Senin, 19 Oktober 2015

Kerajaan Allah dan Kebenarannya

"Carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu," adalah satu perkataan Tuhan Yesus Kristus yang sering dikutip jemaat gereja untuk mengingatkan sesamanya yang sedang mempunyai masalah dalam hidupnya. Karena jemaat mempunyai pemahaman bahwa orang beriman yang mempunyai masalah akan mendapat pertolongan Tuhan dan akan dilepaskan dari masalahnya bila rajin bergereja dan aktif mengikuti kegiatan gerejani; mulai dari Ibadah Kebaktian Gereja; Pendalaman Alkitab (PA); Pekhabaran Injil (PI); Doa Pagi; Kebaktian Doa dan Penyembahan; Pelayanan Sekolah Minggu; Pembacaan Alkitab dan Doa pribadi setiap hari; mengikuti Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR); dan kegiatan-kegiatan gereja yang lain.
Orang beriman percaya, bahwa Tuhan akan memberkati hidup mereka bila mereka melakukan semua itu, sehingga semuanya akan dimudahkan, baik dalam usaha atau dalam pekerjaannya; dalam berdagang atau dalam berkarier di tempatnya bekerja.

Pemahaman tersebut di atas adalah pemahaman yang sangat naif, dan tidak sesuai dengan Injil Tuhan. Kesalahan ini diakibatkan karena pusat perhatian mereka hanya pada satu ayat itu saja, dan mengabaikan sembilan ayat lainnya, yang merupakan satu kesatuan perikop dalam Injil Matius pasal 6:25-34 itu. Ayat di atas akan dapat dipahami dengan benar bila memperhatikan sembilan ayat yang lain, terutama ayat pertama yang merupakan pembukaan dari perikop ini: "Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai."

Pesan Tuhan Yesus Kristus dalam perikop ini, pada intinya adalah supaya orang percaya menjalani hidupnya dengan penuh sukacita dan damai sejahtera; tidak kuatir akan makanan, pakaian, dan masa depan mereka; menjalani hidup dengan sepenuh iman kepadaNya, dan menyerahkan seluruh hidupnya kepada Tuhan, karena percaya bahwa Tuhan akan mencukupkan makanan, pakaian, dan akan memelihara masa depannya.

Pelajaran Tuhan Yesus Kristus itu sulit dimengerti oleh orang yang masih berpikiran duniawi, karena hatinya tidak penuh sukacita dan damai sejahtera, hatinya selalu dihantui perasaan kuatir. Hidup mereka hanya untuk mengejar keinginan-keinginan duniawi supaya mendapat pengakuan manusia (orang lain), baik dalam lingkungan keluarga maupun dalam lingkungan kerjanya. Topik mengenai hal seperti inilah yang ditulis rasul Paulus dalam suratnya kepada jemaat di Korintus. Dikatakannya, seorang yang berpikiran duniawi hanya akan memusatkan perhatiannya pada perkara-perkara duniawi; tetapi orang yang berpikiran rohani akan memusatkan perhatiannya pada perkara-perkara Tuhan, yaitu bagaimana agar Tuhan berkenan kepadanya (1Kor.7:32-34).

1Kor.7:32-34. Aku ingin, supaya kamu hidup tanpa kekuatiran. Orang yang tidak beristeri memusatkan perhatiannya pada perkara Tuhan, bagaimana Tuhan berkenan kepadanya. Orang yang beristeri memusatkan perhatiannya pada perkara duniawi, bagaimana ia dapat menyenangkan isterinya, dan dengan demikian perhatiannya terbagi-bagi. Perempuan yang tidak bersuami dan anak-anak gadis memusatkan perhatian mereka pada perkara Tuhan, supaya tubuh dan jiwa mereka kudus. Tetapi perempuan yang bersuami memusatkan perhatiannya pada perkara duniawi, bagaimana ia dapat menyenangkan suaminya.

Perkataan rasul Paulus itu mempunyai pesan bahwa "Seorang beriman hanya akan dapat berserah kepada Tuhan, dan hidup tanpa kekuatiran, apabila ia tidak menikah (tidak beristri atau tidak bersuami)," kesimpulan itu muncul oleh karena rasul Paulus membandingkan dua orang yang mempunyai status berbeda, yaitu orang yang menikah dengan orang yang tidak menikah. Kesimpulan itu  menjadi jembatan bagi pembaca Injil kepada pemahaman akan perkataan Tuhan Yesus Kristus di atas;
Dengan demikian  maka perkataan Tuhan Yesus Kristus di atas dapat diartikan "Hanya orang yang tidak menikah saja yang dapat hidup tanpa kekuatiran." Dalam hal ini yang dimaksud dengan "orang yang tidak menikah" adalah orang yang tidak kawin karena Kerajaan Allah, bukan karena cacat dari lahir atau karena dibuat tidak dapat kawin oleh orang lain (Mat.19:10-12).

Mat.19:10-12. Murid-murid itu berkata kepada-Nya: "Jika demikian halnya hubungan antara suami dan isteri, lebih baik jangan kawin." Akan tetapi Ia berkata kepada mereka: "Tidak semua orang dapat mengerti perkataan itu, hanya mereka yang dikaruniai saja. Ada orang yang tidak dapat kawin karena ia memang lahir demikian dari rahim ibunya, dan ada orang yang dijadikan demikian oleh orang lain, dan ada orang yang membuat dirinya demikian karena kemauannya sendiri oleh karena Kerajaan Sorga. Siapa yang dapat mengerti hendaklah ia mengerti."

Dengan memahami sembilan ayat yang pertama (Mat.6:25-32) maka kalimat selanjutnya akan dapat dimengerti dengan benar. Kalimat "Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu" terdiri dari dua pokok pikiran yang merupakan sebab-akibat (causa-prima), dimana kalimat "carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya" menjadi sebab bagi kalimat yang mengikutinya. Kalimat ini dapat dimengerti dengan terang perkataan Tuhan Yesus Kristus yang merupakan salah satu dari sepuluh hukum baru yang diperintahkanNya dalam khotbah di bukit, yaitu: "Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan" (Mat.5:6) yang menunjuk kepada orang yang senantiasa berusaha hidup sesuai dengan firman  Tuhan (Mat. 4:4); karena Tuhan adalah sumber kebenaran (Yoh. 14:6) maka bagi yang mencari akan mendapatkannya (Mat.7:7) dan ia yang mendapat akan dimampukan hidup di jalan Tuhan (Mzm. 119:105).

Mat. 4:4  Tetapi Yesus menjawab: "Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah."

Mat. 14:6   Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.


Mat.7:7-11. "Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan. Adakah seorang dari padamu yang memberi batu kepada anaknya, jika ia meminta roti,  atau memberi ular, jika ia meminta ikan? Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya."

Mzm. 119:105  Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.

Kalimat yang mengikuti, yaitu: "semuanya itu akan ditambahkan kepadamu" adalah akibat yang timbul karena penyebab dari padanya terpenuhi, yaitu apabila seorang beriman hidup sesuai dengan firman Tuhan, tidak kuatir akan hidupnya, dan hatinya selalu penuh sukacita dan damai sejahtera.
Orang beriman yang masih berpikiran duniawi hanya memikirkan dan mengharapkan kekayaan harta-benda duniawi;  uang, kekuasaan dan kehormatan selama hidupnya. Tetapi Tuhan Yesus Kristus kepada orang beriman yang berpikiran rohani memberikan lebih dari pada itu, karena Ia akan mengganti semua yang telah ditinggalkannya karena mengikut Dia, seratus kali lipat banyaknya. Dan semuanya itu diterimanya pada masa sekarang, semasa ia masih hidup di dunia; dan hidup kekal di sorga kelak (Mat.19:27-30; Mrk.10:28-31).

Mat.19:27-30. Lalu Petrus menjawab dan berkata kepada Yesus: "Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Engkau; jadi apakah yang akan kami peroleh?" Kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pada waktu penciptaan kembali, apabila Anak Manusia bersemayam di takhta kemuliaan-Nya, kamu, yang telah mengikut Aku, akan duduk juga di atas dua belas takhta untuk menghakimi kedua belas suku Israel. Dan setiap orang yang karena nama-Ku meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, bapa atau ibunya, anak-anak atau ladangnya, akan menerima kembali seratus kali lipat dan akan memperoleh hidup yang kekal. Tetapi banyak orang yang terdahulu akan menjadi yang terakhir, dan yang terakhir akan menjadi yang terdahulu."

