Kamis, 03 Mei 2012

RENUNGAN ( 02 ): Tentang Perkawinan


Perkawinan dalam perspektif Kristen mempunyai kekhususan  tersendiri, karena perkawinan kristen merupakan dispensasi/ kelonggaran yang diberikan Tuhan kepada orang beriman; Perkawinan bukan merupakan perintah Allah yang selama ini dipahami oleh orang kebanyakan,  yang  menggunakan dasar ayat -ayat Perjanjian Lama (Kej.1:28; 9:1; 35:11), karena Perjanjian Lama adalah  gambaran tentang kehendak dan rencana Allah terhadap umat Nya. Perintah agar  beranak cucu yang sebenarnya adalah perintah untuk beranak-cucu rohani. Perkawinan diperbolehkan supaya seorang beriman yang tidak dapat mengendalikan dirinya, tidak terbakar oleh hawa nafsunya (1Kor.7:9); sehingga rohani orang beriman itu tidak mati. Kehendak dan rencana Nya adalah supaya manusia menguduskan dirinya dan menjadi sempurna seperti Dia, sehingga bisa hidup bahagia bersamaNya dalam Kerajaan Sorga. Maka hukum yang berlaku bagi orang yang menikah adalah perkataan Yesus bahwa “Apa yang telah dipersatukan oleh Allah, tidak boleh diceraikan manusia”(Mat.19:6), karena hanya maut atau kematian yang dapat memisahkan mereka dari pasangannya.

Kej.1:28. Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: "Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi."

Kej.9:1. Lalu Allah memberkati Nuh dan anak-anaknya serta berfirman kepada mereka: "Beranakcuculah dan bertambah banyaklah serta penuhilah bumi. 

Kej.35:11 Lagi firman Allah kepadanya: "Akulah Allah Yang Mahakuasa. Beranakcuculah dan bertambah banyak; satu bangsa, bahkan sekumpulan bangsa-bangsa, akan terjadi dari padamu dan raja-raja akan berasal dari padamu. 

1 Kor.7:9. Tetapi kalau mereka tidak dapat menguasai diri, baiklah mereka kawin. Sebab lebih baik kawin dari pada hangus karena hawa nafsu. 

Mat.19:6. Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia."

Tuhan Yesus jelas tidak menentang perkawinan, tetapi Ia tidak memberikan sedikit celah pun untuk bercerai bagi perkawinan orang-orang beriman. Sehingga apabila dikemudian hari pasangan itu ada masalah atau ketidak-cocokan diantara mereka, maka mereka harus mau saling mengoreksi diri dan menerima kekurangan pasangannya agar mereka dapat hidup bahagia dan membahagiakan pasangannya. Dalam hal ini jelas pengajaran yang diberikan oleh Tuhan kepada orang beriman, yaitu biarpun mereka tidak dapat memenuhi kehendak Allah secara maksimal, tetapi mereka diharapkan dapat mengalami pertumbuhan iman bersama pasangannya,  sehingga mereka dapat memperoleh keselamatan yang dijanjikan Allah. Bilamana pasangannya meninggal,  yang masih hidup memperoleh kebebasan sebagai orang merdeka. Dan ia bebas memilih apakah hendak mencari pasangan lagi, atau hidup mensucikan diri bagi Allah. Kepada mereka yang mencari pasangan lagi maka hukum yang berlaku adalah “Setiap orang yang menceraikan istrinya, lalu kawin dengan perempuan lain, ia berbuat zinah; dan barangsiapa kawin dengan perempuan yang diceraikan suaminya, ia berbuat zinah” (Luk.16:18). Hukum diatas hanya berlaku bagi orang-orang beriman, dan tidak berlaku bagi orang yang tidak beriman. Bila seorang tidak beriman bercerai dari pasangannya, kemudian ia mengikut Yesus, maka ia dianggap sebagai orang baru dan masa lalunya tidak diperhitungkan. Karena segala dosa dan kesalahannya sudah ditebus oleh kematian dan darah Yesus. Ia bebas kawin dengan pasangan yang dipilihnya.

Luk.16:18. Setiap orang yang menceraikan isterinya, lalu kawin dengan perempuan lain, ia berbuat zinah; dan barangsiapa kawin dengan perempuan yang diceraikan suaminya, ia berbuat zinah." 

Jika ada pasangan orang beriman yang karena sesuatu hal kemudian memutuskan untuk berpisah, maka masing-masing tidak diperbolehkan mencari pasangan lain sebagai penggantinya, selama pasangannya masih hidup. Jika seorang beriman ditinggal mati oleh pasangannya dan mempunyai anak yang masih belum dewasa, maka sebaiknya ia menunda perkawinannya sampai anaknya mandiri, karena anak itu masih menjadi tanggung-jawab dan berhak mendapat pemeliharaan dari orang tuanya yang masih hidup. Jika seorang tidak beriman yang mempunyai istri lebih dari satu, kemudian percaya kepada Yesus maka ia wajib untuk meninggalkan semua istrinya dan hidup dengan istri pertamanya saja. Jika istri yang pertama tidak mau percaya kepada Yesus dan ada diantara istrinya yang percaya kepada Yesus, maka istrinya yang beriman itu boleh menjadi pasangan hidupnya. Jika ada lebih dari satu istrinya yang mau beriman kepada Yesus, maka yang menjadi pasangan hidupnya adalah istrinya yang lebih tua. Sedangkan istri yang diceraikan bebas untuk mencari pasangan hidupnya menurut hukum diatas. Demikianlah perkawinan menurut Tuhan Yesus, maka murid-muridNya memilih untuk tidak kawin saja (Mat.19:10).Tetapi menurut Tuhan Yesus orang yang tidak kawin dikarenakan oleh tiga hal, tetapi satu yang dikehendaki Tuhan Yesus, yaitu tidak kawin karena Kerajaan Allah. 

Mat.19:10. Murid-murid itu berkata kepada-Nya: "Jika demikian halnya hubungan antara suami dan isteri, lebih baik jangan kawin." 

Injil Matius mencatat perkataan Tuhan Yesus didalam pasal 19:12, yang berbunyi:“... Ada orang yang tidak dapat kawin karena ia memang lahir demikian dari rahim ibunya, dan ada yang dijadikan demikian oleh orang lain, dan ada orang yang membuat dirinya demikian karena kemauannya sendiri oleh karena Kerajaan Sorga.”

Orang yang tidak dapat kawin karena mempunyai cacad pada alat reproduksinya sejak dari lahir, jelas orang demikian tidak mungkin dapat memilih pasangannya, karena tidak akan ada yang mau mengawininya atau dikawininya.
Orang yang tidak dapat kawin karena orang lain, banyak yang menyebabkannya antara lain, karena dikebiri orang lain (hal ini terjadi pada jaman kerajaan, dimana pelayan-pelayan laki-laki di istana raja harus dikebiri, untuk menghindari perjinahan di dalam istana). Atau karena terjadi kecelakaan yang menyebabkan alat reproduksinya rusak. Atau karena penyakit yang merusak alat reproduksinya. Atau karena tidak ada yang mau kawin dengannya.
Orang yang tidak kawin karena Kerajaan Sorga, adalah orang yang karena imannya memilih untuk tidak kawin dan menyerahkan hidupnya seutuhnya kepada Tuhan sebagai persembahan yang hidup dan bagi pelayanan kepada Tuhan.

Perkataan Tuhan Yesus diatas itu telah disalah-tafsirkan oleh beberapa orang beriman pada beberapa abad awal kekristenan, mereka mengamalkan ayat ini dengan melakukan praktek mengebiri dirinya sendiri. Terlalu naif orang yang melakukan firman dengan cara seperti itu,  adalah suatu pengamalan firman Tuhan yang keliru, karena yang dikehendaki Tuhan adalah kesucian hati (Ul.10:16; Rm.2:29) bukan perbuatan pengebirian diri. Hal ini sebenarnya sudah diajarkan didalam Perjanjian Lama dengan perintah sunat, yang menjadi tanda bagi bangsa Israel untuk mengingatkan mereka pada perintah Allah agar  mereka tidak melakukan perbuatan zinah.

Ul.10:16. Sebab itu sunatlah hatimu dan janganlah lagi kamu tegar tengkuk. 

Rm.2:29. Tetapi orang Yahudi sejati ialah dia yang tidak nampak keyahudiannya dan sunat ialah sunat di dalam hati, secara rohani, bukan secara hurufiah. Maka pujian baginya datang bukan dari manusia, melainkan dari Allah.

