Rabu, 23 Mei 2018

IBADAH SEJATI

Ibadah berarti perbuatan untuk menyatakan bakti kepada Allah, yang didasari ketaatan mengerjakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya (KBBI) sedangkan beribadah berarti menjalankan ibadah; menunaikan segala kewajiban yang diperintahkan Allah. Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru juga sepakat dengan definisi 'ibadah' menurut KBBI. Tetapi terdapat satu ayat dalam surat yang ditulis rasul Paulus kepada jemaat di Roma, yang memberi makna lain dari pada makna menurut definisi di atas: "Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu,  supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati."(Rm 12:1).

Dalam ayat tersebut rasul Paulus memberi penekanan yang lebih dalam, bahwa ibadah yang sejati adalah suatu persembahan yang meliputi seluruh hidup manusia yang beriman kepada Tuhan, untuk memberikan yang terbaik dari dirinya kepada Tuhan; bukan hanya sekedar melakukan kewajiban dan perintah Nya, yang kemudian diterjemahkan dalam bentuk kewajiban dan upacara seremonial saja. Dalam hal ini rasul Paulus memberi penafsiran yang diilhami oleh korban-korban persembahan  dalam kemah suci atau dalam bait suci yang terdapat dalam kitab Taurat. Sama halnya dengan persembahan korban bakaran dan korban penebus dosa yang digenapi Yesus Kristus di kayu salib (Ibr 10:1-18), rasul Paulus kemudian mengenakan korban bakaran itu kepada orang percaya supaya menggenapinya, dengan mempersembahkan tubuhnya sendiri sebagai: 1. Persembahan yang hidup; 2. Persembahan yang kudus; dan 3. Persembahan yang berkenan kepada Allah.

Ibr 10:1-18 Di dalam hukum Taurat hanya terdapat bayangan saja dari keselamatan yang akan datang, dan bukan hakekat dari keselamatan itu sendiri. Karena itu dengan korban yang sama, yang setiap tahun terus-menerus dipersembahkan, hukum Taurat tidak mungkin menyempurnakan mereka yang datang mengambil bagian di dalamnya. Sebab jika hal itu mungkin, pasti orang tidak mempersembahkan korban lagi, sebab mereka yang melakukan ibadah itu tidak sadar lagi akan dosa setelah disucikan sekali untuk selama-lamanya. Tetapi justru oleh korban-korban itu setiap tahun orang diperingatkan akan adanya dosa. Sebab tidak mungkin darah lembu jantan atau darah domba jantan menghapuskan dosa. Karena itu ketika Ia masuk ke dunia, Ia berkata:  "Korban dan persembahan tidak Engkau kehendaki--tetapi Engkau telah menyediakan tubuh bagiku --. Kepada korban bakaran dan korban penghapus dosa Engkau tidak berkenan. Lalu Aku berkata: Sungguh, Aku datang; dalam gulungan kitab ada tertulis tentang Aku untuk melakukan kehendak-Mu, ya Allah-Ku.Di atas Ia berkata:  "korban dan persembahan, korban bakaran dan korban penghapus dosa tidak Engkau kehendaki dan Engkau tidak berkenan kepadanya" --meskipun dipersembahkan menurut hukum Taurat--. Dan kemudian kata-Nya: "Sungguh, Aku datang untuk melakukan kehendak-Mu." Yang pertama Ia hapuskan, supaya menegakkan yang kedua. Dan karena kehendak-Nya inilah kita telah dikuduskan satu kali untuk selama-lamanya oleh persembahan tubuh Yesus Kristus. Selanjutnya setiap imam melakukan tiap-tiap hari pelayanannya dan berulang-ulang mempersembahkan korban yang sama, yang sama sekali tidak dapat menghapuskan dosa. Tetapi Ia, setelah mempersembahkan hanya satu korban saja karena dosa, Ia duduk untuk selama-lamanya di sebelah kanan Allah, dan sekarang Ia hanya menantikan saatnya, di mana musuh-musuh-Nya akan dijadikan tumpuan kaki-Nya. Sebab oleh satu korban saja Ia telah menyempurnakan untuk selama-lamanya mereka yang Ia kuduskan . Dan tentang hal itu Roh Kudus juga memberi kesaksian kepada kita, sebab setelah Ia berfirman: "Inilah perjanjian yang akan Kuadakan dengan mereka sesudah waktu itu," Ia berfirman pula: "Aku akan menaruh hukum-Ku di dalam hati mereka dan menuliskannya dalam akal budi mereka, dan Aku tidak lagi mengingat o  dosa-dosa dan kesalahan mereka." Jadi apabila untuk semuanya itu ada pengampunan, tidak perlu lagi dipersembahkan korban karena dosa.

1. Persembahan yang hidup.
Yang dimaksud dengan "Persembahan yang hidup" oleh rasul Paulus adalah korban yang dipersembahkan orang percaya yang meliputi segenap tubuh, jiwa, dan rohnya, dengan mengalami proses pemurnian oleh api godaan dan pencobaan selama hidupnya hingga waktunya dipanggil Tuhan.

2. Persembahan yang kudus.
Korban yang dipersembahkan orang percaya berkenaan dengan kekudusan, baik kudus secara jasmani maupun rohani. Kudus secara jasmani yang dimaksud rasul Paulus adalah menyerahkan hidupnya seutuhnya bagi Tuhan; dengan hidup menguduskan diri, dalam arti tidak kawin atau hidup selibat, seperti yang dilakukan rasul Paulus sendiri. Hidup selibat adalah mengkuduskan diri dengan menyalibkan keinginan-keinginan dagingnya dan menggantinya dengan kehendak Allah, yaitu segala yang kudus.

3. Persembahan yang berkenan kepada Allah.
Yang berkenan kepada Allah adalah  orang yang takut akan Tuhan, yaitu orang yang hidup dengan jujur dalam seluruh aspek  hidupnya (Ams.14:2), mulai dari yang dapat dilihat oleh mata dan yang dapat didengar oleh telinga, sampai dengan yang timbul dalam hati yang hanya diketahui Allah dan orang itu sendiri. 

Ams.14:2 Siapa berjalan dengan jujur, takut akan TUHAN, tetapi orang yang sesat jalannya, menghina Dia



Minggu, 13 Mei 2018

Karunia Hikmat

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) kata hikmat berarti: 1. kearifan; 2. kesaktian (kekuatan gaib); Tetapi Alkitab memberi makna yang berbeda dengan KBBI, karena 'Hikmat' yang dimaksud adalah karunia Hikmat yang diberikan Roh Kudus kepada orang yang dikenan Allah. Alkitab mempunyai 216 ayat yang memuat kata 'Hikmat,' baik dalam kitab-kitab Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru. Dari mulai kitab-kitab Torah, kitab Nabi-nabi, maupun kitab-kitab Puisi.
Dalam Injil Matius secara implisit Yesus Kristus mengatakan arti kata 'hikmat' yang terdapat dalam Injil Matius: "Kepadamu diberi karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Sorga, tetapi kepada mereka tidak." Kalimat itu ditujukan kepada murid-murid, ketika mereka menanyakan arti perumpamaan tentang sang penabur yang diceritakan sebelumnya (Mat.13:11-23). "Karunia untuk mengetahui Kerajaan Sorga" yang dimaksudkanNya itu ialah karunia 'Hikmat' yang diuraikan panjang lebar dalam kitab Amsal, yang ditulis Salomo,  anak Daud, raja Israel (Ams.1:1-7), yang menerima 'Hikmat' dan pengertian dari TUHAN (2 Taw.1:1-13)

Mat.13:11-23 Jawab Yesus: "Kepadamu diberi karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Sorga, tetapi kepada mereka tidak. Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan; tetapi siapa yang tidak mempunyai, apapun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya. Itulah sebabnya Aku berkata-kata dalam perumpamaan kepada mereka; karena sekalipun melihat, mereka tidak melihat dan sekalipun mendengar, mereka tidak mendengar dan tidak mengerti. Maka pada mereka genaplah nubuat Yesaya, yang berbunyi: Kamu akan mendengar dan mendengar, namun tidak mengerti, kamu akan melihat dan melihat, namun tidak menanggap. Sebab hati bangsa ini telah menebal, dan telinganya berat mendengar, dan matanya melekat tertutup; supaya jangan mereka melihat dengan matanya dan mendengar dengan telinganya dan mengerti dengan hatinya, lalu berbalik sehingga Aku menyembuhkan mereka. Tetapi berbahagialah matamu karena melihat dan telingamu karena mendengar. Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya banyak nabi dan orang benar ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya. Karena itu, dengarlah arti perumpamaan penabur itu. Kepada setiap orang yang mendengar firman tentang Kerajaan Sorga, tetapi tidak mengertinya, datanglah si jahat dan merampas yang ditaburkan dalam hati orang itu; itulah benih yang ditaburkan di pinggir jalan. Benih yang ditaburkan di tanah yang berbatu-batu ialah orang yang mendengar firman itu dan segera menerimanya dengan gembira. Tetapi ia tidak berakar dan tahan sebentar saja. Apabila datang penindasan atau penganiayaan karena firman itu, orang itupun segera murtad. Yang ditaburkan di tengah semak duri ialah orang yang mendengar firman itu, lalu kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah. Yang ditaburkan di tanah yang baik ialah orang yang mendengar firman itu dan mengerti, dan karena itu ia berbuah, ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat."