Mrk.10:28-31. Berkatalah Petrus kepada Yesus: "Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Engkau!Jawab Yesus: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang karena Aku dan karena Injil meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, ibunya atau bapanya, anak-anaknya atau ladangnya, orang itu sekarang pada masa ini juga akan menerima kembali seratus kali lipat: rumah, saudara laki-laki, saudara perempuan, ibu, anak dan ladang, sekalipun disertai berbagai penganiayaan, dan pada zaman yang akan datang ia akan menerima hidup yang kekal. Tetapi banyak orang yang terdahulu akan menjadi yang terakhir dan yang terakhir akan menjadi yang terdahulu."

Dengan pemahaman diatas maka perkataan Tuhan Yesus Kristus "Carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu," tidak dapat diberlakukan untuk semua orang, melainkan hanya akan berlaku bagi orang beriman yang mempunyai pikiran yang rohani. Dan semuanya itu berlaku pada masa sekarang, selama ia hidup di dunia. Ia akan mendapat ganti semua yang ditinggalkannya seratus kali lipat; Ia akan menerima beratus-ratus rumah ganti rumah yang ditinggalkannya; ia akan menerima beratus-ratus saudara laki-laki, saudara perempuan, ibu, anak dan ladang ganti saudara laki-laki, saudara perempuan, ibu, anak dan ladang yang ditinggalkannya. Dan yang lebih berharga daripada segalanya itu Allah akan memberinya hidup kekal di sorga.

Rabu, 08 Juli 2015

Dua Macam Dasar

Mat.7:24-27. "Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu. Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, sehingga rubuhlah rumah itu dan hebatlah kerusakannya."

Perikop di atas merupakan alinea penutup dari khotbah di bukit dalam Injil Matius yang meliputi tiga pasal penuh (pasal 5-7) yang dikatakan kepada dua belas murid dan orang banyak. Pada umumnya pembaca Injil berpikir tentang dua macam dasar yang digunakan untuk membangun rumah dalam perumpamaan yang dikatakan Yesus Kristus. Hal itu mungkin terpengaruh oleh judul pada perikop ini. Tetapi bagi pembaca yang cermat akan menemukan dua kata kunci yang merupakan inti seluruh khotbah di bukit, yaitu kata "melakukan" dan kata "bijaksana." 

Yang dimaksud dengan kata yang pertama adalah "melakukan perkataanNya"  yang meliputi tujuh pokok pikiran*, yang dimulai dengan sepuluh ucapan berbahagia, kemudian disambung dengan perumpamaan garam dunia dan terang dunia; dan selanjutnya menerangkan tentang hukum Taurat; tentang hal yang kudus dan berharga; tentang pengabulan doa; tentang jalan yang benar; dan yang terakhir tentang pengajaran yang sesat. 

*Ketujuh pokok pikiran Yesus Kristus itu telah diuraikan dalam artikel yang masing-masing dengan judul yang berkaitan.

1. Sepuluh ucapan berbahagia adalah merupakan petunjuk tentang semua yang harus dilakukan dan apa yang akan dialami pengikutNya, sehingga imannya dapat bertumbuh sehat, menghasilkan buah Roh, dan dapat menjadi sempurna, yaitu: datang kepada Allah dengan rendah hati; mau berempathi kepada orang lain; tulus kepada orang lain; berusaha hidup sesuai firman Tuhan; memberi dengan ikhlas; mengikut Tuhan secara total; senantiasa membawa kedamaian; siap-sedia menderita; siap-sedia dimusuhi karena menjadi pengikut Kristus; dan siap-sedia menjadi martir demi imannya.

2. Menjadi garam dunia berarti orang beriman dalam proses belajar-mengajar firman Tuhan harus benar, dalam arti mengerti Firman Tuhan sebagai pemahaman yang diperoleh melalui praktek dalam hidupnya (kognisi), bukan hanya sebagai pelajaran teoretis belaka (teori tanpa praktek). Sedangkan menjadi terang dunia berarti orang beriman yang telah mengerti Firman Tuhan dengan benar harus memberitakannya secara terbuka dan cuma-cuma.

3. Hukum Taurat  yang dikatakan Yesus Kristus adalah tentang "kesucian" yang meliputi lima kriteria, yaitu suci dalam hati, suci dalam pikiran, suci dalam perkataan, suci dalam perbuatan, dan suci dalam kasih. Dan suci dalam perbuatan dibedakan menjadi enam hal, yaitu: dalam hal memberi sedekah; dalam hal berdoa; dalam hal berpuasa; dalam hal mengumpulkan harta; dalam hal kekuatiran; dan dalam hal menghakimi. 

4. Tentang yang kudus dan berharga yang dimaksudkannya adalah bahwa pembukaaan Firman Tuhan yang benar tidak dapat diterima oleh orang-orang yang masih hidup dalam dosa, yang diibaratkan seperti anjing yang kembali ke muntahannya, dan babi yang selalu ingin berkubang dalam lumpur. Perumpamaan yang dikatakan Yesus Kristus ini menjadi peringatan kepada pengikutNya supaya tidak terlalu memaksakan diri (mungkin karena terlalu bersemangat) dalam memberitakan firman Tuhan kepada orang-orang, walaupun firman Tuhan harus diberitakan secara terbuka dan cuma-cuma. Karena yang dapat menerima pengajaran tentang pembukaan firman Tuhan hanya orang-orang yang mempunyai mata dan telinga, seperti orang yang menemukan harta terpendam atau orang yang menemukan mutiara yang sangat berharga dalam perumpamaan yang dikatakan Yesus Kristus (Mat.13:44-46).


Mat.13:44-46. "Hal Kerajaan Sorga itu seumpama harta yang terpendam di ladang, yang ditemukan orang, lalu dipendamkannya lagi. Oleh sebab sukacitanya pergilah ia menjual seluruh miliknya lalu membeli ladang itu. Demikian pula hal Kerajaan Sorga itu seumpama seorang pedagang yang mencari mutiara yang indah. Setelah ditemukannya mutiara yang sangat berharga, iapun pergi menjual seluruh miliknya lalu membeli mutiara itu."


5. Tentang pengabulan doa yang dimaksudkan adalah pengabulan doa yang meminta semua yang rohani untuk pertumbuhan imannya, bukan meminta barang-barang duniawi untuk memuaskan keinginan dagingnya. Karena yang baik menurut Allah sangat jauh berbeda dengan yang baik menurut pikiran manusia. Yang baik menurut Allah adalah yang berguna bagi manusia untuk hidup kekal, yaitu Roh Kudus (Luk.11:9-13)


Luk.11:9-13 Oleh karena itu Aku berkata kepadamu: Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan. Bapa manakah diantara kamu, jika anaknya minta ikan daripadanya, akan memberikan ular kepada anaknya itu ganti ikan? Atau , jika minta telur, akan memberikan kepadanya kalajengking? Jadi Jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anak mu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan Roh Kudus kepada mereka yang meminta kepada Nya.

6. Tentang jalan yang benar, yang dimaksud adalah jalan menuju kepada hidup kekal. Jalan yang benar yang harus dilakukan adalah dengan menjadi pelayan bagi saudara-saudaranya, karena yang terbesar dalam KerajaanNya adalah orang yang mau melayani saudara-saudaranya (Mat.23:11). Dan syarat yang harus dipenuhi untuk menjadi pelayan haruslah ia menjadi orang yang mempunyai "kasih" dan menuntutnya menjadi orang yang sabar, murah hati, tidak cemburu, tidak memegahkan diri dan tidak sombong; tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri; tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain; tidak suka dengan ketidakadilan; menutupi segala sesuatu; percaya segala sesuatu; dan mengharapkan segala sesuatu  (1 Kor.13:4-7).

Mat.23:11. Barangsiapa terbesar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu.

7. Tentang pengajaran yang sesat, yang dimaksud adalah guru-guru palsu dan nabi-nabi palsu yang mengajarkan firman Tuhan dengan tujuan untuk memperkaya diri sendiri. Ia menggunakan firman Tuhan sebagai alat untuk memperdayai atau menipu orang percaya demi mendapatkan kehormatan dan kenikmatan duniawi. Pengajaran yang sesat mengajarkan hal-hal duniawi, bukan mengenai hal-hal rohani. Firman Tuhan digunakannya untuk melegalisir keinginan dan pikirannya sendiri sehingga jemaat dibutakan dari pengajaran yang benar dan yang sesuai dengan Injil. Pada kenyataannya banyak yang memilih pengajaran yang duniawi dari pada yang rohani, karena pada dasarnya mereka masih orang-orang duniawi, dan tidak pernah menjadi pengikut Tuhan Yesus Kristus.