Seorang yang tidak kawin atau yang dikebiri sekalipun bila hidupnya tidak mengalami pembaharuan diri,  keberadaannya tidak akan diperhitungkan  Allah, karena ia dipandang Tuhan sebagai seorang jahat yang harus mendapatkan hukuman kekal. Karena yang dinilaiNya adalah buah Roh yang dihasilkan imannya, yaitu: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri (Gal.5:22 ).

Seorang yang mempunyai Kasih maka : Ia harus orang yang sabar, murah hati, tidak cemburu, tidak megahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran. Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu (1Kor.13:4-7).

Seorang yang mempunyai sukacita adalah orang yang menjalani hidup dengan hati yang gembira, bergairah, peramah dan murah senyum, dimana ia menjalani hidupnya dengan ringan tanpa tekanan yang berarti, dan tidak merasakan beban yang terlalu berat.

Seorang yang mempunyai damai sejahtera adalah orang yang selalu bersyukur atas apa yang diperolehnya sebagai berkat dari Tuhan, tidak ambisius, tidak serakah, dan jiwanya selalu dalam keadaan tenang .

Seorang yang mempunyai kesabaran adalah orang yang selalu dapat menunggu segala sesuatu, dapat mengerti kelemahan orang lain dan mempunyai persediaan maaf yang tidak terbatas.

Seorang yang mempunyai kemurahan adalah orang yang selalu mau memberi kepada orang lain, baik waktu, harta-benda, maupun memberikan hidupnya.

Seorang yang mempunyai kebaikan adalah orang yang selalu melakukan segala sesuatu demi kepentingan orang lain dan kebaikan bersama.

Seorang yang mempunyai kesetiaan adalah orang yang tidak mudah berubah pikiran dan melakukan segala sesuatu sesuai dengan apa yang telah diucapkannya sama dengan kata hati nuraninya.

Seorang yang mempunyai kelemahlembutan adalah orang yang memperlakukan orang lain dengan penuh kasih dan penuh perhatian.

Seorang yang mempunyai penguasaan diri adalah orang yang dapat menahan diri untuk tidak melakukan perbuatan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain dan tidak melakukan segala sesuatu yang dibenci Tuhan.

RENUNGAN ( 01 ): Tentang Berniaga dan Ekonomi

Bila kita berbicara tentang berniaga atau ekonomi pasti yang kita pikirkan adalah uang. Hal ini tidak dapat dihindarkan sebab uang adalah alat tukar dalam kegiatan ekonomi, bahkan telah menguasai segala segi kehidupan manusia. Tidak terkecuali dengan orang beriman, juga tidak dapat melepaskan diri dari kegiatan ekonomi dan uang, sebab kita hidup didalam lingkungan dunia yang sudah terpola dan masuk kedalam sistem ekonomi dunia. Agar kita tetap dapat mengamalkan iman maka kita harus mengerti bagaimanakah pandangan Alkitab atau lebih khusus lagi pandangan Tuhan Yesus terhadap kegiatan ekonomi dan uang? Secara eksplisit kita tidak akan menemukan petunjuk mengenai kegiatan ekonomi di dalam Alkitab, karena Tuhan Yesus mengajarkan hal rohani bukan hal jasmani. Tetapi secara implisit kita dapat menggunakan perkataan Tuhan Yesus sebagai dasar dalam melakukan kegiatan ekonomi, sehingga orang beriman yang melakukan kegiatan ekonomi tidak terhambat imannya.

Terdapat beberapa ayat firman Tuhan yang dapat digunakan sebagai dasar untuk melakukan kegiatan ekonomi dan uang yang sesuai dengan kehendak Nya, yaitu:

1) “Lihat, Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala, sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati.” ( Mat.10:16 )

Perkataan Tuhan Yesus ini mempunyai makna bahwa sebagai seorang beriman yang hidup di dalam sistem dunia (yang sangat kejam) harus menggunakan hikmat, agar tidak mudah tertipu oleh segala upaya-upaya licik yang dilakukan oleh orang-orang dunia. Tetapi ia tidak boleh melupakan kejujuran, keramahan, kebaikan, kemurahan, dan persaudaraan. Prinsip ini berlaku pula bagi orang beriman dalam melakukan kegiatan ekonomi dan mengelola uang.

Orang dunia menggunakan prinsip “Dengan modal sekecil-kecilnya untuk mendapat laba sebesar-besarnya”, dengan prinsip ini maka semakin kecil modal yang dikeluarkan untuk mendapat keuntungan yang sangat besar dianggap suatu keberhasilan yang diidam-idamkan. Oleh karena itu terkadang untuk mencapai tujuannya tidak segan-segan orang melakukan perbuatan yang tidak pantas; merugikan orang lain, melakukan kecurangan-kecurangan, bahkan ada yang sampai rela bersekutu dengan setan.

Tetapi orang beriman menggunakan prinsip “Cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati” dengan mengutamakan kejujuran, keramahan, kebaikan, kemurahan, dan persaudaraan, sehingga memberikan peluang bagi pertumbuhan imannya.

Hal ini dapat dilakukan karena sebagai orang beriman, ia tahu bahwa berkat duniawi berasal dari Tuhan yang memberi semua orang, masing-masing menurut takarannya sendiri-sendiri (ada yang diberi sangat banyak, ada yang diberi banyak, dan ada yang diberi secukupnya saja) dan manusia tidak dapat mengubahnya, baik untuk menambah atau menguranginya.. Jadi selama orang mau berusaha dan bekerja keras dan tidak malas, maka berkat pasti akan diturunkan kepadanya sesuai dengan takaran yang diberikan Tuhan dengan tidak membeda-bedakan, apakah orang itu berbuat baik atau berbuat jahat, berkulit putih atau berwarna, tinggi atau pendek, gemuk atau kurus. Karena Tuhan memberikan semua itu berdasarkan kerelaan dan otoritas Nya sendiri. Maka tidak ada alasan untuk menjadi kuatir karena Tuhan Yesus berfirman bahwa burung-burung diudara pun dipelihara, dan bunga rumput pun dihiasi dengan bunga yang cantik (Mat:6:25-34) apalagi orang yang beriman kepadaNya.

Adalah suatu perbuatan yang sangat bodoh apabila sudah tahu dasar Tuhan memberikan berkatNya itu, lalu berusaha memperolehnya dengan melakukan perbuatan-perbuatan jahat yang dibenci Tuhan.

"Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian? Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu? Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya? Dan mengapa kamu kuatir akan pakaian? Perhatikanlah bunga bakung di ladang, yang tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal, namun Aku berkata kepadamu: Salomo dalam segala kemegahannya pun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu. Jadi jika demikian Allah mendandani rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api, tidakkah Ia akan terlebih lagi mendandani kamu, hai orang yang kurang percaya? Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai?
Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu. Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari." (Mat. 6:25-34)

2) Dan Aku berkata kepadamu: Ikatlah persahabatan dengan mempergunakan Mamon yang tidak jujur, supaya jika Mamon itu tidak dapat menolong lagi, kamu diterima di dalam kemah abadi. ( Luk.16:9 )

Ini merupakan perintah yang harus dilakukan oleh orang beriman setelah memperoleh berkat duniawi, karena dengan mempergunakan uang untuk perbuatan-perbuatan baik atau perbuatan kasih yaitu dengan membantu orang yang sedang terkena musibah, orang yang meminta pertolongan, dan orang-orang yang kurang beruntung dalam hidupnya, maka kita seperti sedang menabung harta di Sorga. Efek yang dapat orang percaya adalah pada pertumbuhan imannya, yang pada gilirannya akan menghasilkan buah Roh yang disukai Tuhan.

Luk.16:13 “Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon.”

Dengan melakukan perintah Tuhan Yesus itu berarti seorang beriman tidak memberhalakan uang (mamon), karena itu ia bukan hamba mamon, melainkan menjadi hamba Tuhan. Bukankah sebagai hamba Tuhan seorang beriman harus melakukan semua yang diperintahkan Tuhan kepada kita dengan taat dan hati penuh sukacita, sehingga Tuhan berkenan terhadap semua yang ia lakukan bagi Nya.

3) Lalu kata Yesus kepada mereka: “Kalau begitu berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah!” ( Luk.20:25 )

Kaisar atau pemerintah adalah wakil Tuhan untuk mengatur manusia yang hidup di dunia. Dan untuk kegiatannya pemerintah membutuhkan dana atau uang yang diperlukan untuk membayar pegawai-pegawainya, dan membiayai sarana dan prasarananya, sehingga tugas pemerintah itu dapat berjalan dengan lancar.