Ams.1:1-7 Amsal-amsal Salomo bin Daud, raja Israel, untuk mengetahui hikmat dan didikan, untuk mengerti kata-kata yang bermakna, untuk menerima didikan yang menjadikan pandai, serta kebenaran, keadilan dan kejujuran, untuk memberikan kecerdasan kepada orang yang tak berpengalaman, dan pengetahuan serta kebijaksanaan kepada orang muda-- baiklah orang bijak mendengar dan menambah ilmu dan baiklah orang yang berpengertian memperoleh bahan pertimbangan-- untuk mengerti amsal dan ibarat, perkataan dan teka-teki orang bijak. Takut akan TUHAN adalah permulaan pengetahuan, tetapi orang bodoh menghina hikmat dan didikan.

2 Taw.1:1-13 Salomo, anak Daud, menjadi kuat dalam kedudukannya sebagai raja; TUHAN, Allahnya, menyertai dia dan menjadikan kekuasaannya luar biasa besarnya. Salomo memberi perintah kepada seluruh Israel, kepada kepala-kepala pasukan seribu dan pasukan seratus, kepada para hakim dan kepada semua pemimpin di seluruh Israel, yakni para kepala puak. Lalu pergilah Salomo bersama-sama dengan segenap jemaah itu ke bukit pengorbanan yang di Gibeon, sebab di situlah Kemah Pertemuan Allah yang dibuat Musa, hamba TUHAN itu, di padang gurun.--Tetapi Daud telah mengangkut tabut Allah dari Kiryat-Yearim ke tempat yang disiapkannya bagi tabut itu,--sebab ia telah memasang kemah untuk tabut itu di Yerusalem. Namun mezbah tembaga yang dibuat Bezaleel bin Uri bin Hur masih ada di sana di depan Kemah Suci TUHAN. Maka ke sanalah Salomo dan jemaah itu meminta petunjuk TUHAN. Salomo mempersembahkan korban di sana di hadapan TUHAN di atas mezbah tembaga yang di depan Kemah Pertemuan itu; ia mempersembahkan seribu korban bakaran di atasnya. Pada malam itu juga Allah menampakkan diri dan berfirman kepadanya: "Mintalah apa yang hendak Kuberikan kepadamu." Berkatalah Salomo kepada Allah: "Engkaulah yang telah menunjukkan kasih setia-Mu yang besar kepada Daud, ayahku, dan telah mengangkat aku menjadi raja menggantikan dia. Maka sekarang, ya TUHAN Allah, tunjukkanlah keteguhan janji-Mu kepada Daud, ayahku, sebab Engkaulah yang telah mengangkat aku menjadi raja atas suatu bangsa yang banyaknya seperti debu tanah. Berilah sekarang kepadaku hikmat dan pengertian, supaya aku dapat keluar dan masuk sebagai pemimpin bangsa ini, sebab siapakah yang dapat menghakimi umat-Mu yang besar ini?" Berfirmanlah Allah kepada Salomo:"Oleh karena itu yang kau ingini dan engkau tidak meminta kekayaan, harta benda, kemuliaan atau nyawa pembencimu, dan juga tidak meminta umur panjang, tetapi sebaliknya engkau meminta kebijaksanaan dan pengertian untuk dapat menghakimi umat-Ku yang atasnya Aku telah merajakan engkau, maka kebijaksanaan dan pengertian itu diberikan kepadamu; selain itu Aku berikan kepadamu kekayaan, harta benda dan kemuliaan, sebagaimana belum pernah ada pada raja-raja sebelum engkau dan tidak akan ada pada raja-raja sesudah engkau." Lalu pulanglah Salomo dari bukit pengorbanan yang di Gibeon itu, dari depan Kemah Pertemuan, ke Yerusalem dan ia memerintah atas Israel.


Perkataan Yesus Kristus di atas bukan hanya basa-basi, tetapi berisi pengajaran yang dikatakan dengan terus-terang kepada murid-murid; sesuai dengan yang diajarkanNya, yaitu: supaya mereka mengatakan segala sesuatu dengan sejujurnya, tidak berkata plintat plintut apalagi dibumbui dengan sumpah palsu (Mat.5: 33-37)

Mat.5: 33-37 Kamu telah mendengar pula yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan bersumpah palsu, melainkan peganglah sumpahmu di depan Tuhan. Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah sekali-kali bersumpah, baik demi langit, karena langit adalah takhta Allah, maupun demi bumi, karena bumi adalah tumpuan kaki-Nya, ataupun demi Yerusalem, karena Yerusalem adalah kota Raja Besar;  janganlah juga engkau bersumpah demi kepalamu, karena engkau tidak berkuasa memutihkan atau menghitamkan sehelai rambutpun. Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat. 

Secara terbuka Salomo menyatakan bahwa hikmat dikaruniakan kepada orang beriman yang mempunyai hati kepada Tuhan, sebagai pintu menuju 'Hikmat' itu; tetapi 'Hikmat' dianggap terlalu tinggi (Ams.24:7) bagi orang yang menolak didikan ayahnya (Ams.15:5). yaitu didikan yang diberikan Tuhan kepada umatNya, karena Tuhan Allah yang menjadi bapa dari umatNya dan setiap orang yang percaya Tuhan Yesus adalah anak-anak Allah (Yoh 8:42; Luk 6:36; 2Kor 1:3; Yoh 20:17).

Ams.15:5. Orang bodoh menolak didikan ayahnya, tetapi siapa mengindahkan teguran adalah bijak.

Ams.24:7 Hikmat terlalu tinggi bagi orang bodoh; ia tidak membuka mulutnya di pintu gerbang

Yoh 8:42 Kata Yesus kepada mereka: "Jikalau Allah adalah Bapamu, kamu akan mengasihi Aku, sebab Aku keluar dan datang dari Allah. Dan Aku datang bukan atas kehendak-Ku sendiri, melainkan Dialah yang mengutus Aku.

Luk 6:36 Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu murah hati."

2Kor 1:3 TerpujilahAllah, Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, Bapa yang penuh belas kasihan dan Allah sumber segala penghiburan,

Yoh 20:17 Kata Yesus kepadanya: "Janganlah engkau memegang Aku , sebab Aku belum pergi kepada Bapa, tetapi pergilah kepada saudara-saudara-Ku dan katakanlah kepada mereka, bahwa sekarang Aku akan pergi kepada Bapa-Ku  dan Bapamu, kepada Allah-Ku dan Allahmu." 


Di dalam kitab Amsal, Salomo menulis, bahwa untuk mendapatkan 'Hikmat' atau pengetahuan, pertama-tama orang harus mempunyai hati "Takut akan TUHAN," dan dengan hikmat itu orang akan akan memperoleh 'Pengertian' yang memberinya pengenalan tentang Yang Mahakudus (Ams.4:7; Ams.9:10), sehingga ia mengerti kehendak Allah, yaitu mengenai yang kudus dan yang benar (1Tes.4:3-7).

Ams.4:7 Permulaan hikmat ialah: perolehlah hikmat dan dengan segala yang kau peroleh, perolehlah pengertian.

Ams.9:10 Permulaan hikmat adalah takut akan TUHAN, dan mengenal Yang Mahakudus adalah pengertian.

1Tes.4:3-7 Karena inilah kehendak Allah: pengudusanmu, yaitu supaya kamu menjauhi percabulansupaya kamu masing-masing mengambil seorang perempuan menjadi isterimu sendiri dan hidup di dalam pengudusan dan penghormatan, bukan di dalam keinginan hawa nafsu, seperti yang dibuat oleh orang-orang yang tidak mengenal Allah, dan supaya dalam hal-hal ini orang jangan memperlakukan saudaranya dengan tidak baik atau memperdayakannya. Karena Tuhan adalah pembalas dari semuanya ini, seperti yang telah kami katakan dan tegaskan dahulu kepadamu. Allah memanggil kita bukan untuk melakukan apa yang cemar, melainkan apa yang kudus. Karena itu siapa yang menolak ini bukanlah menolak manusia, melainkan menolak Allah yang telah memberikan juga Roh-Nya yang kudus kepada kamu. 