Sedangkan kata "bijaksana" adalah berkaitan dengan keputusannya memilih untuk melakukan perkataan Yesus Kristus yang telah disebutkan di atas. Jadi bijaksana yang dimaksudkan Yesus Kristus adalah tentang cara orang menggunakan mata batinnya untuk menilai, memilih, dan melakukan yang benar, yang sesuai dengan kehendak Allah. Oleh karena itu orang yang bijaksana diibaratkanNya dengan orang yang mendirikan rumah di atas batu. Yang dimaksud adalah rumah yang didirikan di atas tanah yang keras atau berbatu-batu, bukan mendirikan rumah diatas fondasi yang dibuat dari batu, 
seperti rumah yang biasa dibuat oleh orang kaya pada masa itu atau oleh orang yang hidup di kota-kota pada masa sekarang. Karena perumpamaan Yesus Kristus membandingkan antara dua buah rumah non permanen, dimana yang satu didirikan di atas pasir, dan yang lain didirikan di atas tanah yang berbatu-batu.

Perumpamaan itu mudah dipahami orang Yahudi pada waktu itu, karena pada musim kering mereka biasa melihat rumah yang didirikan di atas tanah berpasir pada aliran sungai. dimana musim kering di Palestina terjadi bisa sampai bertahun-tahun lamanya, seperti tujuh tahun musim kering pada masa hidup Yakub (Kej.41:53-57).

Kej.41:53-57. Setelah lewat ketujuh tahun kelimpahan yang ada di tanah Mesir itu, mulailah datang tujuh tahun kelaparan, seperti yang telah dikatakan Yusuf; dalam segala negeri ada kelaparan, tetapi di seluruh negeri Mesir ada roti. Ketika seluruh negeri Mesir menderita kelaparan, dan rakyat berteriak meminta roti kepada Firaun, berkatalah Firaun kepada semua orang Mesir: "Pergilah kepada Yusuf, perbuatlah apa yang akan dikatakannya kepadamu." Kelaparan itu merajalela di seluruh bumi. Maka Yusuf membuka segala lumbung dan menjual gandum kepada orang Mesir, sebab makin hebat kelaparan itu di tanah Mesir. Juga dari seluruh bumi datanglah orang ke Mesir untuk membeli gandum dari Yusuf, sebab hebat kelaparan itu di seluruh bumi.


Sungai yang mengering bertahun-tahun tidak dapat lagi dibedakan dengan tanah daratan; yang membedakannya adalah daerah aliran sungai yang mengering itu tidak bertuan, sehingga orang asing yang tidak dikenal (urban) dengan bebas dapat menduduki dan mendirikan rumah di atasnya. Ia (mungkin) tahu resiko air bah yang harus dihadapi dengan mendirikan rumah di aliran sungai, yang sewaktu-waktu bisa terjadi dan menggusur rumahnya, tetapi mereka mau menantang bahaya dan mengambil resiko itu karena membutuhkan tempat tinggal untuk berlindung. Dan mereka berpikir hanya akan menempatinya untuk sementara waktu saja. 

Demikian pula yang terjadi dalam kehidupan rohani orang percaya; banyak orang yang memilih jalan yang mudah dengan mengikuti pengajaran yang duniawi daripada yang rohani. Mereka memilih yang dipikirnya bisa memberikan solusi dalam pergumulan hidupnya di dunia, karena tuntutan materi yang harus dipenuhinya. Mungkin mereka juga tahu bahwa ajaran yang diikutinya terlalu duniawi, namun kesadaran itu diabaikannya. Oleh karena itu Tuhan Yesus Kristus memuji orang yang tidak mengikuti cara berpikir seperti orang-orang itu, karena ia mempunyai penglihatan (visi) kepada hidup kekal dan memilih pengajaran yang rohani, yang sesuai dengan imannya walaupun terlihat sulit dan tidak masuk akal.

Pada kenyataannya orang yang memilih yang duniawi juga tidak mudah dalam menjalaninya , dan solusi yang dijanjikan kepadanya tidak mereka dapatkan. Sedangkan orang yang memilih yang rohani dapat menanggung beban hidupnya dan merasakan kesulitan yang dijalaninya tidak terlalu berat, serta tidak sesulit seperti yang dikiranya pertama kali. Bahkan setelah ia terbiasa dan bisa berserah kepada Tuhan, merasakan jiwanya menjadi tenang dan dapat memikul beban hidupnya dengan mudah, enak dan ringan (Mat.11:28-30).

Mat.11:28-30 Marilah kepadaku , semua yang letih dan lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikul lah kuk yang Ku pasang dan belajarlah padaKu, karena Aku lemah lembut dan rendah hati, dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Ku pasang itu enak dan beban Ku pun ringan.




Minggu, 28 Juni 2015

Garam Dunia dan Terang Dunia

Mat.5:13-16. "Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang. Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi. Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu. Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga."

Setiap orang percaya yang menjadi murid Yesus Kristus adalah "Garam Dunia" dan juga "Terang Dunia"; demikian yang dikehendaki Tuhan terhadap semua muridNya, oleh karenanya yang tidak memenuhi harapan itu kelak akan ditolakNya, walaupun ia mengaku sebagai orang yang beriman kepada Yesus
(Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang). Dan bagi orang percaya yang memenuhi harapanNya berarti telah memberi kesaksian sebagai murid Yesus Kristus, dan kesaksiannya itu akan memuliakan Allah (Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga). Pada kenyataannya banyak orang percaya yang gagal memenuhi harapan Tuhan, itu disebabkan oleh karena orang percaya salah mengerti firman Tuhan, sehingga usahanya untuk memenuhi harapan itu tidak sesuai seperti yang dikehendaki Tuhan.

Pada umumnya yang dipahami orang percaya, menjadi "Garam Dunia" dan "Terang Dunia" adalah menjadi saksi Kristus; dalam arti mereka harus bersaksi mengabarkan Injil kepada orang-orang yang belum percaya dan memuridkannya, yang berarti menjadikan mereka anggota jemaat gereja, sesuai dengan amanat perintah Yesus Kristus dalam Injil (Mat.28:16-20). Keadaan ini yang dipraktekkan gereja selama beratus-ratus tahun yang (mungkin) menjadikan jemaat pada masa sekarang mempunyai pemahaman yang keliru seperti di atas.

Mat.28.16-20. Dan kesebelas murid itu berangkat ke Galilea, ke bukit yang telah ditunjukkan Yesus kepada mereka. Ketika melihat Dia mereka menyembah-Nya, tetapi beberapa orang ragu-ragu. Yesus mendekati mereka dan berkata:"Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."

Garam Dunia

Yang dimaksud Yesus Kristus dengan "Garam Dunia" dapat ditemukan dalam Injil Markus (Mrk.9:42-50) yang dikatakanNya dengan menggunakan organ tubuh manusia dalam perumpamaanNya, seperti mulut, tangan, kaki, dan mata. Perumpamaan itu memberikan pemahaman tentang bagaimana seharusnya menjadi "Garam Dunia"; apa yang harus dilakukan dan dihindari oleh orang percaya secara berurutan dari yang paling luar, yang kasat mata, sampai dengan yang paling dalam, yang tidak dapat dilihat yang hanya diketahui oleh dirinya sendiri dan Tuhan.


Mrk. 9:42-50. "Barangsiapa menyesatkan salah satu dari anak-anak kecil yang percaya ini, lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya lalu ia dibuang ke dalam laut. Dan jika tanganmu menyesatkan engkau, penggallah, karena lebih baik engkau masuk ke dalam hidup dengan tangan kudung dari pada dengan utuh kedua tanganmu dibuang ke dalam neraka, ke dalam api yang tak terpadamkan; (di tempat itu ulatnya tidak akan mati, dan apinya tidak akan padam.) Dan jika kakimu menyesatkan engkau, penggallah, karena lebih baik engkau masuk ke dalam hidup dengan timpang, dari pada dengan utuh kedua kakimu dicampakkan ke dalam neraka; (di tempat itu ulatnya tidak akan mati, dan apinya tidak akan padam.) Dan jika matamu menyesatkan engkau, cungkillah, karena lebih baik engkau masuk ke dalam Kerajaan Allah dengan bermata satu dari pada dengan bermata dua dicampakkan ke dalam neraka, di mana ulat-ulat bangkai tidak mati dan api tidak padam. Karena setiap orang akan digarami dengan api. Garam memang baik, tetapi jika garam menjadi hambar, dengan apakah kamu mengasinkannya? Hendaklah kamu selalu mempunyai garam dalam dirimu dan selalu hidup berdamai yang seorang dengan yang lain."