Pemerintah memperoleh dana berupa pajak yang dikumpulkan dari warga negara yang mampu. Adalah suatu kewajiban bagi seorang warga negara yang beriman untuk membayar pajak kepada pemerintah, karena ini juga merupakan perintah Tuhan Yesus.

Luk.18:24-25 Lalu Yesus memandang dia dan berkata: “Alangkah sukarnya orang yang beruang masuk ke dalam Kerajaan Allah. Sebab lebih mudah seekor unta masuk melalui lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah.”

Ini merupakan suatu keluhan Tuhan Yesus terhadap orang-orang yang mendapat berkat yang sangat banyak dari Nya namun hatinya melekat pada mamon.

Hal ini terjadi karena orang itu tidak beriman atau masih hidup menurut daging . Jadi seorang yang beriman pun bila hidup menurut daging, hatinya akan melekat pada mamon.

Adalah suatu hal yang sangat sulit bagi seorang kaya untuk hatinya tidak melekat pada mamon, sebab kekayaannya itu sudah merupakan suatu kesenangan dan telah memberikan kepuasan kepadanya. Semakin besar kekayaan yang ia punyai maka semakin kuat pula daya tarik mamon bagi dirinya, sehingga semakin sulit pula ia melepaskan diri dari padanya.

Bilamana seorang beriman hidup dalam Roh niscaya seberapa banyak kekayaan yang ada padanya tidak akan membuatnya terikat pada mamon, sebab hatinya telah melekat pada Tuhan. Bahkan kekayaan yang dimilikinya itu bermanfaat baginya untuk mendukung pertumbuhan imannya. Karena ia akan selalu ingat perkataan Tuhan, bahwa “manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah” (Mat.4:4).


Minggu, 22 April 2012

KERAJAAN ALLAH (bagian 5 dan kesimpulan)

7. Perumpamaan tentang Perjamuan kawin.

Mat. 22:1-14 Lalu Yesus berbicara pula dalam perumpamaan kepada mereka: "Hal Kerajaan Sorga seumpama seorang raja, yang mengadakan perjamuan kawin untuk anaknya. Ia menyuruh hamba-hambanya memanggil orang-orang yang telah diundang ke perjamuan kawin itu, tetapi orang-orang itu tidak mau datang. Ia menyuruh pula hamba-hamba lain, pesannya: Katakanlah kepada orang-orang yang diundang itu: Sesungguhnya hidangan, telah kusediakan, lembu-lembu jantan dan ternak piaraanku telah disembelih; semuanya telah tersedia, datanglah ke perjamuan kawin ini. Tetapi orang-orang yang diundang itu tidak mengindahkannya; ada yang pergi ke ladangnya, ada yang pergi mengurus usahanya, dan yang lain menangkap hamba-hambanya itu, menyiksanya dan membunuhnya. Maka murkalah raja itu, lalu menyuruh pasukannya ke sana untuk membinasakan pembunuh-pembunuh itu dan membakar kota mereka.
Sesudah itu ia berkata kepada hamba-hambanya: Perjamuan kawin telah tersedia, tetapi orang-orang yang diundang tadi tidak layak untuk itu. Sebab itu pergilah ke persimpangan-persimpangan jalan dan undanglah setiap orang yang kamu jumpai di sana ke perjamuan kawin itu. Maka pergilah hamba-hamba itu dan mereka mengumpulkan semua orang yang dijumpainya di jalan-jalan, orang-orang jahat dan orang-orang baik, sehingga penuhlah ruangan perjamuan kawin itu dengan tamu. Ketika raja itu masuk untuk bertemu dengan tamu-tamu itu, ia melihat seorang yang tidak berpakaian pesta. Ia berkata kepadanya: Hai saudara, bagaimana engkau masuk ke mari dengan tidak mengenakan pakaian pesta? Tetapi orang itu diam saja. Lalu kata raja itu kepada hamba-hambanya: Ikatlah kaki dan tangannya dan campakkanlah orang itu ke dalam kegelapan yang paling gelap, di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi. Sebab banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih."

Dengan perumpamaan ini Tuhan Yesus Kristus mengumumkan bahwa Kerajaan Allah itu diperuntukan bagi semua orang, baik orang yang hidup saleh maupun orang yang hidupnya salah. Tetapi bagi mereka yang mau menerima undangan Tuhan yaitu Pemberitaan Injil, mereka harus mempunyai hidup yang baru, hidup yang sesuai dengan panggilan imannya, yang diperumpamakan dengan pakaian pesta. Dan bagi mereka yang menerima pemberitaan Injil tetapi tidak mempunyai hidup baru yang indah akan ditolak Tuhan.
Hidup baru yang indah bagi Tuhan adalah hidup yang penuh dengan kesucian, yaitu kesucian yang timbul dari dalam hati, yang mendasari segala pikiran, ucapan, dan tindakan di dalam hidupnya.
Pada mulanya undangan diperuntukan bagi bangsa terpilih, yaitu bangsa Israel, tetapi mereka tidak mau memenuhi undangan itu, karena mereka tidak mau percaya pada pemberitaan Injil Kerajaan, bahkan mereka menyiksa dan membunuh orang-orang yang di utus Nya. Tetapi dengan demikian bangsa-bangsa asing mendapatkan kesempatan untuk mendapatkan undangan itu. 

Jadi dengan demikian Kerajaan Allah diperuntukan bagi semua orang yang mempunyai hidup baru yang indah dan mereka yang mau menerima pemberitaan Injil tetapi tidak mempunyai hidup baru akan ditolak Tuhan.

Mat.7:21-23 Bukan setiap orang yang berseru kepadaKu: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak BapaKu yang di sorga. Pada hari terakhir banyak orang berseru kepada Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama Mu, dan mengusir setan demi nama Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama Mu juga? Pada waktu itulah Aku akan berterus terang  kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!"


8. Perumpamaan tentang benih yang tumbuh.

Mrk. 4:26-29  Lalu kata Yesus: "Beginilah hal Kerajaan Allah itu: seumpama orang yang menaburkan benih di tanah, lalu pada malam hari ia tidur dan pada siang hari ia bangun, dan benih itu mengeluarkan tunas dan tunas itu makin tinggi, bagaimana terjadinya tidak diketahui orang itu.  Bumi dengan sendirinya mengeluarkan buah, mula-mula tangkainya, lalu bulirnya, kemudian butir-butir yang penuh isinya dalam bulir itu.  Apabila buah itu sudah cukup masak, orang itu segera menyabit, sebab musim menuai sudah tiba." 

Dengan perumpamaan tentang benih yang tumbuh Tuhan Yesus memberitahukan bahwa pertumbuhan Kerajaan Allah tidak tergantung pada pekerjaan manusia, karena Kerajaan Allah bertumbuh dengan sendirinya sesuai dengan kehendak Allah. Kerajaan itu bertumbuh semakin lama semakin besar dan proses terjadinya tidak dapat dimengerti oleh orang yang memberitakan firman Injil Kerajaan.  Dan firman Injil Kerajaan bertumbuh dalam diri orang-orang beriman, baik secara kwantitatif maupun secara kwalitatif, sehingga ketika jumlah orang-orang beriman yang menjadi dewasa jumlahnya sudah genap maka Kerajaan Allah baru dinyatakan di bumi.
Secara kwantitatif, Kerajaan Allah berkembang dari dua belas murid yang dipilih Tuhan Yesus menjadi sejumlah bilangan yang tidak terhitung banyaknya, dan ketika jumlahnya genap seperti yang dikehendaki Allah maka Kerajaan Allah akan dinyatakan kepada dunia.
Secara kwalitatif, Kerajaan Allah akan dipenuhi oleh orang-orang kudus yang sempurna, tidak bercacat-cela, murni seperti perawan. Karena orang-orang yang demikianlah yang dikehendaki Allah untuk menghuni Kerajaan Nya.

Jadi Kerajaan Allah akan dinyatakan kepada dunia setelah genap sejumlah orang-orang kudus yang mencapai sempurna dan yang tidak terhitung banyaknya.

Wah.14:3-5  Mereka menyanyikan suatu nyanyian baru di hadapan takhta dan di depan keempat makhluk dan tua-tua itu, dan tidak seorang pun yang dapat mempelajari nyanyian itu selain dari pada seratus empat puluh empat ribu orang yang telah ditebus dari bumi itu. Mereka adalah orang-orang yang tidak mencemarkan dirinya dengan perempuan-perempuan, karena mereka murni sama seperti perawan. Mereka adalah orang-orang yang mengikuti Anak Domba itu ke mana saja Ia pergi. Mereka ditebus dari antara manusia sebagai korban-korban sulung bagi Allah dan bagi Anak Domba itu. Dan di dalam mulut mereka tidak terdapat dusta; mereka tidak bercela.