Pengertian hanya dapat dimiliki oleh orang yang mencari dan mengejarnya dengan  hati yang sungguh-sungguh (Ams.2:1-22) mau hidup dengan jujur (Ams.14:2) dan menjauhkan diri dari perbuatan Jahat (Ayb.28:28).

Ams.2:1-22 Hai anakku, jikalau engkau menerima perkataanku dan menyimpan perintahku di dalam hatimu, sehingga telingamu memperhatikan hikmat, dan engkau mencenderungkan hatimu kepada kepandaian, ya, jikalau engkau berseru kepada pengertian, dan menujukan suaramu kepada kepandaian, jikalau engkau mencarinya seperti mencari perak, dan mengejarnya seperti mengejar harta terpendam, maka engkau akan memperoleh pengertian tentang takut akan TUHAN dan mendapat pengenalan akan Allah. Karena Tuhanlah yang memberikan hikmat, dari mulut-Nya datang pengetahuan dan kepandaian. Ia menyediakan pertolongan bagi orang yang jujur, menjadi perisai bagi orang yang tidak bercela lakunya, sambil menjaga jalan keadilan, dan memelihara jalan orang-orang-Nya yang setia. Maka engkau akan mengerti tentang kebenaran, keadilan, dan kejujuran, bahkan setiap jalan yang baik. Karena hikmat akan masuk ke dalam hatimu dan pengetahuan akan menyenangkan jiwamu; kebijaksanaan akan memelihara engkau, kepandaian akan menjaga engkau supaya engkau terlepas dari jalan yang jahat, dari orang yang mengucapkan tipu muslihat, dari mereka yang meninggalkan jalan yang lurus dan menempuh jalan yang gelap; yang bersukacita melakukan kejahatan, bersorak-sorak karena tipu muslihat yang jahat, yang berliku-liku jalannya dan yang sesat perilakunya; supaya engkau terlepas dari perempuan jalang, dari perempuan yang asing, yang licin perkataannya, yang meninggalkan teman hidup masa mudanya dan melupakan perjanjian Allahnya; sesungguhnya rumahnya hilang tenggelam ke dalam maut, jalannya menuju ke arwah-arwah. Segala orang yang datang kepadanya tidak balik kembali, dan tidak mencapai jalan kehidupan. Sebab itu tempuhlah jalan orang baik, dan peliharalah jalan-jalan orang benar. Karena orang jujurlah akan mendiami tanah, dan orang yang tak bercelalah yang akan tetap tinggal di situ, tetapi orang fasik akan dipunahkan dari tanah itu, dan pengkhianat akan dibuang dari situ.

Ams.14:2 Siapa berjalan dengan jujur, takut akan TUHAN, tetapi orang yang sesat jalannya, menghina Dia

Ayb.28:28 tetapi kepada manusia Ia berfirman: Sesungguhnya, takut akan Tuhan, itulah hikmat, dan menjauhi kejahatan itulah akal budi."

Yang dimaksud dengan "Hidup dengan jujur" adalah benci kepada dusta (Ams.13:5) dan mengejar kebaikan (Ams.11:27). Dan yang dimaksud dengan "Perbuatan jahat" adalah perbuatan yang dibenci Tuhan, yaitu: kesombongan, kecongkakan, tingkah laku yang jahat, dan mulut penuh tipu muslihat (Ams.8:13); yaitu: perilaku orang yang bertingkah dengan mata yang sombong, mempunyai lidah dusta, tangan yang menumpahkan darah orang yang tidak bersalah, hati yang membuat rencana-rencana yang jahat, kaki yang segera lari menuju kejahatan, seorang saksi dusta yang menyembur-nyemburkan kebohongan dan yang menimbulkan pertengkaran saudara (Ams.6:16-19).


Ams.13:5 Orang benar benci kepada dusta, tetapi orang fasik memalukan dan memburukkan diri.

Ams.11:27 Siapa mengejar kebaikan, berusaha untuk dikenan orang, tetapi siapa mengejar kejahatan akan ditimpa kejahatan.

Ams.8:13 Takut akan TUHAN ialah membenci kejahatan; aku benci kepada kesombongan, kecongkakan, tingkah laku yang jahat, dan mulut penuh tipu muslihat.

Ams.6:16-19 Enam perkara ini yang dibenci TUHAN, bahkan, tujuh perkara yang menjadi kekejian bagi hati-Nya: mata sombong, lidah dusta, tangan yang menumpahkan darah orang yang tidak bersalah, hati yang membuat rencana-rencana yang jahat, kaki yang segera lari menuju kejahatan, seorang saksi dusta yang menyembur-nyemburkan kebohongan dan yang menimbulkan pertengkaran saudara.

Benci kepada dusta
Ungkapan yang menyatakan: "Berbohong demi kebaikan" adalah hikmat manusia untuk membenarkan suatu perkataan dusta yang dimaksudkan untuk menghindar dari pertengkaran,  permusuhan, atau demi menjaga perasaan orang dan demi menjaga harga diri serta kehormatannya. Pernyataan seperti itu dibenci dan tidak akan dilakukan oleh orang yang hidup dalam kebenaran (1Yoh 3:10).

1Yoh 3:10 Inilah tandanya anak-anak Allah dan anak-anak Iblissetiap orang yang tidak berbuat kebenaran, tidak berasal dari Allah, demikian juga barangsiapa yang tidak mengasihi saudaranya.

Mengejar kebaikan
Yang dianggap 'baik' oleh orang pada umumnya adalah bila menguntungkannya, yang menyenangkannya, yang bermanfaat baginya, yang sesuai dengan keinginannya, dan yang tidak menentang kepentingan dirinya. Tetapi yang dimaksud "mengejar kebaikan" disini adalah 'kebaikan' bagi semua orang, walaupun akan merugikan dirinya, dan tidak sesuai dengan keinginannya.

Mata sombong
Ungkapan ini sama dengan "Tidak memandang sebelah mata" berarti memandang rendah orang lain, menganggap dirinya sendiri lebih baik, lebih pintar, lebih bijak, lebih benar, lebih kaya, lebih kuat, dan lebih berkuasa, sehingga meremehkan orang lain.

Lidah dusta
Ungkapan ini sama dengan"Lidah tak bertulang" berarti orang yang perkataannya tidak dapat dipercaya, perkataan dan yang diperbuatnya bertolak-belakang.

Tangan yang menumpahkan darah orang yang tidak bersalah
Ungkapan ini sama dengan "Tangan yang berlumuran darah" berarti orang yang tega melakukan kekerasan yang mengakibatkan kematian. Orang yang melakukan kekerasan seperti ini sudah berdosa, apalagi ditambah dengan  korban yang tak bersalah.

Hati yang membuat rencana-rencana yang jahat
Ungkapan ini sama dengan "Niat Jahat" berarti mempunyai pikiran untuk membuat orang lain susah, membuat orang merugi, membuat orang menderita, atau membuat orang celaka; walaupun ia tidak atau belum melaksanakannya.

Kaki yang segera lari menuju kejahatan
Ungkapan ini sama dengan "Babi yang kembali kekubangan" atau "Anjing yang kembali ke muntahannya" berarti orang yang kesukaannya berbuat jahat (2Ptr 2:22).

2Ptr 2:22 Bagi mereka cocok apa yang dikatakan peribahasa yang benar ini:"Anjing kembali lagi ke muntahnya,  dan babi yang mandi kembali lagi ke kubangannya."

Seorang saksi dusta yang menyembur-nyemburkan kebohongan
Adalah seorang yang dipercaya atau disumpah untuk bersaksi tentang sesuatu kejadian untuk mencari kebenaran, tetapi ia menggunakannya untuk keuntungan sendiri dengan memberi  kesaksian palsu.

Seorang yang menimbulkan pertengkaran saudara.
Adalah orang yang membuat orang lain menjadi salah paham dan bermusuhan dengan perkataan, maupun perbuatannya, sehingga menimbulkan perpecahan keluarga atau persaudaraan.

Dari uraian di atas maka hanya ada satu pintu sebagai jalan menuju kepada 'Hikmat,' tetapi tidak semua orang mau melakukannya, karena banyak orang bodoh yang menghina dan meremehkannya (Ams.1:7), hanya orang yang mempunyai akal budi yang baik saja yang mempunyai hati untuk melakukannya (Mzm.111:10). Oleh karena itu seorang pencemooh menjadi sia-sia saja mencari hikmat, tetapi yang mudah diperoleh orang yang mempunyai pengertian (Ams.14:6); karena didikan yang mendatangkan hikmat adalah "Takut akan TUHAN" dan untuk dapat hidup menurut didikan itu, orang harus mempunyai kerendahan hati (Ams.15:33), karena orang yang menganggap dirinya benar tidak akan mendengarkan nasihat dan didikan ( Ams.12:15).