Dari Injil Markus di atas terdapat empat hal yang yang dikatakan Yesus Kristus yang harus diperhatikan orang percaya agar dapat memenuhi harapan Tuhan dan menjadi "Garam Dunia."
Yang pertama Yesus Kristus berkata"Barangsiapa menyesatkan salah satu dari anak-anak kecil yang percaya ini, lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya lalu ia dibuang ke dalam laut." Dengan perkataan itu Ia memperingatkan kepada setiap orang percaya untuk memperhatikan kegiatan belajar-mengajar firman Tuhan yang dilakukannya, bilamana yang dipelajarinya itu tidak benar dan mengajarkannya kepada orang lain sehingga menyesatkannya, maka ia akan menanggung hukuman kekal.
Agar tidak menjadi sesat maka setiap orang percaya yang belajar firman Tuhan harus meminta bimbingan Roh Kudus agar mereka dapat mengerti setiap firman Tuhan dengan benar, bukan dengan menafsirkannya menurut akal dan pengertiannya sendiri, dan mengajar firman Tuhan bukan untuk memperoleh keuntungan duniawi.

Yang ke dua Yesus Kristus berkata: "Dan jika tanganmu menyesatkan engkau, penggallah, karena lebih baik engkau masuk ke dalam hidup dengan tangan kudung dari pada dengan utuh kedua tanganmu dibuang ke dalam neraka, ke dalam api yang tak terpadamkan." Dengan perkataan itu Ia memperingatkan kepada setiap orang percaya agar mereka memperhatikan perbuatan mereka dan tidak melakukan perbuatan dosa yang dimurkai Tuhan, karena mereka akan menanggung hukuman kekal.
Perbuatan dosa yang dimaksud disini adalah perbuatan yang menentang Allah Rohul Kudus, yaitu mengajar sesuatu ajaran yang sesat dan menentang Nya (Mat.12:31; Mrks.3:29; Luk.12:10).

Yang ke tiga Yesus Kristus berkata: "Dan jika kakimu menyesatkan engkau, penggallah, karena lebih baik engkau masuk ke dalam hidup dengan timpang, dari pada dengan utuh kedua kakimu dicampakkan ke dalam neraka." Dengan perkataan itu Ia memberikan peringatan kepada setiap orang percaya agar mereka dapat mengambil-langkah yang benar dalam menentukan suatu ajaran yang dianutnya,  karena apabila salah menentukan langkahnya, mereka akan menanggung hukuman kekal.
Agar orang percaya tidak salah-langkah maka mereka harus meminta pertolongan Roh Kudus, tidak menggunakan pertimbangan nya sendiri atau karena pengaruh orang lain.

Yang ke empat Yesus Kristus berkata: "Dan jika matamu menyesatkan engkau, cungkillah, karena lebih baik engkau masuk ke dalam Kerajaan Allah dengan bermata satu dari pada dengan bermata dua dicampakkan ke dalam neraka, di mana ulat-ulat bangkai tidak mati dan api tidak padam." Dengan perkataan itu Ia memberikan peringatan kepada setiap orang percaya agar mereka tidak sampai salah langkah dengan menganut ajaran sesat, yang ditentukan oleh bagaimana menggunakan mata mereka. Mata yang dimaksud disini bukan mata secara inderawi tetapi menyatakan cara orang percaya melihat suatu ajaran tentang firman Tuhan. Bagi seorang percaya yang bisa menilai ajaran yang benar dan ajaran yang sesat disebut Yesus Kristus sebagai seorang yang mempunyai mata yang baik (Luk.11:33-36).

Luk.11:33-36. "Tidak seorangpun yang menyalakan pelita lalu meletakkannya di kolong rumah atau di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian, supaya semua orang yang masuk, dapat melihat cahayanya. Matamu adalah pelita tubuhmu. Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu, tetapi jika matamu jahat, gelaplah tubuhmu. Karena itu perhatikanlah supaya terang yang ada padamu jangan menjadi kegelapan. Jika seluruh tubuhmu terang dan tidak ada bagian yang gelap, maka seluruhnya akan terang, sama seperti apabila pelita menerangi engkau dengan cahayanya."

Dari keempat perumpamaan itu Yesus Kristus mengatakan bahwa seorang percaya dapat disebut "Garam Dunia" bilamana ia menggunakan mata yang benar untuk menilai suatu ajaran tentang firman Tuhan; sehingga ia dapat mengambil langkah dengan menganut ajaran yang benar; ia tidak berbuat dosa yang dimurkai Tuhan; ia mengerti firman Tuhan dengan benar sehingga imannya bertumbuh dan dapat membimbing orang percaya di dalam Tuhan.

Terang Dunia.

Yang dimaksud dengan "Terang Dunia" oleh Yesus Kristus adalah orang percaya yang mengajar firman Tuhan yang benar secara terbuka dan terang-terangan, tidak secara ekslusif, dan mengajarkannya dengan cuma-cuma sebagai mana ia telah memperolehnya juga dengan cuma-cuma seperti yang dikatakan Yesus Kristus dalam Injil Lukas (Luk.8:16-18). Sehingga dapat disimpulkan bahwa orang percaya yang menjadi "Terang Dunia" adalah orang percaya yang menjadi "Garam Dunia." Karena menjadi "Terang Dunia" berarti menjadi pengajar firman Tuhan, dan untuk itu seorang percaya harus menjadi "Garam Dunia."  Ia mengajarkan rahasia firman yang diajarkan Allah kepadanya (Yoh.6:25-59), melalui karunia-karunia Roh Kudus (Luk.8:10) setelah ia menyerahkan seluruh hidupnya menjadi murid Tuhan. (Mrk.10:28-31)

Luk.8:16-18. "Tidak ada orang yang menyalakan pelita lalu menutupinya dengan tempayan atau menempatkannya di bawah tempat tidur, tetapi ia menempatkannya di atas kaki dian, supaya semua orang yang masuk ke dalam rumah dapat melihat cahayanya. Sebab tidak ada sesuatu yang tersembunyi yang tidak akan dinyatakan, dan tidak ada sesuatu yang rahasia yang tidak akan diketahui dan diumumkan. Karena itu, perhatikanlah cara kamu mendengar. Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, dari padanya akan diambil, juga apa yang ia anggap ada padanya."