Kesimpulan:

Dari perumpamaan-perumpamaan yang diungkapkan Tuhan Yesus di atas, dapat diketahui seperti apakah Kerajaan Allah yang dimaksudkan Nya.
Kerajaan Allah adalah dimulai dari benih iman yang pertumbuhannya membutuhkan waktu.
Kerajaan Allah adalah sekumpulan orang-orang beriman yang bertumbuh menjadi orang-orang kudus, yang  menghasilkan buah roh dalam hidupnya.
Kerajaan Allah diberikan kepada orang beriman yang mau menyerahkan seluruh hidupnya bagi Tuhan Yesus Kristus.
Kerajaan Allah tidak menerima orang-orang yang masih hidup dalam dosa.
Kerajaan Allah hanya dapat diperoleh karena adanya pengampunan dosa oleh darah Tuhan Yesus Kristus.
Kerajaan Allah diberikan kepada semua orang yang mau hidup menuruti imannya.
Kerajaan Allah hanya diberikan kepada orang beriman yang mempunyai hidup baru yang indah.
Kerajaan Allah berkembang tidak bergantung pada seseorang, melainkan oleh kehendak Allah.
Kerajaan Allah akan dinyatakan setelah terdapat orang-orang kudus yang sempurna dan genap jumlahnya.

Dengan perkataan lain dapat disimpulkan bahwa Kerajaan Allah dimulai dari benih iman, yang pertumbuhannya membutuhkan waktu, dimana sekumpulan orang-orang beriman banyak sekali yang tumbuh menjadi orang kudus, yang menghasilkan buah roh. Mereka adalah orang-orang yang menyerahkan seluruh hidupnya bagi Tuhan. Di dalam Kerajaan Allah tidak ada seorang pun yang masih hidup dalam dosa, hal ini dimungkinkan karena adanya pengampunan dosa oleh kuasa darah Tuhan Yesus Kristus, yang diberikan kepada semua orang yang mau percaya dan hidup menuruti imannya itu, sehingga mempunyai hidup baru yang indah. Oleh karena itu perkembangan Kerajaan Allah tidak bergantung pada orang-perorangan, melainkan oleh kehendak Allah, yang akan dinyatakan Nya setelah orang-orang kudus  yang sempurna genap jumlahnya.




Sabtu, 21 April 2012

KERAJAAN ALLAH (bagian 4)

5. Perumpamaan tentang pengampunan

Mat.18:21-35. Kemudian datanglah Petrus dan berkata kepada Yesus: "Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?" Yesus berkata kepadanya: "Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali. Sebab hal Kerajaan Sorga seumpama seorang raja yang hendak mengadakan perhitungan dengan hamba-hambanya. Setelah ia mulai mengadakan perhitungan itu, dihadapkan lah kepadanya seorang yang berhutang sepuluh ribu talenta. Tetapi karena orang itu tidak mampu melunaskan hutangnya, raja itu memerintahkan supaya ia dijual beserta anak isterinya dan segala miliknya untuk pembayar hutangnya. Maka sujudlah hamba itu menyembah dia, katanya: Sabarlah dahulu, segala hutangku akan ku lunas kan. Lalu tergeraklah hati raja itu oleh belas kasihan akan hamba itu, sehingga ia membebaskannya dan menghapuskan hutangnya. Tetapi ketika hamba itu keluar, ia bertemu dengan seorang hamba lain yang berhutang seratus-dinar kepadanya. Ia menangkap dan mencekik kawannya itu, katanya: Bayar hutangmu! Maka sujudlah kawannya itu dan memohon kepadanya: Sabarlah dahulu, hutangku itu akan ku lunas kan. Tetapi ia menolak dan menyerahkan kawannya itu ke dalam penjara sampai dilunaskan nya hutangnya. Melihat itu kawan-kawannya yang lain sangat sedih lalu menyampaikan segala yang terjadi kepada tuan mereka. Raja itu menyuruh memanggil orang itu dan berkata kepadanya: Hai hamba yang jahat, seluruh hutangmu telah ku hapuskan karena engkau memohonkan nya kepadaku. Bukankah engkaupun harus mengasihani kawanmu seperti aku telah mengasihani engkau?  Maka marahlah tuannya itu dan menyerahkannya kepada algojo-algojo, sampai ia melunaskan seluruh hutangnya.  Maka Bapa-Ku yang di sorga akan berbuat demikian juga terhadap kamu, apabila kamu masing-masing tidak mengampuni saudaramu dengan segenap hatimu." 

Dengan perumpamaan di atas Tuhan Yesus hendak mengatakan bahwa manusia dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah karena adanya pengampunan oleh Tuhan Yesus yang adalah raja dari Kerajaan Allah itu. Tetapi Ia menuntut kepada orang yang telah diampuni dosanya itu juga harus mau mengampuni orang yang bersalah kepadanya. Bila ia tidak mau mengampuni orang lain itu maka Tuhan Yesus akan mengijinkan  iblis untuk menderanya dengan kesulitan-kesulitan hidup sampai ia dapat mengampuni orang lain seperti yang dikehendaki Nya.
Kehendak Tuhan Yesus adalah bahwa selagi manusia masih hidup di dunia ia harus selalu mau memaafkan atau mengampuni semua orang yang bersalah kepadanya, baik yang disengaja maupun yang tidak disengaja orang itu lakukan. Bilamana ia bisa mengampuni dengan tulus maka ia telah bertumbuh imannya dan imannya itu telah menghasilkan buah Roh (Gal.5:22-23), karena buah Roh mempunyai sifat-sifat yang menjadi dasar bagi manusia agar dapat mengampuni kesalahan orang lain dengan tulus. Dan bagi orang yang belum mencapai iman seperti itu tidak akan mampu melakukannya, karena ia masih dikuasai oleh dagingnya atau egonya. Tetapi bagi mereka yang mempunyai iman yang sungguh-sungguh (yang benar) akan dapat mencapai pertumbuhan seperti yang dikehendaki Tuhan Yesus itu, walaupun harus melalui kesulitan-kesulitan hidup yang penuh dengan air mata. Hal ini sesuai dengan perkataan Tuhan Yesus :"Bagi manusia hal itu tidak mungkin, tetapi bukan demikian bagi Allah. Sebab segala sesuatu adalah mungkin bagi Allah." (Mrk. 10:25-27)

Gal. 5:22-23  Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.

Mrk.24b-27  "Anak-anak-Ku, alangkah sukarnya masuk ke dalam Kerajaan Allah. Lebih mudah seekor unta melewati lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah." Mereka makin gempar dan berkata seorang kepada yang lain: "Jika demikian, siapakah yang dapat diselamatkan?" Yesus memandang mereka dan berkata: "Bagi manusia hal itu tidak mungkin, tetapi bukan demikian bagi Allah. Sebab segala sesuatu adalah mungkin bagi Allah."

Jadi orang yang akan masuk ke dalam Kerajaan Allah adalah mereka yang dapat mengampuni sesamanya manusia dengan tulus, dengan segenap hatinya , tidak hanya dengan ucapan di bibir saja. Adalah suatu tuntutan yang sangat tinggi dan sepertinya sangat sulit untuk dapat dilakukan oleh manusia. Tetapi bilamana Tuhan Yesus telah mengatakan bahwa hal itu mungkin untuk dilakukan oleh manusia maka tidak ada sesuatu apapun yang akan dapat  menggagalkan nya. Hal itu pasti bisa terjadi, karena FirmanNya "ya" dan "amin", yang berarti pasti dan digenapi.