Ams.1:7 Takut akan TUHAN  adalah permulaan pengetahuan, tetapi orang bodoh menghina hikmat dan didikan.

Mzm.111:10 Permulaan hikmat adalah takut akan TUHAN, semua orang yang melakukannya berakal budi yang baik. Puji-pujian kepada-Nya tetap untuk selamanya.

Ams.14:6 Si pencemooh mencari hikmat, tetapi sia-sia, sedangkan bagi orang berpengertian, pengetahuan mudah diperoleh.

Ams.15:33 Takut akan TUHAN adalah didikan yang mendatangkan hikmat, dan kerendahan hati mendahului kehormatan.

Ams.12:15 Jalan orang bodoh lurus dalam anggapannya sendiri, tetapi siapa mendengarkan nasihat, ia bijak.


Jumat, 02 Maret 2018

Talenta dan Uang Mina

Dalam jemaat gereja Kristen pada umumnya telah terjadi pemahaman yang rancu mengenai perumpamaan tentang talenta (Mat.25:14-30) dan perumpamaan tentang uang mina  (Luk.19:11-27), sebagian besar atau kemungkinan bahkan seluruh jemaat gereja menganggap kedua perumpamaan itu mempunyai pesan yang sama, yaitu berbicara tentang kemampuan khas masing-masing orang yang melekat dalam dirinya, yang biasanya lebih dimengerti sebagai bakat atau keahlian seseorang. Tetapi bila kedua perumpamaan itu dibaca dengan teliti, akan nampak bahwa masing-masing perumpamaan itu mempunyai pesan yang berbeda, dimana perumpamaan tentang talenta berbicara tentang karunia-karunia Roh yang dikaruniakan Tuhan kepada orang percaya, sedangkan perumpamaan tentang uang mina berbicara tentang harta duniawi atau uang.

Mat.25:14-30 "Sebab hal Kerajaan Sorga sama seperti seorang yang mau bepergian ke luar negeri, yang memanggil hamba-hambanya dan mempercayakan hartanya kepada mereka. Yang seorang diberikannya lima talenta, yang seorang lagi dua dan yang seorang lain lagi satu, masing-masing menurut kesanggupannya, lalu ia berangkat. Segera pergilah hamba yang menerima lima talenta itu. Ia menjalankan uang itu lalu beroleh laba lima talenta. Hamba yang menerima dua talenta itupun berbuat demikian juga dan berlaba dua talenta. Tetapi hamba yang menerima satu talenta itu pergi dan menggali lobang di dalam tanah lalu menyembunyikan uang tuannya. Lama sesudah itu pulanglah tuan hamba-hamba itu lalu mengadakan perhitungan dengan mereka. Hamba yang menerima lima talenta itu datang dan ia membawa laba lima talenta, katanya: Tuan, lima talenta tuan percayakan kepadaku; lihat, aku telah beroleh laba lima talenta. Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara  kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu. Lalu datanglah hamba yang menerima dua talenta itu, katanya: Tuan, dua talenta tuan percayakan kepadaku; lihat, aku telah beroleh laba dua talenta. Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia, engkau telah setia memikul tanggung jawab dalam perkara yang kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu. Kini datanglah juga hamba yang menerima satu talenta itu dan berkata: Tuan, aku tahu bahwa tuan adalah manusia yang kejam yang menuai di tempat di mana tuan tidak menabur dan yang memungut dari tempat di mana tuan tidak menanam. Karena itu aku takut dan pergi menyembunyikan talenta tuan itu di dalam tanah: Ini, terimalah kepunyaan tuan! Maka jawab tuannya itu: Hai kamu, hamba yang jahat dan malas, jadi kamu sudah tahu, bahwa aku menuai di tempat di mana aku tidak menabur dan memungut dari tempat di mana aku tidak menanam? Karena itu sudahlah seharusnya uangku itu kauberikan kepada orang yang menjalankan uang, supaya sekembaliku aku menerimanya serta dengan bunganya. Sebab itu ambillah talenta itu dari padanya dan berikanlah kepada orang yang mempunyai sepuluh talenta itu. Karena setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan. Tetapi siapa yang tidak mempunyai, apapun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya. Dan campakkanlah hamba yang tidak berguna itu ke dalam kegelapan yang paling gelap. Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi."
Luk.19:11-27 Untuk mereka yang mendengarkan Dia di situ, Yesus melanjutkan perkataan-Nya dengan suatu perumpamaan, sebab Ia sudah dekat Yerusalem dan mereka menyangka, bahwa Kerajaan Allah akan segera kelihatan. Maka Ia berkata: "Ada seorang bangsawan berangkat ke sebuah negeri yang jauh untuk dinobatkan menjadi raja di situ dan setelah itu baru kembali. Ia memanggil sepuluh orang hambanya dan memberikan sepuluh mina kepada mereka, katanya: Pakailah ini untuk berdagang sampai aku datang kembali. Akan tetapi orang-orang sebangsanya membenci dia, lalu mengirimkan utusan menyusul dia untuk mengatakan: Kami tidak mau orang ini menjadi raja atas kami. Dan terjadilah, ketika ia kembali, setelah ia dinobatkan menjadi raja, ia menyuruh memanggil hamba-hambanya, yang telah diberinya uang itu, untuk mengetahui berapa hasil dagang mereka masing-masing. Orang yang pertama datang dan berkata: Tuan, mina tuan yang satu itu telah menghasilkan sepuluh mina. Katanya kepada orang itu: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hamba yang baik; engkau telah setia dalam perkara kecil, karena itu terimalah kekuasaan atas sepuluh kota. Datanglah yang kedua dan berkata: Tuan, mina tuan telah menghasilkan lima mina. Katanya kepada orang itu: Dan engkau, kuasailah lima kota. Dan hamba yang ketiga datang dan berkata: Tuan, inilah mina tuan, aku telah menyimpannya dalam sapu tangan. Sebab aku takut akan tuan, karena tuan adalah manusia yang keras; tuan mengambil apa yang tidak pernah tuan taruh dan tuan menuai apa yang tidak tuan tabur. Katanya kepada orang itu: Hai hamba yang jahat, aku akan menghakimi engkau menurut perkataanmu sendiri. Engkau sudah tahu bahwa aku adalah orang yang keras, yang mengambil apa yang tidak pernah aku taruh dan menuai apa yang tidak aku tabur. Jika demikian, mengapa uangku itu tidak kauberikan kepada orang yang menjalankan uang? Maka sekembaliku aku dapat mengambilnya serta dengan bunganya. Lalu katanya kepada orang-orang yang berdiri di situ: Ambillah mina yang satu itu dari padanya dan berikanlah kepada orang yang mempunyai sepuluh mina itu.Kata mereka kepadanya: Tuan, ia sudah mempunyai sepuluh mina. Jawabnya: Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, dari padanya akan diambil, juga apa yang ada padanya. Akan tetapi semua seteruku ini, yang tidak suka aku menjadi rajanya, bawalah mereka ke mari dan bunuhlah mereka di depan mataku."

Dalam hal ini tentu saja konteks pembicaraan ditujukan kepada orang beriman, yang adalah hamba Tuhan, dengan penekanan yang berbeda; dimana  perumpamaan tentang uang mina lebih menunjuk kepada orang beriman atau orang Kristen pada umumnya, sedangkan perumpamaan tentang talenta menunjuk kepada orang beriman atau orang Kristen yang menjadi murid Kristus, yang ditunjukkan oleh kalimat: "Yang seorang diberikannya lima talenta, yang seorang lagi dua dan yang seorang lain lagi satu, masing-masing menurut kesanggupannyayang menjadi petunjuk adanya perbedaan diantara kedua perumpamaan itu. Kesanggupan yang dimaksud adalah kemauan untuk membayar harga yang dituntut Tuhan, yaitu: untuk menyerahkan hidupnya bagi Nya. Dengan demikian hamba yang diberi lima talenta adalah orang beriman yang mau menyerahkan hidupnya sepenuhnya bagi Tuhan, dalam arti rela menjalani hidup selibat atau melajang, yaitu tidak menikah bagi Tuhan (Mat.19.11-12)

Mat.19.11-12 Akan tetapi Ia berkata kepada mereka: "Tidak semua orang dapat mengerti perkataan itu, hanya mereka yang dikaruniai saja. Ada orang yang tidak dapat kawin karena ia memang lahir demikian dari rahim ibunya, dan ada orang yang dijadikan demikian oleh orang lain, dan ada orang yang membuat dirinya demikian karena kemauannya sendiri oleh karena Kerajaan Sorga. Siapa yang dapat mengerti hendaklah ia mengerti."