Yoh.6:25-59. Ketika orang banyak menemukan Yesus di seberang laut itu, mereka berkata kepada-Nya: "Rabi, bilamana Engkau tiba di sini?" Yesus menjawab mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kamu mencari Aku, bukan karena kamu telah melihat tanda-tanda, melainkan karena kamu telah makan roti itu dan kamu kenyang. Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu; sebab Dialah yang disahkan oleh Bapa, Allah, dengan meterai-Nya." Lalu kata mereka kepada-Nya: "Apakah yang harus kami perbuat, supaya kami mengerjakan pekerjaan yang dikehendaki Allah?" Jawab Yesus kepada mereka: "Inilah pekerjaan yang dikehendaki Allah, yaitu hendaklah kamu percaya kepada Dia yang telah diutus Allah." Maka kata mereka kepada-Nya: "Tanda apakah yang Engkau perbuat, supaya dapat kami melihatnya dan percaya kepada-Mu? Pekerjaan apakah yang Engkau lakukan? Nenek moyang kami telah makan manna di padang gurun, seperti ada tertulis: Mereka diberi-Nya makan roti dari sorga." Maka kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya bukan Musa yang memberikan kamu roti dari sorga, melainkan Bapa-Ku yang memberikan kamu roti yang benar dari sorga. Karena roti yang dari Allah ialah roti yang turun dari sorga dan yang memberi hidup kepada dunia." Maka kata mereka kepada-Nya: "Tuhan, berikanlah kami roti itu senantiasa." Kata Yesus kepada mereka: "Akulah roti hidup ; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi. Tetapi Aku telah berkata kepadamu: Sungguhpun kamu telah melihat Aku, kamu tidak percaya. Semua yang diberikan Bapa kepada-Ku akan datang kepada-Ku, dan barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang. Sebab Aku telah turun dari sorga bukan untuk melakukan kehendak-Ku, tetapi untuk melakukan kehendak Dia yang telah mengutus Aku. Dan Inilah kehendak Dia yang telah mengutus Aku, yaitu supaya dari semua yang telah diberikan-Nya kepada-Ku jangan ada yang hilang, tetapi supaya Kubangkitkan pada akhir zaman. Sebab inilah kehendak Bapa-Ku, yaitu supaya setiap orang, yang melihat Anak dan yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal, dan supaya Aku membangkitkannya pada akhir zaman." Maka bersungut-sungutlah orang Yahudi tentang Dia, karena Ia telah mengatakan: "Akulah roti yang telah turun dari sorga." Kata mereka: "Bukankah Ia ini Yesus, anak Yusuf, yang ibu bapanya kita kenal? Bagaimana Ia dapat berkata: "Aku telah turun dari sorga?" Jawab Yesus kepada mereka:"Jangan kamu bersungut-sungut. Tidak ada seorangpun yang dapat datang kepada-Ku, jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku, dan ia akan Kubangkitkan pada akhir zaman. Ada tertulis dalam kitab nabi-nabi: Dan mereka semua akan diajar oleh Allah. Dan setiap orang, yang telah mendengar dan menerima pengajaran dari Bapa, datang kepada-Ku. Hal itu tidak berarti, bahwa ada orang yang telah melihat Bapa. Hanya Dia yang datang dari Allah, Dialah yang telah melihat Bapa. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya, ia mempunyai hidup yang kekal. Akulah roti hidup. Nenek moyangmu telah makan manna di padang gurun dan mereka telah mati. Inilah roti yang turun dari sorga: Barangsiapa makan dari padanya, ia tidak akan mati. Akulah roti hidup yang telah turun dari sorga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia." Orang-orang Yahudi bertengkar antara sesama mereka dan berkata: "Bagaimana Ia ini dapat memberikan daging-Nya kepada kita untuk dimakan." Maka kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jikalau kamu tidak makan daging Anak Manusia dan minum darah-Nya, kamu tidak mempunyai hidup di dalam dirimu. Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia mempunyai hidup yang kekal dan Aku akan membangkitkan dia pada akhir zaman. Sebab daging-Ku adalah benar-benar makanan dan darah-Ku adalah benar-benar minuman. Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia. Sama seperti Bapa yang hidup mengutus Aku dan Aku hidup oleh Bapa, demikian juga barangsiapa yang memakan Aku, akan hidup oleh Aku. Inilah roti yang telah turun dari sorga, bukan roti seperti yang dimakan nenek moyangmu dan mereka telah mati. Barangsiapa makan roti ini, ia akan hidup selama-lamanya." Semuanya ini dikatakan Yesus di Kapernaum ketika Ia mengajar di rumah ibadat.

Luk.8: 10. Lalu Ia menjawab: "Kepadamu diberi karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Allah, tetapi kepada orang-orang lain hal itu diberitakan dalam perumpamaan, supaya sekalipun memandang, mereka tidak melihat dan sekalipun mendengar, mereka tidak mengerti." 

Mrk.10:28-31. Berkatalah Petrus kepada Yesus: "Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Engkau!" Jawab Yesus: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang karena Aku dan karena Injil meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, ibunya atau bapanya, anak-anaknya atau ladangnya, orang itu sekarang pada masa ini juga akan menerima kembali seratus kali lipat: rumah, saudara laki-laki, saudara perempuan, ibu, anak dan ladang, sekalipun disertai berbagai penganiayaan, dan pada zaman yang akan datang ia akan menerima hidup yang kekal. Tetapi banyak orang yang terdahulu akan menjadi yang terakhir dan yang terakhir akan menjadi yang terdahulu."

Jumat, 10 April 2015

Marah Yang Kudus


Cerita tentang "Yesus mengusir orang-orang yang berdagang di Bait-Allah" adalah satu cerita yang sangat populer dalam jemaat Kristen, dan sering digunakan untuk membela diri apabila mereka dicela karena telah marah kepada sesamanya karena sesuatu hal, baik dalam pergaulannya di dalam lingkungan gereja maupun di luar lingkungan gereja; dalam lingkungan keluarganya sendiri atau dalam lingkungan masyarakatnya. Mereka berdalih bahwa sebagai pengikut Kristus, mereka juga tidak salah bila sekali-kali marah, karena Tuhan Yesus juga pernah marah. Dan orang yang mencela akan mengatakan bahwa kemarahanya itu tidak dapat dibandingkan dengan kemarahan Tuhan Yesus, karena yang dilakukan Yesus Kristus adalah "marah yang kudus," suatu istilah untuk "membela" Yesus Kristus yang "marah" kepada pedagang-pedagang di Bait-Allah, untuk membedakan antara "marah" yang dilakukan Tuhan Yesus dengan marah yang mereka lakukan. Dengan menggunakan istilah itu secara tidak langsung mereka telah memberitahu bila "marah" adalah perbuatan yang kurang terpuji, perbuatan yang mencerminkan ketidakmampuan mengendalikan diri dari emosi dan ego nya, dan memperlihatkan iman yang belum dewasa.

Kejadian seperti tersebut di atas adalah peristiwa yang biasa terjadi dalam hidup orang-orang Kristen, karena Yesus dalam cerita itu dipahami telah "marah" kepada orang-orang yang berdagang di Bait-Allah, dengan perbuatanNya menunggang-langgangkan semua meja-kursi para pedagang di Bait-Allah. Inilah p
emahaman yang tidak sesuai dengan Injil, tetapi telah umum menjadi pemahaman orang Kristen; sebab dengan mudah dapat ditemukan dalam tulisan-tulisan renungan, khotbah, dan pendalaman alkitab di forum-forum kristiani, salah satunya adalah yang terdapat pada catatan "Alkitab SABDA" yang menerangkan cerita "Yesus mengusir orang-orang yang berdagang di Bait-Allah" dengan kalimat"Dalam kemarahan yang menyala-nyala Ia mengusir dari rumah Allah orang fasik, orang tamak dan mereka yang merusak tujuan rohani yang benar dari Bait Suci itu," yang kutipan selengkapnya (co-pas) seperti dibawah ini:

9 Full Life : MENGUSIR SEMUA PEDAGANG DI SITU.

Nas : Luk 19:45

Pembersihan Bait Allah menjadi tindakan besar pertama pelayanan Yesus di muka umum (Yoh 2:13-22) dan tindakan besar terakhir pelayanan-Nya di muka umum (bd. Mat 21:12-17; Mr 11:15-17). Dalam kemarahan yang menyala-nyala Ia mengusir dari rumah Allah orang fasik, orang tamak dan mereka yang merusak tujuan rohani yang benar dari Bait Suci itu. Tindakan Yesus yang dua kali membersihkan Bait Allah selama tiga tahun pelayanan-Nya menunjukkan betapa pentingnya pelajaran rohani itu:
1) Kristus sangat menginginkan kekudusan dan ketulusan yang saleh di dalam gereja-Nya (bd. Yoh 17:17,19). Ia mati untuk "menguduskannya ... menyucikannya ... dan menempatkan jemaat ... kudus dan tidak bercela" (Ef 5:25-27).
2) Ibadah di dalam gereja haruslah dalam roh dan kebenaran (Yoh 4:24). Gereja harus menjadi suatu tempat doa dan persekutuan dengan Allah (bd. Mat 21:13).
3) Kristus akan menghukum semua orang yang menggunakan gereja, Injil atau Kerajaan-Nya demi keuntungan, kemuliaan atau kemajuan diri pribadi.
4) Kasih yang tulus bagi Allah dan bagi tujuan penebusan-Nya akan menghasilkan "semangat" yang menyala-nyala bagi kebenaran rumah Allah dan Kerajaan-Nya (Yoh 2:17). Keserupaan yang sejati dengan Kristus meliputi sikap tidak bertoleransi terhadap yang tidak benar di dalam gereja (bd. pasal Wahy 2:1-3:22).
5) Penting bagi semua pelayanan Kristen yang benar untuk menentang mereka yang mencemarkan dan merendahkan Kerajaan Allah (bd. 1Kor 6:9-11; Gal 1:6-10; Wahy 2:1-3:22).
6) Kita bisa memilih salah satu, yakni mengizinkan Kristus masuk ke dalam jemaat-jemaat untuk membersihkannya dari kebohongan, kemesuman, keduniawian, dan kenajisan (lih. pasal Wahy 2:1-3:22) atau pada kedatangan-Nya yang kedua kali dengan hukuman ilahi Ia akan membersihkan gereja-Nya secara tuntas (lih. Mal 3:2).