6. Perumpamaan tentang orang-orang upahan di ladang anggur

Mat. 20:1-16 . "Adapun hal Kerajaan Sorga sama seperti seorang tuan rumah yang pagi-pagi benar keluar mencari pekerja-pekerja untuk kebun anggurnya. Setelah ia sepakat dengan pekerja-pekerja itu mengenai upah se dinar sehari, ia menyuruh mereka ke kebun anggurnya. Kira-kira pukul sembilan pagi ia keluar pula dan dilihatnya ada lagi orang-orang lain menganggur di pasar. Katanya kepada mereka: Pergi jugalah kamu ke kebun anggurku dan apa yang pantas akan kuberikan kepadamu. Dan merekapun pergi.  Kira-kira pukul dua belas dan pukul tiga petang ia keluar pula dan melakukan sama seperti tadi. Kira-kira pukul lima petang ia keluar lagi dan mendapati orang-orang lain pula, lalu katanya kepada mereka: Mengapa kamu menganggur saja di sini sepanjang hari?  Kata mereka kepadanya: Karena tidak ada orang mengupah kami. Katanya kepada mereka: Pergi jugalah kamu ke kebun anggurku. Ketika hari malam tuan itu berkata kepada mandor nya: Panggillah pekerja-pekerja itu dan bayarkan upah mereka, mulai dengan mereka yang masuk terakhir hingga mereka yang masuk dahulu. Maka datanglah mereka yang mulai bekerja kira-kira pukul lima dan mereka menerima masing-masing satu dinar. Kemudian datanglah mereka yang masuk terdahulu, sangkanya akan mendapat lebih banyak, tetapi merekapun menerima masing-masing satu dinar juga.  ketika mereka menerimanya, mereka bersungut-sungut kepada tuannya itu, katanya: Mereka yang masuk terakhir ini hanya bekerja satu jam dan engkau menyamakan mereka dengan kami yang sehari suntuk bekerja berat dan menanggung panas terik matahari. Tetapi tuan itu menjawab seorang dari mereka: Saudara, aku tidak berlaku tidak adil terhadap engkau. Bukankah kita telah sepakat se dinar sehari? Ambillah bagianmu dan pergilah; aku mau memberikan kepada orang yang masuk terakhir ini sama seperti kepadamu. Tidakkah aku bebas mempergunakan milikku menurut kehendak hatiku? Atau iri-hati kah engkau, karena aku murah hati ? Demikianlah orang yang terakhir akan menjadi yang terdahulu dan yang terdahulu akan menjadi yang terakhir."

Dengan perumpamaan ini Tuhan Yesus Kristus hendak menyampaikan pesan bahwa setiap orang yang hidup menuruti imannya, berikrar untuk tidak menikah dan menyerahkan hidupnya sepenuhnya kepada Nya atau menjadi martir karena nama Nya akan mendapat upah yang sama, yaitu mendapat tempat yang paling mulia di dalam Kerajaan Allah. (lihat: Peta Perjalanan Iman Kristiani; Pertumbuhan Iman kristiani)

Mat.19:11-12  Akan tetapi Ia berkata kepada mereka: "Tidak semua orang dapat mengerti perkataan itu, hanya mereka yang dikaruniai saja. Ada orang yang tidak dapat kawin karena ia memang lahir demikian dari rahim ibunya, dan ada orang yang dijadikan demikian oleh orang lain, dan ada orang yang membuat dirinya demikian karena kemauannya sendiri oleh karena Kerajaan Sorga. Siapa yang dapat mengerti hendaklah ia mengerti.

Ada yang bertobat dan berikrar dari sejak masih muda belia (usia remaja), yang diumpamakan pekerja-pekerja yang ditemui Nya pada kesempatan pertama, pada pagi-pagi benar. Ada yang bertobat dan berikrar pada masa muda (usia 20 an), yang diumpamakan pekerja yang ditemui Nya pada kesempatan ke dua, kira-kira pukul sembilan pagi. Ada yang bertobat dan berikrar  pada masa sudah dewasa (usia 30 an tahun), yang diumpamakan pekerja yang ditemui Nya pada kesempatan ke tiga, kira-kira pukul dua belas siang. Ada yang bertobat dan martir pada masa sudah tua (usia 50 an), yang diumpamakan pekerja yang ditemui Nya pada kesempatan ke empat, kira-kira pukul tiga sore. Ada yang bertobat dan martir pada masa  sudah lanjut usia (usia 60 an lebih), yang diumpamakan pekerja yang ditemui Nya pada kesempatan ke lima, kira-kira pukul lima petang.
Berikrar tidak menikah atau menyerahkan hidupnya seutuhnya kepada Tuhan Yesus Kristus mempunyai batas usia, yaitu usia tiga puluh tahun bagi seorang wanita dan usia tiga puluh lima tahun bagi seorang pria. Karena pada masa sebelum usia itu orang mempunyai harapan akan masa depan dan dapat berkarier untuk meraih cita-citanya. Dengan berikrar berarti ia merelakan untuk tidak mengejar cita-citanya itu demi imannya kepada Tuhan. Hal itu sama saja dengan memberikan hidupnya kepada Tuhan.
Disamping berikrar sebagai pernyataan orang beriman menyerahkan hidupnya seutuhnya kepada Tuhan, ada pula cara lain sebagai pernyataan orang beriman menyerahkan hidupnya kepada Tuhan, yaitu dengan menjadi martir karena nama Tuhan Yesus Kristus. Tetapi hal ini hanya dapat terjadi apabila orang itu hidup didalam situasi dimana Antikris berkuasa.

Mat.10:32-42 Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Aku juga akan mengakuinya di depan Bapa-Ku yang di sorga. Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, Aku juga akan menyangkalnya di depan Bapa-Ku yang di sorga."
 "Jangan kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi; Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang. Sebab Aku datang untuk memisahkan orang dari ayahnya, anak perempuan dari ibunya, menantu perempuan dari ibu mertuanya, dan musuh orang ialah orang-orang seisi rumahnya.
Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku; dan barangsiapa mengasihi anaknya laki-laki atau perempuan lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku.
Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku.
Barangsiapa mempertahankan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya.
Barangsiapa menyambut kamu, ia menyambut Aku, dan barangsiapa menyambut Aku, ia menyambut Dia yang mengutus Aku.
Barangsiapa menyambut seorang nabi sebagai nabi, ia akan menerima upah nabi, dan barangsiapa menyambut seorang benar sebagai orang benar, ia akan menerima upah orang benar.
Dan barangsiapa memberi air sejuk secangkir saja pun kepada salah seorang yang kecil ini, karena ia murid-Ku, Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ia tidak akan kehilangan upahnya dari padanya."

Mat.16:25-27 Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salib nya dan mengikut Aku. Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya. Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya? Dan apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya?
Sebab Anak Manusia akan datang dalam kemuliaan Bapa-Nya diiringi malaikat-malaikat-Nya; pada waktu itu Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya.

 Mrk.8:34-38 Lalu Yesus memanggil orang banyak dan murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku. Karena siapa yang mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku dan karena Injil, ia akan menyelamatkannya. Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia kehilangan nyawanya. Karena apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya?
Sebab barangsiapa malu karena Aku dan karena perkataan-Ku di tengah-tengah angkatan yang tidak setia dan berdosa ini, Anak Manusia pun akan malu karena orang itu apabila Ia datang kelak dalam kemuliaan Bapa-Nya, diiringi malaikat-malaikat kudus."

Luk.9:23-26
Kata-Nya kepada mereka semua: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku. Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan menyelamatkannya. Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia membinasakan atau merugikan dirinya sendiri?
Sebab barangsiapa malu karena Aku dan karena perkataan-Ku, Anak Manusia juga akan malu karena orang itu, apabila Ia datang kelak dalam kemuliaan-Nya dan dalam kemuliaan Bapa dan malaikat-malaikat kudus.

Jadi untuk mendapat tempat yang mulia di dalam Kerajaan Allah, ada dua jalan yaitu dengan berikrar tidak menikah karena nama Yesus Kristus atau dengan martir karena nama Nya.
Bagi yang berikrar tidak menikah, ia harus mau hidup menuruti tuntunan Roh Kudus, yang memberinya firman melalui mimpi, nubuat, penglihatan atau pembukaan firman yang terdapat di dalam Alkitab. Sedangkan bagi yang tidak berikrar, karena ia banyak direpotkan oleh hal-hal dunia sehingga firman Tuhan menjadi sulit diperolehnya. Tetapi ia masih mempunyai kesempatan untuk mendapatkan tempat yang mulia itu dengan jalan martir, bila berada dalam masa pemerintahan Antikris.

Sabtu, 31 Maret 2012

KERAJAAN ALLAH (bagian 3)

3. Perumpamaan tentang harta terpendam dan mutiara berharga

"Hal Kerajaan Sorga itu seumpama harta yang terpendam di ladang, yang ditemukan orang, lalu dipendam kan nya lagi. Oleh sebab sukacitanya pergilah ia menjual seluruh miliknya lalu membeli ladang itu. Demikian pula hal Kerajaan Sorga itu seumpama seorang pedagang yang mencari mutiara yang indah.  Setelah ditemukannya mutiara yang sangat berharga, iapun pergi menjual seluruh miliknya lalu membeli mutiara itu." Mat. 13:44-46.