Sedangkan hamba yang diberi tiga talenta adalah orang beriman yang menyerahkan hidupnya untuk menjadi pelayan Tuhan walaupun tidak rela untuk hidup selibat. Dan yang diberi satu talenta adalah orang beriman yang memilih menikah dan hidup sebagai jemaat biasa.

Dengan demikian maka lebih tepat apabila disimpulkan bahwa perumpamaan tentang talenta ditujukan kepada orang beriman yang mau menjadi murid yang dikhususkan menjadi pelayan Tuhan, dan perumpamaan tentang uang mina ditujukan kepada orang beriman yang memilih hidup sebagai murid atau jemaat biasa.

Sebagai murid atau jemaat biasa, orang beriman harus memperhatikan pelajaran dalam perumpamaan uang mina, yaitu mereka harus mampu menggandakan uang satu mina yang diberikan Tuhan dengan melakukan perbuatan kasih kepada sesamanya, sehingga dapat layak menjadi murid Tuhan (Yoh.13:31-35). Uang satu mina adalah menunjuk kepada harta duniawi yang diberikan kepadanya sebagai bentuk pemeliharaan Tuhan. Harta duniawi berbicara tentang kekayaan atau uang, dimana sebagai hamba Tuhan, orang beriman harus menggandakannya sebanyak-banyaknya. Dalam hal ini tidak berarti bahwa harta yang dimilikinya bisa menjadi berkali-kali lipat, sehingga ia menjadi orang yang kaya raya, melainkan lebih dimengerti sebagai menggunakan harta yang diberikan Tuhan itu untuk melakukan perbuatan kasih, sehingga uang satu mina itu dapat menghasilkan banyak uang mina di sorga, karena banyaknya perbuatan kasih. 

Yoh.13:31-35 Sesudah Yudas pergi, berkatalah Yesus: "Sekarang Anak Manusia dipermuliakan dan Allah dipermuliakan di dalam Dia. Jikalau Allah dipermuliakan di dalam Dia, Allah akan mempermuliakan Dia juga di dalam diri-Nya, dan akan mempermuliakan Dia dengan segera. Hai anak-anak-Ku, hanya seketika saja lagi Aku ada bersama kamu. Kamu akan mencari Aku, dan seperti yang telah Kukatakan kepada orang-orang Yahudi: Ke tempat Aku pergi, tidak mungkin kamu datang, demikian pula Aku mengatakannya sekarang juga kepada kamu. Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi. Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi."

Harta duniawi yang diberikan Tuhan kepada orang beriman tidak akan berkurang walaupun ia mennggunakan hartanya itu untuk melakukan perbuatan kasih, ia akan tetap utuh satu mina, tidak berkurang, sebagaimana Tuhan Yesus Kristus yang menggandakan lima roti dan dua ikan untuk memberi makan lima ribu orang dan semua makan dengan kenyang (Mat.14:19-21). Hal ini sesuai dengan firman: "Ada yang menyebar harta, tetapi bertambah kaya, ada yang menghemat secara luar biasa, namun selalu berkurangan"(Ams.11:24) dan "Siapa memberi kepada orang miskin tak akan kekurangan, tetapi orang yang menutup matanya akan sangat dikutuki"(Ams.28:27).

Mat.14:19-21 Lalu disuruh-Nya orang banyak itu duduk di rumput. Dan setelah diambil-Nya lima roti dan dua ikan itu, Yesus menengadah ke langit dan mengucap berkat, lalu memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada murid-murid-Nya, lalu murid-murid-Nya membagi-bagikannya kepada orang banyak. Dan mereka semuanya makan sampai kenyang. Kemudian orang mengumpulkan potongan-potongan roti yang sisa, dua belas bakul penuh. Yang ikut makan kira-kira lima ribu laki-laki, tidak termasuk perempuan dan anak-anak.

Jadi orang beriman yang menggandakan uang mina nya adalah sama dengan orang yang sedang membuat mukjizat dengan kuasa Tuhan untuk mengumpulkan harta di sorga, sehingga ketika ia dipanggil Tuhan, akan dapat menunjukkan hasil berlipat kali ganda dan mendapat pujian dari padaNya sebagai hamba yang baik, karena setia dalam perkara kecil; dan ia akan diberi kuasa atas banyak kota di dalam kerajaan Nya.


Kamis, 01 Maret 2018

Manusia dan Mamon (4)

4. Menderita

Dua kata kunci yang terakhir yaitu: "Menderita" dan "Kesaksian" terdapat di dalam perumpamaan "Orang kaya dan Lazarus yang miskin," dimana dalam perumpamaan itu, Tuhan Yesus Kristus menceritakan tentang seorang kaya dan seorang bernama Lazarus yang miskin harta duniawi, tetapi kemudian mendapat tempat yang mulia dalam pangkuan bapa Abraham di sorga. Sedangkan orang kaya yang senantiasa bersukaria dan berkelimpahan dengan harta duniawi semasa hidupnya di dunia, mendapat siksaan kekal dalam api neraka karena semasa hidupnya tidak mempunyai belas kasihan terhadap sesamanya yang hidup miskin (Luk.16:19-31). 

Luk.16:19-26 "Ada seorang kaya yang selalu berpakaian jubah ungu dan kain halus, dan setiap hari  ia bersukaria dalam kemewahan. Dan ada seorang pengemis bernama Lazarus, badannya penuh dengan borok, berbaring dekat pintu rumah orang kaya itu, dan ingin menghilangkan laparnya dengan apa yang jatuh dari meja orang kaya itu. Malahan anjing-anjing datang dan menjilat boroknya. Kemudian matilah orang miskin itu, lalu dibawa oleh malaikat-malaikat ke pangkuan Abraham. Orang kaya itu juga mati, lalu dikubur. Dan sementara ia menderita sengsara di alam maut ia memandang ke atas, dan dari jauh dilihatnya Abraham, dan Lazarus duduk di pangkuannya. Lalu ia berseru, katanya: Bapa Abraham, kasihanilah aku. Suruhlah Lazarus, supaya ia mencelupkan ujung jarinya ke dalam air dan menyejukkan lidahku, sebab aku sangat kesakitan dalam nyala api ini. Tetapi Abraham berkata: Anak, ingatlah, bahwa engkau telah menerima segala yang baik sewaktu hidupmu, sedangkan Lazarus segala yang buruk. Sekarang ia mendapat hiburan dan engkau sangat menderita. Selain dari pada itu di antara kami dan engkau terbentang jurang yang tak terseberangi, supaya mereka yang mau pergi dari sini kepadamu ataupun mereka yang mau datang dari situ kepada kami tidak dapat menyeberang." 

Dalam cerita di atas Tuhan Yesus Kristus tidak memberi penjelasan tentang pribadi Lazarus, si orang miskin itu. Ia hanya memberi keterangan bahwa Lazarus adalah seorang miskin yang mengharap belas kasihan orang kaya itu. Mengingat Lazarus setelah meninggal dunia mendapatkan tempat dalam pangkuan Bapa Abraham, dapat dipastikan bahwa ia adalah seorang pribadi yang selama hidupnya telah melakukan perbuatan baik, seperti yang diperintahkan Tuhan, sehingga Allah Bapa berkenan kepadanya.
Sebagaimana dalam Injil Matius, Tuhan Yesus Kristus memberi perintah kepada murid-murid yang diutusNya untuk tidak membawa pundi-pundi uang dan banyak pakaian, walaupun mereka sebenarnya bukan orang yang tidak berpunya, tetapi Tuhan berpesan supaya mereka mencukupkan diri dengan pemberian orang (Mat.10:5-15). Bukankah perintah Tuhan itu sama saja untuk hidup dari belas kasih orang, seperti yang dilakukan Lazarus dalam cerita itu adalah perintah untuk hidup dengan rendah hati dan hanya mengandalkan Tuhan,  bukan mengandalkan diri pada Mamon.

Mat.10:5-15 Kedua belas murid itu diutus oleh Yesus dan Ia berpesan kepada mereka: "Janganlah kamu menyimpang ke jalan bangsa lain atau masuk ke dalam kota orang Samaria,  melainkan pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel. Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Sorga sudah dekat. Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang kusta; usirlah setan-setan. Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma. Janganlah kamu membawa emas atau perak atau tembaga dalam ikat pinggangmu. Janganlah kamu membawa bekal dalam perjalanan, janganlah kamu membawa baju dua helai, kasut atau tongkat, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya. Apabila kamu masuk kota atau desa, carilah di situ seorang yang layak dan tinggallah padanya sampai kamu berangkat. Apabila kamu masuk rumah orang, berilah salam kepada mereka. Jika mereka layak menerimanya, salammu itu turun ke atasnya, jika tidak, salammu itu kembali kepadamu. Dan apabila seorang tidak menerima kamu dan tidak mendengar perkataanmu, keluarlah dan tinggalkanlah rumah atau kota itu dan kebaskanlah debunya dari kakimu. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya pada hari penghakiman tanah Sodom dan Gomora akan lebih ringan tanggungannya dari pada kota itu."

