oleh karena itu Aku berkata kepadamu: Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan. Bapa manakah diantara kamu, jika anaknya minta ikan daripadanya, akan memberikan ular kepada anaknya itu ganti ikan? Atau , jika minta telur, akan memberikan kepadanya kalajengking? Jadi Jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anak mu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan Roh Kudus kepada mereka yang meminta kepada Nya.

6. Tentang jalan yang benar, yang dimaksud adalah jalan menuju kepada hidup kekal. Jalan yang benar yang harus dilakukan adalah dengan menjadi pelayan bagi saudara-saudaranya, karena yang terbesar dalam KerajaanNya adalah orang yang mau melayani saudara-saudaranya (Mat.23:11). Dan syarat yang harus dipenuhi untuk menjadi pelayan haruslah ia menjadi orang yang mempunyai "kasih" dan menuntutnya menjadi orang yang sabar, murah hati, tidak cemburu, tidak memegahkan diri dan tidak sombong; tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri; tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain; tidak suka dengan ketidakadilan; menutupi segala sesuatu; percaya segala sesuatu; dan mengharapkan segala sesuatu  (1 Kor.13:4-7).

Mat.23:11. Barangsiapa terbesar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu.

7. Tentang pengajaran yang sesat, yang dimaksud adalah guru-guru palsu dan nabi-nabi palsu yang mengajarkan firman Tuhan dengan tujuan untuk memperkaya diri sendiri. Ia menggunakan firman Tuhan sebagai alat untuk memperdayai atau menipu orang percaya demi mendapatkan kehormatan dan kenikmatan duniawi. Pengajaran yang sesat mengajarkan hal-hal duniawi, bukan mengenai hal-hal rohani. Firman Tuhan digunakannya untuk melegalisir keinginan dan pikirannya sendiri sehingga jemaat dibutakan dari pengajaran yang benar dan yang sesuai dengan Injil. Pada kenyataannya banyak yang memilih pengajaran yang duniawi dari pada yang rohani, karena pada dasarnya mereka masih orang-orang duniawi, dan tidak pernah menjadi pengikut Tuhan Yesus Kristus.

Sedangkan kata "bijaksana" adalah berkaitan dengan keputusannya memilih untuk melakukan perkataan Yesus Kristus yang telah disebutkan di atas. Jadi bijaksana yang dimaksudkan Yesus Kristus adalah tentang cara orang menggunakan mata batinnya untuk menilai, memilih, dan melakukan yang benar, yang sesuai dengan kehendak Allah. Oleh karena itu orang yang bijaksana diibaratkanNya dengan orang yang mendirikan rumah di atas batu. Yang dimaksud adalah rumah yang didirikan di atas tanah yang keras atau berbatu-batu, bukan mendirikan rumah diatas fondasi yang dibuat dari batu, 
seperti rumah yang biasa dibuat oleh orang kaya pada masa itu atau oleh orang yang hidup di kota-kota pada masa sekarang. Karena perumpamaan Yesus Kristus membandingkan antara dua buah rumah non permanen, dimana yang satu didirikan di atas pasir, dan yang lain didirikan di atas tanah yang berbatu-batu.

Perumpamaan itu mudah dipahami orang Yahudi pada waktu itu, karena pada musim kering mereka biasa melihat rumah yang didirikan di atas tanah berpasir pada aliran sungai. dimana musim kering di Palestina terjadi bisa sampai bertahun-tahun lamanya, seperti tujuh tahun musim kering pada masa hidup Yakub (Kej.41:53-57).

Kej.41:53-57. Setelah lewat ketujuh tahun kelimpahan yang ada di tanah Mesir itu, mulailah datang tujuh tahun kelaparan, seperti yang telah dikatakan Yusuf; dalam segala negeri ada kelaparan, tetapi di seluruh negeri Mesir ada roti. Ketika seluruh negeri Mesir menderita kelaparan, dan rakyat berteriak meminta roti kepada Firaun, berkatalah Firaun kepada semua orang Mesir: "Pergilah kepada Yusuf, perbuatlah apa yang akan dikatakannya kepadamu." Kelaparan itu merajalela di seluruh bumi. Maka Yusuf membuka segala lumbung dan menjual gandum kepada orang Mesir, sebab makin hebat kelaparan itu di tanah Mesir. Juga dari seluruh bumi datanglah orang ke Mesir untuk membeli gandum dari Yusuf, sebab hebat kelaparan itu di seluruh bumi.


Sungai yang mengering bertahun-tahun tidak dapat lagi dibedakan dengan tanah daratan; yang membedakannya adalah daerah aliran sungai yang mengering itu tidak bertuan, sehingga orang asing yang tidak dikenal (urban) dengan bebas dapat menduduki dan mendirikan rumah di atasnya. Ia (mungkin) tahu resiko air bah yang harus dihadapi dengan mendirikan rumah di aliran sungai, yang sewaktu-waktu bisa terjadi dan menggusur rumahnya, tetapi mereka mau menantang bahaya dan mengambil resiko itu karena membutuhkan tempat tinggal untuk berlindung. Dan mereka berpikir hanya akan menempatinya untuk sementara waktu saja. 

Demikian pula yang terjadi dalam kehidupan rohani orang percaya; banyak orang yang memilih jalan yang mudah dengan mengikuti pengajaran yang duniawi daripada yang rohani. Mereka memilih yang dipikirnya bisa memberikan solusi dalam pergumulan hidupnya di dunia, karena tuntutan materi yang harus dipenuhinya. Mungkin mereka juga tahu bahwa ajaran yang diikutinya terlalu duniawi, namun kesadaran itu diabaikannya. Oleh karena itu Tuhan Yesus Kristus memuji orang yang tidak mengikuti cara berpikir seperti orang-orang itu, karena ia mempunyai penglihatan (visi) kepada hidup kekal dan memilih pengajaran yang rohani, yang sesuai dengan imannya walaupun terlihat sulit dan tidak masuk akal.

Pada kenyataannya orang yang memilih yang duniawi juga tidak mudah dalam menjalaninya , dan solusi yang dijanjikan kepadanya tidak mereka dapatkan. Sedangkan orang yang memilih yang rohani dapat menanggung beban hidupnya dan merasakan kesulitan yang dijalaninya tidak terlalu berat, serta tidak sesulit seperti yang dikiranya pertama kali. Bahkan setelah ia terbiasa dan bisa berserah kepada Tuhan, merasakan jiwanya menjadi tenang dan dapat memikul beban hidupnya dengan mudah, enak dan ringan (Mat.11:28-30).

Mat.11:28-30 Marilah kepadaku , semua yang letih dan lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikul lah kuk yang Ku pasang dan belajarlah padaKu, karena Aku lemah lembut dan rendah hati, dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Ku pasang itu enak dan beban Ku pun ringan.