Dengan perumpamaan ini Tuhan Yesus Kristus memberikan pelajaran kepada murid-muridNya dan orang banyak yang mendengarkanNya, bahwa setiap orang yang menemukan Kerajaan Allah, mereka harus mau meresponnya secara total. Mereka harus menggunakan semua yang dimilikinya dan semua yang ada pada dirinya untuk mendapatkannya. Baik mereka yang menemukannya dengan tidak sengaja, seperti orang yang menemukan harta di ladang, maupun mereka yang dengan kesadaran penuh mencarinya, seperti pedagang yang menemukan mutiara yang indah.

Orang yang menemukan harta di ladang adalah orang kebanyakan, yang mempunyai hidup sederhana, mereka adalah orang-orang yang setiap harinya hanya bergantung pada berkat Tuhan dalam menyambung hidupnya, mereka adalah kaum petani, peladang, dan orang-orang miskin, yaitu orang-orang yang penghasilannya hanya pas-pasan saja. Mereka tidak mempunyai harta yang banyak, karena itu untuk memenuhi hajat hidup sehari -hari ia harus bekerja keras. Mereka hanya memikirkan bagaimana harus bertahan hidup dari sehari demi sehari, tidak memikirkan apa yang akan terjadi pada hari esok. Mereka hidup sesuai dengan  ajaran  Tuhan Yesus, yang mengatakan: "Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakan nya dan pencuri membongkar serta mencurinya. Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakan nya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya. Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada. Mata adalah pelita tubuh. Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu; jika matamu jahat, gelap lah seluruh tubuhmu. Jadi jika terang yang ada padamu gelap, betapa gelapnya kegelapan itu. Tak seorang pun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon." "Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian? Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu? Siapakah di antara kamu yang karena kekuatiran nya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya? Dan mengapa kamu kuatir akan pakaian? Perhatikanlah bunga bakung di ladang, yang tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal, namun Aku berkata kepadamu: Salomo dalam segala kemegahannya pun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu. Jadi jika demikian Allah mendandani rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api, tidakkah Ia akan terlebih lagi mendandani kamu, hai orang yang kurang percaya? Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai? Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu. Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari." Mat. 6:19-34.

Seorang pedagang yang menemukan mutiara yang indah adalah orang yang berpendidikan, orang-orang yang mempunyai harta tetapi senantiasa mencari Kerajaan Allah, sehingga ketika ia menemukannya ia rela untuk menyerahkan seluruh miliknya dan hidupnya untuk mendapatkannya. Orang yang seperti inilah yang akan dapat menemukan Kerajaan Allah, hal ini juga sesuai dengan perkataan Tuhan Yesus: "Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan. Adakah seorang dari padamu yang memberi batu kepada anaknya, jika ia meminta roti, atau memberi ular, jika ia meminta ikan? Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya." Mat. 7:7-11.

Jadi dari perumpamaan ini dapat diambil sebuah kesimpulan bahwa Kerajaan Allah  diperuntukan bagi semua orang, baik yang kaya maupun yang miskin, bagi orang yang berpendidikan maupun orang yang sederhana. Tetapi mereka harus orang yang mau hidup menurut tuntunan Roh Kudus dan mau melakukan firman Tuhan. Mereka adalah orang yang mementingkan hidup rohani lebih dari pada hidup duniawi, karena mereka memang orang-orang rohani, orang-orang yang berpikiran rohani. Mereka adalah orang yang senantiasa hidup menuruti firman yang diberikan Tuhan kepadanya, seperti yang dikatakan  Daud dalam Mazmur 119:105 Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.


4. Perumpamaan tentang Pukat

"Demikian pula hal Kerajaan Sorga itu seumpama pukat yang dilabuhkan di laut, lalu  setelah penuh, pukat itupun diseret orang ke pantai, lalu duduklah mereka dan mengumpulkan ikan yang baik ke dalam pasu dan ikan yang tidak baik mereka buang. Demikianlah juga pada akhir zaman: Malaikat-malaikat akan datang memisahkan orang jahat dari orang benar,  lalu mencampakkan orang jahat ke dalam dapur api; di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi.  Mengerti kah kamu semuanya itu?" Mereka menjawab: "Ya, kami mengerti."  Maka berkatalah Yesus kepada mereka: "Karena itu setiap ahli Taurat yang menerima pelajaran dari hal Kerajaan Sorga itu seumpama tuan rumah yang mengeluarkan harta yang baru dan yang lama dari perbendaharaan nya." Mat. 13:47-52.

Kerajaan Allah digambarkan sebagai pukat atau jala ikan, dalam arti bahwa Kerajaan Allah menangkap atau menjaring semua orang agar percaya kepada Tuhan Yesus Kristus, yang akan menyelamatkan mereka dan yang akan memberikan hidup kekal kepada mereka. Tetapi tidak semua orang yang datang kepada Nya akan dipilihNya sebagai penghuni Kerajaan Allah, melainkan mereka yang hidup dengan iman yang bertumbuh dan menghasilkan buah roh saja (ikan yang baik). Sedangkan mereka yang hidupnya masih di dalam dosa, tidak bertumbuh dan tidak menghasilkan buah roh (ikan yang jahat) akan diabaikan Nya. Hal ini juga ditegaskan oleh Tuhan Yesus dengan perkataanNya: "Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas. Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. Dapatkah orang memetik buah anggur dari semak duri atau buah ara dari rumput duri? Demikianlah setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, sedang pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik. Tidak mungkin pohon yang baik itu menghasilkan buah yang tidak baik, ataupun pohon yang tidak baik itu menghasilkan buah yang baik. Dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api. Jadi dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!" Mat.7:15-23.

Jadi dari perumpamaan tentang pukat ini dapat dimengerti bahwa setiap orang yang percaya kepada Tuhan Yesus Kristus akan mendapat tempat dalam Kerajaan Allah, bila mereka bertumbuh imannya dan menghasilkan buah roh yang sesuai dengan imannya itu.

Selasa, 20 Maret 2012

KERAJAAN ALLAH (bagian 2)



Karakteristik dari Kerajaan Allah dapat dikenali dari  perumpamaan-perumpamaan yang di ajarkan Tuhan Yesus kepada murid-muridNya dan kepada orang banyak. Sehingga Kerajaan Allah yang dimaksudkan Tuhan Yesus Kristus pun dapat dimengerti dengan lebih jelas.

1. Perumpamaan tentang biji sesawi dan ragi.

Kerajaan Allah oleh Tuhan Yesus digambarkan seperti biji sesawi yang bertumbuh dari satu benih yang sangat kecil  menjadi satu pohon yang besar melebihi tanaman-tanaman jenis lain , dan  cabang-cabangnya dapat menjadi tempat burung-burung di udara membuat sarang. (Mat. 13:31-35)  
Dengan perumpamaan ini Tuhan Yesus memberitahukan kepada kita bahwa Kerajaan Allah itu tumbuh pertama-tama mulai dari iman yang sangat kecil tetapi setelah tumbuh dewasa dan sempurna dapat memenuhi dan menguasai seluruh  Bumi , melebihi kerajaan-kerajaan lain yang didirikan dengan kekuatan dan kekuasaan manusia. Dalam hal ini Tuhan Yesus memberikan satu penekanan bahwa iman itu mempunyai kekuatan dan kuasa yang sangat besar, walaupun itu adalah iman yang kecil sekalipun. Ini di ungkapkanNya dengan kalimat : " Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, -- maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu." (Mat.17:20)
Dan perkembangan Kerajaan Allah  digambarkannya seperti ragi yang merupakan bahan yang hanya sedikit jumlahnya tetapi dapat membuat seluruh adonan (yang jumlahnya jauh lebih banyak)  mengembang. Dalam hal ini (untuk mengembangkan seluruh adonan) dibutuhkan waktu, demikian pula dengan Kerajaan Allah , untuk dapat berkembang memenuhi seluruh Bumi membutuhkan waktu. Setelah melewati waktu dua ribu tahun maka sekarang iman dari para murid-murid Yesus yang hanya dua belas orang (dikurangi Yudas Iskariot yang menjual Tuhan Yesus), telah hampir mengkhamirkan seluruh Bumi. Dan beberapa waktu lagi akan khamir seluruhnya.