Dengan contoh di atas maka Tuhan menghendaki murid-muridNya tidak bermegah karena harta dunia atau mamon, tetapi bermegah karena takut akan Tuhan. Dengan demikian mereka melakukan perbuatan yang memuliakan Allah Bapa di sorga. Tuhan mengetahui bahwa perintahNya itu adalah suatu tugas yang berat dan penuh resiko, yang diibaratkanNya seperti mengirim domba ke tengah-tengah sekumpulan serigala (Mat.10:16-33); sehingga untuk melakukannya orang harus mempunyai keberanian yang besar dan iman yang kuat. Dan Tuhan menyamakan orang beriman yang mau melakukannya sebagai orang yang mengasihi Allah, dan Ia berjanji akan menyertainya supaya ia mampu melakukan perintahNya hingga berhasil (Yoh.14:15-31). Pada tahap yang demikian maka setiap permintaan dalam doanya akan dikabulkan, sekaligus menjadi kesaksian tentang Allah yang benar, yang hidup dan yang berkuasa yang telah datang dalam nama Yesus Kristus, dan Allah Bapa di sorga dimuliakan (Yoh.15: 1- 27).

Mat.10:16-33. "Lihat, Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala, sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati. Tetapi waspadalah terhadap semua orang; karena ada yang akan menyerahkan kamu kepada majelis agama dan mereka akan menyesah kamu di rumah ibadatnya. Dan karena Aku, kamu akan digiring ke muka penguasa-penguasa dan raja-raja sebagai suatu kesaksian bagi mereka dan bagi orang-orang yang tidak mengenal Allah. Apabila mereka menyerahkan kamu, janganlah kamu kuatir akan bagaimana dan akan apa yang harus kamu katakan, karena semuanya itu akan dikaruniakan kepadamu pada saat itu juga. Karena bukan kamu yang berkata-kata, melainkan Roh Bapamu; Dia yang akan berkata-kata di dalam kamu. Orang akan menyerahkan saudaranya untuk dibunuh, demikian juga seorang ayah akan anaknya. Dan anak-anak akan memberontak terhadap orang tuanya dan akan membunuh mereka. Dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku; tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat. Apabila mereka menganiaya kamu dalam kota yang satu, larilah ke kota yang lain; karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sebelum kamu selesai mengunjungi kota-kota Israel, Anak Manusia sudah datang. Seorang murid tidak lebih dari pada gurunya, atau seorang hamba dari pada tuannya. Cukuplah bagi seorang murid jika ia menjadi sama seperti gurunya dan bagi seorang hamba jika ia menjadi sama seperti tuannya. Jika tuan rumah disebut Beelzebul, apalagi seisi rumahnya. Jadi janganlah kamu takut terhadap mereka, karena tidak ada sesuatupun yang tertutup yang tidak akan dibuka dan tidak ada sesuatupun yang tersembunyi yang tidak akan diketahui. Apa yang Kukatakan kepadamu dalam gelap, katakanlah itu dalam terang; dan apa yang dibisikkan ke telingamu, beritakanlah itu dari atas atap rumah. Dan janganlah kamu takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh, tetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa; takutlah terutama kepada Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka. Bukankah burung pipit dijual dua ekor seduit? Namun seekorpun dari padanya tidak akan jatuh ke bumi di luar kehendak Bapamu. Dan kamu, rambut kepalamupun terhitung semuanya. Sebab itu janganlah kamu takut, karena kamu lebih berharga dari pada banyak burung pipit. Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Aku juga akan mengakuinya di depan Bapa-Ku yang di sorga. Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, Aku juga akan menyangkalnya di depan Bapa-Ku yang di sorga."

Yoh.14:15-31 "Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku. Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya, yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia,  sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu. Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu. Aku datang kembali kepadamu. Tinggal sesaat lagi dan dunia tidak akan melihat Aku lagi, tetapi kamu melihat Aku, sebab Aku hidup dan kamupun akan hidup. Pada waktu itulah kamu akan tahu, bahwa Aku di dalam Bapa-Ku  dan kamu di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku  dan Akupun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya." Yudas,  yang bukan Iskariot, berkata kepada-Nya: "Tuhan, apakah sebabnya maka Engkau hendak menyatakan diri-Mu kepada kami, dan bukan kepada dunia?" Jawab Yesus: "Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku dan Bapa-Ku akan mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia. Barangsiapa tidak mengasihi Aku, ia tidak menuruti firman-Ku; dan firman yang kamu dengar itu bukanlah dari pada-Ku, melainkan dari Bapa yang mengutus Aku. Semuanya itu Kukatakan kepadamu, selagi Aku berada bersama-sama dengan kamu; tetapi Penghibur,  yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu. Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu. Kamu telah mendengar, bahwa Aku telah berkata kepadamu: Aku pergi, tetapi Aku datang kembali kepadamu. Sekiranya kamu mengasihi Aku, kamu tentu akan bersukacita karena Aku pergi kepada Bapa-Ku, sebab Bapa lebih besar dari pada Aku. Dan sekarang juga Aku mengatakannya kepadamu sebelum hal itu terjadi, supaya kamu percaya, apabila hal itu terjadi. Tidak banyak lagi Aku berkata-kata dengan kamu, sebab penguasa dunia ini datang dan ia tidak berkuasa sedikitpun atas diri-Ku. Tetapi supaya dunia tahu, bahwa Aku mengasihi Bapa dan bahwa Aku melakukan segala sesuatu seperti yang diperintahkan Bapa kepada-Ku, bangunlah, marilah kita pergi dari sini."

Yoh.15: 1- 27 "Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya. Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah. Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu. Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku. Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa. Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar. Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya. Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku."

"Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasih-Ku itu. Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya. Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh.Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu. Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya.Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu. Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu, apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku. Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu. Inilah perintah-Ku kepadamu: Kasihilah seorang akan yang lain. "
"Jikalau dunia membenci kamu,  ingatlah bahwa ia telah lebih dahulu membenci Aku dari pada kamu. Sekiranya kamu dari dunia, tentulah dunia mengasihi kamu sebagai miliknya. Tetapi karena kamu bukan dari dunia, melainkan Aku telah memilih kamu dari dunia, sebab itulah dunia membenci kamu. Ingatlah apa yang telah Kukatakan kepadamu: Seorang hamba tidaklah lebih tinggi dari pada tuannya. Jikalau mereka telah menganiaya Aku, mereka juga akan menganiaya kamu; jikalau mereka telah menuruti firman-Ku, mereka juga akan menuruti perkataanmu. Tetapi semuanya itu akan mereka lakukan terhadap kamu karena nama-Ku, sebab mereka tidak mengenal Dia, yang telah mengutus Aku. Sekiranya Aku tidak datang dan tidak berkata-kata kepada mereka, mereka tentu tidak berdosa. Tetapi sekarang mereka tidak mempunyai dalih bagi dosa mereka! Barangsiapa membenci Aku, ia membenci juga Bapa-Ku. Sekiranya Aku tidak melakukan pekerjaan di tengah-tengah mereka seperti yang tidak pernah dilakukan orang lain, mereka tentu tidak berdosa. Tetapi sekarang walaupun mereka telah melihat semuanya itu, namun mereka membenci baik Aku maupun Bapa-Ku. Tetapi firman yang ada tertulis dalam kitab Taurat mereka harus digenapi: Mereka membenci Aku tanpa alasan.Jikalau Penghibur yang akan Ku utus dari Bapa  datang, yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku.Tetapi kamu juga harus bersaksi, karena kamu dari semula  bersama-sama dengan Aku."

5. Kesaksian.

Luk.16:27-31 Kata orang itu: Kalau demikian, aku minta kepadamu, bapa, supaya engkau menyuruh dia ke rumah ayahku, sebab masih ada lima orang saudaraku, supaya ia memperingati mereka dengan sungguh-sungguh, agar mereka jangan masuk kelak ke dalam tempat penderitaan ini. Tetapi kata Abraham: Ada pada mereka kesaksian Musa dan para nabi; baiklah mereka mendengarkan kesaksian itu. Jawab orang itu: Tidak, bapa Abraham, tetapi jika ada seorang yang datang dari antara orang mati kepada mereka, mereka akan bertobat. Kata Abraham kepadanya: Jika mereka tidak mendengarkan kesaksian Musa dan para nabi, mereka tidak juga akan mau diyakinkan, sekalipun oleh seorang yang bangkit dari antara orang mati."