Kutipan di atas adalah pemahaman gereja secara umum mengenai cerita "Yesus mengusir para pedagang di Bait-Allah," yang biasa diajarkan dalam jemaat. Dalam cerita itu Tuhan Yesus dianggap benar-benar telah "marah" yang dinyatakan seperti "api yang menyala-nyala." Seolah-olah kemarahanNya itu sangat mengerikan dan mampu meluluh-lantakan semua yang dijumpainya. Pada kenyataannya keempat penulis Injil yang di kanon, tidak pernah menulis tentang Yesus yang "marah," baik dalam ketiga Injil sinopsis (Mat.21:12-17; Mrk.11:15-19; Luk.19:45-48) maupun dalam Injil Yohanes (Yoh.2:13-25), karena di dalam perikop itu tidak ditemukan satu pun kata "marah."

Mat.21:12-17. Lalu Yesus masuk ke Bait Allah dan mengusir semua orang yang berjual beli di halaman Bait Allah. Ia membalikkan meja-meja penukar uang dan bangku-bangku pedagang merpati dan berkata kepada mereka: "Ada tertulis: Rumah-Ku akan disebut rumah doa. Tetapi kamu menjadikannya sarang penyamun." Maka datanglah orang-orang buta dan orang-orang timpang kepada-Nya dalam Bait Allah itu dan mereka disembuhkan-Nya. Tetapi ketika imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat melihat mujizat-mujizat yang dibuat-Nya itu dan anak-anak yang berseru dalam Bait Allah: "Hosana bagi Anak Daud!" hati mereka sangat jengkel, lalu mereka berkata kepada-Nya: "Engkau dengar apa yang dikatakan anak-anak ini?" Kata Yesus kepada mereka: "Aku dengar; belum pernahkah kamu baca: Dari mulut bayi-bayi dan anak-anak yang menyusu Engkau telah menyediakan puji-pujian?" Lalu Ia meninggalkan mereka dan pergi ke luar kota ke Betania dan bermalam di situ.

Mrk.11:15-19. Lalu tibalah Yesus dan murid-murid-Nya di Yerusalem. Sesudah Yesus masuk ke Bait Allah, mulailah Ia mengusir orang-orang yang berjual beli di halaman Bait Allah. Meja-meja penukar uang dan bangku-bangku pedagang merpati dibalikkan-Nya, dan Ia tidak memperbolehkan orang membawa barang-barang melintasi halaman Bait Allah. Lalu Ia mengajar mereka, kata-Nya: "Bukankah ada tertulis: Rumah-Ku akan disebut rumah doa bagi segala bangsa? Tetapi kamu ini telah menjadikannya sarang penyamun!" Imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat mendengar tentang peristiwa itu, dan mereka berusaha untuk membinasakan Dia, sebab mereka takut kepada- Nya, melihat seluruh orang banyak takjub akan pengajaran-Nya. Menjelang malam mereka keluar lagi dari kota.

Luk.19:45-48. Lalu Yesus masuk ke Bait Allah dan mulailah Ia mengusir semua pedagang di situ, kata-Nya kepada mereka: "Ada tertulis: Rumah-Ku adalah rumah doa. Tetapi kamu menjadikannya sarang penyamun." Tiap-tiap hari Ia mengajar di dalam Bait Allah. Imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat serta orang-orang terkemuka dari bangsa Israel berusaha untuk membinasakan Dia, tetapi mereka tidak tahu, bagaimana harus melakukannya, sebab seluruh rakyat terpikat kepada-Nya dan ingin mendengarkan Dia.

Yoh.2:13-25. Ketika hari raya Paskah orang Yahudi sudah dekat, Yesus berangkat ke Yerusalem. Dalam Bait Suci didapati-Nya pedagang-pedagang lembu, kambing domba dan merpati, dan penukar-penukar uang duduk di situ. Ia membuat cambuk dari tali lalu mengusir mereka semua dari Bait Suci dengan semua kambing domba dan lembu mereka; uang penukar-penukar dihamburkan-Nya ke tanah dan meja-meja mereka dibalikkan-Nya. Kepada pedagang-pedagang merpati Ia berkata: "Ambil semuanya ini dari sini, jangan kamu membuat rumah Bapa-Ku menjadi tempat berjualan." Maka teringatlah murid-murid-Nya, bahwa ada tertulis: "Cinta untuk rumah-Mu menghanguskan Aku." Orang-orang Yahudi menantang Yesus, katanya: "Tanda apakah dapat Engkau tunjukkan kepada kami, bahwa Engkau berhak bertindak demikian?" Jawab Yesus kepada mereka: "Rombak Bait Allah ini, dan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya kembali." Lalu kata orang Yahudi kepada-Nya: "Empat puluh enam tahun orang mendirikan Bait Allah ini dan Engkau dapat membangunnya dalam tiga hari?" Tetapi yang dimaksudkan-Nya dengan Bait Allah ialah tubuh-Nya sendiri. Kemudian, sesudah Ia bangkit dari antara orang mati, barulah teringat oleh murid-murid-Nya bahwa hal itu telah dikatakan-Nya, dan merekapun percayalah akan Kitab Suci dan akan perkataan yang telah diucapkan Yesus. Dan sementara Ia di Yerusalem selama hari raya Paskah, banyak orang percaya dalam nama-Nya, karena mereka telah melihat tanda-tanda yang diadakan-Nya. Tetapi Yesus sendiri tidak mempercayakan diri-Nya kepada mereka, karena Ia mengenal mereka semua, dan karena tidak perlu seorangpun memberi kesaksian kepada-Nya tentang manusia,  sebab Ia tahu apa yang ada di dalam hati manusia.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) kata ma.rah berarti: a sangat tidak senang (krn dihina, diperlakukan tidak sepantasnya, dsb); berang; gusar: aku--mendengar ucapannya yg kasar itu; bangkit (naik--, timbul--) ki menjadi marah. Dalam arti kata "marah" yang demikian maka orang yang marah adalah orang yang sudah tidak dapat mengendalikan dirinya karena emosi yang meluap-luap, lepas kendali, dan membabi buta karena "ego" nya direndahkan. Dengan demikian pemahaman bahwa Yesus Kristus "marah" dalam cerita itu tidak tepat, sebab Yesus Kristus tidak dalam keadaan "sangat tidak senang" atau "berang," apalagi "gusar" karena tersinggung harga diriNya oleh perlakuan atau perkataan orang yang merendahkan Nya.

Seperti diketahui dalam perikop-perikop sebelumnya Yesus dielu-elukan oleh orang-orang banyak, yang telah mendengar segala tanda dan mujizat yang telah diperbuatNya sebelumnya di Galilea, Samaria dan Yudea. Jadi sebagai seorang yang sudah mendapat simpati begitu banyak orang, Yesus tentu tidak akan melakukan perbuatan marah-marah seperti yang dibayangkan oleh pembaca Injil pada umumnya.

Dalam cerita itu Yesus mengusir orang yang berdagang itu tidak dengan cara yang kasar, seperti yang dibayangkan orang Kristen pada umumnya. Yang dilakukanNya adalah menghalau hewan-hewan kurban itu dengan cambuk yang dibuatNya dan menghamburkan uang penukar, tetapi setelah itu Ia menyuruh mereka mengambil dan membawanya ke luar dari Bait Allah; dan Ia juga masih sempat melayani orang-orang Yahudi yang protes terhadapNya. Setelah peristiwa yang terjadi pada hari pertama perayaan Paskah itu, Ia selama tujuh hari berturut-turut membuat tanda-tanda dan mujizat untuk menyembuhkan orang yang buta dan orang yang timpang. Selama hari-hari itu Ia juga mengajar Firman Allah kepada orang-orang yang ada disana sampai petang hari. Dari keadaan yang demikian maka menjadi janggal dan tidak masuk akal apabila Yesus sebelum memulai semua yang dilakukanNya dengan marah-marah, karena bila demikian orang-orang banyak itu tentu tidak akan menaruh simpatik lagi pada Nya dan tidak tertarik mendengarkan segala perkataan yang diajarkanNya.