Mat. 13:31-35  Yesus membentangkan suatu perumpamaan lain lagi kepada mereka, kata-Nya: "Hal Kerajaan Sorga itu seumpama biji sesawi, yang diambil dan ditaburkan orang di ladangnya.  Memang biji itu yang paling kecil dari segala jenis benih, tetapi apabila sudah tumbuh, sesawi itu lebih besar dari pada sayuran yang lain, bahkan menjadi pohon, sehingga burung-burung di udara datang bersarang pada cabang-cabangnya." 
Dan Ia menceriterakan perumpamaan ini juga kepada mereka: "Hal Kerajaan Sorga itu seumpama ragi yang diambil seorang perempuan dan diadukan ke dalam tepung terigu tiga sukat sampai khamir seluruhnya."
Semuanya itu disampaikan Yesus kepada orang banyak dalam perumpamaan, dan tanpa perumpamaan suatupun tidak disampaikan-Nya kepada mereka, supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi: "Aku mau membuka mulut-Ku mengatakan perumpamaan, Aku mau mengucapkan hal yang tersembunyi sejak dunia dijadikan."

Mat. 17:20  Ia berkata kepada mereka: "Karena kamu kurang percaya. Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, -- maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu.

Jadi dari pelajaran pertama ini Tuhan Yesus memberitahukan kepada kita bahwa supaya Kerajaan Allah dapat terbentuk sempurna pertama yang dibutuhkan adalah iman dan yang ke dua adalah waktu, karena Kerajaan Allah berbeda dari pada kerajaan duniawi (yang sifatnya hanya sementara saja).

Yoh.18:36  Jawab Yesus: "Kerajaan-Ku bukan dari dunia ini; jika Kerajaan-Ku dari dunia ini, pasti hamba-hamba-Ku telah melawan, supaya Aku jangan diserahkan kepada orang Yahudi, akan tetapi Kerajaan-Ku bukan dari sini."

2. Perumpamaan ilalang diantara gandum.

Kerajaan Allah mulai ada dari benih firman yang ditabur Tuhan Yesus ketika Ia turun ke dunia sebagai manusia dan mengajar murid-muridNya dan orang banyak  yang datang kepadaNya. Orang yang menerima Tuhan dan beriman kepadaNya adalah benih gandum, yang pada waktunya kelak akan menghasilkan buah Roh.* Sedangkan orang yang datang kepada Yesus tetapi tidak menghasilkan buah Roh adalah benih alang-alang. Mereka bertumbuh bersama-sama di ladang Tuhan, yaitu gereja Tuhan yang ada di dunia. Tetapi pada saat menuai nanti antara gandum dan alang-alang akan dipisahkan.
Siapa yang berasal dari benih alang-alang dapat ditentukan, yaitu mereka yang tidak mengalami pertumbuhan  iman seperti yang dikehendaki Tuhan Yesus Kristus. Mereka adalah orang-orang yang biarpun rajin beribadah di gereja dan melakukan pelayanan namun hidupnya masih sama dengan orang-orang duniawi. Karakternya tidak pernah berubah, masih  seperti sebelum mengenal Tuhan Yesus Kristus; pertobatannya hanya dibibir saja; tidak pernah bertobat sungguh-sungguh, masih sebagai orang lama yang berpikiran duniawi. Hidupnya hanya mencari, mengumpulkan dan dikuasai oleh barang-barang yang ada di dunia.

* lihat Pertumbuhan Iman Kristiani (5)

Mat.13:36  Maka Yesuspun meninggalkan orang banyak itu, lalu pulang. Murid-murid-Nya datang dan berkata kepada-Nya: "Jelaskanlah kepada kami perumpamaan tentang lalang di ladang itu."
Ia menjawab, kata-Nya: "Orang yang menaburkan benih baik ialah Anak Manusia; ladang ialah dunia. Benih yang baik itu anak-anak Kerajaan dan lalang anak-anak si jahat. Musuh yang menaburkan benih lalang ialah Iblis. Waktu menuai ialah akhir zaman dan para penuai itu malaikat. Maka seperti lalang itu dikumpulkan dan dibakar dalam api, demikian juga pada akhir zaman. Anak Manusia akan menyuruh malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan mengumpulkan segala sesuatu yang menyesatkan dan semua orang yang melakukan kejahatan dari dalam Kerajaan-Nya. Semuanya akan dicampakkan ke dalam dapur api; di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi. Pada waktu itulah orang-orang benar akan bercahaya seperti matahari dalam Kerajaan Bapa mereka. Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!"

Jadi dari pelajaran ke dua ini Tuhan Yesus mengingatkan bahwa bukan setiap orang yang mengaku percaya adalah anak-anak Allah, tetapi mereka yang menghasilkan buah Roh saja, karena mereka ini yang berhak menjadi warga Kerajaan Allah. Bagi mereka yang tidak menghasilkan buah Roh, pada hari terakhir nanti Tuhan yesus Kristus mengatakan, bahwa Ia tidak pernah mengenal mereka, bahkan dikatakanNya, bahwa mereka adalah orang-orang jahat.

Mat.7:15-27  "Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas. Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. Dapatkah orang memetik buah anggur dari semak duri atau buah ara dari rumput duri? Demikianlah setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, sedang pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik. Tidak mungkin pohon yang baik itu menghasilkan buah yang tidak baik, ataupun pohon yang tidak baik itu menghasilkan buah yang baik. Dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api. Jadi dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka.
Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.
Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!" 
"Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu. Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir.Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, sehingga rubuhlah rumah itu dan hebatlah kerusakannya."

Buah Roh adalah sebuah pencapaian  hidup yang didasari oleh iman yang bertumbuh menjadi dewasa dan sempurna sehingga menghasilkan karakter yang baik seperti yang dikehendaki Tuhan Yesus Kristus, yaitu karakter seperti yang rasul Paulus nyatakan dalam suratnya kepada Jemaat di Galatia.

Gal. 5:22-23  Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemah-lembutan, penguasaan-diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu

Kasih
Kasih yang dimaksud disini adalah kasih agape, yang tidak membeda-bedakan, tidak pilih-pilih,  kasih yang timbul dari dalam hati yang tulus dan suci. Tidak ada pamrih didalamnya.

Sukacita
Adalah perasaan bahagiagembira, senang, dan bersyukur dalam hati yang timbul dari iman kepada Tuhan Yesus Kristus, bukan karena ada rangsangan dari luar dirinya.

Damai sejahtera
Adalah perasaan tenang yang timbul didalam hati, sehingga tidak kawatir terhadap hidupnya, karena percaya pada pemeliharaan Allah.

Kesabaran
Adalah sikap hidup yang berkaitan dengan dunia diluar dirinya, dimana ia tidak memaksakan kehendak, keinginan atau pikirannya sendiri, tetapi hidup menurut keadaan dimana ia berada dan melakukan yang terbaik bagi semua orang.

Kemurahan
Adalah sikap hidup yang selalu mau memberi kepada orang lain, baik yang bersifat materiil maupun immateriil.

Kebaikan
Adalah sikap hidup yang selalu mengutamakan keuntungan bagi orang lain, tidak mementingkan dirinya sendiri.

Kesetiaan
Adalah sikap hidup yang selalu menjunjung tinggi perkataannya, sehingga ia tidak akan mengingkari apa yang menjadi komitment yang telah dibuatnya, baik terhadap dirinya sendiri maupun terhadap orang lain.

Kelemah-lembutan
Adalah sikap hidup yang mendasarkan tindakannya pada perasaan atau hati nurani yang timbul dalam dirinya ketika berinteraksi dengan dunia diluar dirinya.

Penguasaan-diri
Adalah sikap hidup yang mendasarkan tindakannya pada kehendak roh yang senantiasa menghendaki agar berbuat kebaikan, bukan menuruti keinginan daging yang senantiasa menginginkan pemuasan nafsu.

Minggu, 01 Januari 2012

KERAJAAN ALLAH (bagian 1)




Kerajaan Allah adalah suatu bentuk pemerintahan oleh Allah sebagai rajanya. Dalam hal ini yang duduk di tahta raja adalah Tuhan Yesus Kristus, yang telah mengalahkan maut dan sekarang duduk di sisi Allah Bapa. Kerajaan Allah meliputi wilayah dunia fana dan dunia baka. Kerajaan Allah berdiri sejak Yesus Kristus memberitakan Injil dan menyatakan kuasa Kerajaan Allah dengan berbagai perbuatan ajaib menyembuhkan orang-orang sakit, mengusir setan dan melakukan berbagai mujizat. Penghuni Kerajaan Allah adalah orang-orang yang diselamatkan dari dosa, karena iman kepada Tuhan Yesus Kristus. Dan keberadaan orang-orang yang diselamatkan itu dikelompokan menjadi tiga menurut gambar tabernakel, yaitu: Orang halaman/ pelataran, orang ruangan suci dan orang ruangan maha suci (lihat gambar di atas).