Adalah bukan suatu kebetulan apabila Tuhan Yesus Kristus membangkitkan Lazarus, saudara Maria dan Marta ( Yoh:11:1-44) sebagai kesaksian seorang yang bangkit dari antara orang mati. Dalam hal ini sudah menjadi nyata bahwa tidak semua orang, yaitu orang-orang yang pada masa itu melihat dan mendengar tentang kebangkitan Lazarus, dengan serta merta percaya kepada Tuhan Yesus Kristus, demikian pula dengan orang yang melihat dan mendengar kebangkitan Nya pada masa setelah kematian Yesus kristus di kayu salib; juga sampai pada masa sekarang oleh kesaksian Injil, tidak semua orang menjadi percaya. Kesaksian kebangkitan Lazarus dan kebangkitan Tuhan Yesus Kristus adalah merupakan kesaksian yang sangat atraktif dan meyakinkan, karena Lazarus setelah dibangkitkan hadir dan ikut makan dalam perjamuan dirumahnya, seolah-olah mau menyatakan kepada orang banyak bahwa ia benar-benar telah bangkit dan hidup sebagai seorang manusia normal (Yoh.12:1-11). Demikian pula yang dilakukan Tuhan Yesus Kristus setelah kebangkitanNya, selama empat puluh hari Ia menampakkan diri kepada banyak orang (Kis.1:1-5). Dan semua kesaksian itu dipertunjukkan Nya demi memuliakan Bapa di sorga.

Yoh.11:1-44Ada seorang yang sedang sakit, namanya Lazarus. Ia tinggal di Betania, kampung Maria dan adiknya Marta. Maria ialah perempuan yang pernah meminyaki kaki Tuhan dengan minyak mur dan menyekanya dengan rambutnya. Dan Lazarus yang sakit itu adalah saudaranya. Kedua perempuan itu mengirim kabar kepada Yesus: "Tuhan, dia yang Engkau kasihi, sakit." Ketika Yesus mendengar kabar itu, Ia berkata: "Penyakit itu tidak akan membawa kematian, tetapi akan menyatakan kemuliaan Allah, sebab oleh penyakit itu Anak Allah akan dimuliakan." Yesus memang mengasihi Marta dan kakaknya dan Lazarus. Namun setelah didengar-Nya, bahwa Lazarus sakit, Ia sengaja tinggal dua hari lagi di tempat, di mana Ia berada; tetapi sesudah itu Ia berkata kepada murid-murid-Nya: "Mari kita kembali lagi ke Yudea." Murid-murid itu berkata kepada-Nya: "Rabi, baru-baru ini orang-orang Yahudi mencoba melempari Engkau,  masih maukah Engkau kembali ke sana?"Jawab Yesus: "Bukankah ada dua belas jam dalam satu hari? Siapa yang berjalan pada siang hari, kakinya tidak terantuk, karena ia melihat terang dunia ini. Tetapi jikalau seorang berjalan pada malam hari, kakinya terantuk, karena terang tidak ada di dalam dirinya." Demikianlah perkataan-Nya, dan sesudah itu Ia berkata kepada mereka: "Lazarus, saudara kita, telah tertidur, tetapi Aku pergi ke sana untuk membangunkan dia dari tidurnya." Maka kata murid-murid itu kepada-Nya: "Tuhan, jikalau ia tertidur, ia akan sembuh." Tetapi maksud Yesus ialah tertidur dalam arti mati, sedangkan sangka mereka Yesus berkata tentang tertidur dalam arti biasa. Karena itu Yesus berkata dengan terus terang: "Lazarus sudah mati; tetapi syukurlah Aku tidak hadir pada waktu itu, sebab demikian lebih baik bagimu, supaya kamu dapat belajar percaya. Marilah kita pergi sekarang kepadanya." Lalu Tomas, yang disebut Didimus, berkata kepada teman-temannya, yaitu murid-murid yang lain: "Marilah kita pergi juga untuk mati bersama-sama dengan Dia." Maka ketika Yesus tiba, didapati-Nya Lazarus telah empat hari berbaring di dalam kubur. Betania terletak dekat Yerusalem, kira-kira dua mil jauhnya. Di situ banyak orang Yahudi telah datang kepada Marta dan Maria untuk menghibur mereka berhubung dengan kematian saudaranya. Ketika Marta mendengar, bahwa Yesus datang, ia pergi mendapatkan-Nya. Tetapi Maria tinggal di rumah. Maka kata Marta kepada Yesus: "Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati. Tetapi sekarangpun aku tahu, bahwa Allah akan memberikan kepada-Mu segala sesuatu yang Engkau minta kepada-Nya." Kata Yesus kepada Marta: "Saudaramu akan bangkit." Kata Marta kepada-Nya: "Aku tahu bahwa ia akan bangkit pada waktu orang-orang bangkit pada akhir zaman." Jawab Yesus: "Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya. Percayakah engkau akan hal ini?" Jawab Marta: "Ya, Tuhan, aku percaya, bahwa Engkaulah Mesias, Anak Allah, Dia yang akan datang ke dalam dunia." Dan sesudah berkata demikian ia pergi memanggil saudaranya Maria dan berbisik kepadanya: "Guru ada di sana dan Ia memanggil engkau." Mendengar itu Maria segera bangkit lalu pergi mendapatkan Yesus. Tetapi waktu itu Yesus belum sampai ke dalam kampung itu. Ia masih berada di tempat Marta menjumpai Dia. Ketika orang-orang Yahudi yang bersama-sama dengan Maria di rumah itu untuk menghiburnya, melihat bahwa Maria segera bangkit dan pergi ke luar, mereka mengikutinya, karena mereka menyangka bahwa ia pergi ke kubur untuk meratap di situ. Setibanya Maria di tempat Yesus berada dan melihat Dia, tersungkurlah ia di depan kaki-Nya dan berkata kepada-Nya: "Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati." Ketika Yesus melihat Maria menangis dan juga orang-orang Yahudi yang datang bersama-sama dia, maka masygullah hati-Nya. Ia sangat terharu dan berkata: "Di manakah dia kamu baringkan?" Jawab mereka: "Tuhan, marilah dan lihatlah!" Maka menangislah Yesus. Kata orang-orang Yahudi: "Lihatlah, betapa kasih-Nya kepadanya!" Tetapi beberapa orang di antaranya berkata: "Ia yang memelekkan mata orang buta, tidak sanggupkah Ia bertindak, sehingga orang ini tidak mati?" Maka masygullah pula hati Yesus, lalu Ia pergi ke kubur itu. Kubur itu adalah sebuah gua yang ditutup dengan batu. Kata Yesus: "Angkat batu itu!" Marta, saudara orang yang meninggal itu, berkata kepada-Nya: "Tuhan, ia sudah berbau, sebab sudah empat hari ia mati." Jawab Yesus: "Bukankah sudah Kukatakan kepadamu: Jikalau engkau percaya engkau akan melihat kemuliaan Allah?" Maka mereka mengangkat batu itu. Lalu Yesus menengadah ke atas dan berkata: "Bapa, Aku mengucap syukur kepada-Mu, karena Engkau telah mendengarkan Aku. Aku tahu, bahwa Engkau selalu mendengarkan Aku, tetapi oleh karena orang banyak yang berdiri di sini mengelilingi Aku, Aku mengatakannya, supaya mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku." Dan sesudah berkata demikian, berserulah Ia dengan suara keras: "Lazarus, marilah ke luar!" Orang yang telah mati itu datang ke luar, kaki dan tangannya masih terikat dengan kain kapan dan mukanya tertutup dengan kain peluh. Kata Yesus kepada mereka: "Bukalah kain-kain itu dan biarkan ia pergi."

Yoh.12:1-11 Enam hari sebelum Paskah Yesus datang ke Betania, tempat tinggal Lazarus yang dibangkitkan Yesus dari antara orang mati. Di situ diadakan perjamuan untuk Dia dan Marta melayani, sedang salah seorang yang turut makan dengan Yesus adalah Lazarus. Maka Maria mengambil setengah kati minyak narwastu  murni yang mahal harganya, lalu meminyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya; dan bau minyak semerbak di seluruh rumah itu. Tetapi Yudas Iskariot, seorang dari murid-murid Yesus, yang akan segera menyerahkan Dia, berkata: "Mengapa minyak narwastu ini tidak dijual tiga ratus dinar dan uangnya diberikan kepada orang-orang miskin?" Hal itu dikatakannya bukan karena ia memperhatikan nasib orang-orang miskin, melainkan karena ia adalah seorang pencuri; ia sering mengambil uang yang disimpan dalam kas yang dipegangnya.Maka kata Yesus: "Biarkanlah dia melakukan hal ini mengingat hari penguburan-Ku. Karena orang-orang miskin selalu ada pada kamu, tetapi Aku tidak akan selalu ada pada kamu."
Sejumlah besar orang Yahudi mendengar, bahwa Yesus ada di sana dan mereka datang bukan hanya karena Yesus, melainkan juga untuk melihat Lazarus, yang telah dibangkitkan-Nya dari antara orang mati. Lalu imam-imam kepala bermupakat untuk membunuh Lazarus juga, sebab karena dia banyak orang Yahudi meninggalkan mereka dan percaya kepada Yesus.