Disamping itu ke empat Injil walaupun menceritakan tentang "Yesus mengusir para pedagang di Bait-Allah," dengan cara yang berbeda tetapi menyajikannya bak paduan suara yang harmonis dan indah. Anggapan orang yang membaca Injil bahwa Yesus telah "marah" dalam cerita itu terjadi karena mereka sudah mempunyai "praduga" yang salah, karena tidak meneliti terlebih dahulu dengan mendalam. Mereka menganggap perbuatan Yesus Kristus yang menjungkir balikkan meja dan kursi para pedagang sebagai ekspresi kemarahan. Perbuatan mereka itu ibarat mengukur baju Yesus Kristus dengan ukuran bajunya sendiri,  sehingga gagal paham.

Penelitian yang seharusnya dilakukan adalah dengan mendalami cerita "Yesus mengusir para pedagang di Bait-Allah" dari keempat Injil, sehingga dapat direka-ulang kejadian yang sebenarnya. Dengan demikian pembaca Injil dapat mengerti kesalahan yang sudah dilakukan selama ini dan meluruskannya dengan pemahaman yang benar. Dan yang perlu diketahui lebih dahulu sebelum penelitian adalah latar belakang cerita itu, yaitu perayaan Paskah. 

Menurut Ensiklopedia Alkitab Praktis, Paskah atau Pasah* adalah salah satu hari raya bangsa Ibrani yang terpenting (Kel.12:27 TKB), dirayakan setiap tahun sekali pada musim semi (bulan Maret atau April); sama dengan adat makan apam fatir (Kel:11, 17 TKB), hari raya fatir (Kel.23:15 TKB), hari raya makan roti yang tidak beragi (Kel.12:17), hari raya Roti Tidak Beragi (Ul.16:16), hari raya roti yang tiada beragi (Kis.12:3 TKB), masa raya roti fatir (2Taw.8:13 TKB), atau Paskah (Luk.2:41). Kata Pasah berarti "lalu." Nama itu berasal dari peristiwa ketika maut "melalui" setiap rumah tangga bangsa Israel di Mesir yang bertanda darah anak domba (yang disembelih bagi pesta itu) pada jenang pintunya. Pasah menolong bangsa Ibrani untuk selalu mengingat bahwa Allah telah membebaskan mereka dari perbudakan. Cara merayakan hari besar itu berbeda-beda sesuai dengan tempat dan masa. Pada masa Yesus, semua orang Yahudi yang dapat, patut merayakan Pasah di kota Yerusalem (Luk.2:41-43). Anak domba disembelih di Bait Allah, dibawa pulang, dan dipanggang seluruhnya. Lalu dagingnya itu dimakan dengan apam fatir (semacam roti yang dibuat tanpa ragi), sayur pahit (untuk mengingat masa perbudakan yang pahit), selai terbuat dari buah-buahan dan buah keras (untuk mengingatkan gala-gala yang dipakai dengan batu bata di Mesir), dan air anggur. Seorang anak laki-laki dalam setiap keluarga wajib bertanya:"Mengapa malam ini berbeda daripada segala malam lainnya?" (Lihat Kel.12:26-27). Maka diulangilah kembali kepadanya kisah Pasah yang pertama-tama diadakan itu.
Ensiklopedia Alkitab Praktis, W.N McElrath - Billy Mathias, Lembaga Literatur Baptis (Yayasan Baptis Indonesia), 1989, Bandung.
TKB = Terjemahan Klinkert-Bode (Terjemahan lama)

Injil Matius menceritakan bahwa Yesus langsung masuk dan mengusir para pedagang yang berjualan di halaman Bait Allah dengan membalikkan meja-meja penukar uang dan bangku-bangku pedagang merpati, setelah itu Ia menyembuhkan orang buta dan orang timpang yang datang. Uang penukar** yang dimaksud adalah uang perak khusus untuk membayar pajak Bait-Allah (pada zaman Perjanjian Baru) dengan segala jenis uang lainnya (Yoh.2:14-16). dimana untuk jasa ini ditetapkan sejumlah uang sebagai upahnya; kadang-kadang jumlah itu sangat besar (Mat.21:12-13). 
** Ensiklopedia Alkitab Praktis, W.N McElrath - Billy Mathias, Lembaga Literatur Baptis (Yayasan Baptis Indonesia), 1989, Bandung.

Burung merpati adalah korban yang diberikan oleh orang yang kurang mampu sebagai korban bakaran,*** yaitu salah satu upacara keagamaan yang penting bagi bangsa Ibrani (Im.1:1-17). Para penyembah membawa korban yang hidup berupa lembu, domba, kambing, burung tekukur, atau burung merpati, sesuai dengan kekayaan masing-masing. Orang itu meletakkan tangannya di atas binatang itu sebagai tanda yang menyatakan bahwa: "Makhluk ini telah menggantikan diri saya. Saya menyerahkan semuanya pada mezbah Allah, sebagai tanda bahwa segala sesuatu yang saya miliki itu adalah milik Allah." Binatang itu kemudian disembelih dan dibakar seluruhnya.
*** Ensiklopedia Alkitab Praktis, W.N McElrath - Billy Mathias, Lembaga Literatur Baptis (Yayasan Baptis Indonesia), 1989, Bandung.

Setelah terjadi perdebatan dengan para imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, Ia pergi ke Betania kota dimana Lazarus dan dua saudarinya, Maria dan Marta tinggal, yang terletak dua mil (3,2 km) di sebelah timur Yerusalem dan bermalam disana (Yoh.11:1-44 ).

Yoh.11:1-44. Ada seorang yang sedang sakit, namanya Lazarus. Ia tinggal di Betania, kampung Maria dan adiknya Marta. Maria ialah perempuan yang pernah meminyaki kaki Tuhan dengan minyak mur dan menyekanya dengan rambutnya. Dan Lazarus yang sakit itu adalah saudaranya. Kedua perempuan itu mengirim kabar kepada Yesus: "Tuhan, dia yang Engkau kasihi, sakit." Ketika Yesus mendengar kabar itu, Ia berkata: "Penyakit itu tidak akan membawa kematian, tetapi akan menyatakan kemuliaan Allah, sebab oleh penyakit itu Anak Allah akan dimuliakan." Yesus memang mengasihi Marta dan kakaknya dan LazarusNamun setelah didengar-Nya, bahwa Lazarus sakit, Ia sengaja tinggal dua hari lagi di tempat, di mana Ia beradatetapi sesudah itu Ia berkata kepada murid-murid-Nya: "Mari kita kembali lagi ke Yudea." Murid-murid itu berkata kepada-Nya: "Rabi, baru-baru ini orang-orang Yahudi mencoba melempari Engkau, masih maukah Engkau kembali ke sana?" Jawab Yesus: "Bukankah ada dua belas jam dalam satu hari? Siapa yang berjalan pada siang hari, kakinya tidak terantuk, karena ia melihat terang dunia ini. Tetapi jikalau seorang berjalan pada malam hari, kakinya terantuk, karena terang tidak ada di dalam dirinya." Demikianlah perkataan-Nya, dan sesudah itu Ia berkata kepada mereka: "Lazarus, saudara kita, telah tertidur, tetapi Aku pergi ke sana untuk membangunkan dia dari tidurnya."  Maka kata murid-murid itu kepada-Nya: "Tuhan, jikalau ia tertidur, ia akan sembuh." Tetapi maksud Yesus ialah tertidur dalam arti mati, sedangkan sangka mereka Yesus berkata tentang tertidur dalam arti biasa. Karena itu Yesus berkata dengan terus terang: "Lazarus sudah mati; tetapi syukurlah Aku tidak hadir pada waktu itu, sebab demikian lebih baik bagimu, supaya kamu dapat belajar percaya. Marilah kita pergi sekarang kepadanya." Lalu Tomas, yang disebut Didimus, berkata kepada teman-temannya, yaitu murid-murid yang lain: "Marilah kita pergi juga untuk mati bersama-sama dengan Dia." Maka ketika Yesus tiba, didapati-Nya Lazarus telah empat hari berbaring di dalam kubur. Betania terletak dekat Yerusalem, kira-kira dua mil jauhnya. Di situ banyak orang Yahudi telah datang kepada Marta dan Maria untuk menghibur mereka berhubung dengan kematian saudaranya. Ketika Marta mendengar, bahwa Yesus datang, ia pergi mendapatkan-Nya. Tetapi Maria tinggal di rumah. Maka kata Marta kepada Yesus: "Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati. Tetapi sekarangpun aku tahu, bahwa Allah akan memberikan kepada-Mu segala sesuatu yang Engkau minta kepada-Nya." Kata Yesus kepada Marta: "Saudaramu akan bangkit." Kata Marta kepada-Nya: "Aku tahu bahwa ia akan bangkit pada waktu orang-orang bangkit pada akhir zaman.Jawab Yesus: "Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya. Percayakah engkau akan hal ini?" Jawab Marta: "Ya, Tuhan, aku percaya, bahwa Engkaulah Mesias, Anak Allah, Dia yang akan datang ke dalam dunia. Dan sesudah berkata demikian ia pergi memanggil saudaranya Maria dan berbisik kepadanya: "Guru ada di sana dan Ia memanggil engkau." Mendengar itu Maria segera bangkit lalu pergi mendapatkan Yesus. Tetapi waktu itu Yesus belum sampai ke dalam kampung itu. Ia masih berada di tempat Marta menjumpai Dia. Ketika orang-orang Yahudi yang bersama-sama dengan Maria di rumah itu untuk menghiburnya, melihat bahwa Maria segera bangkit dan pergi ke luar, mereka mengikutinya, karena mereka menyangka bahwa ia pergi ke kubur untuk meratap di situ. Setibanya Maria di tempat Yesus berada dan melihat Dia, tersungkurlah ia di depan kaki-Nya dan berkata kepada-Nya: "Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati.Ketika Yesus melihat Maria menangis dan juga orang-orang Yahudi yang datang bersama-sama dia, maka masygullah hati-Nya. Ia sangat terharu dan berkata: "Di manakah dia kamu baringkan?" Jawab mereka: "Tuhan, marilah dan lihatlah!"  Maka menangislah YesusKata orang-orang Yahudi: "Lihatlah, betapa kasih-Nya kepadanya!" Tetapi beberapa orang di antaranya berkata: "Ia yang memelekkan mata orang buta, tidak sanggupkah Ia bertindak, sehingga orang ini tidak mati?Maka masygullah pula hati Yesus, lalu Ia pergi ke kubur itu. Kubur itu adalah sebuah gua yang ditutup dengan batu. Kata Yesus: "Angkat batu itu!" Marta, saudara orang yang meninggal itu, berkata kepada-Nya: "Tuhan, ia sudah berbau, sebab sudah empat hari ia mati." Jawab Yesus: "Bukankah sudah Kukatakan kepadamu: Jikalau engkau percaya engkau akan melihat kemuliaan Allah?" Maka mereka mengangkat batu itu. Lalu Yesus menengadah ke atas dan berkata: "Bapa, Aku mengucap syukur kepada-Mu, karena Engkau telah mendengarkan Aku. Aku tahu, bahwa Engkau selalu mendengarkan Aku, tetapi oleh karena orang banyak yang berdiri di sini mengelilingi Aku, Aku mengatakannya, supaya mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku." Dan sesudah berkata demikian, berserulah Ia dengan suara keras: "Lazarus, marilah ke luar!" Orang yang telah mati itu datang ke luar, kaki dan tangannya masih terikat dengan kain kapan dan mukanya tertutup dengan kain peluh. Kata Yesus kepada mereka: "Bukalah kain-kain itu dan biarkan ia pergi."

Injil Markus bercerita hampir serupa dengan yang diceritakan Injil Matius, perbedaannya pada keterangan bahwa Yesus juga tidak memperbolehkan orang membawa barang melintasi halaman Bait-Allah; Yesus mengajar orang banyak yang datang kepadaNya; dan imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat berusaha membinasakanNya.

Injil Lukas bercerita hampir serupa dengan yang diceritakan Injil Matius dan Injil Markus, perbedaannya pada keterangan bahwa Yesus mengajar di Bait-Allah berhari-hari lamanya. Sedangkan Injil Yohanes bercerita dengan lebih lengkap, menerangkan bahwa sebelum mengusir pedagang dari Bait-Allah, Ia terlebih dahulu membuat sebuah cambuk dari tali, dan menceritakan perdebatan lebih terperinci antara Yesus Kristus dengan orang-orang Yahudi. Disamping itu Injil Yohanes juga memberi keterangan bahwa peristiwa itu terjadi selama hari-hari dalam perayaan Paskah, yang dilaksanakan selama tujuh hari lamanya (Yeh.45:18-25).

Yeh.45:18-25. Beginilah firman Tuhan ALLAH: "Pada bulan yang pertama, pada tanggal satu bulan itu ambillah seekor lembu jantan muda yang tidak bercela dan sucikanlah tempat kudus itu. Imam harus mengambil sedikit dari darah korban penghapus dosa dan membubuhnya pada tiang-tiang Bait Suci dan pada keempat sudut jalur keliling yang ada pada mezbah dan pada tiang-tiang pintu gerbang pelataran dalam. Demikianlah engkau harus perbuat pada hari pertama bulan yang ketujuh demi orang-orang yang berbuat dosa dengan tidak sengaja dan tanpa diketahui. Dengan demikian engkau mengadakan pendamaian bagi Bait Suci. Pada bulan pertama, pada tanggal empat belas bulan itu haruslah kamu merayakan hari raya Paskah, dan selama tujuh hari kamu harus makan roti yang tidak beragi. Pada hari itu raja harus mengolah lembu jantan sebagai korban penghapus dosa karena dirinya dan karena seluruh penduduk negeri. Selama tujuh hari hari raya itu ia harus mengolah korban bakaran bagi TUHAN: tiap hari tujuh ekor lembu jantan dan tujuh ekor domba jantan yang tidak bercela dan untuk korban penghapus dosa tiap hari seekor kambing jantan. Sebagai korban sajian ia harus mengolah satu efa tepung dengan seekor lembu dan satu efa tepung dengan seekor domba jantan dan minyak satu hin untuk satu efa. Pada bulan ketujuh, pada tanggal lima belas bulan itu, yaitu pada hari raya, ia harus mengolah seperti ini selama tujuh hari: korban penghapus dosa, korban bakaran, korban sajian dan minyak.

Dengan adanya kesamaan berita  yang disampaikan oleh Injil-Injil itu dan keterangan-keterangan yang saling melengkapi kekurangan masing-masing Injil, maka berita yang disampaikan dalam cerita "Yesus mengusir para pedagang di Bait-Allah," menjadi utuh dan cerita yang sebenarnya akan dipahami sebagai berikut : 
Setelah Yesus sampai di Yerusalem untuk merayakan hari raya Paskah di Bait-Allah seperti yang biasa dilakukan oleh bangsa Ibrani. Ketika Ia masuk ke dalam Bait-Allah dilihatnya banyak orang berdagang uang dan hewan kurban dalam halaman Bait-Allah, maka Ia membuat cambuk dari tali yang kemudian digunakanNya untuk mengusir hewan yang ada disana, baik lembu, kambing-domba, maupun merpati. Disamping itu Yesus Kristus juga menghamburkan uang penukar yang digunakan untuk persembahan korban; menjungkir-balikan meja-kursi yang digunakan untuk berjualan; dan menyuruh pedagang itu membawa keluar semua hewan itu dari halaman Bait-Allah. Bahkan orang yang mmbawa barang pun dilarang melintasi halaman Bait-Allah. Hal itu menyebabkan banyak orang-orang Yahudi yang memprotes tindakanNya itu, juga terjadi perdebatan dengan ahli-ahli Taurat dan Imam-imam kepala di Bait-Allah.
Kemudian Yesus Kristus mengajar orang-orang banyak sambil melakukan tanda-tanda dan mujizat menyembuhkan orang-orang sakit yang datang atau yang dibawa ke hadapanNya; Semua itu dilakukanNya di dalam Bait-Allah selama perayaan Paskah, mulai hari pertama sampai hari yang ke tujuh. Pada petang hari Ia pergi keluar dari Bait-Allah meninggalkan Yerusalem berjalan ke arah Timur menuju kota kecil bernama Betania, yang berjarak dua mil (3,2 km) dan bermalam disana. Selama itu banyak orang yang menjadi percaya dan beriman kepadaNya karena semua yang diajarkan dan tanda-tanda mujizat yang dibuatNya, sehingga ahli-ahli Taurat dan imam-imam kepala berusaha membinasakanNya tetapi mereka tidak berani melakukannya, karena begitu banyak orang yang telah menjadi percaya.