Orang-orang halaman/ pelataran adalah mereka yang selama hidupnya tidak mempunyai kesempatan bertumbuh maksimal. Contoh orang halaman ini adalah salah seorang penjahat yang disalib bersama-sama dengan Yesus dan dijanjikan akan bersama Yesus di Firdaus.


Orang-orang ruangan suci adalah mereka yang selama hidupnya memperhatikan pertumbuhan imannya, tetapi tidak menyerahkan hidup seutuhnya bagi Yesus. Contoh orang ruangan suci adalah mereka yang meninggal dalam usia tua atau karena sakit dan mereka tidak pernah menyerahkan hidupnya karena Kerajaan Sorga.


Orang-orang ruangan maha suci adalah mereka yang dari masa muda menyerahkan hidupnya seutuhnya bagi Yesus, tidak menikah atau mati martir dalam nama Yesus. Contoh orang ruangan maha suci adalah para rasul dan orang-orang yang martir mulai abad pertama sampai sekarang dan yang akan datang.

Mat. 19:11-12 Akan tetapi Ia berkata kepada mereka: "Tidak semua orang dapat mengerti perkataan itu, hanya mereka yang dikaruniai saja. Ada orang yang tidak dapat kawin karena ia memang lahir demikian dari rahim ibunya, dan ada orang yang dijadikan demikian oleh orang lain, dan ada orang yang membuat dirinya demikian karena kemauannya sendiri oleh karena Kerajaan Sorga. Siapa yang dapat mengerti hendaklah ia mengerti."


Orang-orang ruangan maha suci adalah :
a) Orang-orang yang pada pertumbuhan tahap1, tahap 2 dan tahap 3 (lihat peta pertumbuhan iman Kristiani) mati martir dalam nama Yesus.
b) Orang-orang yang menyerahkan hidup seutuhnya bagi Yesus (tidak menikah karena Yesus) belum mencapai pertumbuhan yang sempurna tetapi bertahan sampai dipanggil Tuhan (mati dalam usia yang lanjut atau mati pada usia yang telah ditentukan Tuhan).
c) Orang-orang yang menyerahkan hidupnya seutuhnya bagi Yesus yang mengalami pertumbuhan iman mencapai sempurna dan kemudian diangkat Tuhan ke surga.
Jadi ada tiga kemungkinan menjadi orang-orang ruangan maha suci. 

Untuk orang yang tidak menyerahkan hidupnya bagi Tuhan  masih mempunyai satu kesempatan untuk dapat menjadi orang ruangan maha suci, yaitu dengan mati martir. Kesempatan ini hanya ada dan dapat terjadi bila terjadi penganiayaan oleh Antikris yang mempunyai kekuasaan yang besar. Untuk orang yang menyerahkan hidupnya seutuhnya bagi Tuhan Yesus mempunyai tiga kesempatan untuk dapat menjadi orang ruangan maha suci, yaitu dengan mati martir, atau dipanggil Tuhan sampai batas usianya, atau mencapai sempurna dan diangkat ke sorga.

Orang-orang martir itu terdiri dari orang-orang yang mengalami pertumbuhan iman mencapai hampir sempurna, mereka terdiri dari orang-orang yang berada pada tahap satu, tahap dua dan tahap tiga  pertumbuhan imannya (lihat Peta Pertumbuhan Iman Kristiani). Sehingga tepatlah perumpamaan tentang 'Orang-orang upahan di ladang anggur' yang dikatakan Tuhan Yesus kepada murid-muridNya (Mat.20:1-16), bahwa orang yang akan mendapatkan tempat di dalam kerajaanNya tidak didasarkan pada kapan ia bertobat atau berapa lamanya ia melayani Tuhan atau bekerja di ladang Tuhan, tapi tergantung pertumbuhan iman masing-masing. Bisa terjadi orang yang baru bertobat mengalami pertumbuhan yang sangat cepat sehingga mau menyerahkan hidupnya untuk Tuhan, menjadi martir dalam nama Tuhan Yesus, melebihi  pertumbuhan iman orang yang sudah bertobat dan bekerja diladang Tuhan bertahun-tahun lamanya. Dalam hal ini sudah  dikatakanNya  bahwa "orang yang terakhir akan menjadi yang terdahulu dan yang terdahulu akan menjadi yang terakhir." 

Mat. 20:1-16  "Adapun hal Kerajaan Sorga sama seperti seorang tuan rumah yang pagi-pagi benar keluar mencari pekerja-pekerja untuk kebun anggurnya. Setelah ia sepakat dengan pekerja-pekerja itu mengenai upah sedinar sehari, ia menyuruh mereka ke kebun anggurnya. Kira-kira pukul sembilan pagi ia keluar pula dan dilihatnya ada lagi orang-orang lain menganggur di pasar.  Katanya kepada mereka: Pergi jugalah kamu ke kebun anggurku dan apa yang pantas akan kuberikan kepadamu. Dan merekapun pergi.  Kira-kira pukul dua belas dan pukul tiga petang ia keluar pula dan melakukan sama seperti tadi.  Kira-kira pukul lima petang ia keluar lagi dan mendapati orang-orang lain pula, lalu katanya kepada mereka: Mengapa kamu menganggur saja di sini sepanjang hari?  Kata mereka kepadanya: Karena tidak ada orang mengupah kami. Katanya kepada mereka: Pergi jugalah kamu ke kebun anggurku.  Ketika hari malam tuan itu berkata kepada mandurnya: Panggillah pekerja-pekerja itu dan bayarkan upah mereka, mulai dengan mereka yang masuk terakhir hingga mereka yang masuk terdahulu.  Maka datanglah mereka yang mulai bekerja kira-kira pukul lima dan mereka menerima masing-masing satu dinar.  Kemudian datanglah mereka yang masuk terdahulu, sangkanya akan mendapat lebih banyak, tetapi merekapun menerima masing-masing satu dinar juga. Ketika mereka menerimanya, mereka bersungut-sungut kepada tuan itu,  katanya: Mereka yang masuk terakhir ini hanya bekerja satu jam dan engkau menyamakan mereka dengan kami yang sehari suntuk bekerja berat dan menanggung panas terik matahari. Tetapi tuan itu menjawab seorang dari mereka: Saudara, aku tidak berlaku tidak adil terhadap engkau. Bukankah kita telah sepakat sedinar sehari?  Ambillah bagianmu dan pergilah; aku mau memberikan kepada orang yang masuk terakhir ini sama seperti kepadamu.  Tidakkah aku bebas mempergunakan milikku menurut kehendak hatiku? Atau iri hatikah engkau, karena aku murah hati?
Demikianlah orang yang terakhir akan menjadi yang terdahulu dan yang terdahulu akan menjadi yang terakhir." 

Disamping pengertian Kerajaan Allah secara obyektif di atas, secara subyektif Kerajaan Allah adalah juga merupakan suatu keadaan yang dapat dirasakan oleh orang yang telah mendapatkannya. Karena Kerajaan Allah adalah perasaan sukacita damai sejahtera yang memenuhi hati orang beriman, sehingga  ia tidak  terpengaruh oleh setiap keadaan yang datang dalam hidupnya, baik yang menguntungkan atau menyenangkan maupun yang merugikan atau masalah. Karena hidupnya tidak bergantung pada apa yang kelihatan oleh mata manusia, tetapi bergantung pada janji Allah, yang hanya dapat dilihat dengan mata hati atau dengan iman. Perasaan sukacita damai sejahtera itu berlangsung sejak masih di dunia sampai pada kehidupannya dalam Kerajaan Allah yang kekal. Jadi orang beriman  mulai menjadi warga Kerajaan Allah sejak masih hidup di dunia dengan tubuh yang fana sampai pada kehidupan yang kekal di dalam Kerajaan Allah dengan tubuh kemuliaan. Tetapi adalah sangat sulit untuk mendapatkan Kerajaan Allah itu bagi orang-orang yang hidup dengan menikah, mempunyai anak dan istri atau suami, karena pada situasi yang  seperti itu seseorang terikat oleh berbagai kepentingan yang tidak mungkin dapat diabaikannya begitu saja. 

Jadi bilamana seseorang mempunyai panggilan untuk mengikut Tuhan maka ia akan lebih mudah mendapatkan Kerajaan Allah, bilamana ia hidup tidak kawin atau menyerahkan hidupnya  bagi Tuhan Yesus Kristus seutuhnya, karena dengan keadaannya itu tidak ada lagi kepentingan-kepentingan yang menghambatnya  mengikuti Tuhan Yesus Kristus.