Kis.1:1-5 Hai Teofilus, dalam bukuku yang pertama aku menulis tentang segala sesuatu yang dikerjakan dan diajarkan Yesus, sampai pada hari Ia terangkat. Sebelum itu Ia telah memberi perintah-Nya oleh Roh Kudus kepada rasul-rasul yang dipilih-Nya. Kepada mereka Ia menunjukkan diri-Nya setelah penderitaan-Nya selesai, dan dengan banyak tanda Ia membuktikan, bahwa Ia hidup. Sebab selama empat puluh hari Ia berulang-ulang menampakkan diri dan berbicara kepada mereka tentang Kerajaan Allah. Pada suatu hari ketika Ia makan bersama-sama dengan mereka, Ia melarang mereka meninggalkan Yerusalem, dan menyuruh mereka tinggal di situ menantikan janji Bapa, yang -- demikian kata-Nya -- "telah kamu dengar dari pada-Ku. Sebab Yohanes membaptis dengan air, tetapi tidak lama lagi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus."

Dengan mengerti bahwa kesaksian yang diperbuat Tuhan adalah untuk kemuliaan Allah Bapa di sorga, maka demikian pula dengan kesaksian yang harus diperbuat oleh orang-orang percaya, yaitu dengan saling mengasihi satu sama lain seperti yang diperintahkan Tuhan, hal ini berarti bahwa orang percaya harus menurut perintah Tuhan, sebagai bentuk nyata mengasihi Tuhan Yesus Kristus, sebagaimana yang difirmankanNya: "Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku dan Bapa-Ku akan mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia. Barangsiapa tidak mengasihi Aku, ia tidak menuruti firman-Ku; dan firman yang kamu dengar itu bukanlah dari pada-Ku, melainkan dari Bapa yang mengutus Aku"  (Yoh.14:23-24).
Juga seperti yang diajarkanNya dalam perumpamaan uang mina (Luk.19:11-27), dalam mana masing-masing hamba diberikannya satu mina, tetapi tidak semua melakukan hal yang sama terhadap uang satu mina itu, ada yang mengandakannya menjadi sepuluh mina, ada yang menjadi lima mina, tetapi ada pula yang hanya menyimpannya saja, tetap satu mina saja. Dalam hal ini tidak diceritakan hamba-hamba lain yang menggandakannya menjadi sembilan mina, atau delapan mina, atau tujuh mina, atau enam mina, atau empat mina, atau tiga mina, atau dua mina; karena semua hambanya berjumlah sepuluh. Tetapi semua yang telah menggandakan uang mina itu disebut tuannya sebagai hamba yang baik dan kemudian dipercayainya untuk menguasai sejumlah kota sesuai dengan hasil yang dilakukan hamba itu.

Luk.19:11-27. Untuk mereka yang mendengarkan Dia di situ, Yesus melanjutkan perkataan-Nya dengan suatu perumpamaan, sebab Ia sudah dekat Yerusalem dan mereka menyangka, bahwa Kerajaan Allah akan segera kelihatan. Maka Ia berkata: "Ada seorang bangsawan berangkat ke sebuah negeri yang jauh untuk dinobatkan menjadi raja di situ dan setelah itu baru kembali. Ia memanggil sepuluh orang hambanya dan memberikan sepuluh mina kepada mereka, katanya: Pakailah ini untuk berdagang sampai aku datang kembali. Akan tetapi orang-orang sebangsanya membenci dia, lalu mengirimkan utusan menyusul dia untuk mengatakan: Kami tidak mau orang ini menjadi raja atas kami. Dan terjadilah, ketika ia kembali, setelah ia dinobatkan menjadi raja, ia menyuruh memanggil hamba-hambanya, yang telah diberinya uang itu, untuk mengetahui berapa hasil dagang mereka masing-masing. Orang yang pertama datang dan berkata: Tuan, mina tuan yang satu itu telah menghasilkan sepuluh mina. Katanya kepada orang itu: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hamba yang baik; engkau telah setia dalam perkara kecil, karena itu terimalah kekuasaan atas sepuluh kota. Datanglah yang kedua dan berkata: Tuan, mina tuan telah menghasilkan lima mina. Katanya kepada orang itu: Dan engkau, kuasailah lima kota. Dan hamba yang ketiga datang dan berkata: Tuan, inilah mina tuan, aku telah menyimpannya dalam sapu tangan. Sebab aku takut akan tuan, karena tuan adalah manusia yang keras; tuan mengambil apa yang tidak pernah tuan taruh dan tuan menuai apa yang tidak tuan tabur. Katanya kepada orang itu: Hai hamba yang jahat, aku akan menghakimi engkau menurut perkataanmu sendiri. Engkau sudah tahu bahwa aku adalah orang yang keras, yang mengambil apa yang tidak pernah aku taruh dan menuai apa yang tidak aku tabur. Jika demikian, mengapa uangku itu tidak kauberikan kepada orang yang menjalankan uang? Maka sekembaliku aku dapat mengambilnya serta dengan bunganya. Lalu katanya kepada orang-orang yang berdiri di situ: Ambillah mina yang satu itu dari padanya dan berikanlah kepada orang yang mempunyai sepuluh mina itu. Kata mereka kepadanya: Tuan, ia sudah mempunyai sepuluh mina. Jawabnya: Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, dari padanya akan diambil, juga apa yang ada padanya. Akan tetapi semua seteruku ini, yang tidak suka aku menjadi rajanya, bawalah mereka ke mari dan bunuhlah mereka di depan mataku."

Perumpamaan uang mina adalah berbicara mengenai mamon atau harta duniawi (uang) yang diberikan Tuhan kepada semua umat manusia. Mereka masing-masing diberiNya tanpa membeda-bedakan, apakah mereka orang baik ataukah orang jahat, orang beriman atau orang kafir. Dan harta duniawi (uang) yang diberikanNya itu cukup untuk menghidupinya (Luk.12:22-34). Dalam hal ini yang menjadi perhatian Tuhan adalah orang-orang beriman atau hamba Tuhan, karena bagi orang yang tidak percaya hukumannya sudah dipastikan.
Pada dasarnya dari perumpamaan itu hanya ada dua penilaian kepada orang percaya atau hamba Tuhan, yaitu kepada yang berhasil menggandakan harta duniawi yang diterimanya dari Tuhan disebut sebagai hamba yang baik; dan kepada orang percaya yang menyimpan harta duniawi yang diberikan Tuhan hanya bagi dirinya sendiri disebutNya sebagai hamba yang jahat. Dan hamba yang berhasil menggandakan uang mina itu adalah orang percaya yang telah mengumpulkan harta di sorga (Mat.6: 19-24)

Luk.12:22-34 Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Sebab hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian. Perhatikanlah burung-burung gagak yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mempunyai gudang atau lumbung, namun demikian diberi makan oleh Allah. Betapa jauhnya kamu melebihi burung-burung itu! Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta pada jalan hidupnya? Jadi, jikalau kamu tidak sanggup membuat barang yang paling kecil, mengapa kamu kuatir akan hal-hal lain? Perhatikanlah bunga bakung, yang tidak memintal dan tidak menenun, namun Aku berkata kepadamu: Salomo dalam segala kemegahannyapun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu. Jadi, jika rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api demikian didandani Allah, terlebih lagi kamu, hai orang yang kurang percaya! Jadi, janganlah kamu mempersoalkan apa yang akan kamu makan atau apa yang akan kamu minum dan janganlah cemas hatimu. Semua itu dicari bangsa-bangsa di dunia yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu tahu, bahwa kamu memang memerlukan semuanya itu. Tetapi carilah Kerajaan-Nya, maka semuanya itu akan ditambahkan juga kepadamu. Janganlah takut, hai kamu kawanan kecil! Karena Bapamu telah berkenan memberikan kamu Kerajaan itu. Juallah segala milikmu dan berikanlah sedekah! Buatlah bagimu pundi-pundi yang tidak dapat menjadi tua, suatu harta di sorga yang tidak akan habis, yang tidak dapat didekati pencuri dan yang tidak dirusakkan ngengat. Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada."

Mat.6:19-24 "Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya. Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya. Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada. Mata adalah pelita tubuh. Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu; jika matamu jahat, gelaplah seluruh tubuhmu. Jadi jika terang yang ada padamu gelap, betapa gelapnya kegelapan itu. Tak seorangpun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon."